Pembiayaan Kendaraan Seken Menanjak
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno berharap pembiayaan akan tumbuh menjelang Lebaran. Sebab pembiayaan Januari ke Februari 2024 turun 20% karena banyak orang sudah beli pada Desember 2023. "Harapannya pada bulan ini, perusahaan dapat mengejar ketertinggalan," kata dia. PT Mandiri Utama Finance (MUF) menargetkan pembiayaan kendaraan bekas saat momen Lebaran 2024 akan naik 8% dari bulan sebelumnya jadi Rp 435 miliar. Direktur Utama MUF Stanley Setia mengatakan, target tersebut diambil seperti realisasi pembiayaan kendaraan bekas pada Lebaran 2023 yang naik 8% jadi Rp 470 miliar. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan pembiayaan kendaraan bekas perusahaan akan tumbuh 42% secara tahunan menjelang Lebaran 2024 menjadi Rp 735 miliar. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, pada momen Lebaran, yakni Maret hingga April 2024, CNAF menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 1,5 triliun. "Dalam target tersebut, terdapat kontribusi kendaraan bekas sebesar 49%," kata dia.
Grup Sinar Mas Tak Kenal Wait and See
Grup Sinar Mas terus menggeber ekspansi bisnis. Langkah konglomerasi ini digelar lewat sejumlah entitas bisnis mereka di pasar modal. Tengok saja PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang merilis obligasi berkelanjutan IV tahap IV tahun 2024 senilai Rp 4 triliun, sukuk mudharabah berkelanjutan III tahap IV tahun 2024 senilai Rp 695,09 miliar, serta obligasi dolar AS berkelanjutan I tahap III tahun 2024 senilai US$ 25 juta. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga merilis obligasi berkelanjutan I dan sukuk mudharabah berkelanjutan I senilai total Rp 7 triliun. Kemudian, DSSA juga mengambil alih aset bisnis pusat data yang sebelumnya dipegang PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Smartfren sendiri tak mau ketinggalan mencari pendanaan dari pasar modal. FREN menggelar rights issue dengan menerbitkan 171,45 miliar saham baru.
Target penghimpunan dananya hingga Rp 8,57 triliun. Managing Director Sinar Mas Ferry Salman mengungkapkan, perencanaan bisnis Sinar Mas memang tidak terhalang oleh tahun politik. Sentimen ini biasanya ampuh mengerem hajat korporasi menggelar ekspansi. "Buat kami tidak ada istilah wait and see . Kami terus konsisten dan melanjutkan apa yang telah direncanakan," kata Ferry dalam buka puasa bersama yang digelar Kamis (21/3). Dalam kesempatan yang sama, CEO Smartfren Andrijanto Muljono optimistis bisa menumbuhkan kinerjanya tahun ini. Dia juga menyinggung mengenai potensi merger antara FREN dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL). "Jika gabung, mungkin kami bisa langsung nomor dua secara " ungkap Andrijanto. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto mencermati tidak semua aksi Grup Sinar Mas tersebut cepat membawa dampak positif. Misalnya rights issue yang dilakukan FREN.
Melihat Skouw, Masa Depan Kota Jayapura
Hubungan kekerabatan turun-temurun di perbatasan Indonesia - Papua
Niugini di Skouw menciptakan berbagai dampak positif. Kawasan ini bahkan
digadang jadi masa depan pembangunan Kota Jayapura. Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. PLBN yang jadi penanda batas
antara Indonesia dan Papua Niugini ini berjarak sekitar 60 km dari Kota
Jayapura. Pasar ini jadi pusat belanja bagi warga Papua Niugini yang tinggal di
kampung sekitar perbatasan yang masuk wilayah administratif kota Vanimo, Provinsi
Sandaun. Kampung terdekat, yakni Wutung, berjarak 1 km dari pos perbatasan. Pagi
itu, para mama Papua, sudah mulai beraktivitas di emperan pasar. Mereka datang dari
kampung sekitar PLBN, seperti Mosso, Skouw Sae, Skouw Yambe, dan Skouw Mabo, membawa
dagangan sayur, pisang, umbi-umbian, pinang, sirih, dan beberapa buah lokal.
Pos perbatasan kedua negara buka pukul 08.00-16.00 WIT. ”Mereka biasanya
beli sayur atau pinang,” ujar Mama Manu. Saat bertransaksi, mereka memakai mata
uang Papua Niugini, yakni kina. Satu kina setara Rp 4.000. Mama Elama cekatan
melayani sejumlah pembeli. Sesekali terjadi saling tawar dalam Bahasa Pidgin
atau broken English, salah satu Bahasa resmi warga Papua Niugini. Mama Elama
berharap pasar ada lebih dari sekali sepekan. Dengan begitu, transaksi dan
silaturahmi bisa semakin intens dengan kerabat dari negeri seberang. Sebagai
pusat belanja terdekat, banyak warga Papua Niugini yang berbelanja untuk dijual
kembali. ”Mereka belanja dalam jumlah
banyak. Bahkan, sekali belanja bisa Rp 1 juta-Rp 2 juta,” ucap Rahmad, pedagang
yang berasal dari Buton, Sultra. Jimmy (47), warga Papua Niugini, bersama istri
dan dua anaknya belanja banyak perabotan rumah. ”Di sini banyak barang dan
lengkap, kami juga bisa terus merawat hubungan,” katanya dalam bahasa Pidgin.
Plt Kepala PLBN Skouw Brendina Mathilda Pusung mengatakan, setelah
status pandemi Covid-19 berakhir, kawasan perbatasan menggeliat. Aktivitas pasar
kembali ramai, wisatawan kembali datang ke kawasan pos dan pasar perbatasan. Seperti
harapan pemerintah, kata Brendina, pos perbatasan yang diresmikan pada 2017 ini
bukan hanya jadi simbol pembatas, melainkan juga penggerak ekonomi kedua negara.
Dalam sehari, ada 1.000-2.000 warga Papua Niugini yang melintas menuju Papua. Pemerintah
Kota Jayapura melihat daerah PLBN Skouw yang masuk dalam Distrik Muara Tami
sebagai kawasan masa depan. Saat ini, arah pembangunan kota, seperti kantor instansi,
kawasan permukiman, dan sentra pertanian, berpusat di Distrik Muara Tami. Hal
ini diharapkan turut menggenjot pembangunan di wilayah perbatasan. (Yoga)
Makan Siang dengan Pangan Lokal
Rencana program makan siang gratis di sekolah sebaiknya tidak
menambah parah penyeragaman pola konsumsi nasional ke beras dengan menggusur
ragam sumber pangan lokal. Makan siang bersama bisa dilakukan dengan menu
pangan lokal, yang selain sehat juga murah, seperti dicontohkan SD di Flores
Timur, NTT. Pada Senin (4/3) siang, anak-anak di SD Inpres Lewoneda di Desa
Mudakeputu, Flores Timur, tengah menikmati makan siang bersama dengan beragam
pangan lokal. Fransiskus Barru, siswa kelas IV, lahap menyantap nasi jagung
dengan lauk ikan tongkol dan sayur rumpu rampe. ”Enak dan suka karena lapar
juga. Tadi pagi tidak sarapan. Bangun kesiangan,” kata Fransiskus.
Kegiatan makan siang bersama ini diinisiasi Perkumpulan
Finbargo-Bekal Pemimpin, Berguna Larantuka, dan Amartha. Bekerja sama dengan pihak
sekolah dan desa, mereka berupaya mengenalkan kembali keberagaman pangan lokal
kepada anak-anak di Flores Timur. ”Saat ini, anak-anak di Flores Timur sudah
banyak yang meninggalkan pangan lokal. Melalui kegiatan ini, kami mengajak
anak-anak untuk kembali mengenali dan merasakan kembali pangan lokal. Pangan
sehat itu bisa diupayakan sendiri oleh lingkungan sekitar kita,” tutur Rofinus
Monteiro, pendiri Berguna Larantuka.
”Hari ini kami sajikan makan lokal yang dulu menjadi makanan
kami saat kecil. Ini makanan-makanan tradisional, yang sekarang makin jarang
dikonsumsi,” kata Nirmala Piran (55), orangtua murid yang juga Bendahara PKK Desa
Mudakeputu. Hampir semua bahan pangan yang disajikan siang itu berasal dari
lingkungan sekitar. ”Sayur kami tidak beli, tinggal ambil dari kebun dan pekarangan.
Hanya ikan dan jagung yang beli. Singkong dan pisang tinggal panen,” ujarnya. Menurut
Nirmala, menu lengkap itu bisa disajikan dengan Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per
piring. ”Kalau pakai beras, ya, tidak cukup, mahal sekarang. Tapi, kalau mau
makan pangan lokal, masih terjangkau,” lanjutnya. (Yoga)
Segala Upaya untuk Genjot Pertumbuhan
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang baru saja resmi
diumumkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih versi hasil hitung riil saat
ini dihadapkan pada satu pertanyaan penting: bagaimana cara mendanai
janji-janji kampanye mereka yang ambisius saat pemilu, mengerek pertumbuhan
ekonomi hingga 6-7 %, di atas tren pertumbuhan satu dekade terakhir yang
stagnan di 5 %. Saat berpidato di Mandiri Investment Forum, 5 Maret 2024,
Prabowo bahkan optimistis ekonomi masih bisa dikerek hingga tumbuh 8 % dalam
4-5 tahun ke depan.
Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo mengatakan, ”Sejumlah
cara akan ditempuh untuk menggenjot pertumbuhan. Jadi, gas-nya yang akan
dikencangkan, sesuai lagu (saat kampanye) saja. Gas pol, oke gas, oke gas,” kata
Dradjad saat ditemui di Jakarta, Kamis (21/3). Secara umum, ujarnya,
Prabowo-Gibran akan melanjutkan kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi. Namun,
arah kebijakan itu tidak sepenuhnya sama. Meski demikian, ia menjamin, tingkat
rasio utang dan defisit fiskal negara akan tetap dijaga di batas aman. Apalagi,
Indonesia sedang dalam proses aksesi menjadi anggota”Klub Negara Maju” atau
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Dalam proses aksesi itu, defisit fiskal Indonesia dipantau
ketat agar tetap di batas aman sebagai syarat menjadi anggota. Menurut dia,
alih-alih menambah utang, Prabowo akan menggenjot penerimaan pajak lewat
berbagai cara, dari membenahi sistem, menutup celah kebocoran pajak, hingga memajaki
aktivitas ekonomi ilegal atau ekonomi bawah ta nah. Salah satunya dengan
membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN) yang terpisah dari Kemenkeu. Kalau
penerimaan pajak kuat, pemerintah tidak perlu berutang untuk membiayai kebijakannya.
Upaya mendongkrak penerimaan pajak itu diupayakan tidak membebani masyarakat. (Yoga)
UE Harapkan Sinergi yang Lebih Baik dengan RI
Uni Eropa (UE) merespons pengumuman resmi KPU yang
menyebutkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan
wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2024. Uni Eropa menilai pemerintahan yang baru
perlu meningkatkan hubungan perekonomian agar makin menguntungkan Indonesia
dengan UE. Hal itu terungkap dalam sidang parlemen Komite Urusan Luar Negeri
atau Committee on Foreign Affairs/AFET, Kamis (21/3) di Kantor Pusat UE di
Brussels, Belgia. Ketua AFET Parlemen Eropa David McAllister mengatakan, Indonesia
adalah salah satu mitra strategis UE. Ini tak lain karena Indonesia punya
posisi strategis dalam kerja sama EU-Indo Pacific Strategy dan EU-ASE-AN.
EU-Indo Pacific merupakan kerja sama multilateral Uni Eropa
dengan negara-negara lepas Samudra Hindia. Adapun EU-ASEAN adalah kerja sama
Uni Eropa dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara. Menurut McAllister,
inilah momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia, baik
dalam konteks geostrategi maupun perdagangan. ”Kami menyambut baik dan berharap
bisa bekerja sama dengan pemerintahan baru yang terpilih sehingga bisa memastikan
kebijakan yang saling menguntungkan bersama,” ujarnya.
Head of Division South East Asia (SEA) The European External
Action Service (EEAS) EU Leila-Fernandez Stembridge mengatakan, Indonesia dan UE
punya kesamaan visi untuk berkomitmen mengurangi emisi karbon. Untuk itu UE
berpartisipasi dalam pendanaan program Just Energy Transition Partnership (JETP)
di Indonesia. Menurut dia, kerja sama ekonomi Indonesia dengan UE masih
memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Indonesia hanya menduduki
peringkat kelima mitra perdagangan UE di Asia Tenggara, juga peringkat kelima negara
tujuan investasi UE di AsiaTenggara. Posisi ini dinilai masih terlalu kecil dan
masih bisa ditingkatkan mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah
penduduk terbesar di Asia Tenggara. (Yoga)
Beras dari Vietnam Tiba, Bulog Pastikan Stok Beras Lebaran Aman
Sebanyak 27.000 ton beras impor yang berasal dari Vietnam
tiba di Terminal Nonpetikemas, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (21/3).
Sebagian kebutuhan beras domestik saat ini masih ditopang oleh impor dari
negara lain lantaran produksi dalam negeri terbatas. Di sisi lain, Bulog
memastikan stok beras hingga memasuki hari raya Idul Fitri 2024 memadai.
”Pembongkaran yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini adalah kapal
MP Fortune dari Vietnam dengan muatan 27.000 ton. Dalam waktu dekat, akan ada
kapal Vinaship Diamond dari Vietnam dengan muatan 22.000 ton,” ujar Direktur
Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto saat dikonfirmasi,
Kamis.
Suyamto menyebutkan, pada Maret 2024, total beras impor yang
akan masuk Indonesia sebanyak 450.000 ton. Beras itu berasal dari Vietnam,
Thailand, Pakistan, Myanmar, dan Kamboja. Pada tahun ini, pemerintah menetapkan
kuota impor beras sebanyak 3,6 juta ton. Dari jumlah itu, Bulog telah melakukan
kontrak pembelian beras sebanyak 800.000 ton melalui skema bisnis (B to B).
Selain itu, ada juga kontrak 100.000 ton beras melalui skema antar pemerintah
(G to G) dengan Thailand dan Kamboja. ”Meskipun mendapatkan penugasan impor
beras, kami akan mengutamakan menyerap gabah dan beras dari dalam negeri,
terutama saat panen raya nanti,” ujar Suyamto. (Yoga)
Konflik Laut Merah Hambat Impor Bahan Baku Pupuk
Konflik di Laut Merah menyebabkan impor bahan baku pupuk
terhambat. Padahal, Indonesia tengah membutuhkan pupuk saat produksi beras
tahun ini diperkirakan turun akibat dampak perubahan cuaca. Di tengah kondisi
itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin produksi pupuk nasional tetap
berjalan baik. Stok pupuk yang
dibutuhkan petani masih berlimpah dan stok bahan baku pupuk sudah ditambah.
Direktur PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, Kamis (21/3) mengatakan,
perseroan beserta sejumlah anak perusahaan yang bergerak di industri pupuk
mengimpor bahan baku pupuk rata-rata 2,5 juta ton per tahun. Bahan baku pupuk
berupa kalium terutama diimpor dari Rusia, sedangkan fosfat dari Mesir dan
Jordania.
Akibat konflik di Laut Merah, impor bahan baku pupuk tersebut
terhambat. Serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah kapal dagang yang
melewati Laut Merah menyebabkan banyak kapal barang memindahkan rute melalui
Tanjung Harapan, Afrika. Menurut Rahmad, waktu perjalanan kapal, termasuk pengangkut
bahan baku pupuk dari negara asal menuju Indonesia, bertambah dari 15 hari
menjadi 23-29 hari karena tidak melewati Terusan Suez. Biaya transportasi laut juga
naik 30 %. ”Bahkan, sejumlah kapal yang tetap memilih melewati Terusan Suez
menaikkan biaya asuransi hingga tujuh kali lipat,” ujarnya ketika dihubungi dari
Jakarta. Kendati begitu, Rahmad menegaskan, Pupuk Indonesia menjamin produksi
dan distribusi pupuk NPK dan urea nasional tetap berjalan baik. (Yoga)
Menyusun Rencana hingga ”Hilal” THR Tiba
Tunjangan hari raya (THR) selalu ditunggu-tunggu menjelang Idul
Fitri. Pendapatan non-upah ini menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan selama
perayaan. Istilah ”hilal THR belum terlihat” kerap menjadi candaan menjelang
hari raya bagi mereka yang menantikan THR. Vina Aprilia (26), seorang karyawan
swasta di Tangerang, Banten, menggunakan THR untuk membiayai berbagai kebutuhan
selama merayakan Idul Fitri bersama keluarga di Rangkasbitung, Banten. Agar
tidak ”kebablasan” membelanjakan uangnya, Vina dari awal sudah menakar kebutuhannya.
Misalnya, untuk makanan dan kue Lebaran
dialokasikan 35 % dari THR, sedang untuk ”salam tempel” dialokasikan dana
sekitar 30 %. ”Sisanya ditabung,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan THR penting mengingat jika hanya
mengandalkan gaji tentu akan memengaruhi pendapatan di masa mendatang. ”Jangan sampai
karena habis buat Lebaran, kehidupan kita selanjutnya jadi semakin berat,”
ucapnya. Beruntung perusahaan tempat ia bekerja tak pernah lalai memberikan
THR. ”Biasanya dua minggu sebelum Idul Fitri, THR sudah cair,” ujar Vina yang
sudah bekerja selama lima tahun. Devie (23), seorang ibu rumah tangga di Bogor,
Jabar, juga harus pintar-pintar mengatur THR yang diberikan suami. ”Dulu ketika
masih bekerja, saya hanya fokus untuk keluarga saya saja, tetapi sekarang juga
harus fokus pada keluarga suami,” katanya. Oleh sebab itu, THR harus diatur
sedemikian rupa agar tidak ”jebol” setelah hari raya. Menurut rencana, THR akan
digunakan untuk membeli kebutuhan, seperti pakaian dan makanan, serta
memberikan salam tempel kepada keponakan. (Yoga)









