;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

”Pesta Rasa” di Ujung Lidah Bersama RujakNatsepa dan Ikan Asar Pantai Maluku

24 Dec 2023

Pantai Natsepa berada di kawasan Suli, Kabupaten Maluku Tengah, terkenal sebagai tujuan wisata. Sepanjang jalan dekat pantai ini, berdiri puluhan kios, menawarkan buah dan kudapan rujak Natsepa yang jadi kudapan wajib dinikmati di pinggir pantai. Rujak natsepa berisi potongan nanas, mangga, jambu diguyur saus kacang yang dicampur gula aren, tapi ada yang beda dengan rujak ini. Pada Rabu (20/12) Ellen Sitanala (42), salah satu penjual, mengatakan, pembeda utama rujak asal Maluku ini adalah buah tomi-tomi (Flacourtia inermis) atau lobi-lobi. Rasa kecut dari tomi-tomi menambah kekayaaan rasa rujak natsepa. Rasa manis mangga ditambah rasa asam tomi-tomi bikin mata ”merem melek”. Rujak Natsepa juga menggunakan pala dan cengkeh di dalam sambal. Ivona Tanlain (26), pengunjung Pantai Natsepa asal Langgur, Maluku Tenggara, menjelaskan, rujak natsepa menjadi salah satu kesukaanya karena berbeda dengan rujak lain yang hanya mengandalkan manis dan pedas saja. Harganya terjangkau di kisaran Rp 20.000-Rp 30.000 per porsi. Ke Pantai Natsepa, pelancong bisa menggunakan transportasi umum atau daring, dari Bandara Internasional Pattimura dapat ditempuh dalam 20-30 menit.

Selain mencicipi kudapan, Ikan asar jadi favorit di Ambon. Makanan berbahan dasar ikan cakalang atau tuna ini merupakan ikan yang diasap hingga kering di atas kayu bakar selama 2-3 jam. Lamanya proses pengasapan untuk menurunkan kadar air sehingga tekstur ikan menjadi kering tetapi tetap empuk di bagian dalam. Penjual ikan asar, Stela Sopacua (45), menyebut, kadar air yang hilang dari ikan membuat makanan ini bisa bertahan 3-4 hari atau bisa lebih lama apabila disimpan di lemari pendingin. Makanan ini lezat disantap langsung. Pengunjung juga bisa hanya membeli sambal atau bumbu lainnya. ”Dimakan langsung sudah enak, tanpa bahan pengawet,” ucap Stela yang berjualan di kawasan Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, Maluku. Harga ikan asar bervariasi sesuai ukuran dan harga beli ikan di pasar. Jika ikan sedang murah, satu ikan Asar dijual mulai Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per porsi, atau Rp 30.000 per potong. Wisatawan bisa membeli ikan asar di Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, ataupun di kawasan Batu Meja, Ambon. Jarak tempuh dari tengah Kota Ambon ke dua lokasi ini hanya 5-10 menit. Ikan ini jadi oleh-oleh karena bisa bertahan beberapa hari. (Yoga)

”Sek-sek”... Kami Hidup dan Berguru dari Tenun

24 Dec 2023

Tenun tidak hanya menopang ekonomi, tetapi juga jadi pegangan hidup warga Pringgasela Selatan. Pada motif indahnya tersirat pesan kehidupan yang berharga. Tonggak budaya itu terus diwariskan secara turun-temurun dan dijaga bersama-sama. Kalimat ”Mun Ndek Ta Belajar Lekan Nengka, Punah Tenun Ta” (jika tidak belajar dari sekarang, punah tenun kita) tertulis pada spanduk di dinding rumah di Dusun Gubuk Lauk, Desa Pringgasela Selatan, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Minggu (17/12). Di bawahnya, Halwa (10) dan belasan anak perempuan antusias belajar menenun. Suara ”sek-sek” yang terdengar saat Halwa mengentakkan belida bercampur riuh suara anak-anak. Ada yang berdiskusi dengan teman, bertanya kepada guru, hingga mencoba berbagai proses menenun. Para guru yang juga petenun senior dengan sabar mendampingi, jika ada kesalahan, mereka memberi solusi dan menunjukkan teknik yang benar. Sekolah tenun itu diinisiasi oleh Kelompok Nina Penenun (perempuan petenun) sejak 2017.

”Tak mungkin orang-orang tua yang umurnya sudah 60-70 tahun terus kita harapkan untuk menenun. Jadi, kalau bukan dari kita yang regenerasi, tenun ini tidak ada yang meneruskan, pasti akan punah,” kata Sri Hartini (45), Kepala Sekolah sekaligus Ketua Kelompok Nina Penenun Pringgasela Selatan. Saat ini, sudah ada 25 siswa di Sekolah Tenun Kelompok Nina Penenun. Mereka adalah anak-anak Pringgasela Selatan yang rata-rata masih duduk di bangku SD hingga SMP. Sekolah tenun berlangsung dua kali seminggu dari pukul 14.00 sampai 17.00. Saat ini, ada 700 petenun di desa yang berada 40 km timur Mataram, ibu kota NTB, itu. ”Saya sedang menenun ragi (motif) Bayanan,” kata Raehan (48), warga Gubuk Lauk, Pringgasela Selatan, Selasa siang.

Selain menenun sendiri, petenun di Pringgasela Selatan mulai tergabung dalam Kelompok Nina Penenun yang dibentuk sejak 2017. Berkat kelompok ini, mereka semakin mendapat akses ke pasar sehingga produk mereka semakin bernilai. Sebelumnya, mereka harus melepas tenunnya dengan harga murah karena kebutuhan hidup. Bahkan sampai terjerat rentenir. Harga tenun bisa jatuh hingga Rp 150.000 per lembar. Kini, tenun mereka bernilai Rp 400.000 hingga jutaan rupiah per lembar. Pesan kehidupan yang tergambar di motif tenun Pringgasela Selatan adalah warisan berharga yang harus dijaga, sama seperti menjaga tenun itu sendiri. Ini adalah ikhtiar agar tenun Pringgasela Selatan yang menjadi sumber ekonomi dan pegangan hidup tidak punah. Dari tenun, mereka hidup dan berguru. (Yoga)

Bersama Menjaga Perayaan Natal

24 Dec 2023

Berbagai organisasi kemasyarakatan dilibatkan menjaga keamanan perayaan Natal. Kolaborasi diperkuat untuk kenyamanan dan perayaan Natal 2023. Di Gereja Katedral, persiapan perayaan Natal mendekati final, Sabtu (23/12). Ruang utama gereja telah disterilkan. Pengunjung atau turis tidak diizinkan masuk gereja. Aparat gabungan dari Mabes Polri, Polres Metro Jakpus, dan Polsek Sawah Besar mulai berjaga. Dua anjing pelacak dikerahkan menyisir kompleks Gereja Katedral dan sekitarnya. Posko pengamanan Natal dibangun tepat di depan gerbang utama Masjid Istiqlal. Titik terluar pengamanan berada di jalan-jalan utama sekitar Gereja Katedral. Aparat kepolisian bersiaga bersama TNI dibantu petugas Satpol PP DKI Jakarta. Pengamanan Gereja Katedral juga melibatkan pengurus Masjid Istiqlal. Kepala Bidang Ri’ayah Masjid Istiqlal Ismail Cawidu menuturkan, lahan parkir Masjid Istiqlal juga bakal disiapkan untuk menampung kendaraan jemaat gereja. Selanjutnya, jemaat akan dibantu oleh petugas keamanan gabungan untuk menyeberang jalan. Setidaknya 700 mobil bisa ditampung.

Tidak hanya pengurus masjid, Banser Nahdlatul Ulama (NU) hingga pemuda karang taruna pun ikut menjaga. Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser NU Hasan Basri Sagala mengatakan, Banser menyiapkan 10.000 personel untuk mengamankan tempat-tempat ibadah. Ia yakin jumlah itu bakal bertambah. mengamati potensi gangguan sekaligus berkoordinasi dengan polisi, TNI, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) lain. ”Kalau terdapat kemungkinan pertikaian atau kerusuhan, tentu jadi pertimbanganuntuk menurunkan personel,” kata Hasan. Menurut Ketua Umum Karang Taruna Nasional Didik Mukrianto, para personel karang taruna di Indonesia dilibatkan dalam pengamanan perayaan Natal di semua daerah di Indonesia. Dengan kesadarannya, lanjut Didik, karang taruna selalu hadir dan berpartisipasi untuk menjaga kelancaran ibadah.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom mengungkapkan, gambaran toleransi dalam mengamankan Natal merupakan keindahan yang berlanjut. Hal itu sesuai dengan tema Natal 2023, yakni ”Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi”. Menurut Gomar, partisipasi sejumlah ormas dalam perayaan Natal merupakan wujud toleransi yang nyata. ”Peristiwa Natal sebenarnya mengajarkan kepada kita untuk menjalin dan merekatkan hubungan dengan orang lain, termasuk juga dengan umat beragama lain,” ucap Gomar. Di Gereja Katedral, perayaan misa malam Natal 2023 akan diselenggarakan pada Minggu (24/12) dan digelar tiga sesi, yaitu pukul 16.30, 19.00, dan 21.30. Jemaat bisa mengikuti misa di Gereja Katedral dalam dua bagian, yaitu mengikuti misa di dalam gedung utama gereja serta di luar gedung. Umat pun harus registrasi secara daring untuk duduk di dalam gedung gereja. (Yoga)

Cawapres Minim Terobosan Naikkan Penerimaan Negara

23 Dec 2023

Ketiga cawapres beradu gagasan dan memaparkan janji-janji program pembangunan dalam debat presidensial kedua yang digelar Jumat (22/12) malam. Akan tetapi, belum ada yang mampu menawarkan terobosan strategifiskal untuk meningkatkan penerimaan negara guna mendanai dan merealisasikan berbagai kebijakan itu. Secara umum, debat presidensial kedua yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, itu mengangkat delapan tema, yaitu ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi dan pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan. Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto, Jumat, dari berbagai isu yang mengemuka, belum ada cawapres yang mampu menjabarkan strategi detail dan terobosan untuk membiayai janji-janji program dan kebijakan yang mereka tawarkan. Taktik mengerek penerimaan negara muncul beberapa kali dalam debat, tetapi tidak dielaborasi secara lebih rinci.

”Belum ada kandidat yang bisa menjelaskan secara clear dan strategis cara membiayai program dan kebijakan mereka. Padahal, semua program dan kebijakan pembangunan yang mereka janjikan itu perlu didukung dengan pendanaan yang memadai,” kataTeguh. Jika diperhatikan,hampir semua pertanyaan yang dirumuskan oleh tim panelis sebenarnya mengungkit tentang strategi fiskal yang bakal ditempuh kandidat untuk mengatasi bermacam-macam masalah yang ada di masyarakat. Misalnya, pada sesi kedua dan ketiga mengenai strategi pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur fisik, sosial, dan pengembangan SDM. Ada pula pertanyaan tentang strategi fiskal untuk mengatasi problem kompleks di kawasan perkotaan, seperti isu kawasan kumuh, sampah, dan transportasi publik. Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menjawab dirinya dan Prabowo Subianto juga menargetkan kenaikan rasio pajak (tax ratio) demi mengerek penerimaan negara. Namun, Gibran tidak menjelaskan secara detail bagaimana cara menaikkan rasio pajak tersebut.

Di sisi lain, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, juga tidak mengelaborasi strategi fiskal untuk mengatasi masalah kompleks di perkotaan. Ia hanya menyebutkan bahwa dalam mengelola fiskal, pemerintah perlu pintar-pintar menerapkan skala prioritas. ”Kita juga perlu melibatkan investor swasta dan memberikan mereka kepercayaan,” ujar Muhaimin. Jawaban-jawaban ”populis” untuk menaikkan penerimaan negara juga terlontar. Misalnya, ketika Muhaimin menyatakan ingin menaikkan tarif pajak orang kaya dan menurunkan tariff pajak kelas menengah, tanpa mengelaborasinya lebih lanjut. Adapun cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, nyaris tidak menjelaskan strateginya untuk mengerek penerimaan negara. Ia lebih banyak bertanya tentang isu tersebut ke lawan debatnya serta lebih banyak fokus pada isu korupsi yang menghambat pengelolaan keuangan negara dan menghalangi masuknya investasi ke Indonesia. (Yoga)

Racikan Kekinian demi Eksistensi Jamu

23 Dec 2023

Beragam inovasi lahir dari para produsen jamu di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lewat kreativitas, mereka membuat jamu tradisional tetap relevan dengan zaman. Untuk mempertahankan eksistensi jamu tradisional, para pelaku usaha jamu di Desa Bokoharjo, Sleman, menginisiasi pemasaran secara daring dan meracik jamu kekinian yang menyasar anak muda. Inovasi antara lain dilakukan oleh Sri Slamet (68) yang merintis usaha jamu Bu Slamet sejak tahun 1971. Mengelola usaha jamu bersama lima anaknya, perempuan itu memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mengembangkan usahanya. Sejak tiga tahun lalu, ia membuat produk baru yang disebut   empon-empon anti-corona. Produk itu laku keras karena banyak warga yang mengonsumsi minuman berbahan empon-empon untuk menjaga kesehatan saat pandemi. Bahkan, pembelinya juga dari luar negeri.

”Kami pun terkejut ketika menerima permintaan racikan empon-empon anti-corona dari Korea dan Malaysia,” ujar Drajat Wiranto (49), anak tertua Bu Slamet, ditemui di sela-sela Festival Sewu Bakul Jamu di kompleks Candi Banyunibo, Desa Bokoharjo, Selasa (19/12). Inovasi juga dilakukan dalam proses produksi lebih dari 20 jenis jamu, salah satunya penggunaan mesin penggiling mekanis berbahan batu sejak lima tahun silam. Mesin itu dibuat atas saran sejumlah mahasiswa yang menjalankan KKN di desanya. Meski begitu, Bu Slamet juga masih berjualan jamu di Pasar Prambanan. Bahkan, tidak jarang Bu Slamet diminta pembeli untuk mencekoki jamu ke anak yang susah makan. Produsen jamu lain di Desa Bokoharjo, Sri Sudaryanti (56), juga berinovasi dengan memproduksi jamu menggunakan mesin penggiling untuk menggiling rempah menjadi serat halus. Namun, untuk proses selanjutnya, masih secara tradisional, memakai wajan besar yang dipanaskan di atas tungku kayu bakar. ”Proses memasak dilakukan manual karena ada saatnya racikan rempah harus dimasak dengan api kecil dan adakalanya menggunakan api besar, tidak bisa tergantikan mesin,” katanya. Sejak tahun 2002 Sri memproduksi jamu berupa empon-empon bubuk yang siap dikonsumsi dengan diseduh air panas. Hingga kini dia memproduksi tujuh jenis empon-empon bubuk, misalnya jahe, temulawak, dan kunir putih. (Yoga)

Warga Kendari Sulit Mendapatkan Pertalite

23 Dec 2023
Menjelang akhir tahun, warga Kendari, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan semakin sulit mendapatkan pertalite. Masyarakat harus antre panjang di semua SPBU. Pada Jumat (22/12/2023), sejumlah SPBU penuh antrean kendaraan. Kendaraan, khususnya roda empat, antre hingga puluhan meter di luar area SPBU untuk mendapatkan pertalite. Salman (30), salah seorang warga, menuturkan telah antre hampir satu jam. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan, selama Desember, konsumsi bahan bakar minyak di wilayah Kendari dan sekitarnya mengalami peningkatan. ”Saya cek data untuk stok di SPBU cukup aman, tapi konsumsi terakhir memang meningkat hingga empat persen,” kata Fahrougi, Jumat (22/12). (Yoga)

Polemik di Kampung Susun Bayam

23 Dec 2023

Sebagian keluarga yang digusur dari Kampung Bayam memilih bertahan di Kampung Susun Bayam, Jakarta International Stadium (JIS), Jakut. Mereka kukuh menghuni kampung susun sebagaimana janji ketika penggusuran. Hingga kini belum ada titik temu antara sebagian warga dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sebagai pengelola. Situasi ini berpotensi jadi masalah hukum. Spanduk berisi protes warga terpampang di salah satu sisi Kampung Susun Bayam, Selasa (19/12) siang. Mereka mempertanyakan mengapa tidak kunjung menjadi penghuni kampung susun yang sah. Mereka juga meminta intimidasi dihentikan. Siang itu, Junaidi (48), salah satu warga, memperlihatkan kamar berukuran 8 x 7 meter yang dia tempati di Kampung Susun Bayam, terdiri dari ruang tamu, dua kamar, dapur, dan kamar mandi. Dia menempati kamar itu sejak 29 November 2023 kendati belum mendapat kunci. ”Sebenarnya, kami dijanjikan untuk bisa menempati rumah susun ini pada 1 Januari 2023. Namun, sampai sekarang, kami tidak boleh menempatinya tanpa alasan yang jelas,” kata Junaidi.

Junaidi tidak sendiri, ada 44 keluarga dengan jumlah 100 orang yang tinggal di lantai dua Kampung Susun Bayam di Tanjung Priok, Jakut. Sebanyak 60 keluarga lain masih tinggal di hunian sementara dan 35 keluarga sudah direlokasi ke Rusun Nagrak di Cilincing, Jakut. Keluarga yang bertahan di lantai dua Kampung Susun Bayam itu tinggal dengan fasilitas seadanya. Tidak ada listrik ataupun air yang memadai. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, warga menggunakan genset, dengan solar Rp 80.000 per hari sebagai bahan bakar, dari uang patungan. Untuk air, warga memanfaatkan keran yang masih berfungsi. Warga memanfaatkan lahan di sekitar Kampung Susun Bayam untuk ditanami kacang, bayam, kangkung, dan timun suri. ”Kami tanami itu untuk persiapan puasa (Ramadhan mendatang),” kata Cecep, warga lain yang bertahan di Kampung Susun Bayam. Bertani sudah jadi aktivitas Cecep dan warga sebelum penggusuran. Mereka menggantungkan hidup dari sayur-mayur dan budidaya ikan dengan pendapatan Rp 3 juta-Rp 5 juta per bulan. (Yoga)

”Financial Check Up” di Akhir Tahun

23 Dec 2023

Sebelum tahun 2023 berakhir, perlu dilakukan financial check up atau pengecekan kondisi keuangan pribadi untuk melihat efektivitas strategi pengelolaan keuangan yang telah dilakukan dan posisi aset serta utang yang dimiliki untuk menyusun strategi perencanaan keuangan di tahun 2024, termasuk mengubah portofolio investasi jika dibutuhkan. Beberapa hal yang perlu perhatikan : 1. Menetapkan tujuan keuangan untuk menentukan strategi pengelolaan keuangan yang akan digunakan, jangka waktu, dan sebagai tolok ukur efektivitas langkah yang dilakukan.

2. Cek arus kas, pemasukan dan pengeluaran di tahun berjalan untuk menilai kembali apakah penggunaan dana di tahun berjalan sudah sesuai tujuan investasi atau terjadi pengeluaran yang tidak tepat sasaran. 3. Evaluasi utang, termasuk evaluasi jenis utang, dana yang dibutuhkan, dan jangka waktu pelunasan. Pembayaran utang, khususnya utang berbunga tinggi akan mengurangi beban keuangan di masa mendatang. 4. Pastikan memiliki dana darurat dan asuransi. 5. Evaluasi aset dan instrumen investasi untuk mengetahui total kekayaan yang dimiliki. (Yoga)

MEWAKILI KASIH NATAL LEWAT ”GIFT BOX”

23 Dec 2023

Di Manado, Natal tak hanya dirayakan pada 25 Desember, tetapi juga sepanjang bulan itu. Jalanan yang semarak oleh kelap-kelip lampu hias mendadak macet setiap hari, orang dari segala penjuru tumpah ruah untuk belanja, dari baju, kue, hingga kado natal. Bersama ingar-bingar itu tumbuh tren memberi semacam hamper atau kotak berisi aneka hadiah untuk saudara, teman, atau kekasih. Peluang pasar ini segera ditangkap para pengusaha mikro yang merintis bisnis kreatifnya dari rumah atau bahkan indekos. Ketiadaan toko fisik tak menjadi masalah selama ada media sosial. Christy Natalia (29) salah satunya. Empat tahun lalu, ia mulai merintis usaha cendera mata bernama Unboxingme.id. Produk utamanya adalah plakat akrilik yang kian diminati sebagai bentuk ucapan selamat atas ulang tahun, kelulusan, hingga kelanggengan hubungan asmara orang-orang terkasih. Menariknya, bisnis tersebut dijalankan dari kamar kosnya di bilangan Sario Kotabaru. Etalase Unboxingme.id sepenuhnya digital dalam bentuk akun Instagram, Facebook, Tiktok, dan Whatsapp Business.

Siapa pun dapat melihat produknya langsung dari genggaman tangan. ”Memang, selama ini banyak yang tanya, ’Ada tokonya enggak?’ Soalnya, mereka mau lihat langsung. Tapi, memang enggak ada. Biasanya, saya langsung arahkan ke Instagram karena semua (produk) ada fotonya,” kata lulusan Ilmu Manajemen Universitas Klabat, Minahasa Utara, itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Desember ini Christy membuka pesanan kotak hadiah (gift box) bertema Natal. Dengan harga promosi Rp 95.000, setiap kotak umumnya berisi empat barang, misalnya boneka beruang bertopi sinterklas, mug bertuliskan ”Merry Christmas”, serta dua stoples kue kering. Ada pula paket yang berisi plakat akrilik bertuliskan ”Merry Christmas” dan nama penerima, satu stoples kukis, sebuah termos, dan sekotak alat makan. ”Tapi, bisa juga sesuai request (permintaan) customer (pelanggan). Kalau mau tambah satu barang, harga mengikuti,” kata Christy. Dua pekan menjelang 25 Desember, pesanan datang bertubi-tubi. ”Dimasa biasa, (omzet) Rp 5 juta-Rp 10 juta per bulan. Kalau sekarang (Natal), sih, pasti lumayan, kisaran Rp 25 juta per bulan,” ujarnya. (Yoga)

PERSOALAN GURU, Capres dan Cawapres Belum Mampu Beri Solusi

23 Dec 2023

Persoalan guru di Indonesia meliputi berbagai aspek, seperti kesejahteraan guru yang sangat rendah, kompetensi guru yang masih rendah, rekrutmen dan distribusi guru yang masih amburadul, perlindungan guru yang minim, serta buruknya pengembangan karier guru. Sayangnya, visi dan misi para calon presiden dan calon wakil presiden dinilai belum mampu memberi solusi komprehensif terhadap ragam persoalan pendidikan dan guru di Tanah Air. ”Isi visi-misi dan program para capres dan  cawapres masih bersifat populis serta belum menyentuh akar masalah pendidikan dan guru,” kata Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim, Jumat (22/12) di Jakarta.

Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, menyebutkan, dari kajian P2G, pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin), ingin menuntaskan rekrutmen guru ASN, namun, solusi yang ditawarkan pasangan ini masih mengambang. P2G ingin kepastian agar pasangan Amin berkomitmen membuka kembali rekrutmen guru PNS, bukan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) saja. Slogan ”perubahan” yang diusung pasangan ini justru tidak menawarkan perubahan sama sekali dalam hal rekrutmen guru, kesejahteraan, peningkatan kompetensi, ataupun rekrutmen dan distribusi. Pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berjanji menambah tunjangan guru sebesar Rp 2 juta per bulan, yang akan menyedot APBN Rp 79,2 triliun per tahun.

Menurut Iman, Prabowo-Gibran tidak memberi solusi secara komprehensif terkait lima isu fundamental terkait guru. Sementara, pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, diapresiasi karena rencana mereka menetapkan gaji guru Rp 20 juta per bulan. Namun, dalam kalkulasi riil P2G, wacana ini tidak realistis karena Rp 20 juta jika dikalikan 3,3 juta guru setara Rp 66 triliun per bulan. Negara harus menyiapkan anggaran besar Rp 792 triliun (belum ditambah gaji ke-13 dan tunjangan hari raya per tahun) khusus untuk gaji guru. Hal ini melampaui alokasi 20 % APBN untuk fungsi pendidikan. ”P2G menilai janji ketiga pasangan capres-cawapres masih solusi yang parsial dan bersifat populis semata. Belum memandang dan menawarkan solusi komprehensif sebagai satu sistem pendidikan nasional,” paparnya. (Yoga)