;

Kredit Pemilikan Rumah Terdampak Melemahnya Ekonomi

Ekonomi Yoga 06 May 2025 Kompas
Kredit Pemilikan Rumah Terdampak Melemahnya Ekonomi

Pelemahan daya beli masyarakat kian kentara dan tampak dari melambatnya laju pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I-2025. Kondisi ini turut dirasakan industri perbankan dalam penyaluran kredit konsumsi, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR). Bank akan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi makro dan global dalam menentukan suku bunga kredit. Senior Economist PT Samuel Sekuritas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi berpendapat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 jauh di bawah perkiraan dan ekspektasi pasar yang masih berada dalam kisaran 4,9 %.

”Perlambatan yang signifikan dari 5,02 % pada triwulan IV-2024 dan laju paling lambat sejak triwulan III-2023 menggaris bawahi tantangan yang terus berlanjut saatini dan mencerminkan permintaan domestik yang kurang optimal,” katanya, Senin (5/5). Porsi konsumsi rumah tangga juga menyusut dari triwulan I-2024 di 54,9 % menjadi 54,5 % pada triwulan I-2025. Perlambatan tersebut turut berdampak terhadap kinerja industri perbankan, khususnya penyaluran kredit konsumtif. Ini telah terefleksi dari pertumbuhan kredit konsumsi rumah tangga oleh perbankan yang turut melambat, khususnya KPR.

Berdasarkan data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI), kredit rumah tangga oleh perbankan per Maret 2025 mencapai Rp 1.868,55 triliun atau tumbuh 9,49 % secara tahunan, melambat dibanding Februari 2025 di 10,52 % dan Maret 2024 sebesar 10,35 %. Pertumbuhan KPR sebagai komposisi terbesar dalam kredit rumah tangga pun ikut merosot, dari tumbuh dua digit sepanjang setahun terakhir menjadi 8,9 % pada Maret 2025. Adapun porsi penyaluran KPR rumah tangga mencapai 42,99 % dari total kredit rumah tangga perbankan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :