;

PERSOALAN GURU, Capres dan Cawapres Belum Mampu Beri Solusi

PERSOALAN GURU, Capres dan Cawapres
Belum Mampu Beri Solusi

Persoalan guru di Indonesia meliputi berbagai aspek, seperti kesejahteraan guru yang sangat rendah, kompetensi guru yang masih rendah, rekrutmen dan distribusi guru yang masih amburadul, perlindungan guru yang minim, serta buruknya pengembangan karier guru. Sayangnya, visi dan misi para calon presiden dan calon wakil presiden dinilai belum mampu memberi solusi komprehensif terhadap ragam persoalan pendidikan dan guru di Tanah Air. ”Isi visi-misi dan program para capres dan  cawapres masih bersifat populis serta belum menyentuh akar masalah pendidikan dan guru,” kata Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim, Jumat (22/12) di Jakarta.

Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, menyebutkan, dari kajian P2G, pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin), ingin menuntaskan rekrutmen guru ASN, namun, solusi yang ditawarkan pasangan ini masih mengambang. P2G ingin kepastian agar pasangan Amin berkomitmen membuka kembali rekrutmen guru PNS, bukan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) saja. Slogan ”perubahan” yang diusung pasangan ini justru tidak menawarkan perubahan sama sekali dalam hal rekrutmen guru, kesejahteraan, peningkatan kompetensi, ataupun rekrutmen dan distribusi. Pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berjanji menambah tunjangan guru sebesar Rp 2 juta per bulan, yang akan menyedot APBN Rp 79,2 triliun per tahun.

Menurut Iman, Prabowo-Gibran tidak memberi solusi secara komprehensif terkait lima isu fundamental terkait guru. Sementara, pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, diapresiasi karena rencana mereka menetapkan gaji guru Rp 20 juta per bulan. Namun, dalam kalkulasi riil P2G, wacana ini tidak realistis karena Rp 20 juta jika dikalikan 3,3 juta guru setara Rp 66 triliun per bulan. Negara harus menyiapkan anggaran besar Rp 792 triliun (belum ditambah gaji ke-13 dan tunjangan hari raya per tahun) khusus untuk gaji guru. Hal ini melampaui alokasi 20 % APBN untuk fungsi pendidikan. ”P2G menilai janji ketiga pasangan capres-cawapres masih solusi yang parsial dan bersifat populis semata. Belum memandang dan menawarkan solusi komprehensif sebagai satu sistem pendidikan nasional,” paparnya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :