Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Inovasi untuk Desa
Acara Kick Andy pada 3 Desember 2023 menampilkan dua orang
istimewa, Lasiyo Syaefudin dan Edy Purwoko. Keduanya penduduk yang sangat berarti
bagi warga desa mereka. Mbah Lasiyo, pria lulusan SMP, dijuluki profesor
pisang. Kegiatannya yang mengembangkan berbagai varietas pisang secara organik
telah memberi inspirasi bagi banyak petan ilain untuk menanam pisang hasil
karyanya. Bahkan, sejak belasan tahun lalu, warga Desa Sidomulyo, Kabupaten
Bantul, DI Yogyakarta, ini telah dikenal di kalangan petani di wilayahnya
sebagai peracik pestisida nabati dan mikroorganisme pengurai kompos. Sebagai
pendukung pertanian organik, Mbah Lasiyo memiliki bermacam formula pestisida
nabati untuk serangan hama yang spesifik. Mbah Lasiyo meningkatkan produktivitas
lahan pisang tanpa merusak lingkungan. Edy Purwoko, Warga Desa Bulurejo,
Kabupaten Banyuwangi, Jatim, menemukan cara budidaya buah naga yang mampu meningkatkan
produksinya hingga dua kali lipat. Dengan menandai masa panen dan masa paceklik
buah naga, Edy menyimpulkan bahwa sinar matahari menjadi faktor utama dua
kondisi tersebut. Edy melakukan uji coba dengan menyinari kebun buah naga
miliknya menggunakan lampu LED dan berhasil. Kini tak hanya kebun miliknya yang
menggunakan lampu listrik,tetapi juga kebun-kebun milik petani lain, menjadikan
buah naga tak lagi mengenal musim, sehingga produktivitas per tahun kebun buah
naga meningkat menjadi dua kali lipat.
Tak hanya perorangan, cerita tentang peran teknologi dalam
membangun desa juga saya temukan dari kiprah PT Agrikencana Perkasa. Perusahaan
yang bergerak di bidang bioteknologi dan agroindustri ini adalah produsen
berbagai sarana produksi pertanian, seperti pupuk, pakan ternak, probiotik, dan
pestisida. Semuanya organik. Beberapa petani yang menggunakan produknya mengaku
hasil pertanian meningkat tajam. Salah seorang petani bercerita bahwa produksi
padi organik hasil sawahnya 13 ton per hektar per musim tanam. Begitu pula
singkong yang dapat menghasilkan jauh di atas produktivitas rata-rata. Satu
pohon dapat menghasilkan 10 kg, bahkan ada yang sampai 26 kg. Keunikan
perusahaan ini adalah upayanya dalam menggunakan bahan-bahan yang awalnya hanya
limbah. Dalam produksi pakan ternak, misalnya, mereka menggunakan limbah daun
jati kering dalam campurannya. Minyak sacha inchi dalam ramuan pakan ayam
menghasilkan telur yang tinggi kandungan omega-3. Ketiga kisah ini adalah
contoh penerapan teknologi dalam produksi pertanian di desa. Dalam ilmu
ekonomi, teknologi berperan dalam meningkatkan kinerja input lain dan meningkatkan
kemampuan produksi dengan penggunaan tenaga kerja dan modal yang sama. (Yoga)
Wisata Rakyat Memikat, Fasilitas Menjadi Pengingat
Libur Natal yang berdekatan dengan akhir pekan menjadi momen
bagi masyarakat untuk berwisata di Jakarta hingga daerah. Mereka memilih
destinasi yang terjangkau secara ekonomi, tapi fasilitasnya memadai. Taman
Margasatwa Ragunan di Jaksel, misalnya, masih menjadi salah satu destinasi
favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Dengan harga tiket masuk Rp 4.000 untuk
dewasa dan Rp 3.000 bagi anak-anak, tempat ini ramai dikunjungi. Mariam (45),
pengunjung asal Tanah Abang, memilih berwisata ke Ragunan karena murah dan
mudah dijangkau dengan transportasi publik. Bersama 10 anggota keluarga dan tetangganya,
ia menumpang bus Transjakarta seharga Rp 3.500 per orang. Meski telah berulang
kali ke Ragunan, Mariam tidak pernah bosan. ”Fasilitasnya sudah cukup memadai,
ada toilet, tempat ibadah, dan ruang terbuka hijau untuk bersantai,” katanya.
Kahumas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang mengatakan,
puncak kunjungan terjadi sejak Minggu (24/12), jumlah pengunjung Taman Margasatwa
Ragunan 93.275 orang hari itu dan pada Senin (25/12) petang 55.248. Jumlah
wisatawan dua hari terakhir ini melebihi kunjungan pada periode serupa tahun
lalu, 76.881 orang. Pihaknya memprediksi lonjakan wisatawan masih akan terjadi
selama masa libur panjang. ”Bisa jadi di Tahun Baru ataupun liburan sekolah
akan terjadi puncak (kunjungan) kembali,” kata Wahyudi. Ragunan juga tetap buka
pada Senin (1/1/2024) depan. Biasanya, kebun binatang ini libur setiap Senin.
Tempat ini baru diliburkan Selasa (2/1). Untuk menjaga kenyamanan pengunjung selama liburan, pengelola
meningkatkan fasilitas tempat parkir, toilet, dan ruang laktasi.
Lonjakan pengunjung juga terjadi di Kota Tua Jakarta. ”Di
hari biasa jumlah kunjungan 5.000 hingga 6.000 orang. Liburan ini jumlahnya dua
kali lipat,” kata Arini, staf informasi UPT Kota Tua. Tanpa tiket masuk,
pengunjung dapat menikmati bangunan tua Kantor Gubernur VOC atau Gouverneurs
Kantoor, juga berfoto dengan orang berkostum unik, seperti pejuang, pengantin,
dan lainnya. Zaenal (55), warga Rawa Buntu, Tangsel, memilih berwisata di Kota
Tua karena lebih merakyat. ” Di sini enak karena bisa foto-foto dan ongkosnya
tidak mahal,” katanya. Selain Ragunan dan Kota Tua, tempat wisata yang ramai
didatangi adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pada Senin siang, jumlah
wisatawan 20.000 orang. Pada Minggu, pengunjung 22.000 orang. ”Sampai 31
Desember, mungkin akan ada lagi puncak (kunjungan),” kata Koordinator Humas
TMII Novera Mayang Sari. Di TMII, wisatawan bisa piknik di taman, naik kereta
gantung, atau berkunjung ke museum dan anjungan daerah. Novembri (41), salah
seorang pengunjung, memilih TMII karena dekat dari rumah dan harganya masih
terjangkau. Tiket masuk per orang Rp 50.000. Adapun biaya sepeda motor Rp 15.000
dan mobil Rp 35.000.
Kawasan wisata Ancol Taman Impian di Jakarta Utara juga
dipadati pengunjung saat libur Natal. Corporate Communication PT Pembangunan
Jaya Ancol Tbk Ariyadi Eko Nugroho mengatakan,
hingga Senin petang, jumlah pengunjung Ancol mencapai 63.000 orang. Sebagian
besar wisatawan mengunjungi kawasan pantai. Adapun sekitar 13.000 orang lainnya
mendatangi Sea World. Eko. Fanny Dunggio (30), pengunjung Pantai Lagoon,
memilih berlibur ke Ancol karena tarif masuknya murah. Harga tiket per orang hanya
dipatok Rp 25.000. Wisatawan pun boleh membawa makanan untuk disantap. ”Kalau
libur, pokoknya pasti selalu ke Ancol. Kayak sudah tradisi gitu di keluarga.
Dekat dan hemat biaya. Kalau lapar, tinggal makan bekal. Mau kopi, tinggal
seduh. Makanya bawa kompor segala,” ucap Fanny yang datang bersama 10 anggota
keluarganya. (Yoga)
Berkah Natal Jutaan Dollar Mariah Carey
Seperti halnya umat Kristiani yang menantikan Natal, begitu
juga dengan penyanyi pop Mariah Carey. Bukan hanya merayakan hari raya
keagamaan, Carey juga menikmati berkah dalam arti harfiah, yakni pundi-pundi
yang menebal dari royalty atas lagu-lagu tematis Natal-nya. Padahal, rekaman
itu dirilis hampir tiga dekade lalu. Inilah contoh pendapatan pasif yang selalu
menguntungkan setiap tahun. Saban menjelang dan sesudah Natal, suara Mariah
Carey mendadak meramaikan hampir setiap sudut pusat perbelanjaan, restoran, dan
tempat publik lainnya. Bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di berbagai belahan
negara lain. Lagu-lagu seperti ”All I Want for Christmas is You” dan ”Christmas
(Baby Please Come Home)” yang dinyanyikan penyanyi asal AS itu rutin diputar di
mana-mana. Dua lagu itu adalah bagian dari 10 lagu yang tergabung dalam album
Mariah Carey, Merry Christmas, yang dirilis tahun 1994 lalu. Nyaris genap tiga dekade
berselang, lagu-lagu di album itu tetap relevan dan seakan menjadi soundtrack
Natal.
Sampai 24 Desember 2023, lagu ”All I Want for Christmas is
You” sudah diputar 1,72 miliar kali di aplikasi pemutar musik Spotify oleh
pendengar di ratusan negara. Lagu ini termasuk 200 lagu yang telah
menembus 1 miliar kali diputar. Padahal, ada jutaan lagu yang terunggah di
Spotify. Dikabarkan oleh situs Billboard, lagu ini telah dikonsumsi 2,18 miliar
kali di AS sajaa, dalam bentuk pengunduhan lagu, pemutaran audio di aplikasi
musik, dan pemutaran video di Youtube. Kombinasi dari aktivitas ekonomi ini
menciptakan nilai 1,8 juta dollar AS (Rp 27,84 miliar) di AS saja untuk Carey
dan perusahaan rekamannya, Sony Music. Pendapatan ini belum termasuk keuntungan
dari penggunaan lagu untuk acara televisi ataupun sebagai soundtrack dari
berbagai acara bertema Natal. Ini pun belum termasuk pendapatan dari hak cipta
saat ada penyanyi lain yang ingin membuat aransemen ulang lagu tersebut. Padahal,
ada 125 penyanyi yang telah membuat ulang lagi ini. Salah satunya duet Mariah
Carey dengan Justin Bieber saat menyanyikan ulang lagu ini pada 2011 lalu.
Mengutip The Economist, berkat berbagai prestasi tersebut,
Mariah Carey dikabarkan meraup 2,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 34,46 miliar
setiap tahun. The New York Post bahkan memperkirakan Carey mendapatkan 3 juta
dollar AS atau sekitar Rp 46,4 miliar setiap tahun. Ia masih mendapatkan pendapatan
lain dari royalti album lain, honor menjadi bintang iklan, ataupun konser.
Semua ini membawa Carey yang pada 2023 dikabarkan memiliki total kekayaan 350 juta
dollar AS atau sekitar Rp 5,41 triliun. Keputusan membuat album tematis Natal
pada 1994 lalu itu adalah keputusan yang sangat tepat. Mengutip Pew Research pada
2020, jumlah penganut Kristiani di seluruh dunia 2,38 miliar orang atau 30 %
penduduk dunia yang lebih kurang 8 miliar orang. Dari perspektif ekonomi, kita
bisa belajar dari Carey bagaimana jeli melihat potensi pasar yang pasti
(captive market) dari hari Natal yang rutin dirayakan sepertiga penduduk bumi
setiap tahun. Mengolah potensi pasar itu menjadi pendapatan pasif setiap tahun.
(Yoga)
Uang Beredar Tumbuh 3,3 Persen
Kunjungan Wisman Mencapai 9,49 Juta
Tol Laut, Kepastian Logistik untuk Penduduk Teras Negeri
Adi (42), buruh angkut kapal penumpang, senang karena kapal
tol laut / Kapal Logistik Nusantara 2 sepanjang 80 meter ini merapat kembali di
pelabuhan Tahuna, Selasa (28/11) pagi. ”Saya ini cuma buruh angkut kapal
penumpang, tetapi kalau kapal ini datang, saya tenang. Saya dengar kapal ini membawa
bahan-bahan pokok, seperti beras, minyak tanah, gula, dan daging ayam. Jadi,
harga-harga barang di sini tidak jauh beda dengan yang di Bitung atau Manado,”
ujarnya. Bahkan, kehadiran tol laut ke Tahuna membawa perubahan. Adi melihat,
pedagang bahan pokok di sekitar Tahuna mulai menjamur dengan harga yang
bersaing, bahkan tidak jauh berbeda dengan harga di Sulawesi sebagai pulau
utama. Harga bahan pokok yang stabil ini setidaknya membuat Adi tidak perlu
terlalu khawatir di tengah kesulitan mencari penghasilan. ”Tadi pagi dapat
kurang dari 10 penumpang, jadi cuma Rp 100.000-an. Kalau harga naik tinggi,
saya lebih khawatir karena uang segitu kurang,” kata Adi.
Kapal yang dinakhodai R Sentot Adibowo (37) ini mengangkut 84
kontainer bahan pokok untuk Pelabuhan Tahuna, dan 18 kontainer untuk Pelabuhan
Nunukan, Kaltara. Barang pokok yang diangkut berasal dari Pelabuhan Tanjung
Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Makassar. Berdasarkan data Kemenhub, kapal dari
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dengan kode trayek H-1 ini
menempuh jarak 2.811 mil laut sekali putaran yang membutuhkan waktu
berhari-hari dan berteman sepi karena penghuni kapal hanyalah Sentot dan 18 kru
lainnya. Sasaran kapal kargo ini adalah daerah tertinggal, terpencil, terluar,
dan perbatasan (3TP) Indonesia. Pada tahun 2023, Kemenhub merilis 39 trayek
yang membentang dari Kepulauan Riau hingga Merauke, dan 11 trayek di antaranya
dikelola oleh Pelni. Bahan-bahan pokok yang didistribusikan ber-asal dari enam
pelabuhan pangkal, yakni Tanjung Priok, Tanjung Perak, Bitung, Kupang, Sorong,
dan Merauke. Subsidi untuk tol laut masuk ke anggaran sektor Perhubungan Laut
Kemenhub yang mencapai Rp 1,47 triliun bersama angkutan perintis, angkutan
kapal ternak, dan kapal rede (Kompas, 9/1).
Sesuai tujuannya, anggaran untuk konektivitas antarpulau dengan tol laut
ini diharapkan bisa menekan disparitas harga untuk pulau-pulau terluar ini. (Yoga)
Ketika Pringgasela Selatan Bangkit dari Tidur
Setelah puluhan tahun tertidur, Desa Pringgasela Selatan
bangkit. Lewat tangan-tangan anak mudanya, berbagai kekayaan yang dulu pernah
terkubur dibangunkan lagi untuk kembali ke identitas sejati warga sebagai
penjaga budaya. Pringgasela Selatan berada di kaki Gunung Rinjani yang subur.
Masyarakatnya mayoritas petani dengan hasil panen tiga kali setahun. Kekayaan
yang melimpah cukup bagi warga untuk hidup sejahtera. Kenyataannya, desa yang
berada di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, ini lebih kaya dari itu.
Desa yang dihuni tiga trah besar, yakni Tanaq Gadang, Sumbawa atau Rempung, dan
Masbage, ini memiliki sejarah dan tradisi kuat. Nizar Azhari (39), pemuda asli
Pringgasela Selatan yang mengenyam pendidikan di Yogyakarta, menemukan kisah
ini saat menggali kembali kekayaan lokal desanya. Nizar adalah daya desa atau
pendamping kebudayaan desa. Ia dan kawan-kawannya dari daya warga dengan
dukungan Kemendikbudristek mencoba menggali kisah lalu Pringgasela Selatan.
Pringga berarti prajurit, Sela berarti batu atau bisa berasal dari kata
Selaparang, nama kerajaan di Lombok.
Leluhur desa ini, lanjut Nizar, dikenal sebagai penjaga,
tetapi bukan penjaga kerajaan, melainkan tanah tempat hidup mereka. Mereka
melawan berbagai invasi, termasuk penjajah yang hendak menguasai wilayah itu.
Kisah heroik mereka diabadikan di sebuah tugu penanda jalan desa. Kuda-kuda
pacu jadi warisan yang pernah ada di desa-desa tersebut. ”Dulu ada banyak kuda
di sini. Setelah kami pelajari sejarah desa, kuda-kuda itu ternyata bagian dari
pasukan kavaleri desa,” kata Nizar. Sayangnya, keberadaan kuda-kuda kavaleri
itu sudah hilang tergeser alat transportasi lain. Pringgasela Selatan juga memiliki
tradisi blanjakan atau bertarung di tengah sawah berlumpur seusai panen padi. Blanjakan
mengandalkan ketangkasan adu kaki, mirip olahraga muay thai. Dari
kepingan-kepingan sejarah itu, para pemuda desa mencoba untuk merekonstruksi
kekayaan lampau mereka. Mereka menemukan musik sejenis gamelan yang dikenal dengan
nama klenang nunggal.
Amak Maisur, sesepuh Pancur Kopong yang ahli bermusik dan sesepuh
lain merangkai melodi menjadi alunan gending dari 23 klenang yang berhasil ditemukan.
Tenun Pringgasela tetap terawetkan hingga kini. Masih ada 600-700 penenun di
Desa Pringgasela Selatan. Temuan-temuan lama dan berbagai kekayaan budaya itu
diangkat dalam Festival Dongdala atau pelangi yang digelar 19-21 Desember.
Festival ini membangkitkan kebanggaan warga Pringgasela Selatan akan kekayaan
budaya mereka. Puncak festival yang berupa pawai Nyiru Jaja Bejangkongan, Rabu
(20/12) mergambarkan semanga warga berpartisipasi dalam mengangkat kekayaan
budayanya. Ribuan orang tanpa diminta turut datang mengikuti pawai memakai baju
terbaiknya untuk tampil. Nizar dan rekan-rekannya masih punya banyak pekerjaan rumah.
Hingga kini, proses temu dan kenali kebudayaan Pringgasela Selatan masih
berjalan, begitu pula pengembangan dan pemanfaatannya. Mereka tak hanya
menggali, tetapi juga menjaga budaya desanya. Jika berhasil, Pringgasela Selatan
bisa menjadi desa yang mandiri dan berdaya. (Yoga)
Menunggu Suara Peluit di Pasar Barter Wulandoni
Suatu pagi pertengahan Agustus 2023 di Lamalera. Matahari
mulai naik saat perjalanan sejauh 7 km melewati jalan rusak menyisir jalan di
pinggir pantai menuju Pasar Barter Wulandoni, Kabupaten Lembata, NTT. Puluhan
pedagang dari pegunungan mempersiapkan dagangan berupa hasil bumi, seperti
pisang, singkong, umbi-umbian hutan, kacang-kacangan, dan jagung. Sementara
istri-istri nelayan mempersiapkan ikan segar di ember plastik. Sebagian
menggelar ikan belelang, ikan kering yang berbentuk seperti gelang yang terbuat
dari paus, lumba-lumba, ataupun pari manta. Lapak beton yang melingkar mulai
penuh terisi dagangan. Kosmas Dua (64) ditemani seorang petugas linmas mulai
memungut retribusi berupa sedikit hasil bumi dan ikan asin. Retribusi yang
dimasukkan ke karung tersebut akan dilelang setelah penutupan pasar untuk kas
desa. Kosmas mengitari pasar, memastikan semua pedagang sudah siap. Tepat pukul
10.00, peluit ditiup.. pritttt, prittttt.
Suara peluit dijadikan penanda kegiatan pasar barter bisa
dilakukan. Istri nelayan menyerbu lapak, menukar ikan dengan hasil bumi.
Tawar-menawar hanya menunjukkan barang. Kalau kesepakatan pertukaran disetujui
bersama, maka barang akan segera berganti pemilik. Pasar Wulandoni hanya buka
sepekan sekali setiap hari Sabtu. Pasar barter terbesar di Pulau Lembata yang
sudah ada sejak tahun 1830-an ini mempertemukan orang-orang pesisir dan
pegunungan yang saling membutuhkan. Semua hasil barter untuk kebutuhan hidup
sehari-hari, bukan untuk dijual kembali. Pasar barter tak hanya ajang menukar
barang. Selain memangkas rantai pasok, pasar juga mempertemukan dan
mengakrabkan orang-orang pesisir yang sebagian besar Muslim dan orang-orang
gunung yang mayoritas Kristen. Pasar Barter Wulandoni melibatkan warga dari
puluhan kampung yang tersebar dan lebih dari 100 orang dalam transaksi barter
tiap hari Sabtu. (Yoga)
NATAL BERSAMA KELUARGA, SEDERHANA DAN BERMAKNA
Pilihan aktivitas masyarakat untuk merayakan libur Natal dan
Tahun Baru terekam dalam hasil jajak pendapat Kompas 7-9 Desember. Hasilnya,
berkumpul bersama keluarga menjadi kegiatan favorit pengisi libur akhir tahun.
Pengumpulan pendapat dilakukan melalui telepon. Sebanyak 514 responden dari 34
provinsi berhasil diwawancara. Tim Litbang memilih responden secara acak sesuai
proporsi jumlah penduduk di tiap provinsi. Menggunakan metode ini, pada tingkat
kepercayaan 95 %, margin of error penelitian ± 4,35 % dalam kondisi penarikan
sampel acak sederhana. Sebagian besar responden (34,1 %) berencana menjalani
momen Natal ber sama keluarga. Salah satu agenda yang disiapkan ialah menonton
acara hiburan khusus.
Sebanyak 5,1 % responden berencana berlibur ke luar kota
atau ke tempat wisata di sekitar tempat tinggal mereka. Pilihan untuk merayakan
libur Natal dengan sederhana ini terjadi merata di masyarakat, baik yang
tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Kesederhanaan dalam merayakan Natal
juga tercermin dari biaya yang disiapkan oleh masyarakat. Sekitar 22 % responden
menyiapkan dana di bawah Rp 1 juta untuk merayakan Natal. Namun 12 % responden
menyiapkan biaya cukup besar hingga di atas Rp 3 juta. Pilihan publik merayakan
Natal dan akhir tahun bersama keluarga dalam momen kesederhanaan tidak lepas
dari tekanan situasi ekonomi. Kenaikan harga barang-barang, terutama bahan
kebutuhan pokok, membuat publik menghitung ulang dampak daya belinya. (Yoga)
MUDIK GRATIS, LEBIH HEMAT DAN AMAN
Di tengah tingginya harga sejumlah moda transportasi, mudik
gratis menggunakan bus menjadi solusi bagi warga saat libur Natal dan Tahun
Baru. Selain lebih hemat, juga lebih aman. Penumpang pun bisa pulang dengan
tenang. Lebih dari seribu warga memadati Terminal Kampung Rambutan, Jaktim,
Sabtu (23/12). Ada yang mengangkut barang hingga menggendong bayi. Hari yang terik
tidak jadi masalah. Mereka tetap bahagia karena mudik tanpa biaya. Salah satu
penumpang yang senang dengan program Kemenhub ini adalah Novi Herawati (42). Ia
akhirnya bisa berlibur sekaligus mudik bersama kedua anaknya ke Surakarta, Jateng;
dan Yogyakarta. Karyawan swasta di Jakarta ini nyaris tidak jadi pulang kampong
karena kehabisan tiket kereta api. Pesawat tidak jadi opsi lantaran harganya
terlalu tinggi, bisa Rp 1 juta per orang. Dengan kedua anaknya, setidaknya ia
harus menyiapkan Rp 3 juta. Ia mencoba mendaftar program mudik gratis dengan mengakses
aplikasi Mitra Darat dari Kemenhub. ”Saya coba pantengin (ikuti) dari Jumat
(15/12) sambil berharap ada kuota tersisa meskipun tulisannya habis. Akhirnya
dapat Senin (18/12) malam. Anak-anak langsung bilang, ’yeay, kita jadi pergi’,”
cerita Novi.
Program itu turut meringankan biaya Sohibah (48), peserta mudik
gratis lainnya. Penjual ayam krispi di Depok, Jabar, ini akhirnya bisa pulang ke
Wates, Kabupaten Kulon Progo, Jateng Ia bersama suaminya, Subarna (49), dan dua
putranya. Menurut rencana, ia naik bus ke Yogyakarta lalu menggunakan kendaraan
lainnya ke Wa-tes. ”Kami hendak menengok orangtua saat libur Natal dan Tahun
Baru ini. Kalau tidak ada mudik gratis, mungkin kami tidak akan pulang.
Apalagi, rombongan kami banyak,” katanya. Jika memakai bus berbayar, biayanya
bisa lebih dari Rp 800.000 untuk empat orang, belum termasuk belanja selama perjalanan
12 jam. Menurut dia, persyaratan ikut mudik gratis relative mudah. Ketentuannya
adalah mengisi biodata, KTP, tujuan, dan terminal keberangkatan, serta
melakukan validasi sebelum berangkat. Sohibah, dan Novi adalah sebagian dari
1.024 penumpang yang berangkat memakai 27 bus gratis di Terminal Kampung
Rambutan. Sebanyak 2.473 penumpang juga mengikuti mudik gratis dengan 63 bus
dari Terminal Terpadu Pulo Gebang ke sejumlah daerah di Jawa. Kemenhub juga memberangkatkan
dua truk untuk mengangkut 90 sepeda motor pemudik, Jumat (22/12), dari Terminal
Pondok Cabe, Tangsel, ke Solo dan Yogyakarta. Pemudik dapat mengambil sepeda
motornya di kantor dinas perhubungan setempat. ”Kegiatan dengan tema ’Transportasi
Aman Liburan Nyaman’ ini bertujuan untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu
lintas, khususnya bagi sepeda motor dan mengurangi kepadatan lalu lintas di
jalan,” ujar Inspektur 1 Irjen Kemenhub Amin Hudaya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









