Sejumlah Stimulus Membuat Sektor Properti Cerah
Panen Masalah Setelah Bank Tanah Hadir
Seksinya Bisnis untuk Pemakan Tumbuhan
Veganisme dan vegetarianisme yang semakin digandrungi
menyuburkan pertumbuhan kafe, pemesanan makanan daring, hingga penjualan
kosmetik. Mulai dari isu lingkungan, kesehatan, sampai kesejahteraan hewan
memantik kesadaran pelaku untuk mengubah gaya hidup. Kafe di sudut Cilandak, Jakarta
Selatan, itu nyaman dengan kapasitas 10 pengunjung di ruang ber-AC. Interior berkonsep
industrial dilaburi warna-warni netral dengan lantai semen. Konsumen juga bisa menempati
lantai atas dan ruang belakang yang terbuka dengan 50 kursi. Mad For Coffee,
demikian lokasi kongkow sejumlah mahasiswi berpenampilan modis itu, Kamis (25/1).
Sudah pukul 15.30, tapi pembeli masih berdatangan untuk memesan makanan, kopi,
sampai camilan.
Makanan andalan, nasi empal, dibanderol 52.000. Hidangan lain seperti nasi dendeng
rica balado, burger ayam krispi, dan pempek komplet. Menu daging-dagingan lumrah
mencuatkan anggapan Mad For Coffee seragam dengan kafe lain, tapi tak kurang
terkejutnya sebagian tamu mendapati hidangan itu terbuat dari tumbuhan. Pelanggan
bergaya trendi yang asyik berswafoto seraya tak henti mencerocos mengabsahkan masifnya
veganisme hingga dilakoni generasi muda. Chandra Revo (33) memang mengincar
segmen itu dengan mendirikan kafenya sejak 2021. Prospek yang berkilap ia ungkapkan
dengan peningkatan penjualan. ”Kecenderungannya naik dari rata-rata 1.500 transaksi
per bulan waktu awal dibuka. Sekarang 3.000 transaksi per bulan,” ucapnya.
Larisnya penjualan makanan hingga produk kecantikan dan perawatan
diri untuk vegan atau vegetarian turut dicecap Tokopedia. Pemesanan kategori itu
secara daring merupakan salah satu yang paling tinggi pada kuartal III-2023. ”Sepanjang
tahun lalu penjualan makanan vegan naik hampir dua kali lipat,” ujar Head of Communications Tokopedia Aditia Grasio
Nelwan. Ia membandingkan peningkatan pada Januari-September 2023 dengan periode
yang sama dari tahun 2020. Khusus makanan vegetarian seperti sayur-mayur,
penjualannya juga naik tiga kali lipat. Sementara penjualan tahu melonjak atau
lebih dari empat kali lipat. Produk kecantikan dan perawatan diri ramah vegan
pun kian diminati. ”Terbukti dari kenaikan transaksinya, termasuk makeup
(kosmetik) dan skincare (perawatan kulit) lebih dari 10 kali lipat,” ucapnya. (Yoga)
Indonesia Melawan Kemustahilan
Sebagai ”kuda hitam”, Indonesia tampil tanpa beban kontra Australia. ”Garuda” tidak mustahil melanjutkan kejutan. Meski tidak diunggulkan, tim nasional Indonesia akan berusaha maksimal untuk mencetak sejarah baru lainnya di Piala Asia 2023 ketika melawan Australia pada perdelapan final, Minggu (28/1) pukul 18.30 WIB, di Stadion Jassim bin Hamad, Al Rayyan. Dibawah asuhan Pelatih Shin Taeyong, tim Indonesia akan melawan kemustahilan dengan mengeluarkan performa terbaiknya.
Merujuk data Opta, Indonesia adalah tim yang diprediksi memiliki peluang menang terkecil di babak 16 besar. Garuda dianggap hanya memiliki kans menang dari Australia sebesar 19 %, jauh lebih kecil dibandingkan dengan peluang Thailand mengalahkan Uzbekistan, yaitu 37 %. Sebaliknya, Australia adalah tim nomor tiga yang paling diunggulkan untuk membawa pulang trofi juara dari Qatar 2023. Peluang juara ”Socceroos” ialah 14 %, hanya kalah dari Jepang (19 %) dan Qatar (15 %).
Shin pun mengakui probabilitas timnya menang jauh lebih kecil dari Australia. ”Australia jelas lebih diunggulkan dengan 70 % berbanding 30 %. Tetapi, saya pikir tidak ada yang mustahil di sepak bola,” kata Shin dalam konferensi pers menjelang laga, Sabtu (27/1), di Doha. Ia menambahkan, ”Australia adalah salah satu tim terkuat di Piala Asia. Kami telah memiliki persiapan yang baik dan pemain-pemain muda saya memiliki energi bagus." (Yoga)
Rindu Harum Cendana di Tanah Timor
Generasi muda Timor merindukan cendana yang harum. Selama
ini, mereka hanya mendapat cerita bahwa tanah Timor punya cendana atau Santalum
album yang terancam punah di Timor, NTT. Eka Saul Manunel (22), pemimpin
kelompok tani muda di Dusun Tuamese, Kecamatan Taebenu, Kupang, NTT, mengaku
belum melihat pohon cendana berusia di atas 30 tahun. Cendana dengan usia itu
bisa mengeluarkan aroma wangi menggoda. Selama ini, ia hanya menyaksikan cendana
berusia di bawah lima tahun yang belum menghasilkan harum yang kuat. Eka
berbicara mewakili 20 anggota kelompok tani ”Mambers” di Dusun Tuamese. Ia juga
mewakili generasi muda saat peluncuran pemulihan ekosistem cendana Timor
berbasis rakyat yang diselenggarakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi)
NTT dan Green Justice Indonesia di Kupang, Jumat (26/1).
Sebanyak 100 anakan cendana ditanam di areal pertanian warga
seluas 1.000 meter persegi. Puluhan warga Dusun Tuamese bersama Walhi, Green
Justice Indonesia, Pemprov NTT dan Pemkab Kupang, tokoh agama, tokoh
masyarakat, petani, dan tokoh pemuda terlibat. Penanaman simbolik itu menandai gerakan
menanam cendana di daratan Timor. Kegiatan itu merupakan upaya mengembalikan
harum cendana yang hilang sejak 1990-an. Seiring menghilangnya cendana, punah
pula sejumlah pabrik pengolah cendana di Kota Kupang, Soe, dan Kefamenanu hingga
hari ini. Sejumlah usaha kerajinan cendana berupa ukiran patung, tasbih, dan Rosario
pun hilang.
Kabid Pembinaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi
NTT Rudi Lismono yang membuka peluncuran kegiatan itu mengatakan, cendana
sangat rentan mati pada usia 1-2 tahun. Tanaman terkadang mati mendadak, diawali
keringnya bagian pucuk, karena terjadi perkawinan inses. Mestinya cendana
ditanam dengan cendana dari pohon lain agar perkawinan silang terjadi,” kata
Rudi. Usia ekonomis cendana 35 tahun. Itu untuk pohon dengan kualitas terbagus.
Pada usia ini, harga cendana bisa mencapai Rp 800.000 per kg. Namun, bagian teras
atau inti dari batang kayunya dihargai Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per kg. Tapi,
kebanyakan cendana di Timor sudah ditebang sebelum usianya 20 tahun. Santalum
atau minyak cendana sudah muncul pada usia 12-13 tahun, tetapi secara ekonomis
dinilai kurang menguntungkan. (Yoga)
Ada Saham Lapis Tiga Masuk LQ45
SAMF Memupuk Kinerja Tumbuh 7%
TENAGA BARU INDEKS UTAMA
Perubahan konstituen sejumlah indeks utama di Bursa Efek Indonesia pada awal Februari 2024 menjadi angin segar bagi para pelaku pasar modal di tengah tren kinerja yang terlihat mulai melemah seiring dengan kian dekatnya momentum Pemilu 2024.Pasar modal Indonesia cukup lesu pada pekan ini. IHSG turun 3 hari beruntun dan ditutup di level 7.137,09 kemarin. Gerak IHSG yang berbalik melemah 1,25% dalam sepekan bertolak belakang dengan kinerja awal tahun yang sempat mencetak rekor di posisi 7.359,76.Di tengah tren ini, BEI mengumumkan hasil evaluasi mayor tiga indeks besar, yakni LQ45, IDX30, dan IDX80 pada Kamis (25/1). BEI mengganti sejumlah emiten di ketiga indeks tersebut dengan nama-nama baru, yang tentu dinilai lebih layak menjadi penghuni.
Di LQ45, misalnya, akan kedatangan empat emiten baru, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), dan PT Mitra Pack Tbk. (PTMP).
Keempat emiten ini juga turut menjadi penghuni di IDX30 dan IDX80. PGEO menjadi pendatang baru di kedua indeks tersebut, sedangkan MBMA dan PTMP hanya masuk di IDX80. Sementara itu, MTEL sudah lebih dahulu menjadi penghuni lama di IDX80.
Sementara itu, di IDX80, saham AUTO justru turun 3,88% ke level Rp2.230. Lalu GJTL turun 1,42% ke level Rp1.045, TRON turun 0,82% menjadi Rp242, dan WIFI turun 1,29% menjadi Rp153.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan besar kecilnya daya dongkrak emiten-emiten baru ini terhadap kinerja setiap indeks akan bergantung pada bobot emiten masing-masing dalam indeks tersebut.
Secara khusus, dia menyoroti MBMA, MTEL, dan PGEO di LQ45 yang menurutnya memiliki potensi kenaikan valuasi di masa depan. Sementara itu, ACES dan ICBP menjadi dua emiten baru yang positif di IDX30.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai saham-saham calon penghuni baru ketiga indeks tersebut tergolong undervalue dan menarik untuk menjadi watchlist trading maupun investasi.
Sementara itu, BEI memastikan penetapan konstituen indeks ini sudah mengikuti parameter kuantitatif dan kualitatif yang ketat guna memastikan ketiga indeks ini dapat menopang pertumbuhan portofolio manajer investasi yang lebih optimal.Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, secara khusus menyoroti polemik yang beredar ihwal masuknya saham PTMP ke dalam jajaran penghuni indeks LQ45 dan IDX80, padahal emiten ini relatif kecil di pasar, baik secara valuasi maupun aktivitas transaksinya.
Terkait dengan saham PTMP ini, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakannya sedang berada di fase uptrend. Kabar masuknya PTMP ke dalam dua indeks utama sekaligus menjadikan volume transaksinya memang meningkat signifikan.
Meningkatkan Kapasitas UMKM
Di tengah membesarnya lokapasar Indonesia, kehadiran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemain utama menjadi penting. Untuk itu, kapasitas pelaku dan kualitas barang yang dihasilkan harus terus ditingkatkan agar dapat menguasai pasar.Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi nilai transaksi perdagangan elektronik atau e-commerce mencapai Rp453,75 triliun sepanjang 2023. Nilai tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan dengan target bank sentral tersebut sebesar Rp474 triliun, juga lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada 2022 sebesar Rp476,3 triliun. Meski menurun, nilai transaksi ratusan triliun tersebut tentunya tidak bisa dikatakan kecil, apalagi bagi pelaku UMKM.
Sayangnya, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) terhadap 22.844 penjual marketplace di Indonesia yang 98,2% di antaranya merupakan pengusaha UMKM, ternyata transaksi masih didominasi oleh pelaku yang berlokasi di Jawa atau sekitar 97,3%.
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS diketahui, persentase penduduk usia 5 tahun ke atas yang menyatakan pernah mengakses internet meningkat dari 62,10% pada 2021 menjadi 66,48% pada 2022. Tingginya angka itu, tidak serta merta mencerminkan pemerataan akses. Perbedaan cukup tinggi terjadi di antar daerah, misalnya di tiga daerah tertinggi yaitu DKI Jakarta (84,65%), Kepulauan Riau (82,50%), Kalimantan Timur (80,56%), bandingkan dengan tiga daerah terendah yaitu Maluku Utara (50,20%), Nusa Tenggara Timur (47,39%), dan Papua 26,32%.
Temuan kedua Indef adalah besarnya jumlah UMKM yang terlibat aktif di marketplace ternyata tidak semuanya produsen atau hanya 6,28%, sisanya merupakan penjual atas produk UMKM produksi. Padahal kehadiran UMKM produsen penting untuk mengukuhkan peran pelaku usaha di lokapasar.
Selain dua hal yang disampaikan oleh Indef, persoalan lain yang juga membayangi kinerja UMKM adalah persebaran demografi dan kesiapan infrastruktur. Biaya logistik kerap menjadi masalah bagi usaha yang berada jauh dari pusat pertumbuhan.
Kerja sama tersebut diharapkan terus diperbanyak dan diperluas agar UMKM lokal mampu menjadi tuan di rumah dengan penduduk terbesar keempat dunia ini. Di sisi lain, pelaku UMKM juga dituntut memiliki etos kerja tinggi agar tidak tergilas dari produk-produk impor berkualitas dan berharga murah.
PEMBIAYAAN P2P LENDING : SEKTOR PRODUKTIF KIAN MENDOMINASI
Pembiayaan industri teknologi finansial peer-to-peer lending ke sektor produktif pada tahun ini diproyeksi makin dominan di tengah dikereknya target pertumbuhan ke level 5%.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) membidik pertumbuhan pembiayaan single digit atau sebesar 5% pada tahun ini. Hal tersebut terungkap saat Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, Jumat (26/1).“Target tumbuh 5% tahun ini karena demand saja, ada permintaan masyarakat,” kata Entjik. Dia menjelaskan bahwa dengan adanya target sebesar 5% tersebut maka baik pembiayaan ke sektor konsumtif maupun produktif dapat makin melaju pada 2024.
CEO DanaRupiah itu mengatakan bahwa industri teknologi finansial peer-to-peer (P2P) lending terpukul pada 2023 lantaran adanya mafia fraud dan kelompok peminjam yang tidak membayar pinjaman.
Kendati demikian, AFPI melihat adanya peluang bagi industri fintech P2P lending untuk terus tumbuh. Hasil riset AFPIEY menunjukkan bahwa total kebutuhan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp4.300 triliun dengan kemampuan suplai sebesar Rp1.900 triliun, sehingga ada credit gap sebesar Rp2.400 triliun.Selain itu, imbuhnya, masih ada 186 juta individu usia produktif di atas 15 tahun. Perinciannya, ada sebanyak 46,6 juta UMKM yang belum memiliki akses kredit dan 132 juta individu yang belum memiliki akses kredit.
Di sisi lain, tingkat keberhasilan bayar pada hari ke-90 (TKB90) berada di level 97,18%. Artinya, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) alias kredit macet di industri fi ntech P2P lending berada di angka 2,82%. Sementara itu, Director of Corporate Communication AFPI Andrisyah Tauladan mengungkapkan bahwa saat ini total sudah 1,1 juta lender yang memberi dukungan pendanaan pada industri, sedangkan jumlah borrower mencapai 121,96 juta.
Dalam kesempatan yang sama, AFPI juga menyinggung beleid anyar yang mengatur tentang pelindungan konsumen. Aturan anyar itu dipandang berdampak terhadap bisnis industri P2P lending atau kerap disebut dengan pinjaman online (pinjol).
Dalam beleid ini, setiap pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), termasuk di industri P2P lending hanya boleh melakukan penagihan mulai dari pukul 08.00–20.00 WIB waktu setempat.









