PLN Tanggap Perbaiki Jaringan Listrik Bali
KPK Desak Percepatan RUU Antikorupsi
Penangkapan Sindikat Kriminal Terus Berlanjut
Teknologi Raksasa Dunia Tak Luput dari Dampak Tarif Trump
Melemahnya Industri Manufaktur
Industri manufaktur dalam negeri tengah menghadapi tekanan berat akibat meningkatnya ketidakpastian di pasar global, tercermin dari melemahnya Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dan menurunnya Indeks Kepercayaan Industri. Survei PMI Manufaktur merupakan survei persepsi terhadap pelaku industri yang menunjukkan tingkat keyakinan (optimistis atau pesimistis) menjalankan usahanya saat ini. Para pelaku usaha mendesak pemerintah untuk memberikan pelindungan lebih bagi industri nasional dari gempuran produk impor. PMI Manufaktur Indonesia pada April 2025 turun ke level 46,7, yang berarti berada dalam fase kontraksi karena berada di bawah ambang batas 50, berdasarkan laporan S&P Global. Padahal, pada Maret 2025, PMI masih berada di zona ekspansif dengan nilai 52,4.
”Penurunan sangat signifikan hingga 5,7 poin dibanding Maret lalu. Ini sekaligus menandakan bahwa optimisme atau kepercayaan diri dari para pelaku industri manufaktur di dalam negeri semakin menurun di tengah situasi ketidakpastian saat ini,” kata Jubir Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, Jumat (2/5). Sejumlah pelaku industri manufaktur di Indonesia masih menunggu kepastian dari hasil negosiasi perwakilan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah AS. Sebab, dengan adanya kepastian hukum melalui kebijakan dari pemerintah, pelaku industri akan dapat percaya diri untuk menjalankan usahanya sehingga tidak dalam kondisi menunggu dan melihat situasi (wait and see). (Yoga)
Anggaran Pendidikan agar Tepat Sasaran
Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo meminta agar anggaran pendidikan tidak melenceng dari sasaran, apalagi dikorupsi. ”Mari kita waspada, mari kita jujur kepada diri kita sendiri, apakah anggaran pendidikan yang begitu besar, sudah bertahun-tahun, apakah sampai kepada alamat yang ditujukan,” ujar Presiden dalam sambutannya pada peringatan Hardiknas 2025 di SD Negeri Cimahpar 5, Kecamatan Bogor Utara, Jabar, Jumat (2/5). Presiden menjelaskan, Pemerintah Indonesia selalu menempatkan pendidikan sebagai hal utama. Dibanding negara lain, alokasi pendidikan selalu yang teratas pada APBN Indonesia. Tahun ini pun, pendidikan mendapatkan 22 % dari belanja negara. Namun, masih ada banyak sekolah yang hanya memiliki satu toilet dan rusak bangunannya.
Oleh karena itu, Program Hasil Terbaik Cepat pertama yang diluncurkan adalah revitalisasi sekolah. ”Saya ingatkan tanggung jawab dari pemda, wali kota, bupati, gubernur bersama-sama. Saya memang menetapkan anggaran, cukup besar untuk perbaikan sekolah-sekolah, Rp 16 triliun, hampir Rp 17 triliun, tapi cukup mungkin hanya 11.000 sekolah. Ini tidak cukup (untuk) sekolah seluruh Indonesia,” tutur Presiden. Saat ini, di Indonesia terdapat 330.000 sekolah. Sekitar 200.000 adalah sekolah negeri. Dengan perbaikan sebelas ribuan sekolah per tahun, lanjut Prabowo, diperlukan 30 tahun untuk menyelesaikan semua sekolah di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dipikirkan cara untuk mendapatkan anggaran serta memastikan tidak bocor. (Yoga)
Belanja Militer Melonjak akibat ketegangan Global
Pertama kali sejak Perang Dingin, belanja militer global mencatat peningkatan terbesar, ini merefleksikan meningkatnya ketegangan geopolitik yang melanda dunia. Data belanja militer global itu mengacu pada 2024, seperti dilaporkan lembaga yang bermarkas di Stockholm, Swedia, Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), pada 28 April 2025, yang merilis laporan bahwa belanja militer global tahun 2024 meningkat 9,4 % disbanding tahun 2023 dengan total 2.718 miliar USD. Dalam satu dekade terakhir, belanja militer tersebut selalu naik. Dalam rentang tahun 2015-2024, kenaikan belanja militer dunia mencapai 37 %. Kenaikan belanja militer tersebut, dua tahun terakhir, terjadi di lima benua.
Ini menggambarkan ketegangan geopolitik merata di berbagai wilayah dunia. Dalam konteks Eropa, dari perang Ukraina-Rusia. Di Timur Tengah, perang Gaza berandil bagi kenaikan belanja militer itu. Negara dengan belanja militer terbesar tetaplah AS. Dengan anggaran 997 miliar USD, AS mengalokasikan dana 3,2 kali lipat daripada rivalnya, China (314 miliar USD). Belanja militer AS, 37 % dari belanja militer global dan 66 % dari belanja NATO. Menurut mantan Direktur Unit Inovasi Pertahanan Departemen Pertahanan AS, Michael Brown, meski menyandang kekuatan militer terkuat di dunia, AS mengalami kekurangan stok amunisi utama dan kapasitas menggerakkan produksi persenjataannya.
Dalam simulasi, andai China menyerang Taiwan dan AS turun tangan, Washington kehabisan amunisi dalam beberapa pekan (Foreign Affairs, 22/4/2025). SIPRI mencatat, di banyak negara kenaikan belanja militer itu ”mengorbankan” aspek ekonomi, pembangunan, dan kesejahteraan sosial warganya. Tren kenaikan belanja militer ini terkait erat dengan persepsi ancaman keamanan yang dirumuskan oleh sebuah negara. (Yoga)
Meningkatnya Tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat di Tahun 2025
OJK bersama BPS merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK 2025 di Jakarta pada Jumat (2/5). Hasilnya, secara umum indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat dalam setahun terakhir meningkat. Hasil survei itu juga akan menjadi rujukan program edukasi dan literasi ke depan. Survei tersebut menyajikan dua hasil indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat pada 2025, yakni berdasarkan metode keberlanjutan dan metode cakupan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI). Meski berbeda metode, angka yang dihasilkan dalam SNLIK 2025 relatif sama. Dengan metode keberlanjutan, indeks literasi keuangan masyarakat dalam SNLIK 2025 mencapai 66,46 %, meningkat dibanding tahun lalu, di 65,43 %. Indeks inklusi keuangan masyarakat juga meningkat dari 75,02 % pada 2024 menjadi 80,51 % pada 2025.
Di sisi lain, hasil SNLIK 2025 dengan metode cakupan DNKI menemukan, indeks literasi keuangan masyarakat mencapai 66,64 %. Sementara indeks inklusi keuangan masyarakat melesat lebih tinggi dibandingkan dengan metode keberlanjutan, yakni 92,74 %. Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono menjelaskan, Metode keberlanjutan dalam SNLIK mencakup sembilan sektor keuangan,termasuk perbankan, pasar modal, hingga fintech lending, serta empat penyelenggara sistem pembayaran seperti QRIS dan dompet digital. SNLIK juga merujuk metode DNKI dengan cakupan sektor keuangan yang lebih luas, seperti BPJS dan LJK lainnya. Survei dilakukan di 34 provinsi dengan 10.800 responden berusia 15–79 tahun, mencakup 120 kabupaten/kota dan delapan wilayah kantor regional OJK.
Penghitungan indeks literasi keuangan, seseorang disebut telah terliterasi (well literate) bila memenuhi lima parameter, yakni pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku. Penghitungan indeks inklusi keuangan diperoleh melalui penggunaan produk/layanan jasa keuangan. UU P2SK 2023 mewajibkan pelaku usaha sektor keuangan memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat. OJK juga memetakan wilayah yang belum tersentuh program literasi dan bekerja sama dengan pelaku jasa keuangan untuk memperluas cakupan wilayah sasaran. Dalam RPJMN 2025–2029, ditargetkan tingkat literasi keuangan mencapai 69,35 % dan inklusi keuangan 93 % pada 2029. (Yoga)
Kemenaker Siapkan Aturan Baru soal Alih Daya
Kemenaker menyatakan akan menyusun peraturan menteri terbaru mengenai sistem alih daya atau outsourcing, dalam menanggapi janji Presiden Prabowo untuk menghapus sistem alih daya yang disampaikan saat perayaan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Kamis (1/5). Se- jumlah pihak, mulai dari kalangan akademisi hingga pengusaha, berharap pemerintah mau mengevaluasi dulu praktik dan pengawasan sistem alih daya di Indonesia. ”Kebijakan Presiden yang disampaikan pada perayaan May Day 2025 terkait outsourcing tentunya akan menjadi kebijakan dasar dalam penyusunan peraturan menteri tentang outsourcing yang saat ini sedang disusun,” ujar Menaker, Yassierli, Jumat (2/5), di Jakarta.
Sistem alih daya telah menjadi topik yang terus disuarakan oleh serikat pekerja/buruh selama dua dekade terakhir. Implementasi sistem ini kerap menimbulkan berbagai permasalahan. Misalnya, ketidakpastian pekerjaan, kejelasan karier, dan kerentanan terkena PHK. Saat ini, Kemenaker tengah melakukan kajian sebagai bahan penyusunan draf UU Ketenagakerjaan yang baru dan lebih berkeadilan. Langkah ini merupakan mandat Putusan MK No 168 No 2023 terkait UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. (Yoga)
Usai Santap Menu MBG, 400 Pelajar Keracunan
400 pelajar di Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, merasakan mual, pusing, sakit perut, hingga diare pada Kamis (1/5) diduga karena menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasar data yang dihimpun Kompas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya hingga Jumat (2/5), para pelajar itu berlokasi di Kecamatan Rajapolah. Mereka tersebar dari jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP. Para siswa mengonsumsi paket MBG pada Rabu (30/4). Selang sehari, para siswa mulai merasakan gejala keracunan, seperti mual, pusing, sakit perut, dan diare. Sebanyak 25 korban harus menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sementara korban lain menjalani perawatan secara mandiri karena hanya mengalami gejala ringan.
”Kami menerjunkan tim ke lapangan untuk mengetahui penyebab terjadinya peristiwa ini,” kata Kadis Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana. Hanya 20 pelajar yang dirawat di puskesmas, tujuh pelajar menjalani observasi di rumah sakit setempat. ”Kami masih menunggu data dari tim di lapangan. Sampel makanan telah dikirim untuk diperiksa di laboratorium,” ujarnya. Total sudah tiga kasus keracunan makanan yang diduga dari paket MBG dalam 10 hari terakhir dengan korban 907 pelajar untuk jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono prihatin dan menyesalkan peristiwa siswa mengalami keracunan diduga dari paket MBG terus terjadi di Jawa Barat. Ia kembali meminta Presiden Prabowo dan Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi total pelaksanaan MBG. Sebab, banyak masalah terjadi selama pelaksanaan MBG, misalnya keracunan yang dialami ratusan pelajar di Jabar. (Yoga)









