Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Upah Buruh: Beban atau Investasi Sosial
Wapres: Netralitas Jangan Hanya Slogan
Imbauan untuk menjaga netralitas tak hanya berlaku bagi
penyelenggara pemilu di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Ini karena
pemilu harus berjalan secara jujur, adil, dan bersih. Wapres Ma’rufAmin meminta
semua petugas Panitia Pemilihan Luar Negeri atau PPLN benar-benar menjaga
netralitas pada Pemilu 2024. Jangan sampai pemilu berjalan, tetapi ada pesanan
dan tekanan terhadap PPLN, baik dari peserta maupun penyelenggara pemilu. ”Saya
minta pemilu benar-benar dapat dijalankan secara bersih serta jurdil, jujur dan
adil. Netralitas betul, ya. Jangan hanya slogan, tetapi dijalankan,” kata
Wapres Amin menjawab pertanyaan seusai makan siang bersama dengan Dubes RI untuk Slowakia Pribadi Sutiono di
kantor KBRI, Bratislava, Slowakia, Sabtu (25/11) siang waktu setempat atau
malam di Jakarta.
Menurut Pribadi, PPLN Slowakia sudah siap menyelenggarakan
pemungutan suara yang dimulai pada 10 Februari 2024. Pemungutan suara digelar
lewat pencoblosan langsung di tempat pemungutan suara ataupun melalui surat
pemilih an yang dikirimkan ke pemilih.”Mengapa dimulai sejak 10 Februari adalah
agar pada 14 Februari semua hasil pemilu sudah dapat diterima dan dikirim ke
KPU,” ujar Pribadi, seperti dilaporkan oleh wartawan Kompas, SuhartoNo dari Bratislava.
Saat ini tercatat ada 330 orang sebagai pemilih di Bratislava yang sebagian
besar pekerja migran. Pribadi menegaskan akan menyelenggarakan pemilu dengan
bersih dan jurdil seperti yang diharapkan Wapres. (Yoga)
Masa Depan Kami Terbentang di Desa
Pariwisata di Desa Kemiren berdetak kencang. Anak-anak muda
setempat mulai berpikir, tak perlu jauh-jauh bertarung hidup di kota. Lebih
baik hidup tenang di desa, memelihara akar budaya dan memanfaatkan semua
kebaikan alam yang ada, lantas mengemasnya dalam paket-paket wisata. Malam
telah menembus pagi. Seribu-dua ribu orang yang sejak semalam begadang
mengikuti pertunjukan barong sepuh di pelataran Anjungan Wisata Osing, Desa
Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jatim, merangsek mendekati panggung.
Mereka tidak sabar menyaksikan momen puncak pertunjukan: orang-orang kesurupan
”roh macan”. Seiring makin kencangnya tetabuhan gamelan, otot-otot tangan dan
wajah anak muda itu menegang. Sedetik kemudian, ia bergerak liar dan hendak
melompat. Jika tidak dipegangi, ia akan menerkam dan konon menggigit penonton. Semakin
liar gerakan mereka yang kesurupan, semakin senang penonton. ”Ini yang ditunggu
semua orang, momen orang kesurupan macan,” ujar Adi, sopir mobil sewaan yang
mengaku tidak pernah bosan menonton barong sejak ia kecil.
Pertunjukan barong sepuh yang dimainkan kelompok Tresno
Budaya semalam suntuk sejak Sabtu (18/11/2023) malam pukul 20.00-an hingga Minggu
pagi pukul 06.00-an menutup Festival Kemiren ”Raksa Rumyat Bentur” yang berlangsung
sejak 17 November 2023. Panitia yang terdiri atas anak-anak muda Kemiren, yang bergabung
dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kencana, bisa bernapas lega. ”Semua
berjalan lancar dan denes,” ujar Edi Saputro (26), pentolan anak muda di Pokdarwis
Kencana. Denes yang dia maksud berarti sempurna. Untuk memperbesar pasar
wisata, Pokdarwis Kencana membuat paket-paket wisata yang bertumpu pada tradisi
Kemiren. Bagaimanapun budaya merupakan kekuatan dasar Desa Kemiren. ”Jadi,
wisata mesti mengikuti budaya, bukan sebaliknya,” kata Edi. Selain itu, wisata
harus dikerjakan bersama-sama warga sesuai filosofi lung-lungan atau gotong
royong orang Kemiren, serta melibatkan lembaga adat, ujar Ketua Lembaga Adat
Desa Kemiren Suhaimi. (Yoga)
Tekanan Terhadap Nilai Tukar Rupiah Belum Usai
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah mulai berkurang. Namun, kondisi ini tidak akan berlangsung lama, mengingat kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) yang besar pada akhir tahun.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, bakal ada kebutuhan dana yang harus dikeluarkan pada akhir tahun, sesuai dengan pola musiman. Terutama, terkait dengan kebutuhan pembayaran utang luar negeri (ULN) yang cenderung meningkat tiap akhir kuartal, dan juga ada kebutuhan dolar paman Sam untuk pembayaran impor para pengusaha.
Walaupun di sisi lain, ia melihat, tetap ada kemungkinan dana asing masuk di sisa tahun 2023, seiring dengan berbagai peristiwa yang terjadi di global maupun dalam negeri.
Pertama,
datang dari kemungkinan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) yang tak akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun.
Kedua, gencatan senjata yang akan berlangsung antara Israel dan Hamas. Sehingga, ketegangan di kawasan Timur Tengah agak mereda.
Ketiga, upaya Bank Indonesia (BI) dalam mengundang aliran masuk modal asing, seperti kebijakan suku bunga serta instrumen moneter baru Sekuritas Rupiah BI (SRBI), Sekuritas Valas BI (SVBI), dan Sukuk Valas BI (SUVBI).
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga melihat, ada kemungkinan dana asing masuk di sisa tahun ini. Meski memang, angkanya tidak terlalu besar. "Memasuki pertengahan Desember nanti, volume pasar akan jauh menurun karena sudah memasuki liburan akhir tahun," jelas David.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, dari awal Oktober hingga 21 November 2023, ada aliran masuk modal asing secara neto sebesar US$ 2,6 miliar. Hal ini sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang masih baik.
Mengawal Target Lifting Migas
Di tengah kondisi geopolitik dunia yang tengah memanas, para pemangku kepentingan di sektor energi dan sumber daya mineral tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah khususnya dari sisi hulu minyak dan gas bumi. Produksi minyak mentah nasional yang tengah terjun bebas berdampak serius terhadap capaian lifting sepanjang tahun. Lebih lanjut, situasi ini membuat otoritas hulu minyak dan gas (migas) nasional khawatir capaian target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 bakal terganggu. Selama ini, muncul tiga masalah besar yang membuat kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tertatih-tatih untuk meningkatkan produksi minyak mentah ini. Pertama, titik awal produksi yang rendah. Kedua, unplanned shutdown di sejumlah lapangan minyak yang menjadi andalan lifting nasional, dan ketiga, mundurnya penyelesaian proyek sumber energi fosil ini. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), proyeksi lifting migas pada akhir tahun ini akan berada di kisaran 607.500 barel per hari (bopd) untuk minyak, dan 5.400 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas. Adapun, target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN 2023 dipatok di level 600.000 bopd, sedangkan gas bumi sebesar 6.160 MMscfd. Kegiatan eksplorasi migas disadari sangat penting untuk mendapatkan tambahan cadangan dari hasil penemuan di lapangan baru yang masih segar. Pemerintah sangat gencar mendorong KKKS untuk mencari cadangan migas baru dan menerapkan teknologi enhance oil recovery (EOR) untuk lapangan tua. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah turut memberikan kemudahan berupa insentif yang dituangkan dalam beleid tentang kontrak bagi hasil kotor (gross split) jika menggunakan teknologi tinggi tersebut. Melalui EOR akan meningkatkan jumlah minyak mentah dari ladang migas mencapai 30% hingga 60%, lebih tinggi dibandingkan dengan pemanfaatan primary and secondary recovery.
Lindungi Bumi dengan Investasi Hijau
Minat masyarakat berinvestasi
di investasi hijau meningkat dari waktu ke waktu. Laporan dari Global
Sustainable Investment Alliance (2021) mencatat, terdapat kenaikan 15 % pada
investasi berkelanjutan dengan total dana kelola 35,3 triliun USD selama empat tahun
terakhir di seluruh dunia. Masyarakat semakin sadar akan dampak permasalahan
lingkungan ke kehidupan manusia, baik dari aspek sosial, politik, maupun
ekonomi. Laporan Bank Dunia (2009) memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat
memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia, yaitu 2,5 % - 7 %
dari PDB pada tahun 2100 seiring meningkatnya biaya kesehatan dan lingkungan.
Negara-negara di dunia,
termasuk Indonesia, telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung
proyek-proyek ramah lingkungan yang mengedepankan prinsip environmental,
social, and governance (ESG), seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah,
dan efisiensi energi. Salah satu sumber pendanaan untuk menyukseskan proyek ramah
lingkungan berasal dari investasi masyarakat yang berinvestasi di investasi
hijau, yang tidak hanya berpotensi mendapat keuntungan, tetapi juga mengambil
bagian untuk melestarikan bumi. Investasi hijau mengedepankan aspek 3P(people,
planet, and profit) dalam pengelolaannya. (Yoga)
MENYELISIK DAMPAK EKONOMI PEMILU
Tahun depan, Indonesia
akan melaksanakan pemilihan umum (pemilu) secara serentak. Pemilihan presiden
dan wapres serta pemilihan anggota legislatif dilakukan pada 14 Februari 2024.
Sementara pemilihan kepala daerah dilaksanakan pada akhir 2024. Pesta demokrasi
tersebut tak hanya berdampak pada social politik, tetapi juga memengaruhi
ekonomi, dimana penyelenggaraan pemilu memengaruhi dinamika perekonomian nasional.
Aktivitas perpolitikan bakal meningkatkan konsumsi masyarakat, mulai dari
persiapan hingga pelaksanaan pemilu, termasuk di dalamnya pengeluaran
pemerintah untuk penyelenggaraan pemilu hingga belanja kampanye. Anggaran besar
pemilu yang dialokasikan untuk kebutuhan pengadaan logistik, barang, dan jasa
akan menggairahkan sektor produksi dan distribusi.
Belanja dan konsumsi dari
penyelenggaraan pemilu dari tingkat pusat sampai dengan badan ad hocyang
menerima honor pemilu akan turut merangsang daya beli masyarakat. Badan ad hoc
merupakan badan untuk membantu kerja KPU terkait pemilu, baik di tingkat kecamatan,
kelurahan, maupun tempat pemungutan suara. Belum lagi belanja sosialisasi dan
kampanye dari para peserta pemilu akan berdampak positif terhadap perputaran
ekonomi di masyarakat. Penyelenggaraan pemilu akan meningkatkan permintaan
terhadap produk makanan-minuman, industri tekstil danproduk tekstil(TPT), akomodasi,
dan industri transportasi. Pemilu juga menstimulus usaha padat karya masyarakat
kecil dan menengah. Misalnya, percetakan, konfeksi, periklanan, ataupun usaha
lain yang mendukung kampanye dan sosialisasi pemilu. Berbagai kegiatan terkait
pemilu akhirnya turut menyumbang tambahan pertumbuhan PDB. Jadi, secara tidak langsung
turut menstimulasi peningkatan pendapatan nasional dan juga menjaga stabilitas
ekonomi Indonesia. (Yoga)
Kerja Paruh Waktu Makin Digandrungi Anak Muda
Pekerjaan paruh waktu
atau kerja lepas alias freelance kini banyak diminati anak muda. Sebagian
bahkan memutuskan menjadi pekerja lepas secara penuh (full time freelancer).
Namun, tak sedikit yang mengambil pekerjaan sampingan untuk menambah
pundi-pundi. Mereka memilih jalan ini bukan karena minim keterampilan. Menurut
laporan lokapasar (marketplace) yang mempertemukan pencari dan pemberi kerja,
Upwork, sekitar 60 juta warga atau 39 % tenaga kerja AS bekerja sebagai pekerja
lepas pada 2022. Mereka menyumbang 1,35 triliun USD pada perekonomian AS,
nilainya naik 50 juta USD dibandingkan tahun 2021. Pertumbuhan nominal yang sejalan
dengan minat para pekerja lepas ini menunjukkan munculnya alternatif pekerjaan
lain dari pekerjaan tradisional ”9 to 5”. Data Upwork menggambarkan pekerja profesional
mencari keuntungan lain dari pekerjaan sampingan, entah menambah pemasukan, otonomi,
atau sekadar menemukan pekerjaan yang lebih bermakna.
Bertha S Rahajeng (29) banting
setir dari pekerja kantoran menjadi pekerja lepas secara penuh. Jenis pekerjaan
ini memberinya otoritas penuh atas kariernya. ”Aku bisa punya kebebasan dalam
memilih karierku. Misal, aku offer skill-ku yang lain juga bisa, jadi aku
secara pribadi berkembang karena belajar terus,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (23/11).
Selain itu, penghargaan atas hasil kerja juga ia rasakan lebih tinggi
dibandingkan ketika bekerja di korporasi. Kondisi ini meyakinkannya bahwa ia
memang tak cocok dengan budaya kerja di korporasi. Pekerjaan yang dinilai berdasarkan
ukuran proyek memompa kepercayaan diri Bertha untuk berkarya. ”Saat deal proyek
besar, rasanya bisa boost kepercayaan diriku, mengetahui kalau kemampuanku ini
bisa dibayar gede. Jadi, aku tentu makin mantap jadi freelancer,” tuturnya.
Ada pula yang mengambil pekerjaan
paruh waktu guna mencari pengalaman kerja sedini mungkin saat masih duduk di
bangku kuliah. Michelle Angela (22), mahasiswa Yogyakarta, bekerja paruh waktu
di tengah proses menggarap skripsi. Ia magang di sebuah kantor konsultan
manajemen. Selain mendapat beragam pengalaman, magang juga membantunya
menemukan arah kecintaannya terhadap suatu pekerjaan. Berawal bekerja sebagai
admin media sosial secara paruh waktu saat magang, kini dia menjadi general
affair dengan status pekerja tetap. ”Dikasih kepercayaan, tanggung jawab, punya
nilai plus sampai akhirnya dipekerjakan sampai sekarang jadi full time,” kata
Michelle. Fleksibilitas untuk memilih jenis pekerjaan hingga keluwesan waktu
bekerja jadi magnet para freelancer, yang jarang ditemukan saat bekerja di
korporasi yang kaku dengan kebijakan perusahaan. (Yoga)
KPK: Firli Bahuri Masih Menjabat sebagai Ketua KPK
Pasien Ada, Obat Tak Ada
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









