;

Komdigi Bekukan Sementara Layanan Platform Worldcoin dan WorldID

Yuniati Turjandini 06 May 2025 Investor Daily

Kementerian Komunkasi dan Digital (Kemkomdigi) membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) layanan Worldcoin dan WorldID. Selanjutnya akan segera memanggil PT Terang Bulan Abadi dan PT Sandina Abadi dan PT Sandina Abadi Nusantara untuk memberikan klarifikasi atas dugaan pelanggaran ketentuan penyelenggaraan sistem elektronik. Keberadaan layanan ini menarik perhatian publik, layanan Worldcoin sempat menjadi topik hangat. Di medsos memperlihatkan bahwa masyarakat di Bekasi, Jawa Barat, berkumpul untuk melakukan proses verifikasi akan menerima imbalan sebesar Rp800.000. Sistem ini memungkinkan individu membuktikan identitasnya secara sah melalui metode verifikasi biometrik berbasis iris mata.

Teknologi ini, yang dikenalkan dengan nama  WorldID, memungkinkan pengguna untuk mengindentifikasi diri mereka secara anonim di dunia maya sebagai manusia yang bukan robot atau kecerdasan buatan (AI). Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital  Kemkomdigi ALexander Sabar, menjelaskan bahwa langkah ini diambil menyusul  laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan layanan Worldcoin dan WorldID. "Pembekuan ini merupakan langkah preventif untuk mencegaj potensi risiko terhadap masyarakat. Kami juga akan memanggil PT. Terang  Bulan Abadi untuk klarifikasi resmi dalam waktu dekat," tegas Alexander. (Yetede)

BPS Mencatat Jumlah Pengangguran Sebanyak 7,28 Juta Orang

Yuniati Turjandini 06 May 2025 Investor Daily
Dinamika perekonomian nasional berimplikasi langsung terhadap kondisi ketenagakerjaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran sebanyak 7,28 juta orang atau 4,75% dari total angkatan kerja pada Februari 2025, meningkat sebanyak 83 ribu orang dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meski terjadi peningkatan secara jumlah, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan dari 4,82% menjadi 4,76% pada Februari 2025. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja atau angkatan kerja yang  bekerja masih lebih besar dari kenaikan jumlah pengangguran. "Ke depan, tren TPT akan sangat bergantung pada arah pemulihan ekonomi nasional dan global, serta efektivitas kebijakan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas," jelas Josua kepada Investor Daily. Secara keseluruhan petumbuhan ekonomi kuartal 1-2025 mencapai 4,87%. Perekonomian Indonesia  berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.695,9 triliun dan atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.695,9 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.264.5 triliun pada kuartal 1-2025. Jika dibandingkan dengan kuartal IV-2024 perekonomian Indonesia terkontraksi 0,98%. (Yetede)

Tiga Kebijakan yang Buat Stok Beras Melampaui Era Soeharto pada 1984

Yuniati Turjandini 06 May 2025 Investor Daily
Stok cadangan beras pemerintah (CBP) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto per 4 mei 2025 sudah di atas 3,5 juta ton, melampaui capaian di era Presiden Soeharto pada 1984 sebesar 3,03 juta ton. Rekor baru Indonesia dan sisi  ketahanan pangan nasional tersebut setidaknya berkat tiga kebijakan strategis pemerintahan saat ini, yakni peningkatan kuota pupuk tersebut setidaknya berkat tiga kebijakan strategis pemerintahan saat ini, yakni peningkatan kuota pupuk bersubsidi hingga 100%, sistem reformasi distribusi pupuk, serta penyesuaian harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani  menjadi Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas. Sejarah mencatat di era Presiden Soeharto, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 1084. Keberhasilan tersebut mengantarkan Indonesia menerima penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) di 1985. Merujuk data historis, stok beras CBP nasional pada periode Januari-Mei 1094 tercatat 3.029.049 ton dengan jumlah penduduk RI saat itu 160 juta jiwa. Kini, setelah lebih dari empat dekade kemudian, Indonesia menorehkan prestasi baru. Berdasarkan data per 4 Mei 2025, stok beras CBP di gudang Bulog mencapai 3.502.895 ton, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini hampir dua kali lipat dari 1984 yakni sekitar 280 jiwa. (Yetede)

KKP Potensial jadi NTB jadi Lokasi Sentra Garam

Yuniati Turjandini 06 May 2025 Investor Daily
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melirik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai calon lokasi sentra garam nasional karena besarnya potensi pengembangan komoditas itu di wilayah tersebut. Pemerintah melalui KKP tengah menyiapkan dua langkah strategis  untuk menggenjot program nasional swasembada garam industri, yakni melalui intensifikasi produksi garam rakyat agar kualitasnya meningkat menjadi standar industri (minimal 97% NaCi) serta membangun sentra garam yang terintegrasi dari hulu ke hilir di lokasi strategis. Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP Koswara mengatakan, pihak telah meninjaui lokasi-lokasi potensial untuk mengembangkan garam di NTB, diantaranya Desa Labuhan Bontong (KecamatanTarano), Desa Sepayung (Kecamatan Plampang), dan Desa Plampang (Kecamatan Plumpang) di Kabupaten Sumbawa serta Desa Donggobolo (Kecamatan Woha) di Kabupaten Bima. "NTB khususnya Sumbawa punya lahan yang luas, potensi kualitas produksi garamnya tinggi, telah masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) setempat juga berkomitmen mendukung swasembada garam," ujar Koswara. (Yetede)

Pengangguran Meningkat akibat Ekonomi Melambat

Yoga 06 May 2025 Kompas (H)

Adanya stagnasi pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 melambat dibanding pertumbuhan pada triwulan I-2024. Perlambatan ini turut dibayangi kenaikan jumlah penganggur yang semakin mengancam pelemahan konsumsi masyarakat. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan pada triwulan I-2025 adalah 4,87 %, lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi secara tahunan pada triwulan I-2024 di 5,11 %. Dalam konferensi pers secara hibrida, Senin (5/5) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyebut pertumbuhan ekonomi triwulan I-2025 ditopang oleh pertumbuhan komponen konsumsi rumah tangga dan ekspor yang tumbuh secara tahunan sebesar 4,89 % dan 6,78 %.

”Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi adalah ekspor, didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas dan kunjungan wisatawan mancanegara. Konsumsi rumah tangga tumbuh didorong momen Ramadhan dan liburan Idul Fitri di akhir Maret 2025,” ujarnya. Perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2025 sejalan dengan stagnasi pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga triwulan I-2025 berbanding pada triwulan I-2024. BPS mencatat konsumsi rumah tangga pada triwulanI-2025 tumbuh 4,89 % secara tahunan. Sementara pada triwulan I-2024, pertumbuhan tahunan konsumsi rumah tangga sedikit lebih tinggi, di level 4,91 %.

Secara historis, konsumsi rumah tangga memang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menilai, perlambatan kinerja konsumsi masyarakat sebelumnya telah terindikasi dari hasil Survei Konsumen BI pada Maret 2025 yang menunjukkan pelemahan indeks pendapatan dan pembelian barang tahan lama, terutama dari kelompok pendapatan menengah bawah. ”Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan terhadap daya beli,” ujarnya. Stagnasi pada pertumbuhan konsumsi masyarakat sedikit banyak juga dipengaruhi oleh pertumbuhan belanja pemerintah secara tahunan yang pada triwulan I-2025 terkontraksi 1,38 %. (Yoga)


Pamit Mundurnya ”Sang Penyihir Wall Street”

Yoga 06 May 2025 Kpmpas (H)

Warren Buffett (94), miliarder pemilik konglomerasi Berkshire Hathaway, mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada Sabtu (3/5) waktu Omaha, Nebraska, AS. Pengumuman ini mengejutkan publik karena semua orang menduga Buffett akan memimpin perusahaan itu sampai akhir hayat. ”Saya akan mundur per akhir 2025. Setelah itu, Greg yang akan mengambil alih,” kata Buffett ketika memimpin rapat perusahaan. Greg ialah Greg Abel (62), Wakil Dirut Berkshire Hathaway, alias orang nomor dua di perusahaan itu. Ketika pengumuman disampaikan Buffett, bahkan Abel tak mengetahui rencana itu. Buffett hanya mengungkapkannya kepada anak-anaknya, Susie dan Howard.

Buffett adalah penanam modal paling sukses di AS. Ia dijuluki ”penyihir Wall Street” dan ”peramal dari Omaha” saking hampir semua investasinya berhasil. Ia membeli Berkshire Hathaway, perusahaan tekstil berukuran menengah pada 1962, dan menyulapnya menjadi konglomerasi sukses. Nilai Berkshire Hathaway sekarang 1 triliun USD. Perusahaan ini memiliki aset liquid sebesar 300 miliar USD. Buffett menjabat direktur utama Berkshire Hathaway, juga memiliki 30 % saham konglomerasi. ”Semua harta saya tetap akan diinvestasikan di Berkshire Hathaway,” ujarnya.

Satu bulan terakhir, Buffett keras mengkritik kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump kepada semua negara. Akibatnya, perdagangan internasional tersendat. Ia mengatakan, perdagangan internasional bukan soal menang-kalah, melainkan soal sama-sama mencapai kesejahteraan. Di AS, ada banyak miliarder, tetapi Buffett berbeda dari mereka. Hidup Buffett bisa dibilang sederhana jika dibandingkan dengan miliarder lain. Ia kemana-mana menyetir mobil sendiri. Buffett setiap hari masih makan siang di restoran langganannya sejak muda. Menu yang wajib ada adalah minuman soda Coca-Cola. (Yoga)


Rp 5 Triliun dari Dana Indonesiana untuk Mendukung Warisan Budaya

Yoga 06 May 2025 Kompas

Kementerian Kebudayaan meluncurkan Program Dana Indonesiana 2025 untuk pemajuan kebudayaan. Dengan fasilitasi tersebut, pemerintah menciptakan skema pendanaan berkelanjutan agar warisan budaya, seni, serta inovasi kreatif terus hidup dan berkembang. Pemajuan kebudayaan diharapkan menghasilkan dampak ekonomi, sosial, dan kekuatan diplomasi. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat meluncurkan Program Dana Indonesiana 2025 di Jakarta, Senin (5/5) menuturkan, tahun ini tersedia pembiayaan Rp 465 miliar dari dana abadi Rp 5 triliun. Target pendanaan mencapai lebih dari 1.000 penerima manfaat, baik individu, komunitas, maupun lembaga budaya. Semua pengajuan melalui mekanisme transparan dan dikurasi tim. Hal ini menunjukkan negara hadir dalam pemajuan kebudayaan.

Pemajuan kebudayaan bagian dari upaya menanamkan kembali jati diri bangsa, kekuatan bangsa secara inklusif, harmonis, dan berkelanjutan. Pemajuan kebudayaan juga menjadi penjaga, penggerak, dan mitra utama ekosistem budaya nasional. Melalui Dana Indonesiana, pemerintah menciptakan skema pendanaan berkelanjutan agar warisan budaya, seni, tradisi, pengetahuan adat, serta inovasi kreatif hidup dan berkembang. Hal itu menjadi fondasi pembangunan nasional. ”Pendanaan publik untuk kebudayaan penting. Tanpa investasi tepat, banyak komunitas tradisi dan praktik budaya, terutama yang membutuhkan dukungan, berisiko terpinggirkan, bahkan hilang,” kata Fadli. (Yoga)


Tren Optimistis IHSG

Yoga 06 May 2025 Kompas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kedua Mei 2025 melanjutkan tren kenaikan harga atau bullish sejak pertengahan April lalu. Tren ini terjadi di tengah banyaknya tantangan ekonomi dari dalam dan luar negeri, dari potensi penurunan suku bunga The Fed yang tidak signifikan hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. IHSG, Senin (5/5) dibuka di level 6.844 dan berhasil mempertahankan tren kenaikan hingga 6.851 pada penutupan sesi pertama perdagangan. Pengamat pasar modal Panin Sekuritas, Reydi Octa, mengatakan, IHSG mulai menunjukkan kenaikan sejak minggu lalu ketika berhasil menguat 2 % ke level 6.815.

Dalam tiga hari berturut-turut pada awal Mei, asing kembali melakukan pembelian bersih di pasar saham dengan total Rp 300 miliar. Pada waktu bersamaan, nilai tukar rupiah kembali menguat selama pekan lalu, dengan ditutup pada angka Rp 16.400 per USD, posisi terkuat sejak pertengahan Maret 2025. ”Faktor penggerak IHSG pada minggu ini salah satunya dari aliran dana asing yang tercatat mulai masuk ke bursa saham Indonesia pada minggu lalu. Aliran dana asing tercatat net buy (melakukan pembelian bersih) sebesar Rp 292 miliar dalam kurun waktu seminggu terakhir,” tuturnya kepada Kompas. (Yoga)


Kredit Pemilikan Rumah Terdampak Melemahnya Ekonomi

Yoga 06 May 2025 Kompas

Pelemahan daya beli masyarakat kian kentara dan tampak dari melambatnya laju pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I-2025. Kondisi ini turut dirasakan industri perbankan dalam penyaluran kredit konsumsi, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR). Bank akan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi makro dan global dalam menentukan suku bunga kredit. Senior Economist PT Samuel Sekuritas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi berpendapat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 jauh di bawah perkiraan dan ekspektasi pasar yang masih berada dalam kisaran 4,9 %.

”Perlambatan yang signifikan dari 5,02 % pada triwulan IV-2024 dan laju paling lambat sejak triwulan III-2023 menggaris bawahi tantangan yang terus berlanjut saatini dan mencerminkan permintaan domestik yang kurang optimal,” katanya, Senin (5/5). Porsi konsumsi rumah tangga juga menyusut dari triwulan I-2024 di 54,9 % menjadi 54,5 % pada triwulan I-2025. Perlambatan tersebut turut berdampak terhadap kinerja industri perbankan, khususnya penyaluran kredit konsumtif. Ini telah terefleksi dari pertumbuhan kredit konsumsi rumah tangga oleh perbankan yang turut melambat, khususnya KPR.

Berdasarkan data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI), kredit rumah tangga oleh perbankan per Maret 2025 mencapai Rp 1.868,55 triliun atau tumbuh 9,49 % secara tahunan, melambat dibanding Februari 2025 di 10,52 % dan Maret 2024 sebesar 10,35 %. Pertumbuhan KPR sebagai komposisi terbesar dalam kredit rumah tangga pun ikut merosot, dari tumbuh dua digit sepanjang setahun terakhir menjadi 8,9 % pada Maret 2025. Adapun porsi penyaluran KPR rumah tangga mencapai 42,99 % dari total kredit rumah tangga perbankan. (Yoga)


Bapanas mengusulkan intervensi Harga Ayam Hidup, Telur dan Bawang Putih

Yoga 06 May 2025 Kompas

Harga ayam hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Sementara harga bawang putih masih tinggi, di atas harga acuan penjualan. Bapanas menyebutkan, ketiga komoditas itu perlu segera diintervensi. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto mengatakan, saat ini harga ayam hidup (livebird) dan telur ayam ras di tingkat peternak perlu diintervensi. Jika hal itu tidak dilakukan, peternak mandiri ayam pedaging dan petelur bisa semakin merugi. Per 4 Mei 2025, harga rerata nasional ayam hidup Rp 19.500 per kg atau 21,61 % di bawah harga acuan pembelian di tingkat peternak Rp 25.000 per kg. Sementara harga rerata telur ayam ras Rp 24.591 per kg, lebih rendah 7,2 % dari harga acuan pembelian di tingkat peternak Rp 26.500 per kg.

”Kondisi itu terjadi di 81 kabupaten/kota sentra ayam hidup dan 99 kabupaten/kota sentra telur ayam ras,” ujar Andriko dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (5/5). Untuk mengatasi problem itu, Bapanas telah menggulirkan program Bela Beli Telur dan Daging Ayam Ras. Melalui program itu, Bapanas bersama sejumlah kementerian/lembaga membantu penyerapan 1 ton daging ayam dan 1,2 ton telur ayam ras langsung dari peternak. Jumlah serapan itu masih relatif kecil. Untuk itu, Bapanas meminta setiap pemda, terutama di daerah-daerah sentra peternakan ayam pedaging dan petelur, turut menjalankan program tersebut. Bapanas juga telah meminta para integrator membeli ayam hidup dan telur ayam ras dari para peternak mandiri.

Bapanas juga telah mengimbau para pelaku industri pangan olahan untuk menyerap produksi daging dan telur nasional yang tengah surplus tersebut. Bapanas juga tengah berupaya menurunkan harga bawang putih. Bapanas meminta realisasi impor bawang putih segera ditingkatkan dan Satgas Pangan mengawasi distribusi bawang putih impor tersebut. BPS mencatat, per pekan I Mei 2025, harga rerata nasional bawang putih Rp 44.980 per kg, turun 1,51 % dibanding harga rerata nasional pada April 2025. Kendati begitu, harganya masih jauh di atas harga acuan penjualan (HAP) bawang putih di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah Rp 38.000 per kg. Harga bawang putih tertinggi berada di Kabupaten Intan Jaya dan Puncak yang tembus Rp 100.000 per kg. (Yoga)


Pilihan Editor