Teknologi Raksasa Dunia Tak Luput dari Dampak Tarif Trump
Dalam menghadapi gelombang kebijakan tarif dagang yang dipicu oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, sejumlah raksasa teknologi dunia seperti Apple, Microsoft, dan Amazon mulai merasakan dampak langsung berupa peningkatan biaya, pelemahan pasar utama, serta ketidakpastian proyeksi bisnis ke depan.
Tim Cook, CEO Apple, mengungkapkan bahwa tarif dagang akan meningkatkan beban perusahaan hingga lebih dari US$900 juta. Apple juga mengalami penurunan penjualan di China akibat persaingan ketat dengan produsen lokal dan pembatasan penggunaan teknologi asing. Meski pendapatan masih tumbuh 5% YoY, Apple harus menyusun strategi jangka panjang demi menjaga stabilitas.
Sementara itu, Microsoft ikut menaikkan harga produk konsol game-nya seperti Xbox Series S dan X secara global, dipicu oleh inflasi dan biaya pengembangan. Meski demikian, laporan keuangannya menunjukkan pertumbuhan pendapatan 13% menjadi US$70,1 miliar, didorong oleh kekuatan di sektor AI melalui kolaborasi dengan OpenAI, menunjukkan ketahanan relatif terhadap dampak tarif.
Andy Jassy, CEO Amazon, menyampaikan bahwa meskipun pendapatan Amazon tumbuh 9% YoY menjadi US$155,7 miliar, proyeksi ke depan menunjukkan perlambatan, terutama karena kekhawatiran tarif, fluktuasi mata uang, dan risiko resesi. Saham Amazon pun melemah akibat tekanan pada sektor ritel dan periklanan yang sangat bergantung pada barang dari China.
Kebijakan proteksionisme telah mengubah lanskap global dan memaksa perusahaan teknologi besar untuk lebih berhati-hati dalam menyusun strategi bisnis, menunjukkan bahwa bahkan pemain terbesar pun tidak kebal terhadap tekanan geopolitik dan kebijakan perdagangan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023