Nasib Saham Emiten Nikel di Tengah Ancaman Baterai LFP
Komoditas nikel sebagai bahan baku utama pembuatan kendaraan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berjenis Nickle Cobalt Manganese (NMC) menghadapi tantangan berat, dengan makin berkembangnya beterai alternatif berbasis tanpa nikel, Lithium Ferro Phosphate (LFP). Popularitas LFP yan terus menanjak dikhawatirkan berdampak pada performa saham emiten-emiten penambang bijih nikel, diantaranya PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Vale Indonesia Tbk (VALE), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MDKA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle. Tim analis Indo Primier Sekuritas yang terdiri dari Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dalam risetnya menyebutkan bahwa kemajuan teknologi baterai seperti LFP, Lithium Manganese Ferro-Ion (Na-Ion) terus menimbulkan risiko terhadap kelangsungan baterai berbasis nikel untuk kendaraan listrik. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023