Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Euforia Menyambut Tahun Baru Geliatkan Ekonomi
Semarak masyarakat menyambut pergantian tahun menunjukkan geliat
perekonomian di Tanah Air. Pemerintah pun menyiapkan sejumlah langkah untuk melancarkan
perayaan Tahun Baru 2024. Tingginya antusiasme publik, terekam di kawasan Monas,
DKI Jakarta, Jumat (29/12). Di sana, sejumlah warga menyaksikan 11 pikap yang
dihias beragam karakter kekayaan intelektual karya anak bangsa. Misalnya,
karakter Sayuti Koboi Betawi, maskot Jakarta-JeKaTe, Si Juki, Si Unyil, dan Sri
Asih. Mobil itu bakal ditampilkan dalam parade bertajuk ”Jakarnaval” saat malam
pergantian tahun, Minggu (31/12). Parade itu bagian dari Malam Muda Mudi,
Jakarta Kota Global.
Selain pengunjung, pedagang di sekitar Monas juga antusias menyambut
pergantian tahun, Umairoh (35), pedagang di Lenggang Jakarta, misalnya, mengaku
bisa meraup uang Rp 1 juta dari hasil berjualan telur gulung di Monas. ”Alhamdulillah
beberapa minggu ini pembelinya banyak. Monas sedang ramai pengunjung selama
masa liburan,” ucap perantau asal Madura, Jatim, ini. Geliat ekonomi menjelang pergantian
tahun juga tampak dalam Big Bang Festival di Jakarta International Expo Kemayoran.
Ajang cuci gudang aneka produk dengan harga murah ini berlangsung sejak 22 Desember
2023 hingga Senin (1/1). Okta Wibisono (26), pendiri Baper Store (salah satu
tenant yang berpartisipasi), mengaku bisa menjual 400-500 pasang sepatu setiap
hari. ”(Omzet) hampir tembus Rp 150 juta sehari. Kalau biasa paling satu hari
Rp 10 juta-Rp 15 juta digabung dari dua toko,” ujarnya.
Tri Septiadi (28), kepala toko mainan milik PT Agata Promar yang
juga terlibat di festival itu, menyebut pendapatannya mencapai Rp 50 juta
sehari. Ia menargetkan selama 11 hari cuci gudang bisa meraup Rp 1 miliar. Kemeriahan
pergantian tahun juga terlihat di sejumlah hotel di Jakarta. Director of
Marketing Services The Langham Jakarta Malinda Yasmin mengatakan, pemesanan
kamar di hotelnya mendekati 90 %. Ia optimistis okupansi hotel saat malam Tahun
Baru menyentuh 100 %. Tingginya okupansi hotel juga dirasakan Raffles Hotel. ”Untuk
tingkat hunian hotel selama 31 Desember 2023-1 Januari 2024 sudah 91 %,” kata Mirah
Marhaendra, Director of Marketing Communications Raffles Jakarta. (Yoga)
Sektor Riil Jadi Daya Ungkit
Kebijakan tepat untuk menggerakkan sektor riil pada 2024
menjadi kunci menggairahkan konsumsi masyarakat yang tahun ini melemah.
Pemerintahan dituntut untuk dapat merespons dengan cepat berbagai siklus krisis
global dan domestik yang diprediksi masih akan terjadi beberapa tahun ke depan.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Aviliani berharap di tahun 2024 transisi pemerintahan dapat berjalan mulus.
Pasalnya, kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun kedepan diharapkan bisa
adaptif untuk mengakomodasi dinamika perekonomian ke depan. Tahun ini berbagai
dinamika dan krisis, baik di sektor ekonomi maupun politik global, telah
berdampak terhadap pelemahan aktivitas konsumsi dan sektor riil, yang imbasnya
turut menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai krisis, lanjut Aviliani,
masih akan terjadi di tahun 2024 dan 2025.
”Untuk merespons berbagai krisis ke depan seharusnya tak
perlu menunggu undang-undang. Karena siklus krisis ke depannya akan semakin pendek dan dinamis.
Regulator harus membuat kebijakan lebih cepat dan fleksibel,” ujarnya dalam ”Diskusi
Ekonom Perempuan Indef” yang berlangsung secara daring, Kamis (28/12). Geliat
sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja menjadi syarat utama pertumbuhan konsumsi
masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan moneter, fiskal,
dan perbankan harus berjalan bersama-sama untuk menopang setiap aktivitas di
sektor riil. Berbagai insentif fiskal perlu diarahkan dan dipertajam sesuai
sasaran kebutuhan sektor riil. Di sisi lain, kebijakan moneter dan perbankan diharapkan
bisa bergerak secara fleksibel untuk meningkatkan akses keuangan dari
sektor-sektor penyerap tenaga kerja. (Yoga)
LEDAKAN SMELTER, Mengejar Mimpi ke Morowali
Tahun 2024 mestinya bakal penuh makna bagi Irfan Bukhari
(26), asal Polewali Mandar, Sulbar, yang berencana meminang kekasihnya.Tapi
ledakan tungku smelter di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di
kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park, Minggu (24/12) mengakhiri rencananya.
Irfan salah satu dari 19 korban tewas dalam insiden tersebut. Kaharuddin Qasyim
(31) bercerita sudah setahun keponakannya, Irfan, bekerja di ITSS, tiap bulan
Irfan mengirim uang ke orang tuanya. Dia juga membiayai sekolah adik bungsunya.
Ayahnya petani dan ibunya berjualan kue.
“Irfan sudah meminta bapak dan ibunya berhenti bekerja” katanya, Kamis (28/12).
Namun, tekad Irfan pupus secara tragis.
Bekerja dan menopang keluarga juga dilakoni Martinus (26)
korban ledakan smelter yang masih dirawat di ruang ICU RSUD Morowali. Menurut
adik Martinus, Hendra (25), sejak bekerja di PT ITSS, kakaknya rutin mengirim
sebagian gajinya untuk membantu orangtua. ”Harusnya akhir tahun ini kami
berkumpul bersama orangtua. Ternyata, ceritanya lain. Sampai sekarang ibu belum
datang karena shock,” katanya. Menyebut Morowali berarti menyebut tambang,
industri nikel, dan peluang hidup. Beberapa tahun terakhir, usaha tambang dan
industri nikel tumbuh pesat di daerah ini, Morowali serupa tanah harapan. Tak hanya
pencari kerja, perintis usaha kecil dan besar turut berharap berkah dan peluang
di tengah maraknya industri.
Kamis (28/12), suasana sekitar PT Indonesia Morowali Industrial
Park (IMIP) di Bahodopi riuh. Pekerja masuk keluar kawasan industri. Ribuan
sepeda motor pekerja diparkir dan tersebar di beberapa lokasi. Truk besar hilir
mudik menjemput dan mengambil material. Saat pertukaran sif kerja, kemacetan
panjang terjadi di jalan-jalan kawasan industri. Sepanjang jalan Bungku ke
Bahodopi, warung makan, toko penjual berbagai keperluan, bengkel, kos-kosan, penginapan,
dan tempat usaha lain memadati kiri kanan jalan. Di jalan yang tak seberapa
lebar itu, setiap truk besar melintas, sebagian kendaraan lain harus menepi. Alfian
(26) dari Tana Toraja, Sulsel, sudah sebulan menumpang di kamar kos kerabatnya
yang telah bekerja di PT IMIP. ”Saya memasukkan lamaran dan menunggu jadwal interview.
Saya tak tahu sampai kapan akan menunggu, akan diterima atau tidak. Semoga
nanti ada jawaban,” katanya.
Ledakan tungku smelter di PT ITSS, tenant di bawah PT IMIP,
tak jadi soal bagi pencari kerja. Mereka tetap berharap bisa bekerja di sana. Kadisnakertrans
Sulteng Arnold Firdaus menyampaikan, Morowali hingga Morowali Utara menjadi
magnet tenaga kerja. Di IMIP, ada 72.000 tenaga kerja, 87 % adalah pekerja local,
selebihnya pekerja asing. ”Pekerja lokal sebagian besar dari luar daerah, baik
dari Sulsel, Sultra, Gorontalo, maupun Jawa. Pekerja dari Sulteng berkisar 20 %,”
ujar Arnold, kemarin. Jumlah pekerja itu belum termasuk ribuan pekerja di perusahaan
lainnya. Di Morowali Utara, ada perusahaan lainnya yang memiliki hingga 15.000
tenaga kerja. Kehadiran industri ini menekan tingkat pengangguran terbuka
Sulteng. Pada Agustus 2023 sebanyak 47.080 orang menganggur atau 2,95 % dari
total angkatan kerja. Jumlah ini turun 2.000 orang dibandingkan Agustus 2022. (Yoga)
Persoalan Pangan Kian Serius
Masalah pangan kian serius, tetapi penanganannya makin tidak
menemui titik terang. Perubahan iklim dan persoalan lahan perlu segera
ditangani. Indonesia tengah memasuki fase paceklik produksi beras dan gula.
Fase itu dibayangi anomali beras dan gula dunia yang mencerminkan produksi
berlimpah, tetapi harga justru naik. Padahal, Pemerintah Indonesia tengah
membutuhkan kedua komoditas itu sebagai cadangan pangan di tengah penurunan
produksi pada tahun ini. Fase paceklik produksi beras dan gula di Indonesia diperkirakan
terjadi berbarengan, yakni pada November 2023-Mei 2024. Musim tanam I padi di
sejumlah daerah produsen beras nasional baru mulai pada November dan Desember
2023 akibat dampak El Nino, yang menyebabkan panen raya hasil musim tanam I
mundur dari Maret-April 2024 menjadi April-Mei 2024. Meski ada panen pada
Januari-Maret 2024, hasilnya masih belum berlimpah (Kompas, 26/12). Masalah
pangan merupakan masalah yang kompleks, dari mulai hulu, yaitu pertanaman,
hingga hilir, yaitu perdagangan di tingkat konsumen.
Masalah pertanaman mulai dari penyediaan benih atau bibit,
penyediaan air, penyediaan lahan, hingga soal penanganan hama serta penyediaan
penyuluh lapangan dan buruh tani. Sementara di hilir, persoalan perdagangan
sejak dulu kerap bermasalah akibat para pemburu rente dan juga masalah dengan
impor beras. Akan tetapi, dari berbagai masalah itu, akar utamanya adalah
perubahan iklim dan penyediaan lahan. Perubahan iklim telah mengubah berbagai
aspek dalam pertanian tanaman padi dan tebu. Otomatis penyediaan benih atau
bibit, pasokan air, dan penanganan hama juga telah berubah. Sementara masalah
lahan makin kompleks karena desakan kebutuhan permukiman dan kebutuhan
industri. Kita dengan mudah melihat peralihan lahan di sentra-sentra padi dan
tebu di berbagai daerah, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, maupun Jatim.
Sampai saat ini tidak ada langkah yang bisa menekan perubahan lahan. Nilai
tukar petani yang makin rendah tidak sedikit mengakibatkan mereka menjual aset
yang sangat berharga, yaitu lahan. Keterdesakan kebutuhan sehari-hari telah
membuat mereka memilih menjual lahan. Penghasilan dari pertanian padi dan tebu
sudah tidak bisa lagi menopang pengeluaran mereka. (Yoga)
Berbenah Problem Klasik Penyaluran Pupuk
Kelangkaan pupuk bersubsidi pada saat musim tanam berulang
kali terjadi di berbagai daerah sentra pertanian menjadi problem pelik dan
klasik di Indonesia. Padahal, pupuk menjadi elemen krusial dalam upaya menggenjot
peningkatan produksi pertanian. Di sisi lain, pemerintah memiliki agenda besar
kedaulatan pangan, misalnya dengan pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat.
Menurut pengamat ekonomi pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Andalas, Padang, Muhammad Makky, saat dihubungi pada Kamis (28/12)
pengawasan saja tak cukup dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Namun, bagaimana
pengawasannya konsisten dan menyeluruh. Juga perlu insentif dan hukuman
(punishment) bagi yang menjalankannya dengan baik atau sebaliknya. Pengawasan
yang menyeluruh, hingga level terbawah, dapat menekan potensi kebocoran. Dengan
demikian, secara bertahap, diharapkan masalah-masalah yang ada di lapangan teratasi
dan tak ada lagi kelangkaan saat musim tanam tiba.
Sebelumnya, Koordinator Pupuk Subsidi Ditjen Prasarana dan
Sarana Pertanian Kementan Yanti Erma, dalam diskusi tentang transformasi kebijakan
pupuk bersubsidi, Rabu (6/12), mengatakan, dana subsidi pupuk pada 2024 dianggarkan
Rp 26,68 triliun dengan alokasi 4,8 juta ton. Padahal, kebutuhan pupuk urea dan
NPK bersubsidi 10,7 juta ton. ”Artinya, kalau merujuk pada Rencana Definitif
Kebutuhan Kelompok (RDKK), pupuk bersubsidi yang diterima petani tidak sampai
separuhnya,” ujarnya. Per 5 Desember 2023, Kementan menutup pengajuan RDKK
meskipun hampir semua provinsi mengajukan perpanjangan masa pengusulan. RDKK
itu masih perlu penyelarasan kembali dan harus mendapatkan SK kepala daerah
kabupaten/kota per akhir Desember 2023. Penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun
depan akan dimulai per Januari. (Yoga)
Proyek LNG Abadi di Masela Berlanjut
Pelaku Industri Masih Optimistis di 2024
Renjana Seniman Jalanan Menghidupkan Kota
Lagu Dewa 19 berjudul ”Kangen” terdengar di tenda warung menemani
pengunjung makan, Kamis (14/12) di Jalan
Krendang Raya, Tambora, Jakbar. Suara Downy Ischan (27) membuat beberapa
pengunjung ikut bernyanyi. Downy mengucapkan selamat malam dan berterima kasih
kepada pengunjung yang telah memasukkan uang ke dalam kantong yang tersemat di
kepala gitarnya. Berpenampilan rapi,
ramah, dan modal suara tidak sumbang, ada saja pengunjung memberikan Rp 5.000,
bahkan lebih. Dalam sehari ia bisa mengantongi rata-rata Rp 200.000 dari pukul
18.00-23.00. ”Penolakan, tidak dikasih itu risiko. Kalau emosi, jangan jadi
pengamen jalanan karena jauh dari rezeki. Kita tetap harus menghargai orang
lain,” ujarnya. Pria asal Bekasi itu terjun ke dalam seni jalanan pada 2014. Ia
bisa bertahan karena merasa dunia tarik suara adalah sebuah renjananya. Terus
bernyanyi di jalanan dan renjana yang kuat membawa Downy diundang untuk mengisi
di kafe-kafe. Kini, ia rutin tampil di ruang publik di SCBD setiap akhir pekan.
Di Bendungan Hilir, Jakpus, Aris (25) dan Jojo (28) membuat
sejumlah pengunjung memberikan apresiasi atas bakat dua pengamen asal Medan,
Sumut, itu. Tembang hits dari Dewa 19, Slank, Aerosmith, dan Guns N Roses
menjadi andalan mereka. Mereka juga tetap menerima permintaan lagu lain dari
pengunjung. Dengan gitarnya, Aris mengiringi suara Jojo merangkap pengisi suara
latar. Bagi Aris dan Jojo, menjadi pengamen jalanan sejak 2019 awalnya karena
iseng. Saat itu, Jojo ingin membantu Aris yang kehilangan tas berisi laptop,
handphone, dan sejumlah uang senilai Rp 2 juta. Bermodal suara bagusnya,
ternyata dari hasil mengamen, Aris bisa bertahan hidup di Jakarta sebagai perantauan.
Dari awal hanya iseng, kini menjadi kegiatan yang serius. Tidak ingin dipandang
sebelah mata sebagai pengamen jalanan biasa, mereka membeli gitar akustik,
pakaian, dan sepatu baru, sebagai modal menjelajahi setiap sudut keramaian kota.
(Yoga)
OPTIMISME MENYONGSONG PEREKONOMIAN INDONESIA 2024
Kendati menghadapi sejumlah gejolak ekonomi dunia pascapandemi
Covid-19 dan dampak perang antarnegara, perekonomian Indonesia relatif
terkendali sepanjang tahun 2023. Dengan capaian ini, Indonesia optimistis menghadapi
tantangan perekonomian global 2024 yang masih penuh ketidakpastian. Hingga
pengujung tahun ini, panorama ekonomi Indonesia menggambarkan kinerja yang
cukup positif. Kondisi tersebut tecermin dari pencapaian sejumlah indikator ekonomi
nasional. Sepanjang tiga triwulan 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di
kisaran 5 %, jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global pada tiga triwulan
terakhir yang hanya 2,9 %. BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada
2023 berada di kisaran 4,5 % - 5,3 %. Pertumbuhan ekonomi yang relatif
terkendali itu disertai pula dengan kualitas pertumbuhan yang relatif baik, tecermin
dari besaran inflasi nasional yang relatif terkontrol di level 2,86 % pada
November 2023.
Angka itu jauh di bawah rata-rata inflasi global yang
mencapai 7,2 %. Indikator berikutnya terlihat dari kewajiban pemerintah terhadap
utang-utangnya. Nilai total utang Pemerintah Indonesia pada akhir November 2023
mencapai Rp 8.041,01 triliun atau 38,11 % terhadap PDB. Kendati total utang
pemerintah itu menembus rekor tertinggi baru, rasionya terhadap PDB turun
dibandingkan periode 2021-2022. Dari sejumlah indikator ekonomi nasional yang
secara umum baik capaiannya pada tahun 2023 ini mencerminkan adanya optimisme
pada tahun 2024 mendatang. Meskipun demikian, tetap harus mewaspadai adanya
ketidakpastian ekonomi dunia yang tampaknya masih terus berlanjut pada tahun
depan. (Yoga)
SGIE & Ekonomi Syariah 2024
Debat Cawapres yang digelar di JCC Senayan pada 22 Desember 2023, masih menyisakan perdebatan ‘lanjutan’ di ruang publik. Pasalnya, pertanyaan Cawapres Gibran, “bagaimana langkah Gus Muhaimin untuk meningkatkan peringat Indonesia di SGIE”, sempat menimbulkan sedikit ketegangan. Sebab, pertanyaan tersebut dijawab Gus Imin, “terus terang saya tidak paham SGIE”. Ketidakpahaman ini boleh jadi karena akronim SGIE tidak sepopuler akronim KPU misalnya, tentu akan lebih bijak jika langsung diiringi dengan kepanjangan singkatan tersebut. Kini, SGIE terlanjur viral di media sosial. Pertanyaan yang mengusik nalar kritis, bagaimana strategi pemerintah dalam waktu yang relatif singkat, bisa mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat halal dunia, sehingga mampu mengerek peringkat Indonesia di SGIE? Laporan State of The Global Islamic Economy (SGIE) merupakan laporan hasil survei untuk mengukur total pencapaian perkembangan ekonomi syariah secara global. Laporan SGIE diterbitkan oleh lembaga riset DinarStandard yang berkantor pusat di Dubai Uni Emirat Arab (UEA). Terdapat sejumlah indikator yang digunakan SGIE untuk memeringkat perkembangan ekonomi syariah, atau yang disebut dengan peringkat Indikator Ekonomi Syariah Global (Global Islamic Economy Indicator/GIEI).
GIEI mengukur 10 besar terbaik dengan indikator yang meliputi, makanan halal, keuangan syariah, pariwisata halal, fesyen halal, ekonomi kreatif syariah dan farmasi-kosmetik halal. Sementara itu, perkembangan berikutnya pada laporan SGIE 2022, Malaysia masih bertahan menduduki peringkat pertama untuk semua indikator (overall score 207,2). Kemudian diikuti Arab Saudi (peringkat 2) dan UEA (peringkat 3). Sedangkan Indonesia mengalami lompatan kenaikan peringkat yang cukup spektakuler dibandingkan 2018-2019. Perkembangan ekonomi syariah nasional pada 2022, berada pada peringkat keempat dengan skor total sebesar 68,5. Terdapat sejumlah indikator yang mengerek kenaikan peringkat Indonesia secara keseluruhan, yakni makanan halal (peringkat 2), fesyen halal (peringkat 3), keuangan syariah (peringkat 6) dan farmasi-kosmetik (peringkat 9). Terutama yang menjadi prioritas, meningkatkan indikator yang skornya masih rendah, dan tidak masuk tiga besar. Indikator kelompok ini meliputi, keuangan syariah (peringkat 6), farmasi-kosmetik (peringkat 9), wisata ramah muslim (tidak masuk 10 besar), dan ekonomi kreatif syariah (tidak masuk 10 besar). Untuk meningkatkan peringkat indikator ini, diperlukan sejumlah strategi. Pertama, penguatan keuangan syariah dan infrastrukturnya. Kedua, peningkatan produktifitas dan daya saing. Ketiga, penerapan dan penguatan kebijakan/regulasi. Kempat, penguatan merek dan kesadaran halal.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









