Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )”Financial Check Up” di Akhir Tahun
Sebelum tahun 2023 berakhir, perlu dilakukan financial check
up atau pengecekan kondisi keuangan pribadi untuk melihat efektivitas strategi
pengelolaan keuangan yang telah dilakukan dan posisi aset serta utang yang
dimiliki untuk menyusun strategi perencanaan keuangan di tahun 2024, termasuk
mengubah portofolio investasi jika dibutuhkan. Beberapa hal yang perlu
perhatikan : 1. Menetapkan tujuan keuangan untuk menentukan strategi pengelolaan
keuangan yang akan digunakan, jangka waktu, dan sebagai tolok ukur efektivitas
langkah yang dilakukan.
2. Cek arus kas, pemasukan dan pengeluaran di tahun berjalan
untuk menilai kembali apakah penggunaan dana di tahun berjalan sudah sesuai tujuan
investasi atau terjadi pengeluaran yang tidak tepat sasaran. 3. Evaluasi utang,
termasuk evaluasi jenis utang, dana yang dibutuhkan, dan jangka waktu
pelunasan. Pembayaran utang, khususnya utang berbunga tinggi akan mengurangi
beban keuangan di masa mendatang. 4. Pastikan memiliki dana darurat dan
asuransi. 5. Evaluasi aset dan instrumen investasi untuk mengetahui total
kekayaan yang dimiliki. (Yoga)
MEWAKILI KASIH NATAL LEWAT ”GIFT BOX”
Di Manado, Natal tak hanya dirayakan pada 25 Desember,
tetapi juga sepanjang bulan itu. Jalanan yang semarak oleh kelap-kelip lampu
hias mendadak macet setiap hari, orang dari segala penjuru tumpah ruah untuk belanja,
dari baju, kue, hingga kado natal. Bersama ingar-bingar itu tumbuh tren memberi
semacam hamper atau kotak berisi aneka hadiah untuk saudara, teman, atau
kekasih. Peluang pasar ini segera ditangkap para pengusaha mikro yang merintis
bisnis kreatifnya dari rumah atau bahkan indekos. Ketiadaan toko fisik tak
menjadi masalah selama ada media sosial. Christy Natalia (29) salah satunya. Empat
tahun lalu, ia mulai merintis usaha cendera mata bernama Unboxingme.id. Produk
utamanya adalah plakat akrilik yang kian diminati sebagai bentuk ucapan selamat
atas ulang tahun, kelulusan, hingga kelanggengan hubungan asmara orang-orang
terkasih. Menariknya, bisnis tersebut dijalankan dari kamar kosnya di bilangan
Sario Kotabaru. Etalase Unboxingme.id sepenuhnya digital dalam bentuk akun
Instagram, Facebook, Tiktok, dan Whatsapp Business.
Siapa pun dapat melihat produknya langsung dari genggaman
tangan. ”Memang, selama ini banyak yang tanya, ’Ada tokonya enggak?’ Soalnya,
mereka mau lihat langsung. Tapi, memang enggak ada. Biasanya, saya langsung arahkan
ke Instagram karena semua (produk) ada fotonya,” kata lulusan Ilmu Manajemen Universitas
Klabat, Minahasa Utara, itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Desember ini
Christy membuka pesanan kotak hadiah (gift box) bertema Natal. Dengan harga
promosi Rp 95.000, setiap kotak umumnya berisi empat barang, misalnya boneka
beruang bertopi sinterklas, mug bertuliskan ”Merry Christmas”, serta dua
stoples kue kering. Ada pula paket yang berisi plakat akrilik bertuliskan ”Merry
Christmas” dan nama penerima, satu stoples kukis, sebuah termos, dan sekotak
alat makan. ”Tapi, bisa juga sesuai request (permintaan) customer (pelanggan).
Kalau mau tambah satu barang, harga mengikuti,” kata Christy. Dua pekan menjelang
25 Desember, pesanan datang bertubi-tubi. ”Dimasa biasa, (omzet) Rp 5 juta-Rp
10 juta per bulan. Kalau sekarang (Natal), sih, pasti lumayan, kisaran Rp 25
juta per bulan,” ujarnya. (Yoga)
PERSOALAN GURU, Capres dan Cawapres Belum Mampu Beri Solusi
Persoalan guru di Indonesia meliputi berbagai aspek, seperti
kesejahteraan guru yang sangat rendah, kompetensi guru yang masih rendah,
rekrutmen dan distribusi guru yang masih amburadul, perlindungan guru yang
minim, serta buruknya pengembangan karier guru. Sayangnya, visi dan misi para
calon presiden dan calon wakil presiden dinilai belum mampu memberi solusi
komprehensif terhadap ragam persoalan pendidikan dan guru di Tanah Air. ”Isi
visi-misi dan program para capres dan
cawapres masih bersifat populis serta belum menyentuh akar masalah
pendidikan dan guru,” kata Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru
(P2G) Satriwan Salim, Jumat (22/12) di Jakarta.
Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G,
menyebutkan, dari kajian P2G, pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan dan
Muhaimin Iskandar (Amin), ingin menuntaskan rekrutmen guru ASN, namun, solusi
yang ditawarkan pasangan ini masih mengambang. P2G ingin kepastian agar
pasangan Amin berkomitmen membuka kembali rekrutmen guru PNS, bukan PPPK
(pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) saja. Slogan ”perubahan” yang
diusung pasangan ini justru tidak menawarkan perubahan sama sekali dalam hal
rekrutmen guru, kesejahteraan, peningkatan kompetensi, ataupun rekrutmen dan
distribusi. Pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming
Raka, berjanji menambah tunjangan guru sebesar Rp 2 juta per bulan, yang akan
menyedot APBN Rp 79,2 triliun per tahun.
Menurut Iman, Prabowo-Gibran tidak memberi solusi secara
komprehensif terkait lima isu fundamental terkait guru. Sementara, pasangan calon
nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, diapresiasi karena rencana mereka
menetapkan gaji guru Rp 20 juta per bulan. Namun, dalam kalkulasi riil P2G, wacana
ini tidak realistis karena Rp 20 juta jika dikalikan 3,3 juta guru setara Rp 66
triliun per bulan. Negara harus menyiapkan anggaran besar Rp 792 triliun (belum
ditambah gaji ke-13 dan tunjangan hari raya per tahun) khusus untuk gaji guru.
Hal ini melampaui alokasi 20 % APBN untuk fungsi pendidikan. ”P2G menilai janji
ketiga pasangan capres-cawapres masih solusi yang parsial dan bersifat populis
semata. Belum memandang dan menawarkan solusi komprehensif sebagai satu sistem pendidikan
nasional,” paparnya. (Yoga)
ADU STRATEGI BENAHI EKONOMI
Seluruh calon wakil presiden sepakat untuk membenahi dan mengakselerasi laju ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang makin menantang. Masing-masing cawapres dari nomor urut 1 Muhaimin Iskandar, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka, dan cawapres nomor urut 3 Mahfud MD memaparkan strateginya dalam debat yang digelar di Jakarta, Jumat (22/12) malam. Sejumlah strategi a.l. pengelolaan anggaran, peningkatan investasi, peningkatan sumber daya manusia (SDM) hingga literasi keuangan dan digital menjadi perhatian para kandidat wakil presiden. Kalangan pebisnis menilai visi misi yang disampaikan para cawapres dalam debat menjadi titik tolak dalam melakukan kalkulasi bisnis. Kendati beberapa jawaban cawapres tidak sesuai dengan tema, pebisnis mengharapkan strategi yang disampaikan dapat diperdalam sehingga mengungkit kinerja sektoral yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, para pelaku usaha berharap strategi tersebut dapat diimplementasikan secara nyata.
Gagasan dan Janji
Indonesia tengah memasuki masa transisi politik seiring dengan berakhirnya jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2024. Tahun 2024 menjadi tahun yang fenomenal karena masyarakat tak hanya memilih Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu serentak 2024 adalah pemilu pertama nasional yang akan menyelenggarakan lima jenis pemilu sekaligus, yaitu Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPD, anggota DPR, anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten/kota, dan pilkada serentak untuk memilih 37 Gubernur (kecuali DIY) dan kepala daerah di 514 kabupaten/kota. Ini adalah pengalaman pertama yang menjadi legenda sekaligus catatan sejarah bangsa Indonesia, dan bahkan mungkin secara global, di mana lima pemilu sekaligus dilakukan di tahun yang sama. Dalam rangkaian Pemilu 2024, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, yang tinggal 51 hari lagi, menjadi sorotan utama, baik di dalam dan luar negeri. Gegap gempita perhelatan pemilu ini bisa dimaklumi mengingat, jumlah penduduk Indonesia sendiri cukup besar, yaitu negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia dengan lebih dari 270 juta jiwa. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih, terdiri dari pemilih dalam negeri 203.056.748 dan pemilih dari luar negeri 1.750.474. Prospek pemulihan ekonomi global sampai dengan akhir 2023 diperkirakan masih akan tertahan. Beberapa faktor yang memengaruhi perlambatan ekonomi global adalah tekanan sektor keuangan, kesulitan pembayaran utang (debt distress), dampak eskalasi konflik Ukraina-Rusia, Israel-Hamas, tingkat inflasi serta suku bunga yang tinggi dalam waktu yang lama. Di tengah ketidakpastian global tersebut, Indonesia diperkirakan termasuk sebagai salah satu negara yang masih mampu tumbuh kuat pada 2023, melanjutkan momentum positif periode sebelumnya. Tak heran, masyarakat antusias dengan sejumlah program ekonomi para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Adapun, tiga kandidat capres dan cawapres, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang berada di nomor urut 3. Ketiga capres juga telah menawarkan gagasan untuk merespons tantangan tersebut dengan platform-nya masing-masing. Gagasan itu pun juga sudah disampaikan secara lebih formal dalam debat, yang dijadwalkan berlangsung dalam lima tahap dimulai sejak 12 Desember dan berakhir pada 4 Februari. Debat capres dan cawapres, dengan segala gegap gempita maupun pro dan kontranya, setidaknya dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai gagasan dan janji para kandidat. Inilah yang seharusnya menjadi titik kritis bagi lebih dari 204 juta pemilih. Gagasan yang bisa dan dapat direalisasikan.
PRODUKSI FARMASI : Dexa Group Produksi Pembalut Luka
Pelaku industri farmasi dan alat kesehatan Dexa Group mulai memproduksi pembalut luka, menyusul rampungnya pabrik alat kesehatan atau alkes pertamanya. Dengan dibangunnya fasilitas industri ini, Indonesia diharapkan mampu menyediakan produk alat kesehatan pembalut luka atau wound dressing yang kebutuhannya berada di urutan ke-5 alat kesehatan paling banyak ditransaksikan dalam e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP).Fasilitas industri alat kesehatan PT Deca Metric Medica, anak perusahaan Dexa Group, diresmikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, yang didampingi oleh Pimpinan Dexa Group Ferry A. Soetikno, dan Direktur Utama PT Medela Potentia Krestijanto Pandji.Menkes Budi mengapresiasi peresmian fasilitas produksi alat kesehatan PT Deca Metric Medica yang dapat mendukung ketahanan kesehatan Nasional. Menurutnya, terdapat 10 alat kesehatan yang paling banyak digunakan di Indonesia berdasarkan data e-Katalog di 900 rumah sakit pemerintah.
“Saya yakin yang namanya wound dressing [pembalut luka] itu dipakai di seluruh dunia, kami bukakan ke UNICEF,” sebut Menkes, dikutip dari siaran pers, Jumat (22/12).Menkes tidak saja mendukung produksi alat kesehatan dalam negeri selain untuk memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga bisa diekspor ke mancanegara. Pemerintah akan memfasilitasi produksi dalam negeri untuk terserap di pasar global.
Menurut laporan kinerja semester I/2023 Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, transaksi alat kesehatan Nasional melalui e-katalog pada 2019 — 2020 masih didominasi produk impor yang mencapai 88%.Merujuk data Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) pasar alat kesehatan Indonesia tahun 2020 sebesar Rp49,7 triliun setara dengan 0,7% pasar alat kesehatan global.
Sawala Duit Pembangunan Ibu Kota
PR EKONOMI PARA CAPRES
Kalangan dunia usaha menaruh asa yang cukup tinggi pada pemerintahan periode 2024—2029 di berbagai isu ekonomi. Mulai soal investasi, stabilitas, kemitraan dagang, dukungan pada manufaktur, hingga soliditas laju produk domestik bruto (PDB). Debat calon wakil presiden (cawapres) yang digelar hari ini, Jumat (22/12), pun diharapkan mampu memberikan optimisme bagi kalangan pebisnis untuk tetap melanjutkan ekspansi selama warsa transisi. Terlebih, debat kedua dalam rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ini mengangkat isu yang dekat dengan kelompok pengusaha, yakni ekonomi, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, fiskal negara, hingga infrastruktur. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan sejauh ini visi misi yang telah dipublikasikan oleh ketiga pasangan calon presiden (capres)-cawapres cukup komperehensif. Tuntutan pengusaha agar pasangan capres-cawapres menunjukkan aksi konkret bukanlah berlebihan. Pasalnya, Apindo menerbitkan Roadmap Perekonomian 2024—2029 yang juga telah disampaikan kepada setiap kontestan. Di sisi lain, tidak adanya pasangan yang memiliki latar belakang ekonomi juga menjadi tantangan dalam pemilu tahun depan. Apalagi, Indonesia dituntut lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian yang diestimasi masih cukup kuat. Jika dicermati, angka sasaran ekonomi yang tertuang dalam visi misi capres-cawapres cukup ambisius.
Pertumbuhan ekonomi misalnya, yang rata-rata menargetkan di kisaran 5,5%—7%. Sejalan dengan itu, debat hari ini juga perlu menyinggung komitmen untuk menjaga stabilitas sosial dan politik sehingga modal tetap mengalir ke Tanah Air. Dalam konteks ekspor, para cawapres juga patut memaparkan strategi dan komitmen soal pengaturan pembatasan impor terutama bahan baku dan penolong dalam rangka menjaga geliat manufaktur. Ketua Bidang Perhubungan dan Logistik Apindo yang juga Wakil Ketua Koordinator Energi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Carmelita Hartoto menyoroti soal kebijakan penghiliran sumber daya alam (SDA). Menurutnya, dunia usaha mendorong adanya peta jalan penghiliran mineral yang jelas dan terukur. Musababnya, meski penghiliran nikel telah berjalan sejak 2020, hingga detik ini kebijakan yang disusun belum menuju kemandirian. Terlepas dari adanya aneka tantangan dan dinamika tersebut, dengan penanganan yang cekatan pengusaha meyakini laju ekonomi pada tahun depan masih bisa eksis di kisaran 5%. Sementara itu, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, mengatakan tekanan ekonomi masih cukup kuat pada tahun depan, terutama dari eksternal. Menurut kajian yang dilakukan BI, ungkapnya, dampak dari Pemilu 2024 mulai terlihat pada tahun ini. Berdasarkan penghitungan bank sentral, penyelenggaraan pemilu dua putaran akan memberikan kontribusi sekitar 0,6% terhadap konsumsi di dalam negeri. Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad melihat prospek 2024 cukup menantang baik dari sisi perdagangan maupun investasi.
Asa Pengusaha dari Janji Kandidat
Hari ini, Jumat (22/12), debat pemilihan presiden kembali digelar. Kali ini mempertemukan calon wakil presiden dengan mengusung isu di bidang ekonomi. Sejumlah asa digantungkan dunia usaha dari janji para kandidat. Tema debat yang diambil kali ini adalah Ekonomi (ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital), Keuangan, Investasi, Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan. Ekonomi merupakan isu paling dinanti oleh dunia usaha. Paling tidak untuk membangkitkan harapan dan optimisme kalangan pebisnis dalam memacu ekspansi selama masa transisi. Terlebih lagi pasca-pagebluk Covid-19, ekonomi belum mampu mencapai pertumbuhan yang diharapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Jokowi, begitu biasa disapa, menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 7% saat dirinya menjabat. Harapan itu tampaknya hanya akan tertulis di angan-angan putra daerah Solo tersebut.Oleh sebab itu, kandidat wapres pada ajang debat kali ini bakal dinanti programnya dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Dalam visi misi, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) menjanjikan pertumbuhan ekonomi hingga 6,5% pada 2025—2029. Adapun Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memasang target pertumbuhan ekonomi yang sama dengan Jokowi, yakni 7%, mulai 2025. Hal serupa dijanjikan oleh pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Namun, target 7% pada pasangan ini tidak disebutkan tahunnya. Target pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud dapat dikatakan sangat optimistis. Apalagi pertumbuhan ekonomi 7% disebutkan Prabowo-Gibran bakal terjadi pada 2025.Pengalaman negara lain di mana rata-rata pertumbuhan pendapatan sejak pertama kali melewati batas UMIC sampai 2022 adalah China 6,7%, Thailand 2,18%, Malaysia 2,94%, Korea Selatan 4,59%, dan Brasil 1,13%. Apalagi kondisi sosial ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dengan negara lain ketika memiliki pendapatan per-kapita yang sama menjadi UMIC yang per 2022 senilai US$4.580. Kalangan dunia usaha menilai biaya investasi terhadap produk yang dihasilkan cukup tinggi (Investment Capital Output Ratio/ICOR) sehingga sulit pertumbuhan ekonomi mencapai 7%. Saat ekonomi tumbuh di atas 5%, ICOR mencapai 7,6%. Padahal negara maju ICOR rata-rata hanya sekitar 3%. Masalah ekonomi ini yang diharapkan dunia usaha dapat dipahami oleh para kandidat, sehingga tidak mudah menebar janji yang sulit untuk ditepati. Setidaknya optimisme itu terpancar dari janji yang realistis.
PELABUHAN BATU AMPAR : Dwelling Time Turun 81%
Badan Pengusahaan (BP) Batam mengeklaim waktu sandar atau dwelling time kapal di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Batu Ampar menurun hingga 81% sejak pengoperasian ship to shore (STS) crane. Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam Dendi Gustinandar menjelaskan, sebelumnya proses bongkar 100—600 box kontainer dari kapal di pelabuhan itu membutuhkan waktu 48—52 jam. Namun, saat ini hanya berkisar 9—22 jam. “Makin singkatnya waktu sandar kapal di pelabuhan otomatis mengurangi biaya logistik. Sebab, semua tahu setiap menit, atau bahkan detik dalam aktivitas kemaritiman, apalagi jika sudah waktunya membongkar atau memuat barang. Makin lama, tentunya biaya yang dikeluarkan akan makin membengkak,” katanya, Kamis (21/12). Dendi mengungkapkan, sejak beroperasi STS crane telah mengakomodasi 15% dari total volume kegiatan bongkar muat di TPK Batu Ampar. Dia pun optimistis pemanfaatan STS crane untuk kegiatan bongkar muat dapat terus meningkat. Dendi menegaskan, Batam harus mengambil potensi international transhipment port yang saat ini masih didominasi oleh pelabuhan di Singapura (32,3 Juta TEUs), Busan (12,2 Juta TEUs), Tanjung Pelepas (10,6 Juta TEUs), dan Port Klang (8,4 Juta TEUs). Dendi menegaskan, BP Batam membutuhkan dukungan dari semua pihak dalam mewujudkan target Batam sebagai hub logistik internasional.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









