MERANGKAI PERAN GANDA PERTAMINA
Setelah bertahun-tahun menjadi andalan pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional, PT Pertamina (Persero) berhasil melanjutkan transformasinya menjadi salah satu pemain utama dalam pelaksanakan transisi energi untuk mendukung pencapaian target net zero emission di Tanah Air.Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina, mengatakan bahwa perseroan saat ini masif menumbuhkan ekosistem transisi energi, sembari tetap melaksanakan inovasi dan berbagai kegiatan yang bisa meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas).“Sepanjang tahun ini Pertamina melakukan berbagai inovasi bisnis dan meningkatkan produksi migas dalam negeri, serta berkiprah ke luar negeri untuk menambah produksi migas bagi Indonesia. Kami juga aktif menumbuhkan ekosistem energi transisi, serta mengembangkan partnership dengan berbagai mitra bisnis yang kredibel,” katanya.Berbagai upaya tersebut, kata Nicke, tidak hanya untuk memperkuat peran Pertamina di Indonesia, tetapi juga memperkuat exposureperseroan sebagai perusahaan energi kelas dunia.Tidak sia-sia, Pertamina berhasil menyabet peringkat pertama dunia untuk perusahaan subsektor migas terintegrasi yang melaksanakan environment, social, and governance (ESG). Capaian tersebut diperoleh perusahaan setelah berhasil mendapatkan skor 20,7 (medium risk) dari Sustainalytics pada 30 November 2023.Salah satu dampak ESG dari Pertamina adalah program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), di mana hingga akhir 2023 tercatat sudah ada investasi sosial yang berdampak kepada 344.000 penerima manfaat. Pada versi Fortune, Nicke merupakan satu-satunya yang berasal dari Asean yang masuk ke dalam 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.Pertamina juga konsisten menjadi perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam Fortune Global 500. Bahkan ketika perusahaan energi global lainnya menunjukan penurunan performa karena pandemi Covid-19 dan ketegangan geopolitik. Sejumlah lembaga internasional pun telah telah menyatakan pertamina memiliki peringkat kredit di level investment grade, seperti Moody’s yang melabeli Pertamina dengan peringkat BAA2, Standard & Poor’s memberikan BBB, dan Fitch Rating BBB. Hal tersebut membuat Pertamina sebagai salah satu Perusahaan yang sangat layak untuk menjadi tujuan investasi.
Di sisi lain, PT Pertamina Hulu Energi per Oktober 2023 sebagai sub-holding upstreamberhasil mencapai produksi melebihi 1 Juta barel setara minyak per hari (boepd). Bahkan, kontribusi Pertamina Hulu Energi terhadap lifting migas pada periode yang sama telah mencapai 86% untuk minyak, dan 32% pada gas bumi.Saat ini, Pertamina Hulu Energi sedang mengembangkan teknologi carbon capture utilization and storage (CCUS) di Indonesia, melalui injeksi perdana CO2 di Lapangan Jatibarang, Jawa Barat; dan Lapangan Sukowati, Jawa Timur.
SAF yang berasal dari campuran bahan bakar nabati dan bahan bakar fosil ini memiliki potensi dekarbonisasi hingga 22 ribu ton CO2e per tahun. Bahan bakar pesawat tersebut telah melalui tahap uji terbang, dan terbukti memiliki performa setara avtur konvensional.Adapun, PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai Sub-holding Integrated Marine Logisticsjuga masif berekspansi hingga sukses melipatgandakan rute pelayaran internasional dari saat ini 50 rute yang melingkupi lima benua. Selain itu, Sub-holding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. pada 2023 gencar meningkatkan pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Hingga kuartal III/2023, jargas telah dilaksanakan di 73 kota/kabupaten dengan moda transportasi pipa dan beyond pipeline yang melayani 834.165 sambungan rumah. Jargas terbukti menurunkan beban subsidi pemerintah dalam penyediaan LPG 3 kg, dan mendukung penyediaan energi transisi menuju net zero emission.Sementara itu, pada subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Di sisi lain, Sub-holding Power New and Renewable Energy (Pertamina NRE) menjadi yang paling berperan dalam transisi energi. Pertamina NRE meningkatkan kapasitas terpasang dari energi hijau, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 48 megawatt-peak (MWp), di mana 43 MWp dimanfaatkan oleh internal Pertamina Group, dan 5 MWp sisanya untuk konsumen eksternal.
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023