;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10118 )

Euforia Menyambut Tahun Baru Geliatkan Ekonomi

30 Dec 2023

Semarak masyarakat menyambut pergantian tahun menunjukkan geliat perekonomian di Tanah Air. Pemerintah pun menyiapkan sejumlah langkah untuk melancarkan perayaan Tahun Baru 2024. Tingginya antusiasme publik, terekam di kawasan Monas, DKI Jakarta, Jumat (29/12). Di sana, sejumlah warga menyaksikan 11 pikap yang dihias beragam karakter kekayaan intelektual karya anak bangsa. Misalnya, karakter Sayuti Koboi Betawi, maskot Jakarta-JeKaTe, Si Juki, Si Unyil, dan Sri Asih. Mobil itu bakal ditampilkan dalam parade bertajuk ”Jakarnaval” saat malam pergantian tahun, Minggu (31/12). Parade itu bagian dari Malam Muda Mudi, Jakarta Kota Global.

Selain pengunjung, pedagang di sekitar Monas juga antusias menyambut pergantian tahun, Umairoh (35), pedagang di Lenggang Jakarta, misalnya, mengaku bisa meraup uang Rp 1 juta dari hasil berjualan telur gulung di Monas. ”Alhamdulillah beberapa minggu ini pembelinya banyak. Monas sedang ramai pengunjung selama masa liburan,” ucap perantau asal Madura, Jatim, ini. Geliat ekonomi menjelang pergantian tahun juga tampak dalam Big Bang Festival di Jakarta International Expo Kemayoran. Ajang cuci gudang aneka produk dengan harga murah ini berlangsung sejak 22 Desember 2023 hingga Senin (1/1). Okta Wibisono (26), pendiri Baper Store (salah satu tenant yang berpartisipasi), mengaku bisa menjual 400-500 pasang sepatu setiap hari. ”(Omzet) hampir tembus Rp 150 juta sehari. Kalau biasa paling satu hari Rp 10 juta-Rp 15 juta digabung dari dua toko,” ujarnya.

Tri Septiadi (28), kepala toko mainan milik PT Agata Promar yang juga terlibat di festival itu, menyebut pendapatannya mencapai Rp 50 juta sehari. Ia menargetkan selama 11 hari cuci gudang bisa meraup Rp 1 miliar. Kemeriahan pergantian tahun juga terlihat di sejumlah hotel di Jakarta. Director of Marketing Services The Langham Jakarta Malinda Yasmin mengatakan, pemesanan kamar di hotelnya mendekati 90 %. Ia optimistis okupansi hotel saat malam Tahun Baru menyentuh 100 %. Tingginya okupansi hotel juga dirasakan Raffles Hotel. ”Untuk tingkat hunian hotel selama 31 Desember 2023-1 Januari 2024 sudah 91 %,” kata Mirah Marhaendra, Director of Marketing Communications Raffles Jakarta. (Yoga)

Sektor Riil Jadi Daya Ungkit

29 Dec 2023

Kebijakan tepat untuk menggerakkan sektor riil pada 2024 menjadi kunci menggairahkan konsumsi masyarakat yang tahun ini melemah. Pemerintahan dituntut untuk dapat merespons dengan cepat berbagai siklus krisis global dan domestik yang diprediksi masih akan terjadi beberapa tahun ke depan. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani berharap di tahun 2024 transisi pemerintahan dapat berjalan mulus. Pasalnya, kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun kedepan diharapkan bisa adaptif untuk mengakomodasi dinamika perekonomian ke depan. Tahun ini berbagai dinamika dan krisis, baik di sektor ekonomi maupun politik global, telah berdampak terhadap pelemahan aktivitas konsumsi dan sektor riil, yang imbasnya turut menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai krisis, lanjut Aviliani, masih akan terjadi di tahun 2024 dan 2025.

”Untuk merespons berbagai krisis ke depan seharusnya tak perlu menunggu undang-undang. Karena siklus krisis ke  depannya akan semakin pendek dan dinamis. Regulator harus membuat kebijakan lebih cepat dan fleksibel,” ujarnya dalam ”Diskusi Ekonom Perempuan Indef” yang berlangsung secara daring, Kamis (28/12). Geliat sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja menjadi syarat utama pertumbuhan konsumsi masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan moneter, fiskal, dan perbankan harus berjalan bersama-sama untuk menopang setiap aktivitas di sektor riil. Berbagai insentif fiskal perlu diarahkan dan dipertajam sesuai sasaran kebutuhan sektor riil. Di sisi lain, kebijakan moneter dan perbankan diharapkan bisa bergerak secara fleksibel untuk meningkatkan akses keuangan dari sektor-sektor penyerap tenaga kerja. (Yoga)

LEDAKAN SMELTER, Mengejar Mimpi ke Morowali

29 Dec 2023

Tahun 2024 mestinya bakal penuh makna bagi Irfan Bukhari (26), asal Polewali Mandar, Sulbar, yang berencana meminang kekasihnya.Tapi ledakan tungku smelter di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park, Minggu (24/12) mengakhiri rencananya. Irfan salah satu dari 19 korban tewas dalam insiden tersebut. Kaharuddin Qasyim (31) bercerita sudah setahun keponakannya, Irfan, bekerja di ITSS, tiap bulan Irfan mengirim uang ke orang tuanya. Dia juga membiayai sekolah adik bungsunya.  Ayahnya petani dan ibunya berjualan kue. “Irfan sudah meminta bapak dan ibunya berhenti bekerja” katanya, Kamis (28/12). Namun, tekad Irfan pupus secara tragis.

Bekerja dan menopang keluarga juga dilakoni Martinus (26) korban ledakan smelter yang masih dirawat di ruang ICU RSUD Morowali. Menurut adik Martinus, Hendra (25), sejak bekerja di PT ITSS, kakaknya rutin mengirim sebagian gajinya untuk membantu orangtua. ”Harusnya akhir tahun ini kami berkumpul bersama orangtua. Ternyata, ceritanya lain. Sampai sekarang ibu belum datang karena shock,” katanya. Menyebut Morowali berarti menyebut tambang, industri nikel, dan peluang hidup. Beberapa tahun terakhir, usaha tambang dan industri nikel tumbuh pesat di daerah ini, Morowali serupa tanah harapan. Tak hanya pencari kerja, perintis usaha kecil dan besar turut berharap berkah dan peluang di tengah maraknya industri.

Kamis (28/12), suasana sekitar PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi riuh. Pekerja masuk keluar kawasan industri. Ribuan sepeda motor pekerja diparkir dan tersebar di beberapa lokasi. Truk besar hilir mudik menjemput dan mengambil material. Saat pertukaran sif kerja, kemacetan panjang terjadi di jalan-jalan kawasan industri. Sepanjang jalan Bungku ke Bahodopi, warung makan, toko penjual berbagai keperluan, bengkel, kos-kosan, penginapan, dan tempat usaha lain memadati kiri kanan jalan. Di jalan yang tak seberapa lebar itu, setiap truk besar melintas, sebagian kendaraan lain harus menepi. Alfian (26) dari Tana Toraja, Sulsel, sudah sebulan menumpang di kamar kos kerabatnya yang telah bekerja di PT IMIP. ”Saya memasukkan lamaran dan menunggu jadwal interview. Saya tak tahu sampai kapan akan menunggu, akan diterima atau tidak. Semoga nanti ada jawaban,” katanya.

Ledakan tungku smelter di PT ITSS, tenant di bawah PT IMIP, tak jadi soal bagi pencari kerja. Mereka tetap berharap bisa bekerja di sana. Kadisnakertrans Sulteng Arnold Firdaus menyampaikan, Morowali hingga Morowali Utara menjadi magnet tenaga kerja. Di IMIP, ada 72.000 tenaga kerja, 87 % adalah pekerja local, selebihnya pekerja asing. ”Pekerja lokal sebagian besar dari luar daerah, baik dari Sulsel, Sultra, Gorontalo, maupun Jawa. Pekerja dari Sulteng berkisar 20 %,” ujar Arnold, kemarin. Jumlah pekerja itu belum termasuk ribuan pekerja di perusahaan lainnya. Di Morowali Utara, ada perusahaan lainnya yang memiliki hingga 15.000 tenaga kerja. Kehadiran industri ini menekan tingkat pengangguran terbuka Sulteng. Pada Agustus 2023 sebanyak 47.080 orang menganggur atau 2,95 % dari total angkatan kerja. Jumlah ini turun 2.000 orang dibandingkan Agustus 2022. (Yoga)

Persoalan Pangan Kian Serius

29 Dec 2023

Masalah pangan kian serius, tetapi penanganannya makin tidak menemui titik terang. Perubahan iklim dan persoalan lahan perlu segera ditangani. Indonesia tengah memasuki fase paceklik produksi beras dan gula. Fase itu dibayangi anomali beras dan gula dunia yang mencerminkan produksi berlimpah, tetapi harga justru naik. Padahal, Pemerintah Indonesia tengah membutuhkan kedua komoditas itu sebagai cadangan pangan di tengah penurunan produksi pada tahun ini. Fase paceklik produksi beras dan gula di Indonesia diperkirakan terjadi berbarengan, yakni pada November 2023-Mei 2024. Musim tanam I padi di sejumlah daerah produsen beras nasional baru mulai pada November dan Desember 2023 akibat dampak El Nino, yang menyebabkan panen raya hasil musim tanam I mundur dari Maret-April 2024 menjadi April-Mei 2024. Meski ada panen pada Januari-Maret 2024, hasilnya masih belum berlimpah (Kompas, 26/12). Masalah pangan merupakan masalah yang kompleks, dari mulai hulu, yaitu pertanaman, hingga hilir, yaitu perdagangan di tingkat konsumen.

Masalah pertanaman mulai dari penyediaan benih atau bibit, penyediaan air, penyediaan lahan, hingga soal penanganan hama serta penyediaan penyuluh lapangan dan buruh tani. Sementara di hilir, persoalan perdagangan sejak dulu kerap bermasalah akibat para pemburu rente dan juga masalah dengan impor beras. Akan tetapi, dari berbagai masalah itu, akar utamanya adalah perubahan iklim dan penyediaan lahan. Perubahan iklim telah mengubah berbagai aspek dalam pertanian tanaman padi dan tebu. Otomatis penyediaan benih atau bibit, pasokan air, dan penanganan hama juga telah berubah. Sementara masalah lahan makin kompleks karena desakan kebutuhan permukiman dan kebutuhan industri. Kita dengan mudah melihat peralihan lahan di sentra-sentra padi dan tebu di berbagai daerah, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, maupun Jatim. Sampai saat ini tidak ada langkah yang bisa menekan perubahan lahan. Nilai tukar petani yang makin rendah tidak sedikit mengakibatkan mereka menjual aset yang sangat berharga, yaitu lahan. Keterdesakan kebutuhan sehari-hari telah membuat mereka memilih menjual lahan. Penghasilan dari pertanian padi dan tebu sudah tidak bisa lagi menopang pengeluaran mereka. (Yoga)

Berbenah Problem Klasik Penyaluran Pupuk

29 Dec 2023

Kelangkaan pupuk bersubsidi pada saat musim tanam berulang kali terjadi di berbagai daerah sentra pertanian menjadi problem pelik dan klasik di Indonesia. Padahal, pupuk menjadi elemen krusial dalam upaya menggenjot peningkatan produksi pertanian. Di sisi lain, pemerintah memiliki agenda besar kedaulatan pangan, misalnya dengan pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat. Menurut pengamat ekonomi pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Padang, Muhammad Makky, saat dihubungi pada Kamis (28/12) pengawasan saja tak cukup dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Namun, bagaimana pengawasannya konsisten dan menyeluruh. Juga perlu insentif dan hukuman (punishment) bagi yang menjalankannya dengan baik atau sebaliknya. Pengawasan yang menyeluruh, hingga level terbawah, dapat menekan potensi kebocoran. Dengan demikian, secara bertahap, diharapkan masalah-masalah yang ada di lapangan teratasi dan tak ada lagi kelangkaan saat musim tanam tiba.

Sebelumnya, Koordinator Pupuk Subsidi Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Yanti Erma, dalam diskusi tentang transformasi kebijakan pupuk bersubsidi, Rabu (6/12), mengatakan, dana subsidi pupuk pada 2024 dianggarkan Rp 26,68 triliun dengan alokasi 4,8 juta ton. Padahal, kebutuhan pupuk urea dan NPK bersubsidi 10,7 juta ton. ”Artinya, kalau merujuk pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), pupuk bersubsidi yang diterima petani tidak sampai separuhnya,” ujarnya. Per 5 Desember 2023, Kementan menutup pengajuan RDKK meskipun hampir semua provinsi mengajukan perpanjangan masa pengusulan. RDKK itu masih perlu penyelarasan kembali dan harus mendapatkan SK kepala daerah kabupaten/kota per akhir Desember 2023. Penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun depan akan dimulai per Januari. (Yoga)

Proyek LNG Abadi di Masela Berlanjut

29 Dec 2023
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, Kamis (28/12/2023), mengungkapkan, proyek LNG Abadi Blok Masela di laut lepas Maluku dipastikan berlanjut. Hal itu menyusul disetujuinya revisi rencana pengembangan lapangan (PoD) Blok Masela oleh SKK Migas. Proyek senilai 20,9 miliar dollar AS ini diyakini memiliki kemajuan setelah PT Pertamina (Persero) dan Petronas (Malaysia) bergabung bersama Inpex (Jepang) mengelola lapangan gas di Blok Masela tersebut. (Yoga)

Pelaku Industri Masih Optimistis di 2024

29 Dec 2023
Hasil survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan, 62,4 persen pelaku industri optimistis kinerja 6 bulan ke depan akan meningkat. Menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni, Kamis (28/12/2023), penyelenggaraan pemilu tahun depan justru dinilai oleh para pelaku usaha sebagai momentum yang mendorong permintaan di masyarakat. Alhasil, pelaku  Industri pun akan ikut meningkatkan pasokan sehingga terjadi peningkatan produksi. (Yoga)

Renjana Seniman Jalanan Menghidupkan Kota

29 Dec 2023

Lagu Dewa 19 berjudul ”Kangen” terdengar di tenda warung menemani pengunjung makan, Kamis  (14/12) di Jalan Krendang Raya, Tambora, Jakbar. Suara Downy Ischan (27) membuat beberapa pengunjung ikut bernyanyi. Downy mengucapkan selamat malam dan berterima kasih kepada pengunjung yang telah memasukkan uang ke dalam kantong yang tersemat di kepala gitarnya.  Berpenampilan rapi, ramah, dan modal suara tidak sumbang, ada saja pengunjung memberikan Rp 5.000, bahkan lebih. Dalam sehari ia bisa mengantongi rata-rata Rp 200.000 dari pukul 18.00-23.00. ”Penolakan, tidak dikasih itu risiko. Kalau emosi, jangan jadi pengamen jalanan karena jauh dari rezeki. Kita tetap harus menghargai orang lain,” ujarnya. Pria asal Bekasi itu terjun ke dalam seni jalanan pada 2014. Ia bisa bertahan karena merasa dunia tarik suara adalah sebuah renjananya. Terus bernyanyi di jalanan dan renjana yang kuat membawa Downy diundang untuk mengisi di kafe-kafe. Kini, ia rutin tampil di ruang publik di SCBD setiap akhir pekan.

Di Bendungan Hilir, Jakpus, Aris (25) dan Jojo (28) membuat sejumlah pengunjung memberikan apresiasi atas bakat dua pengamen asal Medan, Sumut, itu. Tembang hits dari Dewa 19, Slank, Aerosmith, dan Guns N Roses menjadi andalan mereka. Mereka juga tetap menerima permintaan lagu lain dari pengunjung. Dengan gitarnya, Aris mengiringi suara Jojo merangkap pengisi suara latar. Bagi Aris dan Jojo, menjadi pengamen jalanan sejak 2019 awalnya karena iseng. Saat itu, Jojo ingin membantu Aris yang kehilangan tas berisi laptop, handphone, dan sejumlah uang senilai Rp 2 juta. Bermodal suara bagusnya, ternyata dari hasil mengamen, Aris bisa bertahan hidup di Jakarta sebagai perantauan. Dari awal hanya iseng, kini menjadi kegiatan yang serius. Tidak ingin dipandang sebelah mata sebagai pengamen jalanan biasa, mereka membeli gitar akustik, pakaian, dan sepatu baru, sebagai modal menjelajahi setiap sudut keramaian kota. (Yoga)

OPTIMISME MENYONGSONG PEREKONOMIAN INDONESIA 2024

29 Dec 2023

Kendati menghadapi sejumlah gejolak ekonomi dunia pascapandemi Covid-19 dan dampak perang antarnegara, perekonomian Indonesia relatif terkendali sepanjang tahun 2023. Dengan capaian ini, Indonesia optimistis menghadapi tantangan perekonomian global 2024 yang masih penuh ketidakpastian. Hingga pengujung tahun ini, panorama ekonomi Indonesia menggambarkan kinerja yang cukup positif. Kondisi tersebut tecermin dari pencapaian sejumlah indikator ekonomi nasional. Sepanjang tiga triwulan 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 %, jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global pada tiga triwulan terakhir yang hanya 2,9 %. BI memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 berada di kisaran 4,5 % - 5,3 %. Pertumbuhan ekonomi yang relatif terkendali itu disertai pula dengan kualitas pertumbuhan yang relatif baik, tecermin dari besaran inflasi nasional yang relatif terkontrol di level 2,86 % pada November 2023.

Angka itu jauh di bawah rata-rata inflasi global yang mencapai 7,2 %. Indikator berikutnya terlihat dari kewajiban pemerintah terhadap utang-utangnya. Nilai total utang Pemerintah Indonesia pada akhir November 2023 mencapai Rp 8.041,01 triliun atau 38,11 % terhadap PDB. Kendati total utang pemerintah itu menembus rekor tertinggi baru, rasionya terhadap PDB turun dibandingkan periode 2021-2022. Dari sejumlah indikator ekonomi nasional yang secara umum baik capaiannya pada tahun 2023 ini mencerminkan adanya optimisme pada tahun 2024 mendatang. Meskipun demikian, tetap harus mewaspadai adanya ketidakpastian ekonomi dunia yang tampaknya masih terus berlanjut pada tahun depan. (Yoga)

SGIE & Ekonomi Syariah 2024

29 Dec 2023

Debat Cawapres yang digelar di JCC Senayan pada 22 Desember 2023, masih menyisakan perdebatan ‘lanjutan’ di ruang publik. Pasalnya, pertanyaan Cawapres Gibran, “bagaimana langkah Gus Muhaimin untuk meningkatkan peringat Indonesia di SGIE”, sempat menimbulkan sedikit ketegangan. Sebab, pertanyaan tersebut dijawab Gus Imin, “terus terang saya tidak paham SGIE”. Ketidakpahaman ini boleh jadi karena akronim SGIE tidak sepopuler akronim KPU misalnya, tentu akan lebih bijak jika langsung diiringi dengan kepanjangan singkatan tersebut. Kini, SGIE terlanjur viral di media sosial. Pertanyaan yang mengusik nalar kritis, bagaimana strategi pemerintah dalam waktu yang relatif singkat, bisa mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat halal dunia, sehingga mampu mengerek peringkat Indonesia di SGIE? Laporan State of The Global Islamic Economy (SGIE) merupakan laporan hasil survei untuk mengukur total pencapaian perkembangan ekonomi syariah secara global. Laporan SGIE diterbitkan oleh lembaga riset DinarStandard yang berkantor pusat di Dubai Uni Emirat Arab (UEA). Terdapat sejumlah indikator yang digunakan SGIE untuk memeringkat perkembangan ekonomi syariah, atau yang disebut dengan peringkat Indikator Ekonomi Syariah Global (Global Islamic Economy Indicator/GIEI).

GIEI mengukur 10 besar terbaik dengan indikator yang meliputi, makanan halal, keuangan syariah, pariwisata halal, fesyen halal, ekonomi kreatif syariah dan farmasi-kosmetik halal. Sementara itu, perkembangan berikutnya pada laporan SGIE 2022, Malaysia masih bertahan menduduki peringkat pertama untuk semua indikator (overall score 207,2). Kemudian diikuti Arab Saudi (peringkat 2) dan UEA (peringkat 3). Sedangkan Indonesia mengalami lompatan kenaikan peringkat yang cukup spektakuler dibandingkan 2018-2019. Perkembangan ekonomi syariah nasional pada 2022, berada pada peringkat keempat dengan skor total sebesar 68,5. Terdapat sejumlah indikator yang mengerek kenaikan peringkat Indonesia secara keseluruhan, yakni makanan halal (peringkat 2), fesyen halal (peringkat 3), keuangan syariah (peringkat 6) dan farmasi-kosmetik (peringkat 9). Terutama yang menjadi prioritas, meningkatkan indikator yang skornya masih rendah, dan tidak masuk tiga besar. Indikator kelompok ini meliputi, keuangan syariah (peringkat 6), farmasi-kosmetik (peringkat 9), wisata ramah muslim (tidak masuk 10 besar), dan ekonomi kreatif syariah (tidak masuk 10 besar). Untuk meningkatkan peringkat indikator ini, diperlukan sejumlah strategi. Pertama, penguatan keuangan syariah dan infrastrukturnya. Kedua, peningkatan produktifitas dan daya saing. Ketiga, penerapan dan penguatan kebijakan/regulasi. Kempat, penguatan merek dan kesadaran halal.