Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Harga Pangan Masih Tinggi
Harga kebutuhan pokok yang naik sejak beberapa bulan lalu
masih melanjutkan tren kenaikan. Beberapa harga komoditas tak kunjung turun, di
antaranya cabai, bawang, dan beras. Tingginya harga komoditas tersebut membuat
daya beli masyarakat menurun. Di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim, Selasa (26/12)
harga eceran cabai rawit merah berkisar Rp 75.000-Rp 80.000 per kg, jauh lebih
tinggi dibandingkan harga normal pada hari-hari biasa yang berkisar Rp
40.000-Rp 50.000 per kg. ”Sudah sebulan lebih harga cabai naik. Sampai sekarang
belum turun. Harga dari pemasoknya juga masih tinggi,” kata Wahyudin (33),
penjual cabai di Pasar Induk Kramat Jati. Di Pasar Kramat Jati, harga cabai
rawit merah Rp 90.000 per kg. Meski lebih mahal dibandingkan dengan di pasar
induk, harga itu lebih baik daripada beberapa hari sebelumnya. Wiwin (42),
pedagang, mengatakan, tiga hari lalu harga cabai rawit merah Rp 100.000 per
kg.
”Kemarin-kemarin harganya sampai Rp 150.000 per kg. Ini sudah
mulai turun meskipun masih tinggi. Pas Tahun Baru belum tahu, mungkin nanti
bisa naik lagi,” kata Wiwin. Harga bawang merah dan bawang putih juga naik. Di
Pasar Induk Kramat Jati, harga bawang
merah Rp 40.000 per kg dan harga bawang putih Rp 33.000-Rp 35.000 per kg, naik hingga
rata-rata Rp 5.000 per kg dibandingkan sebelum Natal. Di Pasar Kramat Jati,
harga bawang merah dan bawang putih sama-sama Rp 40.000 per kg atau naik Rp 5.000
per kg. ”Biasanya orang beli sekilo, sekarang paling seperempat atau setengah
kilo,” kata Anik (50), salah satu pedagang di Pasar Kramat Jati. Di tempat itu,
harga beras juga masih tinggi. Harga beras pandan wangi Rp 16.000 per kg, IR42
Rp 14.500 per kg, dan Bulog Rp 13.000 per kg. Harga itu masih jauh dari HET
zona I untuk beras medium, yakni Rp 10.900.
Kenaikan harga juga terjadi sejak September lalu. ”Ini bukan
naik lagi namanya, tapi enggak terkendali. Harga beras kalau naik enggak pernah
turun lagi,” kata Udin (51), pedagang beras di Pasar Kramat Jati.Tingginya
harga bahan pokok membuat sejumlah warga
membatasi jumlah pembelian. Riana (34),
warga Kebayoran Lama, misalnya, hanya membeli cabai merah seperempat kg. Ia
mengaku mengurangi membuat menu sambal karena harga cabai masih ”pedas”. Menurut
dia, tak mudah mengatur uang belanja di tengah lonjakan harga bahan pokok. Ia
harus pintar-pintar mengatur uang belanja agar pengeluaran tidak membengkak. ”Saya
belanja sayur dan lauk yang harganya terjangkau, yang penting cukup untuk
sekeluarga,” ucapnya. (Yoga)
Siasat Bertahan Hidup di Jakarta
Biaya hidup tinggi memaksa warga Jakarta bersiasat agar bisa
bertahan. Ada yang mencari cuan tambahan dengan mencari pekerjaan sampingan
hingga memilih hidup prihatin guna menyesuaikan pendapatan dengan pengeluaran. Noer
(50), penjual rujak ulek di Pasar Rawajati, Pancoran, Jaksel, menjual tiap
porsi rujak ulek Rp 15.000. Sudah 35 tahun Noer menjadi pedagang rujak ulek.
Dari sana ia membiayai hidupnya dan keluarga. Ia memilih hidup sendiri,
sementara istri dan anak di Brebes, Jateng. ”Biaya hidup di Brebes lebih murah
dibanding harus tinggal di Jakarta,” kata ayah tiga anak ini, Selasa (26/12). Penghasilannya
per hari berkisar Rp 100.000-Rp 150.000 per hari, tergantung jumlah pelanggan
yang datang. Agar bisa mengirim uang ke keluarganya, Noer memilih hidup dengan
biaya makan tak lebih dari Rp 50.000 per hari dan tinggal di kosan kecil Rp 1,5
juta per bulan. Noer merasa biaya hidup di Jakarta setiap tahun kian tinggi.
”Jika menjual rujak tidak lagi cukup, saya memilih pulang ke Brebes,” ucapnya. Yeski
Kelsederi (31), warga Pancoran, Jaksel, juga harus mengelola keuangan agar gajinya
sebagai ASN cukup untuk sebulan. Dalam sebulan, ia mengeluarkan uang Rp 15
juta-Rp 20 juta. ”Beruntung suami saya juga bekerja sehingga kami bisa berbagi
beban,” lanjutnya. Melihat dari komposisi kebutuhan, biaya tertinggi adala
untuk makan dan biaya transpor sehari-hari, biaya untuk sekolah bagi anak
tunggalnya, sewa rumah, dan tagihan listrik.
”Terkadang, untuk memenuhi kebutuhan, suami saya mencari
pekerjaan tambahan di luar kantornya,” ujar Yeski. Di kawasan padat penduduk,
sejumlah warga memilih tinggal berdesakan di satu rumah. Fenomena ini terlihat
di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakpus. Irma Suryani (55) tinggal bersama
11 anggota keluarganya di rumah dua lantai dengan luas 22 meter persegi dengan
kamar mandi 1 x 1 meter yang digunakan bersama empat tetangga. Mereka memilih
hidup berdesakan guna menekan biaya. Di wilayah itu, sebagian besar warga bekerja
sebagai pedagang, pengamen, dan tukang parkir. Berdasarkan Survei Biaya Hidup
Tahun 2022 yang dikeluarkan BPS, kebutuhan biaya hidup rumah tangga di Jakarta
mencapai Rp 14,88 juta per bulan., tertinggi di Tanah Air. Anggota Fraksi PKS
DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, meminta Pemprov DKI Jakarta mencermati kenaikan
biaya hidup itu karena tidak sebanding dengan upah minimum provinsi (UMP) 2024
sebesar Rp 5.067.381. Biaya hidup di Jakarta bertambah Rp 1,43 juta dari survei
tahun 2018 sehingga menjadi Rp 14,88 juta, sedangkan UMP bertambah Rp 1.419.346
dari tahun 2018 sehingga menjadi Rp 5.067.381. ”Perlu ditinjau lagi besaran
upah di Jakarta. Harus ada penyesuaian dengan tuntutan biaya hidup. (Yoga)
Pedagang Pasar Mardika Telantar karena Permasalahan Sewa Kios
Rencana relokasi pedagang Pasar Mardika di Ambon, Maluku, ke
gedung baru masih menghadapi kendala karena persoalan data dan harga sewa kios
pasar yang dinilai terlalu mahal. Pedagang pun terpaksa berjualan di luar pasar.
DPRD Maluku membentuk panitia khusus guna mengungkap persoalan relokasi tersebut.
Pasar Mardika menurut rencana menjadi pasar modern pertama di Maluku. Revitalisasi
pasar ini jadi salah satu program modernisasi pasar yang dilakukan oleh
pemerintah pusat di provinsi tersebut. Dari pantauan di lapangan, Selasa (26/12)
pembatas berupa seng yang sebelumnya menutupi gedung baru Pasar Mardika sudah
dibongkar. Pedagang Pasar Mardika, Fatimah Maraban (40), menjelaskan, dirinya
menjadi salah satu pedagang yang akan pindah ke pasar baru ini. Fatimah yang masih
berdagang tepat di luar Pasar Mardika berharap dirinya dan puluhan pedagang
lain bisa segera menempati gedung baru tersebut.
Proses relokasi dari sisi jalan ke dalam gedung terhambat akibat
adanya permasalahan biaya sewa dan sengkarut pendaftaran kios. Adanya perbedaan
data penyewa membuat pemerintah melakukan pendataan uang. ”Belum ada jadwal pasti
mengenai penempatan pedagang karena sempat ada penundaan registrasi dan
verifikasi data ulang. Dalam waktu dekat akan pendataan ulang lagi. Harapannya,
bisa segera ditempati karena beberapa pedagang juga sudah membayar sewa untuk masuk
ke dalam,” tuturnya. Pengelola Pasar Mardika menetapkan biaya sewa sebesarRp 600.000
per bulan untuk sewa kios buah dan sayur serta Rp 1,2 juta per bulan untuk kios
bahan-bahan kebutuhan pokok. Menurut rencana, puluhan pedagang yang masih
berjualan di sisi jalan akan dipindahkan ke gedung baru ini. Halimah Kailulu
(42), pedagang buah, mengatakan, biaya sewa tersebut masih terlalu besar untuk
dirinya yang memiliki penghasilan tidak tetap. Ia berharap pemerintah dan
pengelola dapat memberikan harga yang sesuai nilai keekonomian pedagang. (Yoga)
Aturan Baru Pembelian Elpiji ”Melon” Masih Butuh Sosialisasi
Kementerian ESDM memastikan mulai 1 Januari 2024 hanya pembeli
yang terdata atau menunjukkan KTP yang bisa membeli gas elpiji 3 kg. Di sisi
lain, sosialisasi masih perlu dilakukan agar program yang bertujuan supaya elpiji
bersubsidi tersalur secara tepat sasaran itu berjalan optimal. Pendataan
konsumen elpiji 3 kg telah dilakukan sejak 1 Maret 2023 dan akan berakhir 31 Desember
2023 sehingga nantinya hanya yang terdata atau menunjukkan KTP yang
dilayani. Menurut data Kementerian ESDM, per November 2023, sebanyak 27,8 juta
pengguna elpiji 3 kg telah bertransaksi melalui merchant app Pertamina di penyalur/pangkalan
resmi. Ketua Bidang Elpiji Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Wiraswasta
Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Heddy Shedian, dihubungi di Jakarta,
Selasa (26/12) mengatakan, uji coba pembelian elpiji 3 kg dengan menunjukkan
KTP telah dilakukan sejak Oktober 2023. Diakuinya, masih ada sebagian kecil
masyarakat yang enggan melakukannya (membeli dengan menunjukkan KTP). Namun,
edukasi dan pemahaman akan terus diberikan.
”Ada sedikit keengganan masyarakat menunjukkan KTP karena
khawatir, mengingat KTP adalah identitas bersifat privasi, (dikaitkan) dengan
kondisi tahun politik saat ini. Namun, konsumen tetap diberikan edukasi dan
sosialisasi atas program ini agar memahami bahwa barang bersubsidi (harus)
tepat sasaran,” ujar Heddy. Sosialisasi
akan terus diberikan hingga sepenuhnya diterapkan mulai Januari 2024. Menurut
Heddy, sosialisasi tersebut akan dibantu berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota
agar pelaksanaannya optimal. Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat (22/12),
menuturkan, penerapan kebijakan tersebut disertai dengan sistem pendataan
konsumen. Dengan demikian, diharapkan celah-celah yang membuat penyaluran
elpiji ”melon” dapat ditutup sehingga hanya warga yang berhak yang dapat
membeli elpiji bersubsidi itu. (Yoga)
Disnakertrans Akui Lemah Awasi Smelter
Korban tewas akibat ledakan tungku peleburan nikel di
Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, bertambah lima orang. Total korban tewas
menjadi 18 orang dan puluhan lainnya dirawat secara intensif. Disnakertrans
Sulteng mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan keselamatan dan kesehatan
kerja. Ledakan tungku smelter itu terjadi di PT Indonesia Tsingshan Stainless
Steel (ITSS), Minggu (24/12), salah satu tenant atau penyewa yang beroperasi di
kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Kadisnakertrans
Sulteng Arnold Firdaus mengatakan, pihaknya cukup rutin mengawasi dan memantau
lokasi industri, termasuk di wilayah IMIP. Terbaru, tim telah ditugasi
melakukan pengecekan berkala pada awal Desember lalu. ”Berdasarkan pemantauan
dan pengawasan selama ini, sistem K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) di IMIP
lumayan bagus, tidak ada masalah dan berjalan sesuai aturan. Hanya saja, harus
diakui juga pengawasan kami belum sempurna,” kata Arnold, dihubungi Selasa
(26/12) petang dari Kendari, Sultra.
Menurut Arnold, pemantauan dan pengawasan di wilayah
Morowali dilakukan UPT Wilayah II. Unit kerja yang beranggotakan lima orang ini
mengawasi tujuh kabupaten. Di sisi lain, kawasan industri dan fasilitas
pemurnian nikel di beberapa kabupaten tersebut tidak hanya IMIP. ”Untuk IMIP saja
itu tidak cukup satu hari untuk pantau semua. Jadi, memang ada keterbatasan
dari kami juga, baik operasional maupun anggaran,” ucapnya. Saat ini Disnakertrans
Sulteng fokus pada pemantauan bersama tim Kemenaker yang telah tiba di lokasi
kejadian. Hal itu untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya
kecelakaan kerja yang merenggut banyak nyawa itu. ”Ke depan, agar kawasan industri
besar seperti IMIP diawasi secara terpadu bersama pemerintah pusat karena kami di
daerah memiliki banyak keterbatasan untuk memantau kawasan, apalagi yang masuk dalam
kategori Proyek Strategis Nasional,” ujarnya. (Yoga)
Capres Kembali Sapa Pemilih di Wilayah Basis Dukungan
Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden
kembali menyapa pemilih di wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi penyumbang
suara. Daerah-daerah itu, antara lain, menjadi basis suara partai politik
pengusung, basis suara pada pemilu presiden sebelumnya, dan memiliki kantong-kantong
komunitas pendukung yang kuat. Pada Sabtu-Senin (23-25/12) pasangan calon presiden
dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar,
memulai kampanye di Jateng. Muhaimin berkampanye di Kudus, Demak, Kabupaten
Semarang, dan Kota Semarang, sedangkan Anies berkampanye di Brebes, Kabupaten
Semarang, Kota Semarang, dan Rembang. Anies-Muhaimin juga mendapatkan dukungan pengasuh Popes Lirboyo,
Kediri; Ponpes Al Falah Ploso, Kediri; Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo,
Magelang; dan Ponpes Ma’hadul ’Ulum Asy-Syar’iyyah Rembang.
Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, berkampanye
pula di Jateng, khususnya di SoloRaya. Ganjar menghadiri apel siaga kader PDI-P
di Surakarta, Minggu (24/12). Mantan Gubernur Jateng itu juga menggelar
pertemuan dengan tim pemenangan cabang, calon anggota legislatif, partai
koalisi, dan sukarelawan se-Sragen, Senin (25/12). Calon presiden-calon wakil
presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, tidak melakukan
kampanye dua hari terakhir. Seusai debat cawapres, Gibran berkampanye di DKI
Jakarta dan Manado, Sabtu (23/12). Sementara itu, Prabowo diagendakan kampanye
di Aceh, Selasa (26/12), salah satu wilayah yang memenangkannya di Pilpres
2019. Dalam pidatonya di Sragen, Ganjar meminta pendukungnya untuk
mempertahankan suara pemilih di Solo Raya guna mendukung kandidat yang diusung
PDI-P. Seluruh pengurus, kader, dan simpatisan diminta mengunci ”kandang
banteng” bersama parpol koalisi.
Pada Pemilu 2019, PDI-P menjadi parpol pemenang di Jateng
dengan raihan 5,8 juta suara, diikuti PKB yang menempati urutan kedua dengan
raihan 2,7 juta suara. Anies mengatakan, suara pemilih Jateng tak hanya didominasi
satu parpol. PKB yang menjadi salah satu parpol pengusung Anies-Muhaimin (AMIN)
juga memiliki kekuatan yang tak kalah dengan PDI-P di Jateng karena berada di
urutan kedua. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Juri Ardiantoro, mengatakan, semua daerah ingin
dikunjungi karena memiliki prioritas yang sama. Namun, ada keterbatasan waktu
kampanye yang singkat dan tugas negara yang masih dijalankan Prabowo-Gibran. (Yoga)
Kota Tangerang Targetkan 200.000 Pelanggan Baru Air Bersih
Digitalisasi Asuransi dan Mitigasi Bencana Alam
Terletak di garis khatulistiwa membawa comparative advantage yang besar bagi Indonesia karena berbeda dengan negara-negara yang berada di iklim lainnya, negara yang berlokasi di iklim tropis, seperti Indonesia, memiliki suhu udara yang hangat dan ideal sebagai tempat bermukim bagi beragam flora dan fauna serta keanekaragaman hayati lainnya. Namun, posisi strategis ini juga memiliki risiko terutama di akhir dan awal tahun baru seperti saat ini. Angin muson barat yang berhembus dari arah Asia bergerak menuju Australia, melalui Samudra Hindia dalam periode Oktober – April menyebabkan musim penghujan. Karenanya, sudah menjadi siklus tahunan bahwa menjelang akhir tahun, kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana seperti banjir dan tanah longsor meningkat terutama karena bertambahnya curah hujan. Hingga akhir 2020, IFG Progress menemukan bahwa rasio jumlah polis asuransi jiwa terhadap populasi, hanya sekitar 1,4% di Indonesia jauh tertinggal dari Singapura (7,6%) dan Malaysia (4%). Demikian pula, densitas premi asuransi umum yang memungkinkan penutupan risiko seperti kecelakaan, kesehatan, kerusakan properti, dan risiko kesehatan juga sangat rendah.
Secara rata-rata, setiap penduduk Indonesia hanya memiliki coverage US$17 per orang untuk risiko yang ditanggung asuransi umum – jauh di bawah Singapura (US$1.110/orang) dan Malaysia (US$153/orang). Salah satu faktor dari rendahnya penetrasi ini adalah biaya akuisisi yang sangat tinggi di Indonesia. Secara rata-rata, studi IFG Progress menemukan bahwa untuk kasus unit-link sebagai contoh, struktur alokasi premi dalam lima tahun pertama terutama mencakup biaya akuisisi, biaya bulanan, asuransi, dan biaya administrasi. Dengan biaya akuisisi rata-rata sekitar 35% setiap tahun dalam lima tahun pertama, sisa bagian yang dialokasikan ke dana investasi hanya berada di bawah 15% dari total premi yang dibayarkan. Fenomena yang sama terjadi dalam asuransi umum di mana bagian biaya pialang masih cukup mahal. Di sinilah seharusnya peran dari digitalisasi dan teknologi menjadi krusial.
Di industri asuransi, adopsi teknologi yang digunakan dalam proses bisnis ini disebut dengan insurtech. Istilah "insurtech" muncul dari kebutuhan untuk implementasi inovasi digital oleh perusahaan asuransi, dengan tujuan mengejar perkembangan ekonomi global yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital. Pengembangan insurtech diarahkan untuk memiliki potensi mengurangi biaya yang terlalu mahal salah satunya dalam proses akuisisi. Dengan memanfaatkan teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI), insurtech dapat memperpendek proses rantai nilai, memungkinkan perusahaan asuransi untuk menganalisis dan mengelola secara efisien, memberikan panduan produk yang akurat, menyederhanakan pengadaan dan pengolahan data, serta mempercepat proses underwriting sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian diperlukan kerja sama lintas sektoral untuk mendorong peran digitalisasi di industri asuransi ini agar bisa meningkatkan coverage proteksi di masyarakat sehingga dapat berperan dalam mitigasi risiko. Prasyarat ini sangat penting terutama di negara yang dikelilingi oleh berbagai potensi bencana alam seperti Indonesia untuk menjaga keberlangsungan generasi ke depan.
Gelora Ekonomi Pengujung Tahun
Tahun 2023 sudah di ujung akhir waktu. Natal dan Tahun Baru bisa menjadi penanda sekaligus momentum keceriaan serta penuh harapan. Ketika masyarakat menikmati suasana meriah libur panjang, ada faktor ekonomi yang tak bisa diremehkan. Ekonomi adalah penggerak sekaligus parameter tingkat kesejahteraan. Isu kesejahteraan ekonomi pada Tahun Kelinci Air ini, tampaknya lebih penting dibandingkan dengan sebelumnya, mengingat tantangan yang dihadapi oleh masyarakat global akibat dampak panjang pandemi mulai berkurang tetapi belum berakhir. Belum pupus dari ingatan bahwa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2—3 tahun lalu tak ada keceriaan sedangkan kebahagiaan tak berlangsung sempurna. Aktivitas ekonomi justru terhenti. Namun, seusai pemerintah mencabut status pandemi Covid-19 pada pertengahan 2023, api optimisme yang sempat meredup akhirnya kembali memanas. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahkan memperkirakan pergerakan wisatawan dalam periode Nataru yang berlangsung tidak kurang dari 2 pekan, yaitu sepekan jelang Natal dan sepekan jelang Tahun Baru 2024, mencapai sekitar 107,63 juta orang. Angka ini meroket 143,67% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY) yang hanya 44,17 juta orang. Pergerakan orang ini tentu akan menghasilkan spending yang cukup besar ke sektor-sektor pendukung pariwisata seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka), UMKM sektor makanan dan kerajinan, transportasi, logistik, hingga infrastruktur baik jalan tol, kelistrikan, maupun telekomunikasi. Hasil survei daring Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mengafirmasi peningkatan pergerakan masyarakat pada saat Nataru kali ini. Lebih dari 54% masyarakat melakukan perjalanan Nataru 2024. Adapun, puncak arus mudik Nataru via tol terjadi pada 22—23 Desember 2023, dan puncak arus Tahun Baru via tol pada 30 Desember 2023. Sebaliknya, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 26—27 Desember 2023. Adapun, puncak arus balik libur tahun baru bakal terjadi pada 1—2 Januari 2024. Secara ekonomis, berapa perkiraan peredaran uang kala Nataru 2024 ini? Kalau anggaplah sekitar 107 juta orang yang bepergian tadi menghabiskan rerata Rp1 juta per orang selama periode Nataru, akan tercipta perputaran uang sekitar Rp107 triliun. Angka ini bahkan bisa lebih jika seluruh aktivitas ekonomi secara terperinci turut dihitung. Sebagai respons terhadap hal ini, pemerintah dan pelaku bisnis perlu bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Insentif yang cerdas dan dukungan kepada sektor-sektor terdampak secara signifikan dapat membantu memastikan bahwa manfaat ekonomi Nataru dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin oleh seluruh lapisan masyarakat.
2024, BTN Perkuat Sistem Digital Ekosistem Perumahan
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus memperkuat sistem digital ekosistem perumahan. Menurut Andi Nirwoto, Direktur IT&Digital Bank BTN, tahun 2024, pihaknya akan lebih agresif dalam mengembangkan fitur transaksi dan pemasaran produk bank lewat BTN Mobile. "Kedepan kami terus mengembangkan fitur--fitur baru, seperti penjualan produk investasi, fitur transaksi Remittance-Internasional, dan fitur-fitur lain guna memfasilitasi segala kebutuhan digital masyarakat Indonesia, khususnya untuk memperkuat digital eksistem perumahan BTN," ujar Andi. Andi menjelaskan, bahwa hingga Desember 2023, jumlah transaksi BTN mobile sudah melonjak diatas 142% secara year on year (yoy) sedangkan volume transaksi juga meningkat hingga 53% yoy. "Event yang kami selenggarakan, program akuisisi nasabah baru, serta program-program promo yang kami gelar, terbilang sukses mendongkrak nasabah dan user experince nasabah terhadap BTN Mobile," ujar Andi. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









