Inflasi Ibarat Pedal Gas
Badan Pusat Statistik mengumumkan bahwa tingkat inflasi di Indonesia sepanjang 2023 sebesar 2,61% atau yang terendah selama 20 tahun terakhir. Hal ini menandai keberhasilan duet Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin jelang berakhirnya Kabinet Indonesia Maju jilid kedua. Jokowi sendiri memang sejak awal fokus dalam upaya mengendalikan inflasi dengan menitikberatkan arah pembangunan pada pemerataan pendapatan. Hal ini dapat dimaklumi mengingat saat mulai bekerja secara efektif pada 2015, Jokowi dibayang-bayangi laju inflasi masa-masa akhir Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setinggi 8,38% pada 2013 dan 8,36% pada 2014. Hasilnya, laju inflasi sepanjang 2015 melambat menjadi hanya 3,35% dan bahkan pada 2016 hanya 3,02%. Ibarat mesin mobil, ketika pedal gas diinjak terus, maka kecepatan meningkat dan lebih cepat sampai ke tujuan, tetapi mesin akan kepanasan dan bukan tak mungkin harus turun mesin. Sebaliknya, jika pedal gas diinjak secukupnya, seperti halnya pepatah Jawa alon-alon asal kelakon, maka butuh waktu agak lama mencapai tujuan, tetapi panas mesin masih cukup terjaga demi menambah umur mesin itu sendiri. Bonusnya, pengendara dan penumpangnya masih bisa menikmati pemandangan saat berkendara. Artinya, tingkat inflasi, baik tinggi, sedang maupun rendah selalu bisa dimaknai dari dua sisi. Dalam hal ini, dengan rata-rata tingkat inflasi relatif rendah, Pemerintahan Jokowi lebih menekankan pada pembangunan ekonomi melalui pemerataan pendapatan dan kesejahteraan. Melalui laju inflasi yang terkendali dan relatif rendah, Pemerintahan Jokowi berharap dapat menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian harga yang ketat di bawah kendali dan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Pusat. Pertanyaan sederhananya, apakah efek positif dari kestabilan harga, yang tecermin pada rendahnya inflasi, lebih besar atau lebih kecil dari laju pertumbuhan ekonomi yang moderat?. Hal ini hanya bisa dijawab dari delapan ukuran dalam Indikator Kesejahteraan Rakyat yang dikeluarkan BPS, yaitu kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, perumahan dan lingkungan, kemiskinan, serta sosial lainnya.
Melirik Potensi Bahan Baku Halal Alat Kesehatan
Sejak berlakunya UU Jaminan Produk Halal No. 33/2014, maka seluruh produk yang masuk ke Indonesia dan beredar wajib bersertifikasi halal atau melampirkan keterangan non-halal bagi produk atau bahan baku yang diharamkan. Implementasi jaminan halal untuk industri kesehatan produk kesehatan diatur melalui Perpres No.6/2023 tentang sertifikasi halal obat, produk biologi dan alat kesehatan (alkes). Proses sertifikasi halal dilakukan melalui tiga tahap dimulai dari 17 Oktober 2021 sampai 17 Oktober 2034 yang dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu obat-obatan berdasarkan jenisnya dan alkes berdasarkan tingkat risikonya. Industri kesehatan perlu mempersiapkan ekosistem halal dari hulu ke hilir yang terintegrasi untuk melaksanakan jaminan halal dan perlindungan konsumen terutama umat muslim dari penggunaan produk dan bahan baku non-halal. Perkembangan industri farmasi dan alkes nasional mulai membaik seiring dengan transformasi sistem ketahanan kesehatan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Jumlah produsen alkes lokal meningkat dari 193 (2015) menjadi 891 perusahaan (2021). Neraca perdagangan alkes Indonesia masih mengalami defisit dalam 5 tahun terakhir, tetapi pertumbuhan ekspor alkes positif setiap tahunnya tercatat sebesar 0,76% dengan nilai ekspor US$207,7 juta di tahun 2022 (PPIE Kemendag, 2023). Sedangkan potensi pasar alkes di kawasan Asia Pasifik tahun 2023 mencapai US$112 miliar dengan tingkat pertumbuhan 6,8% dan diprediksi mencapai US$157 miliar di tahun 2028 (Market Data Forecast, 2023). Produk alkes yang masih bergantung pada impor adalah produk untuk cangkok tulang (bone graft), yang digunakan untuk operasi kelainan tulang seperti patah tulang, operasi tulang belakang dan operasi implan gigi. Produk bone graft dapat membantu penyembuhan lebih cepat pasca-operasi.
Produk bone graft yang telah dikembangkan di dalam negeri adalah berbahan baku dari dengkul/bonggol sapi yang diklaim memiliki kandungan kalsium lebih tinggi dari sisik ikan dan cangkang telur ayam, sehingga menjadi produk yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 50%. Pasar bone graft global di tahun 2022 senilai US$696,6 juta dimana 75% produknya diserap oleh klinik dibanding rumah sakit (www.grandviewresearch.com). Hal ini tentunya dapat dijadikan peluang bisnis bagi pelaku usaha alkes. Terkait bahan baku, Kementerian Pertanian RI mencatat rata-rata kebutuhan daging sapi untuk industri dan konsumsi rumah tangga tiap tahunnya sekitar 700.000 ton. Produksi daging dari sapi lokal mampu memasok sekitar 60% atau setara dengan 2,5 juta sapi dari kebutuhan nasional. Namun, tantangan saat ini adalah sedikitnya jumlah Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPHR) yang telah bersertifikasi halal dan memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk jaminan higienis dan sanitasi, sehingga pasokan bahan baku seperti bonggol sapi untuk bone graft menjadi terbatas. Maka percepatan sertifikasi halal RPHR sangat penting untuk menghasilkan bahan baku bonggol sapi yang halal. Tantangan lainnya adalah industri kesehatan masih diasosiasikan dengan kebutuhan darurat oleh pengguna, sehingga ketersediaan produk dan harga masih menjadi kekhawatiran dibandingkan dengan status halal produk. Tingkat literasi pengelola layanan kesehatan, pelaku usaha farmasi/alkes dan tenaga medis juga perlu ditingkatkan terkait jaminan produk halal seiring dengan pentahapan kewajiban sertifikasi halal sektor farmasi dan alkes.
TARGET NET ZERO EMISSION : Pendanaan Hijau Pacu Transisi Energi
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, green loan tersebut membuat langkah perseroan dalam mengakselerasi transisi energi lebih leluasa. Pinjaman itu bakal digunakan perusahaan untuk mengembangkan energi hijau di Tanah Air. “Saat ini PLN memiliki berbagai langkah strategis untuk bisa mendorong Indonesia sebagai negara ‘hijau’,” katanya, Selasa (2/1). Untuk diketahui, PLN baru saja menandatangani perjanjian sindikasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Selain itu, PLN juga mendapatkan fasilitas pinjaman bilateral dari Sarana Multi Infrastruktur atau SMI. Adapun, fasilitas pembiayaan hijau ini dilakukan melalui skema konvensional dengan nilai Rp9 triliun, dan syariah Rp1 triliun. Kemudian, ada juga fasilitas pinjaman bilateral dengan skema konvensional senilai Rp1 triliun, dan syariah Rp1 triliun. Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menjelaskan, PLN memang membutuhkan beragam kerja sama pembiayaan untuk bisa menjalankan proyek transisi energi. Apalagi, dana yang dibutuhkan untuk transisi energi tidak sedikit. Kepala Divisi Usaha Syariah SMI Arief Subekti mengatakan, PLN merupakan partner utama perusahaan sebagai country platform manager transisi energi di Indonesia. SMI pun memastikan siap menjalin kerja sama lain dengan PLN untuk mencapai target net zero emission.
Pukulan Ganda dari Pajak Rokok di 2024
Pemerintah resmi memungut pajak rokok elektrik mulai 1 Januari 2024. Besarannya tarifnya adalah 10% dari cukai rokok.
Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 143/2023 tentang Tata Cara Pemungutan, Pemotongan dan Penyetoran Pajak Rokok. Kebijakan ini juga amanat Undang-Undang No 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).
Kementerian Keuangan (Kemkeu) menjelaskan, beleid baru ini bertujuan mengendalikan konsumsi rokok masyarakat. "Peran para pemangku kepentingan termasuk pelaku usaha rokok elektrik dalam mendukung implementasi kebijakan ini menjadi sangat penting," tulis Kemkeu dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Senin (1/1).
Adapun rokok elektrik adalah salah satu barang kena cukai sesuai amanat UU No 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Adapun penerimaan cukai rokok elektrik pada 2023 hanya sebesar Rp 1,75 triliun atau sebesar 1% dari total penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) dalam setahun. Oleh sebab itu, implementasi pengenaan pajak rokok elektrik diharapkan bermanfaat untuk masyarakat.
"Paling sedikit 50% penerimaan pajak rokok diatur penggunaannya (earmarked) untuk pelayanan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan penegakan hukum yang pada akhirnya mendukung pelayanan publik yang lebih baik di daerah," jelas Kemkeu.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita menilai, penerapan kebijakan ini tanpa sosialisasi dan komunikasi yang baik kepada pelaku usaha.
Kepala Center of Industry, Trade and Investment Indef, Andry Satrio menilai, rokok elektrik berisiko lebih rendah ketimbang rokok konvensional. Jadi, pajak yang dikenakan semestinya lebih rendah.
BEI Mengkaji Insentif untuk Produk Derivatif
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan sejumlah amunisi untuk menggenjot transaksi produk derivatif. BEI berencana menerbitkan sejumlah produk baru dan memberikan insentif khusus untuk produk ini.
Saat ini, BEI telah memiliki sejumlah produk derivatif dengan
underlying
indeks saham dan surat utang. Di antaranya, IDX LQ45 Futures, IDX30 Futures, Indonesia Government Bond Futures dan Basket Bond Futures. Tapi, produk derivatif
futures
masih tak banyak peminat. Sepanjang 2023, produk
futures
di BEI hanya diperdagangkan sebanyak 326 kali dengan nilai transaksi Rp 23,71 miliar.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengatakan, ada sejumlah tantangan dalam pengembangan produk derivatif ini. Selama ini, setiap investor yang ingin melakukan transaksi kontrak berjangka harus terlebih dahulu membuka Rekening Dana Derivatif (RDD) melalui anggota bursa (AB) Derivatif. "Ada kekhawatiran terkait pembukaan rekening. Harapannya dengan adanya sub-rekening oleh KSEI nantinya bisa mempermudah investor," kata Iman di Jakarta, Jumat (29/12).
BEI juga tengah berkoordinasi dengan regulator perpajakan untuk mendapatkan insentif bagi investor yang mentransaksikan produk
Single Stock Futures..
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, pengembangan derivatif menjadi salah satu program prioritas di 2024. Meski belum menyebut rinciannya, Inarno mengatakan, OJK akan merevisi Peraturan OJK (POJK) terkait Transaksi Marjin dan Liquidity Provider untuk meningkatkan likuiditas transaksi produk ini di pasar modal.
Tak hanya produk baru, BEI juga akan menggenjot transaksi Waran Terstruktur yang punya potensi besar. Di
pipeline
BEI, ada tiga AB yang bersiap menjadi
issuer
waran terstruktur. Satu di antaranya telah mengantongi izin
liquidity provider.
Head of Sales & Marketing Equity Derivative
RHB Sekuritas, Steinly Atmanagara mengatakan, RHB masih akan fokus untuk membesarkan Waran Terstruktur. Saat ini, kian banyak investor yang sudah paham bertransaksi di Waran Terstruktur.
Manipulasi Uji Kendaraan Bisa Berdampak ke ASII
Industri otomotif dunia global dikagetkan oleh skandal manipulasi uji keselamatan kendaraan yang menyeret Daihatsu Motor Co., Ltd dan Toyota Motor Corporation. Investigasi di sekitar unit pengawasan
airbag
mobil menemukan unit yang digunakan selama uji tabrak berbeda dengan yang digunakan pada mobil yang sebenarnya dijual ke publik.
Sebelumnya, hanya sekitar setengah lusin model yang diperkirakan terpengaruh oleh hasil tes yang dimanipulasi. Namun Toyota kini mengatakan hampir semua mobil di jajaran Daihatsu dapat terkena dampaknya.
Ini dapat menjadi sentimen negatif bagi PT Astra International Tbk (ASII). Sebab, operasional bisnis Daihatsu di Indonesia berada di bawah naungan Astra Daihatsu Motor.
Head of Corporate Investor Relation
Astra International, Tira Ardianti mengatakan, Astra Daihatsu Motor (ADM) telah mendapatkan konfirmasi dari otoritas sebagian besar negara tujuan ekspor dan sudah memenuhi regulasi yang berlaku di negara tujuan ekspor tersebut.
CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo berpendapat, ada potensi gangguan penjualan ekspor dari Astra Daihatsu selaku distributor kendaraan Daihatsu di Indonesia. Namun, pengaruh terhadap kinerja keuangan konsolidasi ASII ke depannya diperkirakan tidak signifikan.
"Karena, porsi Astra Daihatsu Motor terhadap total penjualan dari segmen otomotif relatif kecil, yakni hanya sekitar 2%," kata Praska.
Praska menyatakan, tren pendapatan ASII justru lebih dipengaruhi dari kontribusi tren penjualan otomotif keseluruhan, penjualan alat berat (pertambangan, konstruksi), dan jasa keuangan.
Sementara analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, secara teknikal ASII masih didominasi oleh volume pembelian dan penguatannya mampu menembus garis MA20. Herditya merekomendasikan
buy
ASII dengan
support
Rp 5.550 dan
resistance
Rp 5.700.
Harga Jual Menjadi Sandungan PTBA
Performa PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terbebani harga batubara yang jeblok di tahun 2023. Harga batubara yang lebih rendah ke depan masih menjadi penghalang bagi PTBA di tahun-tahun mendatang.
Pada periode Januari September 2023, kinerja pendapatan dan laba bersih PTBA kompak merosot. Emiten pelat merah ini melaporkan pendapatan sebesar Rp 27,7 triliun atau turun sekitar 10,84% secara tahunan atau
year on year
(yoy). Laba bersih PTBA juga melorot sekitar 62% yoy menjadi Rp 3,8 triliun.
CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo mengamati, penurunan kinerja PTBA dari sisi pos pendapatan hingga laba bersih memang sudah terjadi sejak kuartal IV-2022. Ini seiring dengan penurunan harga batubara sekitar 64% dari rekor tertinggi tahun lalu di kisaran US$ 400 per ton menjadi US$ 136,95 per ton per 29 Desember 2023.
Penurunan harga batubara terjadi di tengah berakhirnya krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina, serta suplai yang kembali meningkat, jelas Praska, Senin (1/1).
PTBA dinilai masih menarik lantaran dividen
yield
jumbo di sepanjang 2023. Hal itu menyusul performa apik PTBA selama tahun 2022 karena diuntungkan oleh tingginya harga batubara kala itu.
Praska memperkirakan, proyeksi harga rata-rata batubara sepanjang 2024 kemungkinan masih relatif melandai di kisaran US$ 100 per ton - US$ 160 per ton. Faktor yang mempengaruhi pergerakan batubara akan cenderung dipengaruhi oleh sentimen ekonomi negara importir batubara terbesar, salah satunya Tiongkok.
Praska berharap, katalis penopang bagi PTBA datang dari potensi permintaan permintaan batubara domestik untuk kebutuhan pembangkit tenaga listrik.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan mengatakan, pertumbuhan organik batubara PTBA akan terus berlanjut. Fase ekspansi batubara PTBA akan didukung oleh pertumbuhan kapasitas kereta api menjadi 52 juta ton pada 2024 dan menjadi 72 juta ton pada 2026.
Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario dalam riset 4 Desember 2023 menyebutkan, pendirian Badan Layanan Umum (BLU) ataupun Mitra Instansi Pengelola (MIP) diharapkan dapat mendongkrak kinerja PTBA dikala harga batubara yang lesu. Pendirian BLU untuk mengurus pungutan iuran di industri batubara yang diperkirakan terealisasi pada Januari 2024.
Fintech Mulai Menerapkan Aturan Baru
Mulai awal tahun ini, ada aturan baru yang harus dijalankan oleh fintech peer to peer lending. Salah satunya penurunan bunga pinjaman per hari hingga aturan soal penagihan.
Para pemain mengaku siap menjalankan aturan baru OJK yang tertuang dalam SEOJK No 19/SEOJK.06/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).
PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) misalnya sudah mulai mengimplementasikan aturan baru tadi. "Biaya harian AdaKami turun ke 0,3% efektif untuk pinjaman yang diajukan per 1 Januari 2024. Penyesuaian biaya sudah dihitung dan dapat dilakukan efektif sesuai SEOJK," ucap Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss.
AdaKami juga siap memenuhi aturan permodalan Rp 7,5 miliar yang berlaku dua tahun, terhitung sejak POJK Nomor 10/2022. Jonathan menyampaikan per 29 Desember 2023, penyaluran pendanaan mencapai Rp 14 triliun.
Country Head Indonesia Modalku Arthur Adisusanto mengatakan, aturan baru dari OJK yang membatasi peminjam tidak boleh meminjam di tiga pinjol sekaligus akan menekan volume pendanaan yang diberikan perusahaan. Tapi, Arthur juga berharap aturan ini akan membuat industri pendanaan digital lebih sustainable dengan manajemen risiko makin terukur.
Hingga saat ini, Modalku telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 55 triliun di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Sedang PT Sahabat Mikro Fintek (SAMIR) belum menentukan penurunan bunga. Public & Government Relation SAMIR Balqis mengatakan, akan menganalisis dampak finansial. "Kami juga akan melihat risiko," ujar dia. Sampai akhir November 2023, SAMIR telah menyalurkan pinjaman Rp 647,62 miliar.
BUKA ASA DARI LANTAI BURSA 2024
Hari ini, Selasa (2/1), aktivitas perdagangan di pasar modal Tanah Air mulai dibuka lagi. Berbagai catatan positif sepanjang 2023, siap mewarnai pasar modal sepanjang tahun ini.Kendati dihadapkan berbagai tantangan, seperti konflik geopolitik dan pesta demokrasi Pemilu 2024, pelaku pasar dan otoritas pasar modal percaya diri mampu mengukir berbagai rekor baru pada tahun ini.Berbagai terobosan masih dibutuhkan supaya minat penggalangan dana lewat pasar modal kian tebal dan daya pikat perdagangan di lantai bursa makin kuat.
Ekonomi Prorakyat & Probisnis
Memasuki awal 2024, sejumlah ekonom sibuk melempar statement, asumsi dan prediksi dalam meneropong ekonomi di 2024. Pernyataan mereka ada yang bersifat optimis dan ada yang bersifat pesimis. Bahkan pakar ekonomi memprediksi arah ekonomi 2024 menjadi dua cerita yaitu berat di awal dan ringan di akhir. Proyeksi pertumbuhan ekonomi global akan berada diangka 2,4% secara rata-rata. Angka pertumbuhan ekonomi misalnya Bank Dunia menyebut PDB global akan naik 21,1% per tahun, walaupun Bank Dunia memangkas perkiraan menjadi 2,4% menjadi 2,7%. Namun, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan global pulih menjadi 3,0% di 2025. Internasional Monetetary Fund (IMF) menjelaskan ekonomi China akan melambat dengan pertumbuhan hanya 4,5 % di tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga akan mengalami perlambatan ekonomi. Suku bunga yang tinggi akan menjadi penghambat ekspansi aktivitas ekonomi AS. Seharusnya AS berupaya mengarahkan kebijakan fiskal yang akomodatif tetapi tetap berhati-hati. Sedangkan pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa di tahun 2024 diperkirakan mampu bertahan di level positif meskipun lemah. Pertumbuhan ekonomi meningkat di kawasan ini didukung oleh inflasi yang sudah lebih terkendali dan efektifnya kebijakan moneter dari European Central Bank (ECB). Situasi negara-negara pemodal (investor) dalam kondisi limbung karena mereka kebanyakan melakukan aktivitas transaksi derivatif, beberapa narasi terkenal dikembangkan oleh penganjur gagasan globalisasi, seperti Keinichi Ohmae yang menganalogikan sebagai dinosaurus yang menunggu mati dengan kegagalan negara dalam mengontrol dan melindungi nilai mata uang sehingga tidak melakukan aktivitas ekonomi riil. Penelitian para ekonom dunia memang menjelaskan bahwa situasi negara investor (pemodal) bukan dalam kondisi baik baik saja, namun penuh dengan kegalauan yang tidak menentu.
Para ekonom menjelaskan bahwa pada 2024 masih memiliki potensi pertumbuhan investasi sebesar 30% secara tahunan (YoY) pada kuartal ini atau hampir Rp400 triliun. Proyeksi tersebut lebih rendah dari realisasi kuartal III/2022 yang tumbuh hingga 42,1% (YoY) senilai Rp307,8 triliun. Bersanding lurus dengan realisasi semester I/2023 baru mencapai Rp678,7 triliun atau 48,5% dari target. Sehingga nantinya realisasi investasi di kuartal III/2023 masih akan bertumpu pada komoditas olahan primer yang berorientasi ekspor. Sementara itu pada tahun 2024, tingkat inflasi dalam negeri diperkirakan oleh para Bankir akan meningkat menjadi sebesar 3,20% dalam rencana anggaran tahunan BI (RATBI). Proyeksi tersebut lebih tinggi dari proyeksi inflasi 2023. Sedangkan inflasi global akan mencapai di angka 3,8 %. Pada Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur dengan menggunakan gini rasio adalah sebesar 0,388. Angka ini meningkat 0,007 poin jika dibandingkan dengan gini rasio September 2022 yang sebesar 0,381 dan meningkat 0,004 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2022 yang sebesar 0,384. Data ini menjelaskan ketimpangan pendapatan jaraknya kian melebar bukan kian mengecil. Dapat dikatakan juga bahwa pertumbuhan ekonomi belum menjadikan pembangunan sebuah bangsa yang produktif berdikari secara ekonomi. Bahkan Eric Maskin dan Kaushik Basu, dua Guru Besar Ekonomi Universitas Cornell, Amerika Serikat, penerima penghargaan Nobel Ekonomi tahun 2007 bependapat jika hanya mengandalkan angka PDB, pemerintah tidak akan menyelesaikan ketimpangan, meskipun pertumbuhan ekonomi tinggi. Maskin dan Basu menyebutkan globalisasi salah satu penyebab ketimpangan kesejahteraan terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Globalisasi akan meningkatkan pendapatan rata-rata, tetapi globalisasi akan menimbulkan masalah distribusi pendapatan karena hanya menguntungkan tenaga terlatih dan terdidik, yang tidak terlatih akan tertinggal bahkan pendapatan mereka akan tergerus.









