Rp 5 Triliun dari Dana Indonesiana untuk Mendukung Warisan Budaya
Kementerian Kebudayaan meluncurkan Program Dana Indonesiana 2025 untuk pemajuan kebudayaan. Dengan fasilitasi tersebut, pemerintah menciptakan skema pendanaan berkelanjutan agar warisan budaya, seni, serta inovasi kreatif terus hidup dan berkembang. Pemajuan kebudayaan diharapkan menghasilkan dampak ekonomi, sosial, dan kekuatan diplomasi. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat meluncurkan Program Dana Indonesiana 2025 di Jakarta, Senin (5/5) menuturkan, tahun ini tersedia pembiayaan Rp 465 miliar dari dana abadi Rp 5 triliun. Target pendanaan mencapai lebih dari 1.000 penerima manfaat, baik individu, komunitas, maupun lembaga budaya. Semua pengajuan melalui mekanisme transparan dan dikurasi tim. Hal ini menunjukkan negara hadir dalam pemajuan kebudayaan.
Pemajuan kebudayaan bagian dari upaya menanamkan kembali jati diri bangsa, kekuatan bangsa secara inklusif, harmonis, dan berkelanjutan. Pemajuan kebudayaan juga menjadi penjaga, penggerak, dan mitra utama ekosistem budaya nasional. Melalui Dana Indonesiana, pemerintah menciptakan skema pendanaan berkelanjutan agar warisan budaya, seni, tradisi, pengetahuan adat, serta inovasi kreatif hidup dan berkembang. Hal itu menjadi fondasi pembangunan nasional. ”Pendanaan publik untuk kebudayaan penting. Tanpa investasi tepat, banyak komunitas tradisi dan praktik budaya, terutama yang membutuhkan dukungan, berisiko terpinggirkan, bahkan hilang,” kata Fadli. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023