;

Bapanas mengusulkan intervensi Harga Ayam Hidup, Telur dan Bawang Putih

06 May 2025 Kompas
Bapanas mengusulkan intervensi Harga Ayam Hidup, Telur dan Bawang Putih

Harga ayam hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Sementara harga bawang putih masih tinggi, di atas harga acuan penjualan. Bapanas menyebutkan, ketiga komoditas itu perlu segera diintervensi. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto mengatakan, saat ini harga ayam hidup (livebird) dan telur ayam ras di tingkat peternak perlu diintervensi. Jika hal itu tidak dilakukan, peternak mandiri ayam pedaging dan petelur bisa semakin merugi. Per 4 Mei 2025, harga rerata nasional ayam hidup Rp 19.500 per kg atau 21,61 % di bawah harga acuan pembelian di tingkat peternak Rp 25.000 per kg. Sementara harga rerata telur ayam ras Rp 24.591 per kg, lebih rendah 7,2 % dari harga acuan pembelian di tingkat peternak Rp 26.500 per kg.

”Kondisi itu terjadi di 81 kabupaten/kota sentra ayam hidup dan 99 kabupaten/kota sentra telur ayam ras,” ujar Andriko dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (5/5). Untuk mengatasi problem itu, Bapanas telah menggulirkan program Bela Beli Telur dan Daging Ayam Ras. Melalui program itu, Bapanas bersama sejumlah kementerian/lembaga membantu penyerapan 1 ton daging ayam dan 1,2 ton telur ayam ras langsung dari peternak. Jumlah serapan itu masih relatif kecil. Untuk itu, Bapanas meminta setiap pemda, terutama di daerah-daerah sentra peternakan ayam pedaging dan petelur, turut menjalankan program tersebut. Bapanas juga telah meminta para integrator membeli ayam hidup dan telur ayam ras dari para peternak mandiri.

Bapanas juga telah mengimbau para pelaku industri pangan olahan untuk menyerap produksi daging dan telur nasional yang tengah surplus tersebut. Bapanas juga tengah berupaya menurunkan harga bawang putih. Bapanas meminta realisasi impor bawang putih segera ditingkatkan dan Satgas Pangan mengawasi distribusi bawang putih impor tersebut. BPS mencatat, per pekan I Mei 2025, harga rerata nasional bawang putih Rp 44.980 per kg, turun 1,51 % dibanding harga rerata nasional pada April 2025. Kendati begitu, harganya masih jauh di atas harga acuan penjualan (HAP) bawang putih di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah Rp 38.000 per kg. Harga bawang putih tertinggi berada di Kabupaten Intan Jaya dan Puncak yang tembus Rp 100.000 per kg. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :