;

MENYELISIK DAMPAK EKONOMI PEMILU

Ekonomi Yoga 25 Nov 2023 Kompas
MENYELISIK DAMPAK EKONOMI PEMILU

Tahun depan, Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum (pemilu) secara serentak. Pemilihan presiden dan wapres serta pemilihan anggota legislatif dilakukan pada 14 Februari 2024. Sementara pemilihan kepala daerah dilaksanakan pada akhir 2024. Pesta demokrasi tersebut tak hanya berdampak pada social politik, tetapi juga memengaruhi ekonomi, dimana penyelenggaraan pemilu memengaruhi dinamika perekonomian nasional. Aktivitas perpolitikan bakal meningkatkan konsumsi masyarakat, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pemilu, termasuk di dalamnya pengeluaran pemerintah untuk penyelenggaraan pemilu hingga belanja kampanye. Anggaran besar pemilu yang dialokasikan untuk kebutuhan pengadaan logistik, barang, dan jasa akan menggairahkan sektor produksi dan distribusi.  

Belanja dan konsumsi dari penyelenggaraan pemilu dari tingkat pusat sampai dengan badan ad hocyang menerima honor pemilu akan turut merangsang daya beli masyarakat. Badan ad hoc merupakan badan untuk membantu kerja KPU terkait pemilu, baik di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun tempat pemungutan suara. Belum lagi belanja sosialisasi dan kampanye dari para peserta pemilu akan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi di masyarakat. Penyelenggaraan pemilu akan meningkatkan permintaan terhadap produk makanan-minuman, industri tekstil danproduk tekstil(TPT), akomodasi, dan industri transportasi. Pemilu juga menstimulus usaha padat karya masyarakat kecil dan menengah. Misalnya, percetakan, konfeksi, periklanan, ataupun usaha lain yang mendukung kampanye dan sosialisasi pemilu. Berbagai kegiatan terkait pemilu akhirnya turut menyumbang tambahan pertumbuhan PDB. Jadi, secara tidak langsung turut menstimulasi peningkatan pendapatan nasional dan juga menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :