Perbaiki Tata Kelola Dana Pensiun BUMN
Memasuki tahun 2024,
semua dana pensiun di bawah payung BUMN didorong untuk memperbaiki tata kelola investasi
dan operasional. Masalah utama dana pensiun BUMN terletak pada rendahnya nilai
pengembangan investasi dengan tingginya bunga dari program pensiun manfaat
pasti. Di akhir tahun 2023, Kementerian BUMN mengungkapkan, 70 % dari 48 dana
pensiun pelat merah punya masalah terkait penyimpangan investasi, transparansi
pengelolaan dana, serta minimnya akuntabilitas. Akibatnya, 22 dana pensiun BUMN
diminta untuk mengajukan skema penyehatan karena memiliki rasio kecukupan dana
(RKD) di bawah 100 %. Ini menjadi sinyal rendahnya kemampuan dana pensiun BUMN
untuk membayar kewajiban. Melihat kondisi tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi
Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Budi Sulistijo mengatakan, setiap dana pensiun
yang punya masalah perlu segera memperbaiki arus kas (cash flow). Pembenahan tata
kelola mendesak dilakukan baik di bidang investasi maupun bidang operasional.
”Hal yang tidak kalah penting,
perlu adanya dukungan dari pendiri dana pensiun dalam bentuk pemenuhan
kewajiban (top up) serta adanya panduan berupa arahan investasi dan strategic
asset allocation (alokasi aset
strategis),” ujarnya saat dihubungi, Senin (1/1/2024), di Jakarta. Kementerian
BUMN telah mengungkap bahwa dana pensiun pelat merah dengan RKD di bawah 100 %
membutuhkan suntikan modal tambahan totalRp 12 triliun. Proses penyuntikan
modal bisa memakan waktu lebih dari tiga tahun, bergantung dari kemampuan
tiap-tiap dana pensiun. ”Secara ketentuan, top up atau pemenuhan atas kewajiban
merupakan opsi yang harus dilakukan karena erat kaitannya dengan pemenuhan manfaat
pensiun yang menjadi hak peserta,” kata Budi. (Yoga)
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Penetrasi Asuransi Swasta Masih Meluas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023