Jutaan Anak Muda Sulit Bayar ”Pinjol”
Sedikitnya 2,5 juta orang sedang kesulitan mengembalikan
dana pinjaman daring. Dari jumlah ini, lebih dari separuhnya, yaitu 57 %,
merupakan anak muda dengan rentang usia kurang dari 35 tahun. Penerima pinjaman
daring atau pinjaman online alias pinjol selama dua tahun terakhir didominasi
kelompok usia kurang dari 35 tahun. Mereka menggunakan dana pinjaman untuk hal
konsumtif. Meski bergaji rendah, sifat konsumtif generasi muda menjadikan
mereka sasaran utama penyaluran pinjaman. Analisis Tim Jurnalisme Data Harian
Kompas menemukan, terdapat peningkatan 5,3 % jumlah nasabah pinjaman daring
dengan pembayaran tidak lancar dan macet di atas 30 hari pada kelompok usia
17-34 tahun ini. Pada Januari-Agustus 2021, rata-rata persentase jumlah nasabah
pinjaman daring tidak lancar dan macet di rentang usia tersebut 8,1 %. Dalam periode
yang sama pada 2023, angkanyanaikmenjadi 13,4 %. Dengan kata lain, tahun ini rata-rata
ada 1,5 juta nasabah berusia di bawah 35 tahun dengan pembayaran tidak lancer dan
macet. Angka itu setara 57 % dari total 2,6 juta nasabah pinjaman daring dengan
pembayaran tak lancar dan macet.
Analisis menggunakan data statistik bulanan OJK. Setelah di-
kombinasikan dengan data mikro Survei Tenaga Kerja Nasional (Sakernas) dari BPS
per Februari 2022, diperoleh hasil bahwa besaran pinjaman daring nasabah
melebihi gajinya. Pada 2022, rata-rata penghasilan penduduk bekerja Rp 2,17 juta
per bulan. Sementara itu, nilai rata-rata pinjaman daring per orang Rp 2,31
juta atau 106 %, lebih besar dari rata-rata penghasilan. Kelompok usia muda dan
pekerja awal yang berusia 17 hingga 34 tahun menduduki peringkat teratas dalam
hal perbandingan pinjaman dan penghasilan yang tidak seimbang ini. Mereka
menerima pinjaman Rp 2,44 juta atau lebih besar 121 % dari gaji yang hanya Rp 2,02
juta per bulan. Pinjaman konsumtif diberikan dengan tenor pendek, misalnya
kurang dari 30 hari, dengan bunga 0,4 % per hari. Peringkat kedua ditempati kelompok
usia pensiun ke atas (lebih dari 54 tahun) dengan dana pinjaman lebih besar 112
% dibandingkan penghasilannya. Meski demikian, persentase jumlah nasabah pinjaman
daring tidak lancar di atas 30 hari pada kelompok usia ini trennya menurun. Pada
Januari hingga Agustus 2023, hanya 2,2 % atau menurun 5,3 % dibandingkan pada
2021. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023