MODA LEBARAN 2024 : MUDIK GRATIS TEKAN VOLUME PEMOTOR
Program mudik gratis tidak mampu untuk menghilangkan pemudik bersepeda motor, tetapi diharapkan bisa menekan volume pemotor serta terbukti cukup efektif mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Hasil survei Badan Kebijakan Transportasi atau BKT memproyeksikan sebanyak 31,12 juta orang atau 16,07% masih memilih untuk menggunakan sepeda motor untuk berpergian pada periode mudik lebaran. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Amirullah menyatakan jika merujuk pada data angka kecelakaan lalu lintas periode mudik lebaran terus mengalami penurunan setiap tahun termasuk pada sepeda motor menunjukkan efektivitas dari program mudik gratis. Berdasarkan catatan Bisnis, rekapitulasi kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Operasi Ketupat 2023 periode 18—23 April 2023 tercatat sebanyak 1.456 kasus atau lebih rendah dibandingkan dengan periode Lebaran 2022 sebanyak 1.789 kasus kecelakaan. Dari total 1.457 kasus kecelakaan tersebut terdiri dari kecelakaan yang berada di jalur nontol sebanyak 1.436 kasus dan kecelakaan di jalur tol sebanyak 21 kasus. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan mencatat animo masyarakat untuk mengikuti program mudik gratis dengan moda bus pada Lebaran 2024 mengalami peningkatan. Secara terperinci, dia menyebut pada mudik gratis kali ini pemerintah menyiapkan 722 unit bus dan 30 unit truk. Adapun untuk kuota sepeda motor dialokasikan sebanyak 900 unit. “Ini keberangkatan rencanya hari Sabtu dan Minggu, 6—7 April 2024,” ungkapnya. Amirullah mengatakan bahwa dari 30.088 kuota penumpang yang disediakan seluruhnya telah habis dipesan. Sebanyak 29.411 orang atau 97,75% pendaftar mudik gratis bus telah melakukan validasi data. Sementara sisanya sebanyak 635 orang atau 2,11% belum melakukan validasi data. Di sisi lain, pemudik yang menggunakan moda transportasi angkutan kapal mendapatkan kebijakan berbeda terkait dengan motor listrik. Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Kemenhub Hendri Ginting menegaskan bahwa pemudik angkutan kapal dilarang membawa motor berbasis baterai listrik. Musababnya, mayoritas alat pemadam di kapal belum dirancang untuk kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Adapun tahun ini, Kemenhub menganggarkan biaya hingga Rp15,3 miliar untuk program mudik gratis menggunakan kapal laut.
Menurut Hendri, anggaran itu naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp10,2 miliar. Dia menjelaskan anggaran Rp15,3 miliar tersebut digunakan untuk menyubsidi tiket kapal mudik gratis sebanyak 48.889 penumpang. Di tahun sebelumnya, Kemenhub menggunakan skema mengoperasikan kapal alih-alih mensubsidi tiket. Adapun secara total terdapat 50 ruas mudik gratis kapal untuk periode lebaran tahun ini yang terdiri dari 1 ruas di Pulau Jawa dan 49 ruas di luar Jawa. Dia menyebut untuk 49 ruas di luar Jawa disediakan kuota mudik gratis untuk 39.289 orang. Sementara untuk rute Jakarta—Semarang disediakan untuk 9.600 orang. Dalam pelaksanaanya, Kemenhub bekerja sama dengan lima penyedia angkutan kapal yakni PT Dharma Indah untuk 11 ruas dengan kuota 16.684 orang, PT Pelayanan Sakti Makmur untuk 3 ruas dengan kuota 5.476 orang, PT. Dharma Lautan Utama untuk 5 ruas sebanyak 4.117 orang dan PT Pelni untuk 30 ruas sebanyak 22.612 orang.
Executive General Manager Bandara SMB II Iwan Winaya Mahdar mengungkapkan prognosa jumlah penumpang untuk periode Mudik Lebaran 2024 meningkat sekitar 3% dibanding masa mudik 2023.
Iwan menuturkan puncak arus mudik penumpang di Bandara SMB II diprediksi terjadi pada H-3 atau 8 April 2024 dengan 11.200 pergerakan penumpang. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 14 April 2024 atau H+3 Lebaran dengan 10.200 pergerakan penumpang. Hingga 22 Maret 2024, bandara SMB II telah menerima 16 permintaan extra flight berasal dari maskapai Citilink Indonesia sebanyak 2 slot tambahan dan Lion Air sebanyak 14 slot.
Selain itu, AP II juga menyiapkan delay management jika adanya penundaan jadwal penerbangan. Iwan menuturkan penundaan (delay) jadwal terbang salah satunya disebabkan oleh kondisi cuaca baik pada bandara tujuan maupun bandara asal.
HARGA GAS MURAH INDUSTRI : Perluasan HGBT Dinanti
Kementerian Perindustrian memastikan kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) yang berjalan sejak 2020 memiliki dampak berganda tiga kali lipat terhadap industri, mulai dari investasi, ekspor, hingga penyerapan tenaga kerja. Itu sebabnya, Kemenperin berkukuh agar kebijakan yang selama ini hanya diperuntukkan bagi tujuh kelompok industri tertentu, dapat diperluas untuk seluruh 24 subsektor industri manufaktur. “Kalau dibilang jebol, itu jebol apanya? Kalau dari sisi suplai, kita hanya butuh 30%, ini proyeksi tahun 2030 ya. Hanya 30% [kebutuhan gas untuk HGBT] dari total produksi gas nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (22/3).
Adapun, program HGBT yang dipatok US$6 per million British thermal units (MMBtu) baru mencakup tujuh kelompok industri, yakni sektor pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Kendati penyerapan alokasi gas dengan harga khusus itu disebut-sebut masih belum optimal, nyatanya selama ini dapat menjadi tenaga ekstra bagi sektor manufaktur nasional untuk meningkatkan utilitas produksi.
Tak bisa dimungkiri, masih terdapat silang pendapat ihwal rendahnya realisasi serapan gas harga khusus yang dipatok US$6 per MMBtu tersebut. Di satu sisi, alokasi gas harga khusus itu tidak terserap disebut-sebut karena belum optimalnya serapan dari industri penerima manfaat kebijakan tersebut, tetapi di sisi lain suplai dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN juga dinilai masih belum merata.
MOMEN RAMADAN : JALUR LABA DI LOKAPASAR
Jenama lokal bersiap mereguk untung pada momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, terutama dengan memanfaatkan saluran lokapasar. Strategi yang tepat diperlukan agar tidak tenggelam dalam algoritma marketplace. Sebagai negara dengan populasi Muslim nasional terbesar di dunia, Indonesia selalu jadi ceruk pasar menggiurkan pada momen puasa dan Lebaran. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melesat, brand dan penjual lokal harus gesit menyusun berbagai strategi pemasaran untuk menjawab kebutuhan konsumen. Berdasarkan laporan dari Google bertajuk Recharge, Reconnect, Celebrate: Consumer Insights for Successful Ramadan 2024 Campaigns menunjukkan jumlah masyarakat yang berbelanja pada momen Ramadan meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan saat tanggal kembar seperti 12.12. Secara khusus, berdasarkan data dari YouGov pada 2024 beberapa kategori diperkirakan meningkat secara signifikan yaitu kategori food & beverages (43%), fashion & accessories (27%), dan beauty & personal Care (20%) pada Ramadan tahun ini. Rika Yeo, City Leader Lazada Club mengatakan pemilik usaha tidak hanya perlu memerhatikan tren produk, brand dan penjual lokal dapat menawarkan layanan terbaik dengan mengenal dan memahami penggunaan fitur dan layanan platform belanja online. Rika membagi beberapa jurus agar pelaku usaha bisa memaksimalkan penjualan di platform e-commerce seperti Lazada pada Ramadan. Pertama, pelajari performa omzet dan produk toko online.
Caranya adalah dengan menentukan target dengan tingkat omzet saat ini. Kedua, gunakan promo dan diskon khusus Ramadan sebagai daya tarik yang kuat untuk mendorong pembeli check out produk. Ketiga, perhatikan kebutuhan pembeli dan tren produk selama Ramadan. Keempat, sesuaikan strategi penjualan dengan perilaku belanja konsumen. Kelima, fokus pada penjualan produk populer dan produk yang tren pada Ramadan. Sementara itu, Head of Communications Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan menyarankan penjual, khususnya UMKM, untuk menerapkan strategi bundling produk guna meningkatkan penjualan pada bulan puasa. Cara tersebut dinilai efektif meningkatkan penjualan, khususnya yang berjualan produk kebutuhan sehari-hari atau fast moving consumer good (FMCG). Agar makin dilirik calon pembeli, maka produk tersebut dapat menggunakan nama unik yang identik dengan Ramadan. Misalnya, ‘Paket Bedug’ yang berisi produk yang berkaitan dengan buka puasa, seperti teh celup, gula pasir dan kurma. Penjual juga bisa membuat hampers edisi spesial Ramadan untuk menangkap tingginya animo masyarakat berbagi dengan kerabat atau kenalan.Di sisi lain, pelaku usaha juga bisa memberikan kesempatan bagi pembeli untuk meng-custom hampers sesuai preferensi. Jika penjual punya anggaran besar dan ingin meningkatkan brand awareness di tengah masyarakat luas, maka mereka bisa berkolaborasi bersama KOL dengan ratusan ribu hingga jutaan pengikut (macro/mega KOL) yang relevan dengan produknya. Namun jika penjual ingin menyasar calon pembeli yang lebih niche, nano KOL dengan pengikut 1.000-10.000 bisa menjadi pilihan yang lebih terjangkau.
Saham Cuan Saat Ramadan
Februari Kredit Korporasi Tetap Tumbuh Tinggi
Mencapai Target Inklusi Keuangan 90%
LPS Ingin Cek Kesehatan Perusahaan Asuransi
Dilema Eksport Konsentrat Freeport Cs
Bahaya Koalisi Sonder Oposisi
Ketahanan Pangan di Balik Makan Siang Gratis
Program makan siang gratis pasangan calon presiden Prabowo-Gibran bisa berkontribusi bagi peningkatan ketahanan pangan nasional dan pemerataan ekonomi. Salah satu syarat mendasarnya adalah mengutamakan lokalitas. Lokalitaas disini artinya kebijakan yang ada harus bersifat bottom up, melibatkan masyarakat sekitar dan tidak tersentralisasi di pusat. Ujungnya, pengetahuan akan keragaman pangan lokal akan terjaga serta efek pengganda ekonomi setempat, terutama petani dan pelaku UMKM akan bergeliat. Program makan siang gratis bisa memenuhi empat pilar ketahanan pangan, setidaknya bagi siswa. Sebagaimana diketahui, ketahanan pangan memiliki empat pilar yakni ketersediaan pangan, akses pangan, pemanfaatan pangan dan pemenuhan terhadap tiga pilar di awal (World Food Summit, 1996). Makan siang gratis dipastikan akan menjadikan ketersediaan pangan terpenuhi dengan sendirinya. Hal ini akan menjadi sesuatu yang given bagi siswa karena disediakan oleh pemerintah. Pilar kedua akses pangan. Program makan siang gratis memberikan kemutlakan bagi siswa penerima manfaat akan akses pangan. Bagaimanapun kondisi ekonominya, apabila bersekolah di sekolah yang menjadi sasaran penerima program makan siang gratis, siswa akan mendapatkan akses pangan di sekolahnya, setidaknya satu kali makan pada hari sekolah. Ketersediaan dan akses pangan tidak lengkap tanpa pilar ketiga, pemanfaatan pangan. Pilar ketiga ini belum tentu terwujud dalam program makan siang gratis. Kondisi ini bisa terjadi apabila makanan yang disajikan untuk penerima program tidak bernutrisi. Setidaknya diperlukan pengawasan ketat akan sajian makanan yang akan dihidangkan kepada para siswa. Pelibatan ahli gizi mutlak dilaksanakan agar ketercukupan standar gizi bisa dipenuhi. Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes) No. 28/2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia, kebutuhan makanan bagi usia sekolah SD (7—12 tahun) berada pada rentang 1.650 kalori per hari sampai 2.000 kalori per hari.
Sedangkan asupan protein berada pada rentang 40 gram sampai 55 gram per hari. Kebijakan makan gratis akan menjadi alat pemerataan ekonomi apabila memenuhi unsur lokalitas. Hal ini sangat bisa diimplementasikan di era otonomi daerah yang berlaku di Indonesia saat ini. Pemerintah pusat sebagai pengarah sedangkan pemerintah daerah dan bahkan sekolah sebagai eksekutor. Bisa dibayangkan apabila penyuplai bahan baku program makan siang gratis adalah petani ataupun kelompok tani setempat. Sebagai contoh, di desa tempat saya lahir terdapat empat SD negeri. Masing-masing SD ada sekitar 100 siswa (kelas 1 sampai 6). Berdasarkan jumlah siswa tersebut, ada perputaran uang 6 juta per hari untuk total empat SD negeri. Setali tiga uang dengan kebijakan lokalitas tersebut di atas, keragaman pangan lokal bisa dirawat. Ujungnya, keragaman pangan lokal bisa mengurangi resiko pasokan pangan akibat guncangan global dan atau masalah iklim. Salah satu contohnya adalah asupan karbohidrat dalam menu uji coba makan siang gratis di Tangerang. Dari empat menu yang ada, tiga menu asupan karbohidrat berasal dari beras (dua nasi dan satu lontong). Sedangkan satu lainnya berbasis kentang. Aplikasi di daerah lain harus disesuaikan dengan dengan keragaman pangan lokal. Apabila sebuah daerah menjadi penghasil singkong, asupan karbo bisa bersumber dari bahan dasar singkong semisal oyek atau tiwul. Keragaman ini bisa mengurangi gejolak harga beras, terutama pada masa-masa tidak ada panen raya bagi daerah non penghasil beras. Aplikasi keragaman pangan pada menu makan siang gratis sekolah akan merawat keragaman pangan baik di level off farm (produsen) dan juga on farm (konsumen). Dampak positifnya, pengetahuan akan keragaman pangan lokal akan terjaga.









