Tol Laut, Kepastian Logistik untuk Penduduk Teras Negeri
Adi (42), buruh angkut kapal penumpang, senang karena kapal
tol laut / Kapal Logistik Nusantara 2 sepanjang 80 meter ini merapat kembali di
pelabuhan Tahuna, Selasa (28/11) pagi. ”Saya ini cuma buruh angkut kapal
penumpang, tetapi kalau kapal ini datang, saya tenang. Saya dengar kapal ini membawa
bahan-bahan pokok, seperti beras, minyak tanah, gula, dan daging ayam. Jadi,
harga-harga barang di sini tidak jauh beda dengan yang di Bitung atau Manado,”
ujarnya. Bahkan, kehadiran tol laut ke Tahuna membawa perubahan. Adi melihat,
pedagang bahan pokok di sekitar Tahuna mulai menjamur dengan harga yang
bersaing, bahkan tidak jauh berbeda dengan harga di Sulawesi sebagai pulau
utama. Harga bahan pokok yang stabil ini setidaknya membuat Adi tidak perlu
terlalu khawatir di tengah kesulitan mencari penghasilan. ”Tadi pagi dapat
kurang dari 10 penumpang, jadi cuma Rp 100.000-an. Kalau harga naik tinggi,
saya lebih khawatir karena uang segitu kurang,” kata Adi.
Kapal yang dinakhodai R Sentot Adibowo (37) ini mengangkut 84
kontainer bahan pokok untuk Pelabuhan Tahuna, dan 18 kontainer untuk Pelabuhan
Nunukan, Kaltara. Barang pokok yang diangkut berasal dari Pelabuhan Tanjung
Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Makassar. Berdasarkan data Kemenhub, kapal dari
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dengan kode trayek H-1 ini
menempuh jarak 2.811 mil laut sekali putaran yang membutuhkan waktu
berhari-hari dan berteman sepi karena penghuni kapal hanyalah Sentot dan 18 kru
lainnya. Sasaran kapal kargo ini adalah daerah tertinggal, terpencil, terluar,
dan perbatasan (3TP) Indonesia. Pada tahun 2023, Kemenhub merilis 39 trayek
yang membentang dari Kepulauan Riau hingga Merauke, dan 11 trayek di antaranya
dikelola oleh Pelni. Bahan-bahan pokok yang didistribusikan ber-asal dari enam
pelabuhan pangkal, yakni Tanjung Priok, Tanjung Perak, Bitung, Kupang, Sorong,
dan Merauke. Subsidi untuk tol laut masuk ke anggaran sektor Perhubungan Laut
Kemenhub yang mencapai Rp 1,47 triliun bersama angkutan perintis, angkutan
kapal ternak, dan kapal rede (Kompas, 9/1).
Sesuai tujuannya, anggaran untuk konektivitas antarpulau dengan tol laut
ini diharapkan bisa menekan disparitas harga untuk pulau-pulau terluar ini. (Yoga)
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Fregat, Kapal Tempur Canggih Karya Anak Bangsa
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023