UE Minta Visi Ekonomi Hijaunya Dipahami Dunia
Uni Eropa (UE) mengajak semua negara mitra, termasuk
Indonesia, untuk memahami visi ekonomi berkelanjutan UE yang bernama European
Green Deal, karena visi tersebut membuat standar produksi barang dan jasa yang
dapat dijual di UE menjadi tinggi hingga dinilai menjadi penghalang
perdagangan. Perlu dialog yang intensif agar tercipta kerja sama yang saling menguntungkan
antara UE dan mitranya. Executive Vice-President of the European Commission for
an Economy that Works for People & Commissioner for Trade Valdis
Dombrovskis mengatakan, pihaknya ingin mengajak semua negara mitra UE untuk bersama-sama
bergerak menuju aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, karena UE punya program
European Green Deal yang berkomitmen menjadikan Eropa sebagai benua pertama yang
netral karbon.
Salah satunya dengan langkah ambisius menekan emisi hingga 55
% pada 2030. European Green Deal tidak hanya bicara tentang kawasan Uni Eropa
sendiri, tetapi juga memberikan mandat untuk menjalin relasi yang kuat dengan
negara-negara non-Uni Eropa. Tujuannya untuk menghadirkan aktivitas ekonomi yang
lebih hijau dan melakukan transisi energi dengan adil. Ekonom UI, Fithra
Faisal, mengatakan, sudah sejak lama kerja sama perekonomian Indonesia dengan Uni
Eropa belum optimal.
Fithra menilai salah satu penghambat perdagangan Indonesia dengan
UE adalah banyaknya non-tariff barrier yang ditetapkan UE. Salah satunya soal
isu lingkungan yang menghambat ekspor produk minyak kelapa sawit Indonesia ke
kawasan tersebut. Padahal baik Indonesia maupun UE membutuhkan satu sama lain.
Indonesia butuh banyak investasi teknologi maju dari UE untuk mendukung
perkembangan industrialisasi Tanah Air. Selain itu, Indonesia juga bisa memanfaatkan
UE untuk membuka banyak pasar ekspor baru di kawasan Eropa. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023