;

Pemerintah Siap Genjot Belanja dan Daya Beli

Yuniati Turjandini 07 May 2025 Investor Daily (H)

Pemerintah siap menggenjot belanja dan daya beli masyarakat mulai kuartal 11-2026 untuk mencegah berlanjutnya tren perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dengan begini, pertumbuhan ekonomi 2025 bisa dijaga di atas 5%.  Konkretnya, pemerintah akan merilis kebijakan yang berfokus  pada peningkatan daya beli, stimulus ekonomi, mendorong investasi, dan mengakselerasi belanja. Poin terakhir menjadi fokus utama pemerintahan dengan target penyerapan bisa lebih tinggi dari siklus kuartalnya untuk mendorong  multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi yang tahun ini ditargetkan 5,2%. Hingga 25 April 2025, pemerintah telah  membuka blokir anggaran kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp86,6 triliun dari anggaran yang sebelumnya diblokir sebesar Rp 256,1 triliun.

Dengan pembukaan blokir tersebut, K/L bisa kembali melakukan efisiensi anggaran. Hal ini diatur Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Sementara itu, ekonom menilai, pemerintah juga perlu mengevaluasi rencana pemangkasan anggaran masif, lantaran bisa menambah tekanan ke ekonomi. Bahkan, pemerintah perlu membatalkan rencana tersebut, jika dirasa merugikan ekonomi. Alasannnya, di tengah tren pelemahan daya beli msayarakat, ekonom membutuhkan dukungan fiskal yang ekspansif. Apalagi, sektor swasta tengah lesu, terimbas kontraksi daya beli. (Yetede)

Perbankan Harus Lebih Selektif dalam Menyalurkan Kredit

Yuniati Turjandini 07 May 2025 Investor Daily (H)
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1-2025 yang melambat ke level 4,87% secara (yoy) dinilai menjadi sinyal  bagi pertahanan perbankan untuk  mewaspadai potensi risiko ke depannya. Industri perbankan diimbau untuk berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga kualitas kredit yang tetap bagus. Sehingga, perbankan tidak agresif dalam memberikan fasilitas pinjaman kepada calon debitur. Berdasarkan BPS, dibandingkan kuartal IV-2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru terkontraksi 0,98% Menanggapi data tersebut, Ekonom Senior & Assoociate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menilai bahwa ini harus menjadi perhatian pemerintah dan para pengambil kebijakan, terutama di bidang ekonomi. Sedangkan, bagi pelaku sektor keuangan, khususnya perbankan, sikap yang harus diambil ke depannya adalah harus lebih hati-hati, lebih selektif terutama bagi kredit yang masih berjalan. Kemudian, tetap prospek kredit juga perbankan harus lebih hati-hati. "Saya katakan ke teman-teman perbankan, dalam situasi ekonomi seperti ini lebih baik sikap kita adalah under promising, overdeliver. Yang penting orientasinya bukan lagi ekpansi kredit yang ngebut, tapi lebih kepada penjagaan kualitas aset atau kredit. (Yetede)

TPT Harus Dimulai dengan Mengurangi Pekerja Informal

Yuniati Turjandini 07 May 2025 Investor Daily (H)
penurunan jumlah pengangguran terbuka (TPT) harus dimulai dengan mengurangi pekerja informal.  Kenaikan jumlah pekerja akan memberikan efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan TPT mencapai 4% pada 2029. Adapun target TPT pada tahun ini sekitar 4,5% sampai 5%. Oleh karena itu, pemerintah harus konsisten meningkatkan kesempatan kerja lebih tinggi dari penambahan jumlah usia angkatan kerja. Berdasarkan data BPS, 7,28 juta penduduk termasuk dalam kelompok TPT pada Februari 2025 dengan presentase TPT mencapai 4,76%. Bila diteiti lagi, penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 86,58 juta orang (59,4%), sedangkan yang bekerja ada kegiatan formal sebanyak 59,19 juta orang (40,6%). Dibanding Februari 2024, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal mengalami penurunan sebesar 0,23%. Deputi Bidang kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappanas Maliki mengatakan, untuk menyerap bonus demografi yang saat ini dialami oleh Indonesia tidak bisa sekedar menciptakan laangan kerja, tetapi harus menghadirkan lapangan kerja formal. Pencipataan lapangan kerja harus dibarengi juga dengan persiapan tenaga kerja. (Yetede)

Saham Antam Melaju Rp 3.000

Yuniati Turjandini 07 May 2025 Investor Daily (H)
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu saham favorit pelaku pasar, dengan kenaikan agresif selama sebulan terakhir hingga 81,43% ke level Rp2.540 di penutupan perdagangan Selasa (6/5/2025). Fundamental solid dengan lonjakan laba hingga 10 kali lipat, tren bullish harga emas, serta valuasi yang murah,  membuat analis percaya, saham produsen logam mulia ini akan terus melaju hingga Rp 3.000. "Melihat pola historis, arah pergerakan (ANTM) selanjutnya secara teknikal berpotensi menguji kembali level psikologis 3.00, yang merupakan area tertinggi pada tahun 2022. Jika momentum saat ini terus terjaga, level tersebut menjadi target rasional selanjutnya dalam jangka pendek hingga menengah," kata Invesment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan kepada Investor Daily. Topan melihat, kenaikan harga saham ANTM dalam sebulan terakhir didorong oleh beberapa sentimen utama. Pertama, lonjakan harga emas global yang mencapai rekor US$ 3.400 per troy ounce pada April 2025. Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko resesi global. Sebagai produsen emas terintegrasi, Antam secara langsung mendapatkan keuntungan dari kondisi tersebut. (Yetede)

IHSG Siap Uji Level 7.000

Yuniati Turjandini 07 May 2025 Investor Daily (H)
IHSG semakin mendekati level psikologis 7.000, seiring dengan solidnya sentimen domestik dan dukungan dari kinerja emiten kuartal 1-2025. Meski tetap dibayangi potensi aksi ambil untung dan tekanan global, analis menilai tren positif masih akan berlanjut hingga akhir kuartal II-2025. Pada perdagangan Selasa (06/05/2025), IHSG ditutup menguat sebesar 66,24 poin (0,97%) ke level 6.898,19. Ini reli penguatan selama tujuh hari beruntun. Di saat yang sama, ada lima saham menjadi mesin cuan pemodal ini, dan masuk daftar top gainers hari ini, bahkan ada tiga yang mentok batas auto rejection atas (ARA). Berdasarkan data RTI, sebanyak 333 saham terpanntau naik, 268 saham turun, dan 205 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 16,7 triliun. Volume perdagangan sebanyak 23,18 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.249.292 kali. Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan pasar. Penguatan terbesar terjadi pada sektor baku 3,1%. Diikuti penguatan di sektor barang energi 2%, sektor konsumsi non primer 1,2%, dan sektor infrastruktur 0,8%. Sedangkan pelemahan terjadi pada sektor teknologi 0,5%, sektor properti 0,2%, sektor transportasi 0,1%, dan sektor industrian 0,1%. (Yetede)

Sektor Ritel Berpotensi Bertumbuh

Yuniati Turjandini 07 May 2025 Investor Daily
Berkat kebijakan tarif Trump, sektor ritel berpotensi bertumbuh, Hal ini tercermin dengan adanya investor asing yang akan membangun pabrik di Indonesia. "Sekarang sudah banyak yang datang untuk bikin pabrik," kata Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah. Dia menerangkan, hal ini merupakan peluang bagi industri ritel di Tanah Air. "Peluangnya banyak , karena Indonesia dikenakan tarif yang itdak terlalu mahal selama 90 hari," kata Budiharjo. Adapun investor yang akan membangun pabrik berasal dari bisnis plastik, elektronik, dan makanan. Mereka kebanyakan dari China dan kesulitan ekspor ke AS. "Jadi mereka mau cari (pasar)," kata dia. Sayangnya, Budiharjo mengaku belum mengetahui besaran nilai investasi yang akan masuk ke Indonesia. "Mereka sudah ingin mencari partner dan ya nggak langsung masuk besok jadi. Artinya mungkin dalam 3-4 tahun ini mereka akan mulai investasi," terang dia. Walau begitu, Budiharjo mengatakan hal ini merupakan hal positif buat ritel, karena mereka sudah membawa delegasi untuk berpartner bikin pabrik. Dia meyakini, sektor ritel akan bertumbuh positif hingga akhir tahun. "Kalau menurut saya masih positif karena penduduk kita banyak. tadi Pak Menteri bilang ada 270 juta penduduk Indonesia, kita masih punya market yang gede ditambah lagi kita bisa ekpor. Jadi Indonesia kalau di-twist lagi masih bagus," kata Budiharjo.(Yetede)

Kemenhub Melakukan Pengawasan Perusahaan Otobus Harus Dipertegas

Yuniati Turjandini 07 May 2025 Investor Daily (H)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator angkutan transportasi darat diminta tegas melakukan pengawasan pada perusahaan otobus (PO). Pasalnya kecelakanaan angkutan umum khususnya bus pariwisata dan angkutan antar kota  antar provinsi (AKAP) masih terus terjadi. Teranyar, kecelakaan tunggal terjadi pada PO Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di ruas jalan Bukit Tinggi-Padang Panjang  di (6/5) pagi. Akibat peristiwa tersebut sebanyak 12 orang meninggal dunia, sedangkan 25 orang penumpang lainnya di laporkan mengalami luka-luka.  Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengatakan, apa yang terjadi pada kejadian kecelakaan tunggal di Padang Panjang merupakam kejadian berulang yang memerlukan pengawasan ketat dari regulator. "Ini kejadian berulang yang tidak kita inginkan. Apalagi bisa dibilang kejadian ini dugaannya kecelakaan tunggal sehingga yang jadi pertanyaan ada dua, pada kelayakan kendaraan atau bisa jadi human error," ujarnya kepada Investor Daily. Ia menjelaskan kecelakaan tunggal bus rentan terjadi meskipun pengemudi memiliki jam terbang yang tinggi. "Ini tanpa mendahului penyelidikan lebih dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kalau melihat video yang beredar dan berdasarkan informasi teman-teman PO di lapangan dugaan saya ini gabungan human error dan sistem pengereman yang bermasalah," ungkap Sani. (Yetede)

KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang

Yuniati Turjandini 07 May 2025 Investor Daily
KAI Commuter konsisten menunjukkan catatan positif pertumbuhan volume sejumlah penumpang per April 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 32,3 juta orang. Angka ini meningkat 9% jika dibandingkan dengan April 2024 lalu, yang mencapai angka 29,6 juta orang. Sepanjang tahun 2025 hingga 30 April ini, KAI Commuter juga sudah melayani total penguna Commuter Line sebanyak 125.818,020 orang. Angka ini pun meningkat 7,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu sebanyak 117.488.707 orang. Manager Public Relations, Leza Arlan,  menyampaikan bahwa tercatat peningkatan tertinggi pada volme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung yang meningkat sebesar 20,16% atau sejumlah 6.089.648 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, yang sebanyak 5.068.094 orang. "Sementara itu, untuk capaian volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 ini sebanyak 109.446.180 orang atau meningkat 6,24% jika dibandingkan dengan periode 2024, yang sebanyak 103.019.965 orang," ujar Leza. Tren positif ini juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Merak yang juga meningkat 5,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024, atau total sebanyak 1.428.838 orang. (Yetede)

Saham BUMN Hijau, Investor Antusias

Hairul Rizal 07 May 2025 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun proses pemulihan fundamental korporasi BUMN belum sepenuhnya merata, stabilnya pergerakan indeks IDX BUMN20 mencerminkan optimisme pasar terhadap kinerja emiten-emiten pelat merah. Mayoritas emiten dalam indeks tersebut menunjukkan pertumbuhan laba pada kuartal I/2025 tanpa ada yang merugi, bahkan indeks hanya turun tipis sebesar -0,51% secara year-to-date, mengungguli kinerja IHSG dan indeks lainnya.

Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisori, menilai pemulihan BUMN masih dibayangi tantangan seperti pelemahan daya beli dan harga komoditas. Namun, ia menaruh harapan besar pada peluncuran Danantara sebagai katalis positif, selama implementasi dan tata kelolanya dijalankan dengan baik.

Senada, Felix Darmawan dari Panin Sekuritas menyatakan bahwa keberhasilan Danantara akan bergantung pada transparansi dan keseimbangan antara misi komersial dan pelayanan publik. Ia juga menilai bahwa kinerja positif BUMN mencerminkan efektivitas strategi pemerintah dalam memperkuat peran BUMN sebagai motor ekonomi.

Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset menambahkan bahwa penguatan saham BUMN ke depan akan dipengaruhi oleh penurunan suku bunga, efektivitas Danantara, dan arus masuk investor asing, dengan catatan BUMN harus konsisten menerapkan prinsip good corporate governance.

Dari sisi pelaku industri, Nicolas D. Kanter (Dirut ANTM), Fina Eliani (Direktur Keuangan TINS), dan Hery Gunardi (Dirut BRI) menegaskan komitmen emiten BUMN dalam menjaga efisiensi, memperkuat strategi pasar, dan menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan struktural dan risiko eksternal, optimisme terhadap BUMN tetap tinggi karena dukungan pemerintah, kinerja keuangan yang solid, dan strategi efisiensi yang terus diperkuat oleh masing-masing korporasi. Namun, efektivitas implementasi kebijakan serta konsistensi dalam tata kelola akan menjadi kunci keberlanjutan pemulihan dan pertumbuhan sektor BUMN ke depan.



Opsi Jangka Pendek Redakan Kemacetan Pelabuhan

Hairul Rizal 07 May 2025 Bisnis Indonesia

Pasca terjadinya kemacetan parah di Pelabuhan Tanjung Priok, berbagai pihak seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), PT Pelindo (Persero), dan pemangku kepentingan lainnya segera mengambil langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy menegaskan bahwa kemacetan bukan disebabkan oleh kebijakan pembatasan kendaraan saat Lebaran, melainkan pelanggaran kapasitas terminal. Namun, pernyataan ini menuai kritik dari para pengamat dan pelaku usaha yang justru menilai pembatasan truk turut memicu penumpukan kontainer karena kapal tidak bisa melakukan bongkar-muat sesuai jadwal.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menyoroti NPCT-1 sebagai sumber kemacetan akibat lemahnya perencanaan operasional, khususnya saat tiga kapal bersandar bersamaan. Pelindo juga mendukung pembatasan Yard Occupancy Ratio (YOR) sebesar 65% dan mendorong penerapan Terminal Booking System (TBS) dan dual move operation sebagai solusi jangka pendek, serta pembangunan akses jalan baru New Priok Eastern Access (NPEA) untuk solusi jangka panjang.

Namun, rencana pembatasan YOR dinilai memiliki implikasi serius terhadap biaya logistik nasional. Praktik seperti overbrengen atau pengalihan kontainer ke lini 2 dapat meningkatkan biaya tambahan seperti lift on-lift off dan trucking, yang akhirnya dibebankan kepada konsumen. Selain itu, pemindahan kapal yang memiliki kontrak window ke terminal lain akibat YOR yang tinggi juga berpotensi menambah beban biaya dan menurunkan efisiensi pelabuhan.

Secara keseluruhan, meskipun kebijakan mitigasi ini bertujuan mencegah kemacetan di masa depan, namun menurut banyak pengamat, solusi yang diambil justru tidak menyentuh akar masalah, dan berisiko meningkatkan biaya logistik secara signifikan, yang pada akhirnya bisa berdampak pada daya saing nasional.


Pilihan Editor