;

Tol Laut, Kepastian Logistik untuk Penduduk Teras Negeri

Ekonomi Yoga 26 Dec 2023 Kompas
Tol Laut, Kepastian Logistik untuk Penduduk Teras Negeri

Adi (42), buruh angkut kapal penumpang, senang karena kapal tol laut / Kapal Logistik Nusantara 2 sepanjang 80 meter ini merapat kembali di pelabuhan Tahuna, Selasa (28/11) pagi. ”Saya ini cuma buruh angkut kapal penumpang, tetapi kalau kapal ini datang, saya tenang. Saya dengar kapal ini membawa bahan-bahan pokok, seperti beras, minyak tanah, gula, dan daging ayam. Jadi, harga-harga barang di sini tidak jauh beda dengan yang di Bitung atau Manado,” ujarnya. Bahkan, kehadiran tol laut ke Tahuna membawa perubahan. Adi melihat, pedagang bahan pokok di sekitar Tahuna mulai menjamur dengan harga yang bersaing, bahkan tidak jauh berbeda dengan harga di Sulawesi sebagai pulau utama. Harga bahan pokok yang stabil ini setidaknya membuat Adi tidak perlu terlalu khawatir di tengah kesulitan mencari penghasilan. ”Tadi pagi dapat kurang dari 10 penumpang, jadi cuma Rp 100.000-an. Kalau harga naik tinggi, saya lebih khawatir karena uang segitu kurang,” kata Adi.

Kapal yang dinakhodai R Sentot Adibowo (37) ini mengangkut 84 kontainer bahan pokok untuk Pelabuhan Tahuna, dan 18 kontainer untuk Pelabuhan Nunukan, Kaltara. Barang pokok yang diangkut berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Makassar. Berdasarkan data Kemenhub, kapal dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dengan kode trayek H-1 ini menempuh jarak 2.811 mil laut sekali putaran yang membutuhkan waktu berhari-hari dan berteman sepi karena penghuni kapal hanyalah Sentot dan 18 kru lainnya. Sasaran kapal kargo ini adalah daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP) Indonesia. Pada tahun 2023, Kemenhub merilis 39 trayek yang membentang dari Kepulauan Riau hingga Merauke, dan 11 trayek di antaranya dikelola oleh Pelni. Bahan-bahan pokok yang didistribusikan ber-asal dari enam pelabuhan pangkal, yakni Tanjung Priok, Tanjung Perak, Bitung, Kupang, Sorong, dan Merauke. Subsidi untuk tol laut masuk ke anggaran sektor Perhubungan Laut Kemenhub yang mencapai Rp 1,47 triliun bersama angkutan perintis, angkutan kapal ternak, dan kapal rede (Kompas, 9/1).  Sesuai tujuannya, anggaran untuk konektivitas antarpulau dengan tol laut ini diharapkan bisa menekan disparitas harga untuk pulau-pulau terluar ini. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :