;

Sawala Duit Pembangunan Ibu Kota

Sawala Duit Pembangunan Ibu Kota
JAKARTA -- Seperti diduga, putaran kedua debat pasangan calon presiden dan wakil presiden diramaikan oleh isu sejumlah proyek infrastruktur di era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang selama ini kontroversial. Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, ambisi Jokowi memindahkan pusat pemerintahan dari DKI Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tadi malam menjadi salah satu "barang panas" dalam panggung debat yang mempertemukan tiga calon wakil presiden.  Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto, jadi sasaran tembaknya. Pasangan capres-cawapres nomor urut 2 ini sejak awal memang menegaskan hanya akan meneruskan program-program Jokowi, yang juga ayah Gibran. Proyek IKN hanya satu di antaranya.

Pernyataan Gibran memantik debat antar-cawapres di urusan proyek IKN. Semula, moderator debat Liviana Cherlisa membacakan pertanyaan pada subtema keuangan, pajak, serta pengelolaan APBN dan APBD. Gibran ditanya tentang apa yang akan menjadi prioritas anggaran di masa mendatang, pembangunan infrastruktur fisik atau sumber daya manusia.  Gibran mengawali jawabannya dengan menyatakan bahwa tidak semua urusan harus menggunakan APBN. "Contoh IKN. Banyak yang gagal paham. Tidak 100 persen pembangunan IKN itu menggunakan APBN. Yang digunakan hanya 20 persen," kata Gibran. "Sisanya adalah investasi dari swasta dan investasi dari luar negeri." (Yetede)