Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Kemenkominfo Kaji Ulang Pembangunan 4 PDN
UPAH MINIMUM PROVINSI, Tarik Ulur Masih Terjadi di Sejumlah Daerah
Menjelang penetapan upah minimum provinsi atau UMP tahun
2024 pada Selasa (21/11), tarik ulur masih terjadi di sejumlah daerah.
Pemerintah diminta mengakomodasi aspirasi buruh sekaligus menjaga iklim perekonomian
yang kini sedang di tengah aneka tekanan. Di DKI Jakarta, dalam berita acara
Keputusan Sidang Dewan Pengupahan Provinsi DKI, Jumat (17/11), masih terdapat
beda pendapat antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh. Unsur pengusaha
mengusulkan menggunakan PP No 51 Tahun 2023 dengan alfa 0,20 yang diambil dari
angka pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sehingga nilai UMP tahun 2024 jadi Rp
5,043 juta. Sementara unsur serikat pekerja mengusulkan besaran nilai UMP tahun
2024 naik 15 %, dengan rincian menggunakan formula inflasi 1,89 %, pertumbuhan
ekonomi DKI Jakarta 4,96 %, ditambah indeks tertentu 8,15 % menjadi Rp 5,63
juta.
Adapun unsur pemerintah DKI Jakarta memakai PP No 51/2023
dengan alfa 0,30 sehingga UMP DKI Jakarta 2024 menjadi Rp 5,067 juta. Pj.
Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Selasa, menyatakan, dirinya telah menerima
rekomendasi UMP 2024 dari Dewan Pengupahan dan masih memprosesnya. Di Aceh,
Aliansi Buruh Aceh melakukan aksi damai menuntut kenaikan UMP sebesar 15 % dari
upah sebelumnya atau Rp 512.049. Namun, hasil rapat Dewan Pengupahan Aceh, UMP
hanya naik Rp 47.000 menjadi Rp 3.460.672 per bulan. Di Surabaya, Jatim,
kalangan pekerja menolak rencana penetapan UMP menggunakan formulasi PP No 51/2023.
Pekerja juga meminta kenaikan upah 15 %. Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia Jatim Jazuli mengatakan, kenaikan itu dihitung dari inflasi tahunan ditambah
pertumbuhan ekonomi pada tahun berjalan, prediksi inflasi, dan pertumbuhan
ekonomi 2024. (Yoga)
Proyek IKN Masih di Bawah Target
Pembiayaan untuk megaproyek pembangunan Ibu Kota Nusantara
(IKN) di Kaltim masih jauh dari target. Bahkan, sampai saat ini, belum ada
investor asing yang secara langsung berinvestasi. ”Tetapi sampai saat ini yang riil
untuk memulai (berinvestasi) memang belum. Namun, dengan tumpukan LoI (letter
of intent) sebesar itu, masak satu saja ndak. Saya kira akan banyak. Hanya kita
dahulukan dulu investor di dalam negeri,” kata Presiden Jokowi menjawab
pertanyaan wartawan ketika melepas bantuan kemanusiaan ke Palestina di Pangkalan
TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (20/11). Di APEC CEO Summit, Presiden
Jokowi menyebut saat ini adalah saat tepat untuk berinvestasi di Indonesia.
Indonesia dinilai menyediakan peluang besar karena pertumbuhan ekonomi yang
terus mencapai 5 % tahun 2023, demikian pula diperkirakan tahun 2024.
Tak hanya itu, ada potensi besar berupa kekayaan sumber daya
alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang
terjaga, dan komitmen kuat untuk memastikan iklim investasi yang kondusif dan
kompetitif. Pemerintah Indonesia pun memprioritaskan pembangunan hilirisasi
industri, transisi energi, dan pembangunan ibu kota baru, yakni IKN. Deputi
Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono dalam sambungan
telekonferensi, Senin (20/11), menyatakan, derasnya aliran masuk dana investasi
untuk memenuhi kebutuhan pembangunan IKN hanyalah soal waktu. Alasannya, minat investor
asing sangat tinggi di proyek pembangunan IKN. Sejauh ini, Otorita IKN telah menerima
305 surat pernyataan minat (letter of intent/LoI). Sebanyak 172 LoI di
antaranya berasal dari investor domestik, sedangkan 133 LoI sisanya berasal
dari investor asing. (Yoga)
Bank Indonesia Terbitkan Aturan tentang SVBI dan SUVBI
Perlindungan Pelaut Migran Perlu Setara
Organisasi serikat pekerja dan masyarakat sipil meminta
pemerintah mempertahankan regulasi perlindungan hukum pelaut migran Indonesia
yang ada dalam UU No 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia. Ketiadaan regulasi ini dikhawatirkan akan menimbulkan pengabaian hak
pekerja selama penempatan di kapal berbendera asing. Saat ini terdapat sembilan
organisasi pekerja dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Tim Advokasi
Pelaut Migran Indonesia (TAPMI). TAPMI secara khusus memohon kepada Mahkamah Konstitusi
(MK) agar diterima sebagai pihak terkait langsung dalam judicial review penghapusan
frasa pelaut awak kapal dan pelaut perikanan di Pasal 4 Ayat 1 Huruf c UU No 18
Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Permohonan ini baru
saja dimasukkan.
Sebelumnya, pada Oktober 2023, MK sudah menjalankan sidang
gugatan Asosiasi Pekerja Perikanan Indonesia yang meminta penghapusan frasa
pelaut awak kapal dan pelaut perikanan di Pasal 4 Ayat 1 Huruf c. Hal itu
disebabkan keberadaan frasa tersebut dinilai akan merugikan secara konstitusi
kepentingan keagenan awak kapal. Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia
(SBMI) Hariyanto Suwarno, Senin (20/11) di Kompleks MK, Jakarta, berpendapat,
pelaut dalam dan luar negeri seharusnya memiliki hak perlindungan yang setara,
mulai dari hukum, ekonomi, hingga sosial. Pengakuan hak yang setara ini penting.
Karena itulah, dalam UU No 18/2017 disebutkan pelaut awak kapal dan pelaut
perikanan masuk dalam kategori pekerja migran. (Yoga)
Kontroversi Menu Tengkes di Kota Depok
Menu makanan pencegah stunting atau tengkes menuai
kontroversi di Kota Depok, Jabar. Pasalnya, stoples makanan yang dibiayai APBN
itu ditempeli stiker bergambar Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali
Kota Depok Imam Budi Hartono. Menu makanan juga dinilai sejumlah warga terlalu
sederhana dan kurang bergizi. Program pemberian makanan tambahan (PMT) ini
menelan anggaran Rp 4,9 miliar dan menyasar 9.882 anak balita di Depok dengan
nilai Rp 18.000 per orang. Sasaran PMT lokal ialah anak balita (6-59 bulan)
dengan kategori anak balita gizi kurang, anak balita berat badan kurang, anak
balita tengkes dengan gizi kurang, dan anak balita berat badan tidak naik. Kota
Depok menerapkan program ini selama 28 hari, yakni 10 November hingga 7 Desember
2023. Anak balita diberikan menu kudapan selama enam hari dan satu hari makanan
lengkap.
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi, Senin
(20/11) mengatakan, kemasan yang digunakan tidak patut. Selain menimbulkan
huru-hara menjelang tahun politik, anggaran pengadaan stoples cukup besar.
Terlebih, anggaran program itu dari APBN. Dengan anggaran itu, Pemkot Depok
seharusnya lebih mementingkan isi menu dibandingkan dengan kemasan yang dapat
memangkas anggaran. Di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Senin,
anak balita diberikan makanan tambahan berupa kudapan dan menu makan siang yang
terdiri dari nasi, sayuran, telur, bakso, dan kuah sop. Menurut Arini, menu
kali ini lebih variatif. Kudapan yang diterima beberapa hari sebelumnya dinilai
kurang layak, seperti nuget tempe dan tahu rebus. Tidak ada susu. (Yoga)
Ekonomi dan Krisis Demokrasi
Tahun depan, sekitar 2 miliar orang atau hampir separuh
penghuni dunia akan mengikuti proses pemilihan umum (pemilu) yang tersebar di
76 negara. Momen ini seharusnya menjadi pesta demokrasi terbesar dalam sejarah
manusia. Namun, faktanya, banyak cacat dalam pelaksanaannya. Meski prosedur
dijalankan, terjadi berbagai manipulasi dan tekanan sehingga kualitas demokrasi
tak terjaga (flawed democracy). Begitu prediksi The World Ahead 2024 terbitan
majalah The Economist. Indonesia, bersama AS dan India, akan menjadi negara
dengan peserta pemilu terbesar di dunia. Penduduk India 1,4 miliar jiwa, AS 342
juta jiwa, dan Indonesia 280 juta jiwa. Di Indonesia, Presiden Jokowi dengan
tingkat kepuasan rakyat 80 % menjadi faktor yang bisa ikut menentukan presiden
berikutnya: siapa pun yang didukungnya punya peluang menang. Sementara itu, berbagai
kelompok masyarakat sipil dan pencinta demokrasi tengah menyuarakan gerakan
pemilu jujur dan adil agar demokrasi tidak cacat.
Pemilu 2024 menjadi salah satu pertaruhan besar bagi masa
depan bangsa, termasuk kelangsungan proyek pembangunan yang sudah dilaksanakan
sepanjang sembilan tahun terakhir. Martin Wolf, kolumnis terkemuka Financial
Times, menulis buku berjudul The Crisis of Democratic Capitalism (2023) yang menggambarkan
kemunduran demokrasi seiring meredupnya kapitalisme. Masa jaya demokrasi di
tengah kebebasan berekspresi dan sistem ekonomi terbuka tengah surut, diikuti meningkatnya
pemerintahan otoriter di banyak negara di dunia. China telah berhasil
mengembangkan perekonomian berbasis pasar bebas tanpa menerapkan demokrasi.
Ketika perekonomian mengalami stagnasi pascapandemi Covid-19, peran pengusaha
sangat terbatas dalam menggerakkan ekonomi.
AS sebagai salah satu penganjur utama rezim pasar bebas telah
berputar haluan sejak pemerintahan Trump. Mereka mendahulukan kepentingan
domestik dan menarik diri dari percaturan global. Sejak pandemi Covid-19,
kebijakan industrinya banyak dimotori pemerintah, tak lagi mengandalkan
kekuatan sektor swasta (pasar). Di Indonesia, sejak Presiden Jokowi dilantik
pada 2014, pembangunan infrastruktur dibangun secara progresif dengan
mengandalkan perusahaan BUMN sebagai pelaksana proyek. Anggaran infrastruktur naik
drastis, dari Rp 154 triliun pada 2014 menjadi Rp 256 triliun pada 2015.
Alokasinya terus naik hingga mencapai puncaknya pada 2020 senilai Rp 420
triliun. Bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki presiden yang visioner dan
berani mengambil risiko melakukan pembangunan (infrastruktur) yang mendukung
proses hilirisasi serta pembangunan ekosistem industri mobil listrik. Meski mendapat
tentangan dari banyak negara maju dan lembaga multilateral, kebijakan ini tetap
dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menjadi negara maju pada
Indonesia Emas 2045. Meski demikian, jika berbagai kebijakan ini kemudian dijadikan
dalih bagi proses politik yang tidak demokratis, justru muncul risiko besar
terhadap keberlangsungan pembangunan itu sendiri. (Yoga)
IKN Kebanjiran Minat Investor
Mayoritas Karyawan RI Masih Pilih Pekerja Hibrida
Adaro Energy Ekspansi Bisnis Non-Batu Bara di IKN
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









