Lindungi Bumi dengan Investasi Hijau
Minat masyarakat berinvestasi
di investasi hijau meningkat dari waktu ke waktu. Laporan dari Global
Sustainable Investment Alliance (2021) mencatat, terdapat kenaikan 15 % pada
investasi berkelanjutan dengan total dana kelola 35,3 triliun USD selama empat tahun
terakhir di seluruh dunia. Masyarakat semakin sadar akan dampak permasalahan
lingkungan ke kehidupan manusia, baik dari aspek sosial, politik, maupun
ekonomi. Laporan Bank Dunia (2009) memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat
memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia, yaitu 2,5 % - 7 %
dari PDB pada tahun 2100 seiring meningkatnya biaya kesehatan dan lingkungan.
Negara-negara di dunia,
termasuk Indonesia, telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung
proyek-proyek ramah lingkungan yang mengedepankan prinsip environmental,
social, and governance (ESG), seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah,
dan efisiensi energi. Salah satu sumber pendanaan untuk menyukseskan proyek ramah
lingkungan berasal dari investasi masyarakat yang berinvestasi di investasi
hijau, yang tidak hanya berpotensi mendapat keuntungan, tetapi juga mengambil
bagian untuk melestarikan bumi. Investasi hijau mengedepankan aspek 3P(people,
planet, and profit) dalam pengelolaannya. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023