Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Tekanan Terhadap Nilai Tukar Rupiah Belum Usai
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah mulai berkurang. Namun, kondisi ini tidak akan berlangsung lama, mengingat kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) yang besar pada akhir tahun.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, bakal ada kebutuhan dana yang harus dikeluarkan pada akhir tahun, sesuai dengan pola musiman. Terutama, terkait dengan kebutuhan pembayaran utang luar negeri (ULN) yang cenderung meningkat tiap akhir kuartal, dan juga ada kebutuhan dolar paman Sam untuk pembayaran impor para pengusaha.
Walaupun di sisi lain, ia melihat, tetap ada kemungkinan dana asing masuk di sisa tahun 2023, seiring dengan berbagai peristiwa yang terjadi di global maupun dalam negeri.
Pertama,
datang dari kemungkinan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) yang tak akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun.
Kedua, gencatan senjata yang akan berlangsung antara Israel dan Hamas. Sehingga, ketegangan di kawasan Timur Tengah agak mereda.
Ketiga, upaya Bank Indonesia (BI) dalam mengundang aliran masuk modal asing, seperti kebijakan suku bunga serta instrumen moneter baru Sekuritas Rupiah BI (SRBI), Sekuritas Valas BI (SVBI), dan Sukuk Valas BI (SUVBI).
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga melihat, ada kemungkinan dana asing masuk di sisa tahun ini. Meski memang, angkanya tidak terlalu besar. "Memasuki pertengahan Desember nanti, volume pasar akan jauh menurun karena sudah memasuki liburan akhir tahun," jelas David.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, dari awal Oktober hingga 21 November 2023, ada aliran masuk modal asing secara neto sebesar US$ 2,6 miliar. Hal ini sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang masih baik.
Mengawal Target Lifting Migas
Di tengah kondisi geopolitik dunia yang tengah memanas, para pemangku kepentingan di sektor energi dan sumber daya mineral tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah khususnya dari sisi hulu minyak dan gas bumi. Produksi minyak mentah nasional yang tengah terjun bebas berdampak serius terhadap capaian lifting sepanjang tahun. Lebih lanjut, situasi ini membuat otoritas hulu minyak dan gas (migas) nasional khawatir capaian target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 bakal terganggu. Selama ini, muncul tiga masalah besar yang membuat kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tertatih-tatih untuk meningkatkan produksi minyak mentah ini. Pertama, titik awal produksi yang rendah. Kedua, unplanned shutdown di sejumlah lapangan minyak yang menjadi andalan lifting nasional, dan ketiga, mundurnya penyelesaian proyek sumber energi fosil ini. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), proyeksi lifting migas pada akhir tahun ini akan berada di kisaran 607.500 barel per hari (bopd) untuk minyak, dan 5.400 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas. Adapun, target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN 2023 dipatok di level 600.000 bopd, sedangkan gas bumi sebesar 6.160 MMscfd. Kegiatan eksplorasi migas disadari sangat penting untuk mendapatkan tambahan cadangan dari hasil penemuan di lapangan baru yang masih segar. Pemerintah sangat gencar mendorong KKKS untuk mencari cadangan migas baru dan menerapkan teknologi enhance oil recovery (EOR) untuk lapangan tua. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah turut memberikan kemudahan berupa insentif yang dituangkan dalam beleid tentang kontrak bagi hasil kotor (gross split) jika menggunakan teknologi tinggi tersebut. Melalui EOR akan meningkatkan jumlah minyak mentah dari ladang migas mencapai 30% hingga 60%, lebih tinggi dibandingkan dengan pemanfaatan primary and secondary recovery.
Lindungi Bumi dengan Investasi Hijau
Minat masyarakat berinvestasi
di investasi hijau meningkat dari waktu ke waktu. Laporan dari Global
Sustainable Investment Alliance (2021) mencatat, terdapat kenaikan 15 % pada
investasi berkelanjutan dengan total dana kelola 35,3 triliun USD selama empat tahun
terakhir di seluruh dunia. Masyarakat semakin sadar akan dampak permasalahan
lingkungan ke kehidupan manusia, baik dari aspek sosial, politik, maupun
ekonomi. Laporan Bank Dunia (2009) memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat
memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia, yaitu 2,5 % - 7 %
dari PDB pada tahun 2100 seiring meningkatnya biaya kesehatan dan lingkungan.
Negara-negara di dunia,
termasuk Indonesia, telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung
proyek-proyek ramah lingkungan yang mengedepankan prinsip environmental,
social, and governance (ESG), seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah,
dan efisiensi energi. Salah satu sumber pendanaan untuk menyukseskan proyek ramah
lingkungan berasal dari investasi masyarakat yang berinvestasi di investasi
hijau, yang tidak hanya berpotensi mendapat keuntungan, tetapi juga mengambil
bagian untuk melestarikan bumi. Investasi hijau mengedepankan aspek 3P(people,
planet, and profit) dalam pengelolaannya. (Yoga)
MENYELISIK DAMPAK EKONOMI PEMILU
Tahun depan, Indonesia
akan melaksanakan pemilihan umum (pemilu) secara serentak. Pemilihan presiden
dan wapres serta pemilihan anggota legislatif dilakukan pada 14 Februari 2024.
Sementara pemilihan kepala daerah dilaksanakan pada akhir 2024. Pesta demokrasi
tersebut tak hanya berdampak pada social politik, tetapi juga memengaruhi
ekonomi, dimana penyelenggaraan pemilu memengaruhi dinamika perekonomian nasional.
Aktivitas perpolitikan bakal meningkatkan konsumsi masyarakat, mulai dari
persiapan hingga pelaksanaan pemilu, termasuk di dalamnya pengeluaran
pemerintah untuk penyelenggaraan pemilu hingga belanja kampanye. Anggaran besar
pemilu yang dialokasikan untuk kebutuhan pengadaan logistik, barang, dan jasa
akan menggairahkan sektor produksi dan distribusi.
Belanja dan konsumsi dari
penyelenggaraan pemilu dari tingkat pusat sampai dengan badan ad hocyang
menerima honor pemilu akan turut merangsang daya beli masyarakat. Badan ad hoc
merupakan badan untuk membantu kerja KPU terkait pemilu, baik di tingkat kecamatan,
kelurahan, maupun tempat pemungutan suara. Belum lagi belanja sosialisasi dan
kampanye dari para peserta pemilu akan berdampak positif terhadap perputaran
ekonomi di masyarakat. Penyelenggaraan pemilu akan meningkatkan permintaan
terhadap produk makanan-minuman, industri tekstil danproduk tekstil(TPT), akomodasi,
dan industri transportasi. Pemilu juga menstimulus usaha padat karya masyarakat
kecil dan menengah. Misalnya, percetakan, konfeksi, periklanan, ataupun usaha
lain yang mendukung kampanye dan sosialisasi pemilu. Berbagai kegiatan terkait
pemilu akhirnya turut menyumbang tambahan pertumbuhan PDB. Jadi, secara tidak langsung
turut menstimulasi peningkatan pendapatan nasional dan juga menjaga stabilitas
ekonomi Indonesia. (Yoga)
Kerja Paruh Waktu Makin Digandrungi Anak Muda
Pekerjaan paruh waktu
atau kerja lepas alias freelance kini banyak diminati anak muda. Sebagian
bahkan memutuskan menjadi pekerja lepas secara penuh (full time freelancer).
Namun, tak sedikit yang mengambil pekerjaan sampingan untuk menambah
pundi-pundi. Mereka memilih jalan ini bukan karena minim keterampilan. Menurut
laporan lokapasar (marketplace) yang mempertemukan pencari dan pemberi kerja,
Upwork, sekitar 60 juta warga atau 39 % tenaga kerja AS bekerja sebagai pekerja
lepas pada 2022. Mereka menyumbang 1,35 triliun USD pada perekonomian AS,
nilainya naik 50 juta USD dibandingkan tahun 2021. Pertumbuhan nominal yang sejalan
dengan minat para pekerja lepas ini menunjukkan munculnya alternatif pekerjaan
lain dari pekerjaan tradisional ”9 to 5”. Data Upwork menggambarkan pekerja profesional
mencari keuntungan lain dari pekerjaan sampingan, entah menambah pemasukan, otonomi,
atau sekadar menemukan pekerjaan yang lebih bermakna.
Bertha S Rahajeng (29) banting
setir dari pekerja kantoran menjadi pekerja lepas secara penuh. Jenis pekerjaan
ini memberinya otoritas penuh atas kariernya. ”Aku bisa punya kebebasan dalam
memilih karierku. Misal, aku offer skill-ku yang lain juga bisa, jadi aku
secara pribadi berkembang karena belajar terus,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (23/11).
Selain itu, penghargaan atas hasil kerja juga ia rasakan lebih tinggi
dibandingkan ketika bekerja di korporasi. Kondisi ini meyakinkannya bahwa ia
memang tak cocok dengan budaya kerja di korporasi. Pekerjaan yang dinilai berdasarkan
ukuran proyek memompa kepercayaan diri Bertha untuk berkarya. ”Saat deal proyek
besar, rasanya bisa boost kepercayaan diriku, mengetahui kalau kemampuanku ini
bisa dibayar gede. Jadi, aku tentu makin mantap jadi freelancer,” tuturnya.
Ada pula yang mengambil pekerjaan
paruh waktu guna mencari pengalaman kerja sedini mungkin saat masih duduk di
bangku kuliah. Michelle Angela (22), mahasiswa Yogyakarta, bekerja paruh waktu
di tengah proses menggarap skripsi. Ia magang di sebuah kantor konsultan
manajemen. Selain mendapat beragam pengalaman, magang juga membantunya
menemukan arah kecintaannya terhadap suatu pekerjaan. Berawal bekerja sebagai
admin media sosial secara paruh waktu saat magang, kini dia menjadi general
affair dengan status pekerja tetap. ”Dikasih kepercayaan, tanggung jawab, punya
nilai plus sampai akhirnya dipekerjakan sampai sekarang jadi full time,” kata
Michelle. Fleksibilitas untuk memilih jenis pekerjaan hingga keluwesan waktu
bekerja jadi magnet para freelancer, yang jarang ditemukan saat bekerja di
korporasi yang kaku dengan kebijakan perusahaan. (Yoga)
KPK: Firli Bahuri Masih Menjabat sebagai Ketua KPK
Pasien Ada, Obat Tak Ada
PINJAMAN DARING, Kredit Macet Tertinggi di Lima Provinsi
Data Statistik Tekfin Pendanaan dari OJK mengungkap,
pertumbuhan penyaluran pinjaman daring atau pinjol meningkat selama beberapa
tahun terakhir. Angkanya lebih tinggi disbanding lembaga pendanaan konvensional.
Pertumbuhan penyaluran kredit pinjol yang tajam sejalan dengan kenaikan kredit
macet. Jumlah kredit macet pinjol yang dikenal dengan istilah TWP 90 atau
tingkat wanprestasilebih dari 90 hari ini hampir berlipat ganda sejak Januari 2021.
Di tingkat provinsi, TWP 90 tertinggi ditemukan di NTB yang mencapai 6,7 % per
Juli 2023, disusul Banten 4,9 %, Jabar 4,1 %, Jatim 3,7 %, dan Jateng 3,3 %.
Hal serupa terlihat di periode Januari 2021 dan Juni 2023.
Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Ahmad Masyhuri
mengakui, pinjol menjadi salah satu persoalan di daerahnya. ”Tidak ada yang
bisa mengatakan telah tuntas kita perangi, kami mengharapkan pinjol tidak
menjalar ke mana-mana,” kata Masyhuri. Infrastruktur telekomunikasi menjadi
faktor pendorong warga mengenal keuangan digital. ”Untuk memasarkan pinjol atau
digitalisasi keuangan secara umum tidak menjadi soal. Tinggal konsumen yang memilih,”
kata Masyhuri. Sejalan dengan peningkatan kredit macet, angka penambahan utang
berjalan di lima provinsi itu juga meningkat. Utang berjalan di Jabar, per
Januari 2021-Juli 2023, meningkat 268 %, disusul Jatim 254 %, Jateng 238 %,
Banten 221 %, dan NTB 168 %. Total nilai utang berjalan secara nasional
mencapai Rp 56 triliun. (Yoga)
Iklan Pinjol Harus Dikendalikan
Orang mudah tergiur untuk meminjam uang dari platform pinjaman
daring atau pinjol. Mereka melakukan itu karena melihat tawaran kemudahan dari
iklan. Penerima pinjaman daring selama dua tahun terakhir didominasi kelompok
usia kurang dari 35 tahun. Mereka menggunakan dana pinjaman untuk hal-hal
konsumtif. Meski bergaji rendah, sifat konsumtif generasi muda menjadikan mereka
sasaran utama penyaluran pinjol.
Analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menemukan, ada peningkatan 5,3 %
jumlah peminjam pinjol yang tidak lancar dan macet di atas 30 hari pada
kelompok usia 17 hingga 34 tahun ini (Kompas, 22/11). Otoritas tentu sudah melakukan
berbagai cara agar keberadaan platform memberi kemudahan dan sekaligus memberi pelindungan kepada nasabah
pinjaman daring. Mereka juga memberi rambu-rambu soal keamanan dalam
bertransaksi di berbagai platform teknologi finansial (tekfin). Akan tetapi, berbagai
upaya itu sepertinya belum mencukupi.
Berbagai kasus memperlihatkan bahwa orang dengan dengan hasilan rendah, yang kemudian
berhadapan dengan sejumlah masalah finansial, langsung tertarik dengan pinjaman
daring karena melihat iklan-iklannya di berbagai kanal. Sebagian besar iklan
pinjaman daring menawarkan banyak kemudahan dan menggiurkan. Beberapa isi iklan
itu antara lain kemudahan untuk meminjam, kemudahan mendapatkan pinjaman, dan
suku bunga yang disebut lebih rendah (dibandingkan dengan platform lain). Dengan
cara pemasaran digital yang bisa menyasar target dengan lebih akurat, iklan-iklan
pinjaman daring berdampak signifikan terhadap kinerja bisnis mereka. Tidak
mengherankan, mereka jorjoran mengeluarkan belanja pemasaran. Selama periode
Januari- Agustus 2023, rata-rata porsi dana iklan dan pemasaran dari 101
perusahaan fintech lending yang terdaftar di OJK mencapai 34,7 %, dengan nilai Rp
1,3 triliun atau Rp 13,2 miliar per perusahaan, meningkat 6 % dibandingkan periode
yang sama pada 2022 di 28,7 % atau Rp 8,6 miliar per perusahaan. Mereka tentu
berharap mendapatkan peminjam dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. (Yoga)
Industri Tekstil Makin Tertekan Geopolitik dan Impor Ilegal
Beberapa perusahaan tekstil dalam negeri yang terdaftar di pasar
modal kritis. Kondisi keuangan membuat mereka tersegel, bahkan nyaris didepak
dari daftar perusahaan terbuka. Fundamental industri tekstil tertekan ketidakpastian
global dan banjirnya produk impor ilegal. Menjelang akhir 2023, beberapa
perusahaan tekstil masuk dalam papan pemantauan khusus. Salah satunya PT Sri
Rejeki Isman Tbk. Emiten berkode SRIL itu masuk dalam kategori ekuitas negatif
dan likuiditas rendah. Efek SRIL sudah disuspensi atau tidak diperdagangkan
selama 30 bulan sejak 18 Mei 2021. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek
Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangannya yang dikutip Kamis
(23/11) mengatakan, dalam melakukan pemantauan atas perusahaan tercatat, bursa melakukan
beberapa upaya perlindungan investor ritel, salah satunya melalui pengenaan notasi
khusus dan penempatan pada papan pemantauan khusus.
Dalam laporan keuangan SRIL periode sembilan bulan pada
2023, penjualan neto perusahaan merosot 47,6 % dibandingkan penjualan per
September 2022, dari angka 474,17 juta USD menjadi 248,50 juta USD. Perusahaan
itu menanggung rugi operasional senilai 105,14 juta USD. Kerugian itu menurun
27,39 % dari kerugian tahun lalu 144,80 juta USD. PT Sejahtera Bintang Abadi Textile
Tbk (SBAT) juga masuk pemantauan khusus karena tidak ada pendapatan usaha dalam
laporan keuangan terakhir. Efek SBAT tidak lagi ditransak- sikan sejak
pertengahan 2021. Melihat laporan keuangan terakhir mereka di semester I-2023,
keuntungan anjlok 82,25 % secara tahunan menjadi Rp 11,09 miliar. Penurunan
kinerja juga dialami PT Asia Pacific Fibers Tbk. Emiten berkode POLY itu kini
dipantau khusus karena laporan keuangan terakhirnya menunjukkan ekuitas
negatif.
Sampai 30 September 2023, pendapatan POLY turun 27,72 %
secara tahunan ke angka 228,49 juta USD, dibandingkan dengan 316,14 juta USD
pada tahun lalu. Mereka juga mengalami kerugian komprehensif tahun berjalan
sebesar 16,05 juta USD dan defisiensi modal sebesar 960,49 juta USD. ”Industri
poliester terus menghadapi ketidakpastian dan volatilitas selama Januari hing
ga 23 September karena ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, perang Rusia
dan Ukraina, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, inflasi yang tinggi, dan
kenaikan biaya bunga,” kata perusahaan dalam laporan keuangannya. Seluruh
rantai poliester berada di bawah tekanan berat dengan permintaan yang lesu dan
tantangan pasokan yang berlebihan. Banyak produsen yang mengurangi produksi dan
beberapa di antaranya tutup karena tren penurunan ini. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









