Jelang Akhir Restrukturisasi, Perbankan Tekan LAR
Mendekati berakhirnya stimulus restrukturisasi kredit akibat Covid-19, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus mencatatkan loan at risk (LAR) dan kredit macet (non performing loan/NPL) yanag membaik. Hal ini didukung dari pencadangan yang telah dipupuk jauh-jauh hari. Seperti pada BCA, total LAR per Desember 2023 sebesar Rp52,2 triliun, turun 24,8% dibandingkan posisi Desember 2022 yang senilai Rp69,4 triliun. Menurutnya kredit yang berisiko tersebut juga turut memperbaiki rasio LAR menjadi 6,9% pada 2023, turun 3,5% dari LAR 2022 di level 10,4%. Di sisi NPL, bank swasta terbesar di Indonesia ini mencatat Rp 14,1 triliun kredit macet sepanjang 2023 atau dengan rasio NPL gross 1,9%. Apabila dibandingkan dengan 2022, ada sedikit kenaikan NPL BCA dari 1,7%. Perseroan juga membentuk NPL coverage sebesar 234,1%, lebih rendah dari 286,9% pada 2022. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023