;

Renjana Seniman Jalanan Menghidupkan Kota

Renjana Seniman Jalanan
Menghidupkan Kota

Lagu Dewa 19 berjudul ”Kangen” terdengar di tenda warung menemani pengunjung makan, Kamis  (14/12) di Jalan Krendang Raya, Tambora, Jakbar. Suara Downy Ischan (27) membuat beberapa pengunjung ikut bernyanyi. Downy mengucapkan selamat malam dan berterima kasih kepada pengunjung yang telah memasukkan uang ke dalam kantong yang tersemat di kepala gitarnya.  Berpenampilan rapi, ramah, dan modal suara tidak sumbang, ada saja pengunjung memberikan Rp 5.000, bahkan lebih. Dalam sehari ia bisa mengantongi rata-rata Rp 200.000 dari pukul 18.00-23.00. ”Penolakan, tidak dikasih itu risiko. Kalau emosi, jangan jadi pengamen jalanan karena jauh dari rezeki. Kita tetap harus menghargai orang lain,” ujarnya. Pria asal Bekasi itu terjun ke dalam seni jalanan pada 2014. Ia bisa bertahan karena merasa dunia tarik suara adalah sebuah renjananya. Terus bernyanyi di jalanan dan renjana yang kuat membawa Downy diundang untuk mengisi di kafe-kafe. Kini, ia rutin tampil di ruang publik di SCBD setiap akhir pekan.

Di Bendungan Hilir, Jakpus, Aris (25) dan Jojo (28) membuat sejumlah pengunjung memberikan apresiasi atas bakat dua pengamen asal Medan, Sumut, itu. Tembang hits dari Dewa 19, Slank, Aerosmith, dan Guns N Roses menjadi andalan mereka. Mereka juga tetap menerima permintaan lagu lain dari pengunjung. Dengan gitarnya, Aris mengiringi suara Jojo merangkap pengisi suara latar. Bagi Aris dan Jojo, menjadi pengamen jalanan sejak 2019 awalnya karena iseng. Saat itu, Jojo ingin membantu Aris yang kehilangan tas berisi laptop, handphone, dan sejumlah uang senilai Rp 2 juta. Bermodal suara bagusnya, ternyata dari hasil mengamen, Aris bisa bertahan hidup di Jakarta sebagai perantauan. Dari awal hanya iseng, kini menjadi kegiatan yang serius. Tidak ingin dipandang sebelah mata sebagai pengamen jalanan biasa, mereka membeli gitar akustik, pakaian, dan sepatu baru, sebagai modal menjelajahi setiap sudut keramaian kota. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :