Vokasi Butuh Konsolidasi Demi Relevansi Industri
Hairul Rizal
05 May 2025 Bisnis Indonesia (H)
Kehadiran kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap industri global, termasuk Indonesia, dan mendorong transformasi ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi. Untuk mendukung transformasi ini, penguatan sumber daya manusia menjadi sangat penting, dengan fokus pada perbaikan pendidikan vokasi di Indonesia. Ketidaksinkronan antara lulusan vokasi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama.
Pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur pendidikan vokasi dan berkolaborasi dengan sektor swasta untuk menyediakan fasilitas yang memadai, seperti laboratorium yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Dukungan anggaran melalui APBN juga patut diapresiasi, namun perlu pengawasan yang ketat agar anggaran tersebut digunakan secara efektif.
Dengan perbaikan ini, lulusan vokasi dapat memenuhi kebutuhan dunia usaha, mengurangi pengangguran, dan memperkuat pondasi transformasi ekonomi Indonesia di tengah disrupsi teknologi tinggi.
AS Jadi Pasar Krusial Bagi Produk Ekspor RI
Hairul Rizal
05 May 2025 Bisnis Indonesia
Pengenaan tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebesar 32% ditambah baseline tarif 10% kepada lebih dari 60 negara, termasuk Indonesia, menimbulkan guncangan besar dalam perdagangan internasional, terutama bagi produk ekspor unggulan Indonesia seperti tekstil, furnitur, produk kulit, olahan ikan, karet, dan elektronik yang sebagian besar berbasis industri padat karya.
Indonesia, yang sebelumnya menikmati tarif 0% melalui skema GSP, kini menghadapi tantangan besar karena produk-produk tersebut menjadi tidak kompetitif di pasar AS, yang merupakan pasar ekspor kedua terbesar Indonesia. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan posisi Indonesia dengan menawarkan peningkatan pembelian produk dari AS dan rencana deregulasi, namun belum ada respons konkret dari pihak AS, yang juga mengajukan 26 isu hambatan non-tarif dalam laporan USTR.
Dengan tenggat waktu 60 hari tersisa, Indonesia harus menyusun strategi diplomasi dan negosiasi matang demi kepentingan nasional agar dapat mencapai win-win solution dalam menghadapi tekanan dagang dari AS, sekaligus menjaga stabilitas industri dan politik dalam negeri.
Strategi Ekspor Jawa Barat Hadapi Gejolak Global
Hairul Rizal
05 May 2025 Bisnis Indonesia
Kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekspor Indonesia, khususnya kopi asal Jawa Barat. Rani Mayasari, perintis Java Halu Coffee, mengungkapkan bahwa ekspor kopi ke AS tertahan di tengah panen raya, membuat UMKM seperti miliknya kesulitan menyerap hasil panen petani. Penurunan daya beli domestik dan perubahan iklim turut memperburuk situasi, meski Rani tetap berupaya menjalin pasar baru seperti Jepang dan Eropa.
Muslimin Anwar, Deputi Kepala BI Jabar, menyarankan strategi diversifikasi pasar ekspor dan inovasi produk sebagai kunci menghadapi tarif hingga 32%, sementara Nining Yuliastiani dari Disperindag Jabar optimistis bahwa pelaku usaha dapat beradaptasi dengan peluang ekspor baru melalui inovasi, promosi, dan pendampingan.
Di sisi lain, Khairul Mahalli, Ketua Umum GPEI, mendorong peran aktif duta besar dalam memasarkan produk lokal di luar negeri, sementara Iwa Koswara dari APKB menyoroti dampak tarif terhadap industri garmen, yang menyebabkan PHK massal, serta mendesak penguatan infrastruktur logistik di Jawa Barat seperti pelabuhan laut dan Bandara Kertajati. Keseluruhan tanggapan ini mencerminkan urgensi adaptasi menyeluruh dalam menghadapi tekanan perdagangan global.
Terminal Haji Siap Tingkatkan Layanan Jemaah
Hairul Rizal
05 May 2025 Bisnis Indonesia
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Haji dan Umrah 2F di Bandara Soekarno-Hatta, yang memiliki kapasitas hingga 94 juta orang per tahun, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Prabowo menyoroti pentingnya pelayanan optimal, terutama bagi jemaah yang mayoritas berusia lanjut dan telah menunggu bertahun-tahun untuk melaksanakan ibadah haji.
Indonesia, sebagai negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbanyak di dunia, yang mencapai 2 hingga 2,2 juta orang setiap tahunnya, menjadi perhatian utama pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik. Dengan demikian, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinannya untuk terus berupaya keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji dan umrah Indonesia.
Mabes TNI Klarifikasi Mutasi Sesuai Kebutuhan
Hairul Rizal
05 May 2025 Bisnis Indonesia
Mabes TNI membatalkan mutasi tujuh perwira tinggi (Pati) TNI, salah satunya Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang semula direncanakan untuk dipindahkan dari jabatannya sebagai Pangkogabwilhan I menjadi Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Brigjen Kristomei Sianturi, Kapuspen TNI, menjelaskan bahwa pembatalan ini terjadi karena ada tugas-tugas yang belum selesai oleh beberapa Pati TNI yang mengikuti rotasi, sehingga tidak semua rotasi dapat dilakukan saat ini.
Menurut Kristomei, proses mutasi dalam TNI harus mengikuti rangkaian yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisah. Pembatalan ini mencerminkan keputusan yang diambil berdasarkan kebutuhan organisasi, dan seluruhnya telah melalui mekanisme sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas dan efektivitas tugas TNI. Tujuh Pati TNI yang dibatalkan mutasinya adalah Letjen Kunto Arief Wibowo dan enam Pati lainnya di berbagai jabatan TNI.
Pejabat Kemendag Diperiksa dalam Kasus Minyak
Hairul Rizal
05 May 2025 Bisnis Indonesia
Kejaksaan Agung memeriksa seorang pejabat Biro Hukum Kementerian Perdagangan, berinisial FA, terkait dugaan suap dalam penanganan perkara di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Pemeriksaan FA dilakukan sebagai saksi dalam kasus vonis bebas terhadap tiga grup korporasi yang terlibat dalam kasus minyak sawit mentah (CPO). Harli Siregar, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, menyatakan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk melengkapi berkas perkara atas tersangka Muhammad Arif Nuryanta (MAN) dan lainnya. Kasus ini bermula dari vonis bebas yang diberikan oleh majelis hakim yang dipimpin Djuyamto, yang kemudian menjadi tersangka atas dugaan penerimaan suap bersama dua hakim lainnya sebesar Rp22,5 miliar.
Grup Prajogo Terus Perluas Jejak Bisnis
Hairul Rizal
05 May 2025 Bisnis Indonesia
Grup konglomerat Prajogo Pangestu terus menunjukkan perkembangan signifikan, terutama melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang melakukan beragam aksi korporasi pada kuartal I/2025. TPIA berinvestasi besar dalam pembangunan pabrik bahan kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (Pabrik CA-EDC) dengan nilai investasi mencapai Rp15 triliun, yang diharapkan dapat mengurangi impor soda kaustik dan menambah devisa negara melalui ekspor produk EDC. Selain itu, meski TPIA mencatatkan kerugian bersih sebesar US$23,6 juta, pendapatannya meningkat 31,8% YoY.
Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), salah satu emiten afiliasi Prajogo, melaporkan laba bersih sebesar US$34,2 juta, dengan pertumbuhan yang didorong oleh kinerja solid pada segmen energi terbarukan, khususnya panas bumi dan angin. Hendra Soetjipto Tan, CEO BREN, menekankan pentingnya pengelolaan biaya yang disiplin untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Grup Prajogo juga berencana melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) untuk anak usaha TPIA, PT Chandra Daya Investasi (CDI), yang akan menargetkan dana hingga Rp2,37 triliun. Dengan langkah-langkah ini, Prajogo Pangestu terus berupaya memperkuat portofolio bisnis dan meningkatkan kontribusi sektor infrastruktur, memperlihatkan prospek cerah ke depan.
Kinerja Jababeka Berbalik Positif
Hairul Rizal
05 May 2025 Bisnis Indonesia
Pada kuartal I/2025, PT Jababeka Tbk. (KIJA) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp43,24 miliar, berbalik positif dari rugi bersih Rp125,44 miliar pada kuartal I/2024. Laporan keuangan ini mencerminkan lonjakan signifikan dalam pendapatan perusahaan, yang tercatat mencapai Rp1,29 triliun, naik 87,22% YoY.
Pencapaian tersebut didorong oleh penjualan tanah matang, tanah dan rumah, serta pendapatan dari segmen jasa, termasuk tenaga listrik dan pemeliharaan. Muljadi Suganda, Corporate Secretary Jababeka, menyatakan bahwa Kawasan Kendal menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan penjualan tanah kavling, yang meningkat hampir enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan dari Pilar Infrastruktur juga tumbuh 26% YoY, dengan segmen ketenagalistrikan dan pemeliharaan memberikan kontribusi besar. KIJA juga mencatatkan EBITDA yang naik 166% YoY menjadi Rp481,5 miliar, mencerminkan pertumbuhan operasional yang kuat dan efisiensi dalam pengendalian biaya.
Sinyal Kebangkitan Pasar Keuangan Domestik
Yuniati Turjandini
05 May 2025 Investor Daily (H)
Penguatan signifikasi rupiah dan saham pada pekan lalu menjadi sinyal kuat kebangkitan pasar keuangan domestik, setelah sempat terpukul keras kebijakan tarif resiprokal AS. Tren ini diprediksi berlanjut, ditopang resilensi ekonomi nasional, kolaborasi erat otoritas moneter dan fiskal, serta potensi penurunan suku bunga AS. Rupiah yang sempat menembus Rp 17 ribu per dolar di pasar spot berbalik arah dan menguat ke level Rp16.400 per dolar AS, akhir pekan lalu. Pararel, kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) akhir pekan lalu mencapai Rp16.493 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi 8 April 2025 atau awal hari kerja setelah libur panjang Lebaran Rp 16.849 per dolar AS. Rupiah berpotensi terus menguat hingga mendekati Rp16.849 per dolar AS. Rupiah berpotensi terus menguat hingga mendekati Rp16.00 per dolar AS, sesuai asumsi APBN 2025. Bahkan, Sucor Sekuritas memprediksi rupiah menguat hingga Rp15.100 per dolar AS pada akhir tahun ini. Selain ditopang fundamental, penguatan rupiah disebabkan langkah BI melakukan intervensi total di pasar valas, baik di pasar spot, domestik nondeliverable forward (DNDF), dan surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder (triple intervention). (Yetede)
Tarif Trump Seret Ekonomi Merosot Tajam
Yuniati Turjandini
05 May 2025 Investor Daily (H)
Butuh waktu 100 tahun bagi Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan tarif rata-ratanya dari 59% pada tahun 1930. Namun, hanya dalam waktu kurang dari 100 hari, Presiden Donald Trump kembali menaikkan tarif ke level tertinggi sejak Depresi Besar. Akibat, PDB riil AS menyusut 0,3% pada kuartal pertama 2025, menandai kontraksi ekonomi dan inflasi yang meningkat. Harga melonjak, rak-rak toko kosong, aktivitas di Pelabuhan Los Angeles anjlok 30%, dan sentimen konsumen merosot tajam. Pasar saham goyah, kepercayaan CEO menurun, dan usaha kecil serta menengah berada di ambang kehancuran. Namun bagi Trump berdampak pada 185 negara. China menghadapi tarif sebesar 245%, sementara negara lain dikenakan tarif antara 10% hingga 60%, menciptakan ketidakpastian yang meningkat. Tarif ini menargetkan ratusan miliar dolar impor, membahayakan penjualan afilaisi AS senilai US$ 8 triliun di luar negeri - mempengaruhi perusahaan besar seperti Apple, Tesla, Starlink, McDonald's, Nike, Ford, dan Intel-serta mengancam puluhan triliun dolar keuntungan korporasi AS yang terlibat dalam rantai pasok global. (Yetede)









