;

Persoalan Pangan Kian Serius

Lingkungan Hidup Yoga 29 Dec 2023 Kompas
Persoalan Pangan Kian Serius

Masalah pangan kian serius, tetapi penanganannya makin tidak menemui titik terang. Perubahan iklim dan persoalan lahan perlu segera ditangani. Indonesia tengah memasuki fase paceklik produksi beras dan gula. Fase itu dibayangi anomali beras dan gula dunia yang mencerminkan produksi berlimpah, tetapi harga justru naik. Padahal, Pemerintah Indonesia tengah membutuhkan kedua komoditas itu sebagai cadangan pangan di tengah penurunan produksi pada tahun ini. Fase paceklik produksi beras dan gula di Indonesia diperkirakan terjadi berbarengan, yakni pada November 2023-Mei 2024. Musim tanam I padi di sejumlah daerah produsen beras nasional baru mulai pada November dan Desember 2023 akibat dampak El Nino, yang menyebabkan panen raya hasil musim tanam I mundur dari Maret-April 2024 menjadi April-Mei 2024. Meski ada panen pada Januari-Maret 2024, hasilnya masih belum berlimpah (Kompas, 26/12). Masalah pangan merupakan masalah yang kompleks, dari mulai hulu, yaitu pertanaman, hingga hilir, yaitu perdagangan di tingkat konsumen.

Masalah pertanaman mulai dari penyediaan benih atau bibit, penyediaan air, penyediaan lahan, hingga soal penanganan hama serta penyediaan penyuluh lapangan dan buruh tani. Sementara di hilir, persoalan perdagangan sejak dulu kerap bermasalah akibat para pemburu rente dan juga masalah dengan impor beras. Akan tetapi, dari berbagai masalah itu, akar utamanya adalah perubahan iklim dan penyediaan lahan. Perubahan iklim telah mengubah berbagai aspek dalam pertanian tanaman padi dan tebu. Otomatis penyediaan benih atau bibit, pasokan air, dan penanganan hama juga telah berubah. Sementara masalah lahan makin kompleks karena desakan kebutuhan permukiman dan kebutuhan industri. Kita dengan mudah melihat peralihan lahan di sentra-sentra padi dan tebu di berbagai daerah, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, maupun Jatim. Sampai saat ini tidak ada langkah yang bisa menekan perubahan lahan. Nilai tukar petani yang makin rendah tidak sedikit mengakibatkan mereka menjual aset yang sangat berharga, yaitu lahan. Keterdesakan kebutuhan sehari-hari telah membuat mereka memilih menjual lahan. Penghasilan dari pertanian padi dan tebu sudah tidak bisa lagi menopang pengeluaran mereka. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :