Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Diferensiasi Produk Wisata Mandalika Diperlukan
Indonesia Tourism Development Corp atau ITDC berupaya mengembangkan
kawasan Mandalika di Lombok, NTB, agar tak hanya dikenal karena sirkuit
balapnya. Skema besar telah dirancang untuk memopulerkan kawasan ini sehingga tak
hanya menarik investor, tetapi juga wisatawan. President Director ITDC atau PT
Pengembangan Pariwisata Indonesia Ari Respati menilai, kesan yang melekat pada
Mandalika adalah sirkuit atau balapan MotoGP. Padahal, proporsi sirkuit hanya 38
hektar dari total kawasan seluas 1.200 hektar. Sebagai upaya memperkenalkan
Mandalika dan sekitarnya untuk meyakinkan investor, ITDC telah mengajak
sejumlah investor ke beberapa lokasi di kawasan Mandalika.
Pembangunan sejumlah arena olahraga lain untuk memasarkan
wisata Mandalika sedang dilakukan ITDC. Salah satunya membangun pacuan kuda
bertaraf internasional. Rencananya, pacuan ini akan diluncurkan pada triwulan III-2024.
Arena ini murni digarap investor. ITDC, ujar Ari, telah menandatangani kesepakatan
dengan PT Indonesian Paradise Property Tbk. Perusahaan yang menaungi sejumlah
hotel berbintang, antara lain Grand Hyatt Jakarta dan Harris Hotel Tuban Bali,
ini berinvestasi membangun stadion paddle. ”Kami rasa akan jadi sebuah titik
balik bahwa daerah Mandalika itu memang cocok sebagai pusat sport tourism,”
ujar Ari di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (23/11). (Yoga)
Kenaikan UMP Ciptakan Dilema
Kenaikan upah minimum provinsi atau UMP tahun 2024
menciptakan dilema bagi sektor usaha padat karya, seperti industri alas kaki
dan tekstil. Kenaikan upah berarti akan menaikkan biaya operasi di tengah
penurunan pasar ekspor akibat gempuran barang impor dan perlambatan ekonomi
dunia. Menurut Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy
Widjanarko, Kamis (23/11) upah pekerja
di industri alas kaki dan sepatu menyumbang 11 % dari total biaya produksi.
Apabila kapasitas produksi dapat maksimal, porsi upah pekerja bisa turun
menjadi 6-8 % dari keseluruhan biaya produksi. ”Ini memberatkan kami di tengah
posisi kami yang sedang berjuang untuk sekadar bertahan hidup,” ujar Eddy.
Menurut dia, kapasitas produksi industri alas kaki dan sepatu
saat ini hanya 50-60 % dari kapasitas terpasang. Pelaku industri alas kaki saat
ini sedang kesulitan untuk mendapatkan pembeli. Perlambatan ekonomi dunia
termasuk di negara-negara mitra dagang, seperti AS dan Eropa, membuat kinerja
ekspor industri alas kaki merosot. Mengutip data BPS, nilai ekspor produk alas
kaki pada periode Januari-Oktober 2023 merosot 18,86 % secara tahunan. Pada
periode Januari-Oktober 2022, nilai ekspor produk alas kaki Indonesia sebesar
6,57 miliar USD. Angka itu merosot menjadi 5,33 miliar USD untuk periode
Januari-Oktober 2023. Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan
SDM Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Nurdin Setiawan menambahkan, setiap
kali ada kenaikan upah berarti ada kenaikan biaya tenaga kerja. Kenaikan upah
ini turut menaikkan pembayaran iuran jaminan sosial untuk ketenagakerjaan dan
kesehatan. (Yoga)
Korupsi Menjegal Arus Investasi
Wajah penegakan hukum Indonesia bertambah muram. Aneka peristiwa yang mencederai hukum terjadi. Terbaru adalah penetapan status tersangka oleh Kepolisian terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.
Ketua lembaga antirasuah itu menjadi tersangka atas kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Ironi yang sangat menyesakkan yang mencederai semangat anti korupsi.
Dus, marwah KPK sebagai lembaga antirasuah hancur lebur. Bukan mustahil, kondisi ini bisa mempengaruhi iklim usaha di Indonesia, termasuk berefek ke minat investasi di Indonesia. Oleh karena itu, para pebisnis dan investor minta pemerintah memberikan kepastian hukum atas investasi dan bisnisnya.
Apalagi, kasus hukum yang menjerat Firli bukan satu-satunya kasus. Daftarnya kasus yang melibatkan aparat penegak hukum yang terjerat perkara pidana dan etik terbilang panjang. Ini pula yang membuat kinerja penegakan hukum di Indonesia loyo. Sejumlah indikator membuktikan itu. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia anjlok, mengacu data Transparency International Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengindikasikan hal yang sama. Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia versi BPS mencatatkan skor 3,92 dari skala 0 sampai 5. Angka ini lebih rendah dibandingkan 2022 sebesar 3,93. Nilai indeks mendekati 5 menunjukkan masyarakat berperilaku semakin antikorupsi, sedang nilai indeks yang semakin mendekati 0 menunjukkan masyarakat semakin permisif terhadap korupsi.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, kualitas hukum Indonesia diragukan pasca Firli ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini juga bisa membuat pebisnis dan investor berpikir ulang untuk menanamkan dana di Indonesia.
Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta berharap penegakan hukum terus membaik, tanpa pandang bulu. Sebab, penegakan hukum menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing Indonesia. "Saat ini Ketua KPK menjadi tersangka. Ini bisa mempengaruhi kepercayaan. Investor butuh kepastian hukum," ungkap dia kepada KONTAN, kemarin.
Stimulus Pajak Tahun Politik
Gerakan dan aktivitas politik akan memuncak pada 2024 karena pada tahun tersebut, masyarakat Indonesia yang mempunyai hak pilihnya dalam pemilihan umum (pemilu) dan tahun itu menjadi tahun politik. Rakyat akan memilih partai, anggota legislatif, presiden, dan wakil presiden. Kegaduhan tampak terlihat di ruang publik saat ini, terjadi pro dan kontra terhadap calon presiden dan wakil presiden, baik di media sosial maupun ruang publik lainnya, akan makin kencang, dengan mengusung kalimat lanjutkan program pemerintah saat ini atau mengusung program perubahan pada masing masing kandidat presiden dan wakil presiden. Situasi politik yang kian memanas ini tidak sejalan dengan iklim investasi 2024.Tahun politik akan menjadi jalan yang sunyi bagi para investor karena mereka akan menunggu siapa yang akan mengambil tongkat kekuasaan dan pemerintahan baru akan melakukan kebijakan apa dalam bidang ekonomi yang berdampak buat investasi mereka di Indonesia. Adapun, menurut Black Law Dictionary, insentif pajak merupakan sebuah penawaran dari pemerintah melalui manfaat pajak, dalam suatu aktivitas tertentu, seperti bantuan uang atau harta untuk kegiatan yang bermutu. Saat ini insentif perpajakan tersebut tecermin dari perkiraan belanja pajak pada 2024 yang diperkirakan mencapai Rp374,5 triliun, tertinggi sejak 2019. Stimulus perpajakan pada 2024 akan diwujudkan dalam bentuk tax holiday, tax allowance, super tax deduction, dan fasilitas pajak penghasilan badan. Dalam dunia usaha, tahun politik ini diprediksi akan berdampak buruk bagi perekonomian.
Selama beberapa tahun terakhir, perekonomian Indonesia terus tumbuh berkat kebijakan ekonomi pemerintah yang komprehensif, termasuk insentif perpajakan. Peningkatan perekonomian melalui insentif pajak sebenarnya didukung oleh teori insentif pajak yang dikembangkan oleh Profesor Gunadi dari Universitas Indonesia. Dalam bukunya, Comprehensive Guide to Income Taxes, ia menjelaskan bahwa insentif pajak menghasilkan beban pajak yang lebih rendah dibandingkan negara lain di kawasan. Oleh karena itu, stimulus pajak berdampak meningkatkan produksi pada sektor bisnis, memberikan pendapatan bagi masyarakat lokal, dan pada akhirnya meningkatkan produk domestik bruto dan kesejahteraan nasional. Secara tidak langsung, insentif pajak akan mendukung perekonomian masyarakat kecil, meskipun kelompok sasaran utamanya adalah investor. Beberapa pakar ekonomi makro memperkirakan pemilu 2024 akan menyebabkan perlambatan ekonomi sebesar 0,27% terhadap produk domestik bruto (PDB). Perlambatan perekonomian ini akan berdampak pada kondisi rakyat kecil. Pemerintah mengantisipasi dampak yang akan dihadapi masyarakat pada tahun politik, misalnya terhadap program perlindungan sosial berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2024 yang akan meningkat sebesar Rp14,89 triliun dibandingkan dengan 2023. Anggaran ini digunakan untuk berbagai kebutuhan penyaluran bantuan sosial, antara lain program keluarga harapan, bantuan gizi dasar, bantuan pendidikan, dan bantuan kesehatan.
PERHOTELAN BALI : CERUK PASAR MASIH BESAR
Ceruk pasar bisnis perhotelan di Bali diyakini masih terbuka. Pelaku usaha perhotelan pun membidik segmen konsumen dan wilayah tertentu untuk menggarap peluang tersebut.
PT Metropolitan Golden Management (MGM) misalnya membuka Hotel Horison Kuta di Kuta, Kabupaten Badung, sejak Juli 2023, untuk membidik wisatawan lokal dengan anggaran terbatas (low budget). General Manager Hotel Horison, Kukuh Mulianto menjelaskan pembukaan hotel bintang 3 itu untuk memberikan pilihan alternatif bagi wisatawan domestik. “Pangsa pasar kami memang wisatawan lokal,” jelas Mulianto, Kamis (23/11).Menurutnya, segmen hotel bintang 3 di Kuta terbilang potensial lantaran tingkat hunian atau okupansi berada di kisaran 50%. Mulianto optimistis okupansi hotel di Kuta akan meningkat pada 2024 seiring dengan pulihnya aktivitas masyarakat dan peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke Bali.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali per September 2023 mencapai 59,25%. Realisasi itu naik 12,80% dari September 2022, tetapi turun 1,39% dari Agustus 2023.Pada periode itu, TPK hotel bintang 5 paling tinggi yakni 63,41%. Hotel bintang 1 dan 4 menyusul, masing-masing 63,05% dan 62,27%, sedangkan hotel bintang 3 dan 4 tercatat hanya 51,78% dan 44,14%.Tingginya okupansi hotel bintang 4 di Bali tampak dari kinerja Hotel Truntum Kuta. Hotel milik PT Hotel Indonesia Group (HIG) itu bahkan mencatatkan okupansi hingga 92% pada September 2023.
“Bali sebagai region dengan okupansi tertinggi pada triwulan ke III dengan rata-rata okupansi hotel jaringan HIG mencapai 80 persen,” ujar Plt VP Corporate Secretary HIG Adianta Apriadi dalam siaran pers beberapa waktu lalu.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa sebelumnya menjelaskan okupansi hotel di wilayahnya didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Suku Bunga 6% Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Jutaan Anak Muda Sulit Bayar ”Pinjol”
Sedikitnya 2,5 juta orang sedang kesulitan mengembalikan
dana pinjaman daring. Dari jumlah ini, lebih dari separuhnya, yaitu 57 %,
merupakan anak muda dengan rentang usia kurang dari 35 tahun. Penerima pinjaman
daring atau pinjaman online alias pinjol selama dua tahun terakhir didominasi
kelompok usia kurang dari 35 tahun. Mereka menggunakan dana pinjaman untuk hal
konsumtif. Meski bergaji rendah, sifat konsumtif generasi muda menjadikan
mereka sasaran utama penyaluran pinjaman. Analisis Tim Jurnalisme Data Harian
Kompas menemukan, terdapat peningkatan 5,3 % jumlah nasabah pinjaman daring
dengan pembayaran tidak lancar dan macet di atas 30 hari pada kelompok usia
17-34 tahun ini. Pada Januari-Agustus 2021, rata-rata persentase jumlah nasabah
pinjaman daring tidak lancar dan macet di rentang usia tersebut 8,1 %. Dalam periode
yang sama pada 2023, angkanyanaikmenjadi 13,4 %. Dengan kata lain, tahun ini rata-rata
ada 1,5 juta nasabah berusia di bawah 35 tahun dengan pembayaran tidak lancer dan
macet. Angka itu setara 57 % dari total 2,6 juta nasabah pinjaman daring dengan
pembayaran tak lancar dan macet.
Analisis menggunakan data statistik bulanan OJK. Setelah di-
kombinasikan dengan data mikro Survei Tenaga Kerja Nasional (Sakernas) dari BPS
per Februari 2022, diperoleh hasil bahwa besaran pinjaman daring nasabah
melebihi gajinya. Pada 2022, rata-rata penghasilan penduduk bekerja Rp 2,17 juta
per bulan. Sementara itu, nilai rata-rata pinjaman daring per orang Rp 2,31
juta atau 106 %, lebih besar dari rata-rata penghasilan. Kelompok usia muda dan
pekerja awal yang berusia 17 hingga 34 tahun menduduki peringkat teratas dalam
hal perbandingan pinjaman dan penghasilan yang tidak seimbang ini. Mereka
menerima pinjaman Rp 2,44 juta atau lebih besar 121 % dari gaji yang hanya Rp 2,02
juta per bulan. Pinjaman konsumtif diberikan dengan tenor pendek, misalnya
kurang dari 30 hari, dengan bunga 0,4 % per hari. Peringkat kedua ditempati kelompok
usia pensiun ke atas (lebih dari 54 tahun) dengan dana pinjaman lebih besar 112
% dibandingkan penghasilannya. Meski demikian, persentase jumlah nasabah pinjaman
daring tidak lancar di atas 30 hari pada kelompok usia ini trennya menurun. Pada
Januari hingga Agustus 2023, hanya 2,2 % atau menurun 5,3 % dibandingkan pada
2021. (Yoga)
STRATEGI PINJOL BERIZIN, Dana Promosi Makin Besar, Keuntungan Meroket Sepuluh Kali Lipat
Kehadiran perusahaan teknologi finansial atau tekfin
tergolong paling akhir dibandingkan dengan lembaga pendanaan konvensional lain.
Sebagai pendatang baru, tekfin pun tampak jorjoran mempromosikan diri agar produknya
dikenal masyarakat luas. Analisis Kompas menemukan, ada peningkatan belanja
iklan dan pemasaran sejak perusahaan tekfin menawarkan pinjaman online (pinjol)
di Indonesia awal 2016. Merujuk data OJK, porsi alokasi dana untuk iklan dan
pemasaran dibandingkan dengan total biaya operasional perusahaan tekfin bahkan
menunjukkan tren terus meningkat. Selama periode Januari-Agustus 2023,
rata-rata porsi dana iklan dan pemasaran dari 101 perusahaan fintech lending yang
terdaftar di OJK mencapai 34,7 %, dengan nilai sedikitnya Rp 1,3 triliun atau
Rp 13,2 miliar per perusahaan, meningkat 6 % dibandingkan periode yang sama
pada 2022 yang masih 28,7 % atau Rp 8,6 miliar per perusahaan.
Besarnya porsi anggaran iklan dan pemasaran ini terbukti
mampu mendongkrak popularitas pinjaman daring di masyarakat. Hal ini tecermin
pada meningkatnya popularitas istilah ”pinjol”, seperti terekam oleh Google
Trends sejak Januari 2022 hingga Agustus 2023. Nilai korelasi antara
peningkatan anggaran iklan dan popularitas istilah pinjol mencapai 0,92 dari batas
korelasi terendah 0 dan paling tinggi 1. Dengan kata lain, pertumbuhan anggaran
pemasaran naik beriringan dengan popularitas pinjol di masyarakat dan berbuah
pada meroketnya laba. Data statistik OJK menyebutkan, laba komprehensif seluruh
penyelenggara tekfin pendanaan pada Januari 2023 sebesar Rp 50,5 miliar. Dalam
waktu delapan bulan atau pada Agustus 2023, nilainya telah menjadi Rp 521,3 miliar.
Nilai peningkatan ini lebih dari 10 kali lipat dari keuntungan awal. (Yoga)
UMP dan Tantangan Ketenagakerjaan
Setidaknya 30 provinsi telah menetapkan upah minimum provinsi
(UMP) pada Selasa (21/11) dengan kenaikan 1,2 % hingga 7,5 %. Penetapan UMP itu
mengacu pada PP No 51 Tahun 2023 tentang Perubahan atas PP No 36 Tahun 2021
tentang Pengupahan. Berdasarkan PP ini, formula penghitungan UMP ditetapkan berdasarkan tingkat inflasi,
pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu yang meliputi tingkat penyerapan tenaga kerja,
rata-rata/median upah, dan faktor lain yang relevan dengan kondisi
ketenagakerjaan. Kalangan dunia usaha umumnya menerima besaran kenaikan ini.
Sebaliknya, buruh menolak karena kenaikan UMP yang ditetapkan lebih rendah
daripada tuntutan mereka yang 15 %. Aksi protes buruh terjadi di sejumlah wilayah.
Beberapa serikat buruh mengancam akan menggelar unjuk rasa lebih besar untuk
mendesak agar tuntutan dipenuhi.
Tarik-menarik kepentingan antara buruh, dunia usaha, dan pemerintah
selalu terjadi dalam penetapan upsh minimum (UM), setiap tahun. Kita perlu
menjaga, jangan sampai momentum aksi buruh dimanfaatkan untuk kepentingan politik
sempit, dan akhirnya memicu situasi tak kondusif bagi hubungan industrial dan
perekonomian secara keseluruhan serta keberlanjutan perluasan lapangan kerja. Kenaikan
UM harus diletakkan pada konteks situasi riil yang dihadapi, tanpa meninggalkan
hakikat UM sebagai instrumen jaring pengaman yang melindungi buruh dari
eksploitasi. UM yang ideal tentu menjamin buruh hidup layak, tetapi tak
mengancam kelangsungan dunia usaha dan memungkinkan perekonomian tumbuh sehat.
Dengan demikian, dapat tercipta lapangan kerja bagi 7,86 juta orang yang masih
menganggur dan 2,2 juta angkatan kerja baru yang masuk ke pasar kerja setiap
tahun. (Yoga)
Tahun Politk Dorong Belanja Masyarakat
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









