Berbenah Problem Klasik Penyaluran Pupuk
Kelangkaan pupuk bersubsidi pada saat musim tanam berulang
kali terjadi di berbagai daerah sentra pertanian menjadi problem pelik dan
klasik di Indonesia. Padahal, pupuk menjadi elemen krusial dalam upaya menggenjot
peningkatan produksi pertanian. Di sisi lain, pemerintah memiliki agenda besar
kedaulatan pangan, misalnya dengan pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat.
Menurut pengamat ekonomi pertanian dari Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Andalas, Padang, Muhammad Makky, saat dihubungi pada Kamis (28/12)
pengawasan saja tak cukup dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Namun, bagaimana
pengawasannya konsisten dan menyeluruh. Juga perlu insentif dan hukuman
(punishment) bagi yang menjalankannya dengan baik atau sebaliknya. Pengawasan
yang menyeluruh, hingga level terbawah, dapat menekan potensi kebocoran. Dengan
demikian, secara bertahap, diharapkan masalah-masalah yang ada di lapangan teratasi
dan tak ada lagi kelangkaan saat musim tanam tiba.
Sebelumnya, Koordinator Pupuk Subsidi Ditjen Prasarana dan
Sarana Pertanian Kementan Yanti Erma, dalam diskusi tentang transformasi kebijakan
pupuk bersubsidi, Rabu (6/12), mengatakan, dana subsidi pupuk pada 2024 dianggarkan
Rp 26,68 triliun dengan alokasi 4,8 juta ton. Padahal, kebutuhan pupuk urea dan
NPK bersubsidi 10,7 juta ton. ”Artinya, kalau merujuk pada Rencana Definitif
Kebutuhan Kelompok (RDKK), pupuk bersubsidi yang diterima petani tidak sampai
separuhnya,” ujarnya. Per 5 Desember 2023, Kementan menutup pengajuan RDKK
meskipun hampir semua provinsi mengajukan perpanjangan masa pengusulan. RDKK
itu masih perlu penyelarasan kembali dan harus mendapatkan SK kepala daerah
kabupaten/kota per akhir Desember 2023. Penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun
depan akan dimulai per Januari. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023