Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA, Upaya Pemberantasan Korupsi Dinilai Melemah
Pemberantasan korupsi dinilai melemah. Kondisi ini
diperburuk dengan terlibatnya sejumlah pejabat publik dalam kasus korupsi. Yang
terbaru, bekas Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej yang ditetapkan oleh KPK sebagai
tersangka korupsi. Demikian disampaikan oleh Koordinator Indonesia Corruption
Watch (ICW) Agus Sunaryanto dalam diskusi memperingati Hari Anti-Korupsi dan
Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional dengan tema ”Kemunduran Demokrasi dan
Pembajakan Konstitusi” di Jakarta, Minggu (10/12). Menurut Agus, pemberantasan korupsi sudah
mulai meredup pasca revisi UU KPK pada 2019.
”Setelah revisi, jumlah kasus yang ditangani oleh KPK
menurun. Termasuk jumlah tersangka menurun. Problematika yang terjadi di
internal KPK telah berpengaruh pada akselerasi pemberantasan korupsi oleh KPK.
Apalagi, sejumlah pimpinan KPK terlibat dalam pelanggaran kode etik yang semakin
menunjukkan integritas yang menurun,” katanya. Ia juga menyoroti vonis hukuman
untuk koruptor hanya berkisar tiga sampai empat tahun, tidak cukup untuk memutuskan
mata rantai korupsi. ”Bagaimana kalau kita bisa menjelaskan bahwa kejahatan
luar biasa, seperti korupsi, jika kondisi rata-rata (hukuman) Cuma tiga tahun.
Inilah yang menunjukkan situasi pemberantasan korupsi di Indonesia tidak baik,”
ujarnya. Tak hanya hukuman yang berat, perlu ada upaya pemiskinan dan
perampasan aset koruptor. Sayangnya, dalam konteks ini, pemerintah dan DPR tak
kunjung mengesahkan RUU Perampasan Aset. Padahal, UU itu merupakan mandat dari
Konvensi PBB tentang Antikorupsi. (Yoga)
KKP Akan Bangun 12 Proyek Tambak Udang
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menambah
pembangunan tambak udang modern berbasis kawasan di sejumlah wilayah Indonesia.
Pada 2024, sejumlah 12 kawasan tambak udang modern akan dibangun dengan tujuan
meningkatkan produksi udang nasional. Jubir Menteri KP, Wahyu Muryadi, saat
dihubungi, Minggu (10/12) mengatakan, anggaran proyek pembangunan tambak
budidaya udang modern terpadu di Waingapu, Sumba Timur, NTT, mencapai 500 juta USD
atau Rp 7,8 triliun. Adapun proyek pembangunan tambak udang modern di 11 lokasi
lain merupakan bagian dari lima komponen program Bank PembangunanAsia (ADB)
untuk meningkatkan produktivitas udang nasional melalui proyek pengembangan
infrastruktur budidaya udang (IISAP). Anggarannya mencapai Rp 1,3 triliun. Menteri
KP Sakti Wahyu Trenggono dalam Rakornas Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi
di Labuan Bajo, NTT, Kamis (7/12), mengatakan, pihaknya menggencarkan pembangunan
tambak-tambak udang modern dan ramah lingkungan guna meningkatkan produksi
nasional.
Pada 2024, KKP menargetkan produksi udang nasional sebanyak
2 juta ton. Sejalan dengan itu, tambak udang modern terbesar menurut rencana
dibangun di Waingapu di lahan seluas 1.800 hektar. Proyek yang katanya akan terintegrasi
mulai dari hulu hingga hilir ini akan ditopang pembangunan faktor pendukung.
Misalnya, infrastruktur pelabuhan, perumahan, air bersih, dan sistem
penerangan. Selain di Waingapu, pembangunan tambak udang modern juga akan
dilakukan di 11 lokasi lain, yakni Aceh, Lampung, Jembrana, dan Sulsel. Proses
konstruksi direncanakan berjalan mulai triwulan I-2024. Dari data KKP, total pagu
alokasi anggaran Ditjen Perikanan Budidaya KKP pada 2024 untuk seluruh program pengelolaan
kelautan dan perikanan tercatat Rp 826,6 miliar. ”Untuk itu, saya minta
dukungan dari kementerian/lembaga lainnya karena akan ada pertumbuhan ekonomi
baru di situ. Ribuan tenaga kerja akan hadir di situ, tentu juga akan butuh
perumahan, pelabuhan, air bersih, listrik, dan sebagainya,” ujar Trenggono
dalam keterangan pers. (Yoga)
Perusahaan Asuransi Evaluasi Produk ”Unitlink”
Ironi Seumur Hidup ”Menumpang”
Orang Rimba selayaknya hidup di dalam rimba hutan. Namun,
kini ruang hidup yang terus beririsan dengan korporasi memaksa mereka
”menumpang” di dalam kebun sawit warga atau perusahaan. Terpal dan kulit kayu menjadi
atap dan alas tidur keluarga Ngada (30) di bawah pepohonan sawit, Jumat (24/11).
Ngada adalah salah satu anggota komunitas Orang Rimba di Jambi. Dengan ruang
hidup yang menyempit, ia terpaksa menumpang tinggal di dalam kebun sawit warga atau
perusahaan. Saat hujan menerjang, seperti Jumat itu, Ngada harus melindungi
kedua anaknya, meringkuk bersama di atas susunan batang kayu. Kehidupan yang
sama juga dijalaninya sejak lahir. Sedari kecil hingga dewasa, ia tinggal di
dalam sudung, tempat tinggal darurat dari atap terpal. Lantainya dijalin dari
kulit-kulit kayu. Sudung tak memiliki dinding. Di masa lalu, sudung hanya
dibangun saat komunitas menjalankan tradisi melangun, yakni meninggalkan tempat
lama karena kedukaan. Ngada masih ingat cerita sang ayah, Temenggung Minan,
yang merupakan pimpinan rombong di wilayah Pamenang, Merangin, Jambi. Para
orangtua masih sempat merasakan nyamannya kehidupan dalam rimba. Membangun
pondok kayu di bawah pohon-pohon rindang. Ada satu masa ayahnya membawa seluruh
anggota rombong pindah ke wilayah itu. Mereka lalu membangun sudung di kebun
sawit yang dikelola warga dusun.
Ngada menjadi generasi baru yang tak pernah mencicipi hidup dalam
rimba. Sang
ayah, Minan, mengenang pembangunan besar-besaran di wilayah itu pada 1990-an.
Dalam sekejap, wilayah itu berubah menjadi jalur lintas yang penuh permukiman,
jalan lintas, hamparan kebun, dan pabrik. ”Kami dianggap seperti tidak ada.
Tempat tinggal kami tiba-tiba jadi kebun orang,” ujarnya. Di tengah perubahan, Orang
Rimba yang hidupnya berkelana menjadi serba sulit. Tradisi mengumpul, berburu, dan
meramu juga tak mudah dijalankan. Kerap mereka mengumpulkan buah-buahan di satu
tempat, lalu diusir warga. Tak jarang pula diusir petugas kebun perusahaan.
”Dibilangnya kami mencuri,” ucapnya. Padahal, lanjut Minan, di situlah dulunya
buah-buahan diwariskan dari zaman nenek moyang mereka. Data Komunitas
Konservasi Indonesia (KKI) Warsi menyebut, ruang hidup Orang Rimba seluruhnya
130.000 hektar, hanya sebagian wilayah berhasil dikukuhkan sebagai ruang hidup
Orang Rimba, yakni Taman Nasional Bukit Duabelas seluas 60.000 hektar tahun
2000. Wilayah Orang Rimba di luar taman nasional dibangun pesat dalam 30 tahun
terakhir. Di luar taman nasional, Orang Rimba kehilangan sumber pangan, sumber obat-obatan,
air bersih, hingga tempat-tempat ritual. Mereka pun mencoba bertahan hidup
darurat di tengah perkebunan hingga di tepi-tepi jalan trans. Jumlah warga
mencapai 1.000 jiwa dalam kondisi ”menumpang” dan kerap terusir, termasuk kelompok
Minan. Kehilangan sumber pangan membuat kerap Orang Rimba ditemui menjadi
pengemis di jalanan. (Yoga)
MINGGU PAGI DI KAMPUNG JAJANAN OSING KEMIREN
Di sepanjang Gang Lurung Cilik, Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi,
Jatim, tak jauh dari balai desa, ibu-ibu penjaja makanan dan pengunjung
sama-sama menebar bahagia. Saling sapa dan tersenyum ramah, berbalut canda. Di kanan-kiri
gang, deretan lapak kuliner berjajar rapi di sepanjang gang yang memiliki lebar
2 meter. Dagangan dipajang di atas meja lapak dengan sederhana. Ada yang
menuliskan nama jualannya di atas kertas, dan ada yang lebih memilih menjelaskan
langsung saat ada pembeli mendekat. Ibu-ibu penjual di pasar jajanan Kampung
Osing Kemiren pun melayani pembeli dengan berdandan rapi, mengenakan kebaya
warna hitam, dan kain batik sebagai bawahan. Sangat memikat hati. Desa Kemiren adalah
salah satu desa wisata adat di Indonesia.
”Silakan, ada pecel pithik (pecel ayam), ada semanggi, ada kue
apem gula aren juga,” sambut Raja Onah alias Mak Onah (53), warga Desa Kemiren,
yang menjadi salah satu penjual di pasar jajanan Osing, Minggu (19/11). Mak
Onah memiliki banyak pelanggan, hampir tiap hari Minggu, pelanggannya menyempatkan
datang dari pelosok Banyuwangi atau bahkan dari luar kota. Salah satu
pengunjung, Didik Enggot (60), warga yang rumahnya di selatan Banyuwangi,
daerah Bangorejo, berboncengan motor dengan istrinya sejauh 50 km, untuk menikmati
kuliner Osing di Desa Kemiren. Didik bercerita bahwa dia sudah sering memesan pecel
pithik pada Mak Onah. Selain harga terjangkau, masakan Mak Onah dinilainya
cocok di lidah. Sebelum pulang, Didik meminta jajanan tradisional seperti apem
gula aren, cucur, dan serabi untuk dibungkus sebagai buah tangan untuk
keluarganya di rumah. Setidaknya Didik menghabiskan uang sekitar Rp 100.000.
Belum dia membeli es dan camilan di lapak lain.
Dedi Wahyu Hernanda (30), pengarah pasar Kampung Osing,
bercerita bahwa pasar tersebut mulai muncul tahun 2018, diinisiasi Kementerian
Pariwisata. ”Awalnya hanya berjualan makanan, kemudian tahun 2019 kami tambah
dengan spot hiburan atau budaya seperti angklung paglak dan lesung, serta yang instagramable
sehingga pengunjung lebih bersemangat datang,” kata Dedi. Selain orang
berjualan, memang ada sekelompok pemusik memainkan alat musik lesung untuk
menghibur para pengunjung di pasar jajanan tersebut. Di pasar jajanan kampong Osing,
setidaknya ada 20 penjual jajanan dan 23 penjual nasi. Pendapatan total dalam
sehari (selama lebih kurang 4 jam) bisa mencapai sekitar Rp 70 juta. Dedi
mengatakan, pasar tersebut sebenarnya dibuat untuk memberikan pemasukan tambahan
bagi warga Kemiren yang sehari hari bertani. Namun, lama-lama pasar itu justru menjadi
pasar wisata. Pedagang jajanan dibebani pajak Rp 5.000 dan pedagang nasi
terkena pajak Rp 10.000 per jualan. Dari uang pajak itu, dalam setahun, kami
akan sumbangkan 50 % untuk Bumdes (badan usaha milik desa),” kata Dedi. Sisanya,
dana kas akan digunakan untuk operasional pasar tersebut. (Yoga)
Tantangan Globalisasi di Tahun 2024
Kereta Cepat Whoosh Telah Layani 718 Ribu Penumpang
Jawa Barat Berdenyut Dipicu Proyek & Pembiayaan Infrastruktur
MERANGKAI PERAN GANDA PERTAMINA
Setelah bertahun-tahun menjadi andalan pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional, PT Pertamina (Persero) berhasil melanjutkan transformasinya menjadi salah satu pemain utama dalam pelaksanakan transisi energi untuk mendukung pencapaian target net zero emission di Tanah Air.Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina, mengatakan bahwa perseroan saat ini masif menumbuhkan ekosistem transisi energi, sembari tetap melaksanakan inovasi dan berbagai kegiatan yang bisa meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas).“Sepanjang tahun ini Pertamina melakukan berbagai inovasi bisnis dan meningkatkan produksi migas dalam negeri, serta berkiprah ke luar negeri untuk menambah produksi migas bagi Indonesia. Kami juga aktif menumbuhkan ekosistem energi transisi, serta mengembangkan partnership dengan berbagai mitra bisnis yang kredibel,” katanya.Berbagai upaya tersebut, kata Nicke, tidak hanya untuk memperkuat peran Pertamina di Indonesia, tetapi juga memperkuat exposureperseroan sebagai perusahaan energi kelas dunia.Tidak sia-sia, Pertamina berhasil menyabet peringkat pertama dunia untuk perusahaan subsektor migas terintegrasi yang melaksanakan environment, social, and governance (ESG). Capaian tersebut diperoleh perusahaan setelah berhasil mendapatkan skor 20,7 (medium risk) dari Sustainalytics pada 30 November 2023.Salah satu dampak ESG dari Pertamina adalah program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), di mana hingga akhir 2023 tercatat sudah ada investasi sosial yang berdampak kepada 344.000 penerima manfaat. Pada versi Fortune, Nicke merupakan satu-satunya yang berasal dari Asean yang masuk ke dalam 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.Pertamina juga konsisten menjadi perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam Fortune Global 500. Bahkan ketika perusahaan energi global lainnya menunjukan penurunan performa karena pandemi Covid-19 dan ketegangan geopolitik. Sejumlah lembaga internasional pun telah telah menyatakan pertamina memiliki peringkat kredit di level investment grade, seperti Moody’s yang melabeli Pertamina dengan peringkat BAA2, Standard & Poor’s memberikan BBB, dan Fitch Rating BBB. Hal tersebut membuat Pertamina sebagai salah satu Perusahaan yang sangat layak untuk menjadi tujuan investasi.
Di sisi lain, PT Pertamina Hulu Energi per Oktober 2023 sebagai sub-holding upstreamberhasil mencapai produksi melebihi 1 Juta barel setara minyak per hari (boepd). Bahkan, kontribusi Pertamina Hulu Energi terhadap lifting migas pada periode yang sama telah mencapai 86% untuk minyak, dan 32% pada gas bumi.Saat ini, Pertamina Hulu Energi sedang mengembangkan teknologi carbon capture utilization and storage (CCUS) di Indonesia, melalui injeksi perdana CO2 di Lapangan Jatibarang, Jawa Barat; dan Lapangan Sukowati, Jawa Timur.
SAF yang berasal dari campuran bahan bakar nabati dan bahan bakar fosil ini memiliki potensi dekarbonisasi hingga 22 ribu ton CO2e per tahun. Bahan bakar pesawat tersebut telah melalui tahap uji terbang, dan terbukti memiliki performa setara avtur konvensional.Adapun, PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai Sub-holding Integrated Marine Logisticsjuga masif berekspansi hingga sukses melipatgandakan rute pelayaran internasional dari saat ini 50 rute yang melingkupi lima benua. Selain itu, Sub-holding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. pada 2023 gencar meningkatkan pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Hingga kuartal III/2023, jargas telah dilaksanakan di 73 kota/kabupaten dengan moda transportasi pipa dan beyond pipeline yang melayani 834.165 sambungan rumah. Jargas terbukti menurunkan beban subsidi pemerintah dalam penyediaan LPG 3 kg, dan mendukung penyediaan energi transisi menuju net zero emission.Sementara itu, pada subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Di sisi lain, Sub-holding Power New and Renewable Energy (Pertamina NRE) menjadi yang paling berperan dalam transisi energi. Pertamina NRE meningkatkan kapasitas terpasang dari energi hijau, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 48 megawatt-peak (MWp), di mana 43 MWp dimanfaatkan oleh internal Pertamina Group, dan 5 MWp sisanya untuk konsumen eksternal.
PENGIRIMAN BARANG HARBOLNAS : PERIODE SIBUK JASA KURIR
Perhelatan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas yang digelar setiap tanggal cantik 12 Desember (12.12), memberi efek terhadap bisnis jasa kurir dan logistik. Peningkatan layanan pengiriman naik berlipat-lipat saat pesta belanja online tersebut. Bisnis pengantaran paket dan logistik, menjadi salah satu urat nadi bagi perekonomian. Peran layanan itu makin krusial di tengah perkembangan teknologi dan tren belanja online. Mengutip riset e-Conomy SEA 2023 yang dirilis oleh Bain & Company hasil kerja sama dengan Google dan Temasek, nilai gross merchandise value (GMV) khusus untuk layanan transportasi dan makanan pada 2023 menyentuh US$24 miliar. Nilai itu diperkirakan meningkat hingga 2025 dengan perkiraan mencapai US$31 miliar. Adapun dari sisi pendapatan atau revenue, bisnis layanan transportasi dan makanan itu diproyeksikan senilai US$2 miliar pada tahun ini. Menurut Chief Marketing & Corporate Communication Officer (CMCCO) SiCepat Ekspres Indonesia Wiwin Dewi Herawati, Harbolnas menjadi momen spesial bagi para pemain bisnis e-commerce dan jasa pengiriman. Biasanya kedua sektor tersebut menjalin kolaborasi untuk memberi kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat untuk merasakan euforia belanja online. Adapun untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman paket, pihaknya melakukan penguatan di sisi operasional, seperti dengan melakukan penambahan jumlah fleet dan mengoptimalkan mesin sortir otomatis di wilayah-wilayah yang mencatatkan volume pengiriman paket tertinggi. Selain itu, SiCepat juga melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM) dengan mengatur ketersediaan tenaga sesuai dengan potensi trafik paket pada setiap wilayah dan gerainya. Berdasarkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Pulau Jawa menjadi wilayah paling dominan aktivitas belanja secara daring. Dari total nilai penjualan saat Harbolnas pada 2022 yang mencapai Rp22,7 triliun, Pulau Jawa menyumbang pertumbuhan hingga 23%. Sementara itu, pelaku jasa pengiriman lainnya Ninja Xpress mewanti-wanti kepada konsumen agar memanfaatkan momen belanja online secara cerdas. Chief Marketing Officer (CMO) Ninja Xpress Andi Djoewarsa memproyeksikan perhelatan itu berimbas positif terhadap peningkatan volume pengiriman barang. Apalagi Ninja Xpress juga telah menambah teknologi guna membantu para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) atau shipper. Teknologi yang dihadirkan berupa penggunaan mesin dimension weight and scanning (DWS). Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto memperkirakan faktor pendorong peningkatan layanan pengiriman saat Harbolnas yakni adanya promosi akhir tahun yang gencar oleh beberapa platform e-commerce. Selain itu, adanya bonus akhir tahun atau bonus hari keagamaan yang diterima oleh sejumlah pekerja atau karyawan. Ketua Asosiasi Pengusaha Logistik E-commerce (APLE Sonny Harsono mengatakan secara historis peningkatan penjualan e-commerce di Harbolnas naik 5—6 kali lipat berdampak positif bagi bisnis pendukung seperti logistik. Menurut Direktur Ekonomi Digital Celios of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, pelaku usaha e-commerce dan pemerintah yang juga ikut serta dengan menyiapkan produk-produk dalam negeri berpotensi meraup cuan dari momentum Harbolnas tahun ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









