Gelora Ekonomi Pengujung Tahun
Tahun 2023 sudah di ujung akhir waktu. Natal dan Tahun Baru bisa menjadi penanda sekaligus momentum keceriaan serta penuh harapan. Ketika masyarakat menikmati suasana meriah libur panjang, ada faktor ekonomi yang tak bisa diremehkan. Ekonomi adalah penggerak sekaligus parameter tingkat kesejahteraan. Isu kesejahteraan ekonomi pada Tahun Kelinci Air ini, tampaknya lebih penting dibandingkan dengan sebelumnya, mengingat tantangan yang dihadapi oleh masyarakat global akibat dampak panjang pandemi mulai berkurang tetapi belum berakhir. Belum pupus dari ingatan bahwa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2—3 tahun lalu tak ada keceriaan sedangkan kebahagiaan tak berlangsung sempurna. Aktivitas ekonomi justru terhenti. Namun, seusai pemerintah mencabut status pandemi Covid-19 pada pertengahan 2023, api optimisme yang sempat meredup akhirnya kembali memanas. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahkan memperkirakan pergerakan wisatawan dalam periode Nataru yang berlangsung tidak kurang dari 2 pekan, yaitu sepekan jelang Natal dan sepekan jelang Tahun Baru 2024, mencapai sekitar 107,63 juta orang. Angka ini meroket 143,67% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY) yang hanya 44,17 juta orang. Pergerakan orang ini tentu akan menghasilkan spending yang cukup besar ke sektor-sektor pendukung pariwisata seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka), UMKM sektor makanan dan kerajinan, transportasi, logistik, hingga infrastruktur baik jalan tol, kelistrikan, maupun telekomunikasi. Hasil survei daring Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mengafirmasi peningkatan pergerakan masyarakat pada saat Nataru kali ini. Lebih dari 54% masyarakat melakukan perjalanan Nataru 2024. Adapun, puncak arus mudik Nataru via tol terjadi pada 22—23 Desember 2023, dan puncak arus Tahun Baru via tol pada 30 Desember 2023. Sebaliknya, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 26—27 Desember 2023. Adapun, puncak arus balik libur tahun baru bakal terjadi pada 1—2 Januari 2024. Secara ekonomis, berapa perkiraan peredaran uang kala Nataru 2024 ini? Kalau anggaplah sekitar 107 juta orang yang bepergian tadi menghabiskan rerata Rp1 juta per orang selama periode Nataru, akan tercipta perputaran uang sekitar Rp107 triliun. Angka ini bahkan bisa lebih jika seluruh aktivitas ekonomi secara terperinci turut dihitung. Sebagai respons terhadap hal ini, pemerintah dan pelaku bisnis perlu bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Insentif yang cerdas dan dukungan kepada sektor-sektor terdampak secara signifikan dapat membantu memastikan bahwa manfaat ekonomi Nataru dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tags :
#OpiniPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023