Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Ketersediaan Bapok Cukup untuk Natal dan Tahun Baru
Menhub Perkiraankan 107 Juta Orang Mudik Nataru
Nasib Batu Bara di Tengah Transisi Energi
Indikasi Politik Uang di Rekening Peserta Pemilu
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
menemukan transaksi keuangan mencurigakan pada lebih dari 6.000 rekening
pengurus partai politik peserta Pemilu 2024 ataupun calon legislator. Transaksi
keuangan itu mengarah pada dugaan politik uang di masa kampanye pemilu. Seorang
pejabat PPATK menyebutkan beberapa contoh transaksi keuangan yang mengarah pada
politik uang. Misalnya ada rekening pengurus partai politik mendapat aliran
uang miliaran rupiah pada masa kampanye Pemilu 2024 ini. Tidak berselang lama,
uang di rekening pengurus partai tersebut ditukar dengan mata uang pecahan Rp
20 ribu dan Rp 50 ribu. “Ini jadi pertanyaan, untuk apa penukaran uang itu?
Apakah untuk transportasi atau politik uang?” kata pejabat PPATK ini, kemarin.
“Kejadiannya juga baru.” Contoh lain, ada rekening bendahara partai politik
yang menampung uang ratusan miliar rupiah. Di samping itu, kata dia, PPATK
mendapati pergerakan transaksi keuangan di rekening bendahara partai ataupun
sejumlah calon legislator sangat masif. Padahal rekening khusus dana kampanye
(RKDK) peserta pemilu sama sekali tidak bergerak alias tak ada transaksi
keuangan dalam rekening tersebut.
Sesuai dengan aturan, RKDK untuk pemilu legislatif berbasis
partai. Calon anggota legislatif tidak membuat rekening khusus dana kampanye.
Dana kampanye mereka dikonsolidasikan lewat partai masing-masing. Lalu partai
peserta pemilu yang melaporkannya ke Komisi Pemilihan Umum untuk diaudit. “Indikasi
politik uang dan pelanggaran itu sudah kami sampaikan ke Bawaslu. Silakan tanya
saja ke Bawaslu,” ujar sumber Tempo ini. Ia mengatakan data yang disampaikan ke
Bawaslu ini sudah mencantumkan nama, partai, dan aliran dananya.Hasil analisis
PPATK terhadap ribuan rekening peserta pemilu dan pengurus partai politik itu
tak hanya mengenai indikasi politik uang. Mereka juga menduga transaksi
keuangan yang mencapai triliunan rupiah pada ribuan rekening tersebut berasal
dari kegiatan ilegal, seperti penambangan ilegal, perambahan hutan, penjualan
satwa liar, pencucian uang, hingga indikasi korupsi. Selanjutnya, uang yang
diduga dari hasil kejahatan tersebut ditengarai, di antaranya, dipergunakan untuk
kegiatan kampanye pemilu. (Yoga)
Menguji Efektivitas Subsidi Motor Listrik
Upaya pemerintah mempercepat kepemilikan kendaraan roda dua berbasis baterai dengan memberikan insentif agaknya belum sesuai dengan yang diharapkan. Minimnya sosialisasi menjadi salah satu penyebab rendahnya pembelian. Padahal, untuk meningkatkan penjualan, pemerintah telah memperluas basis penerima insentif sebesar Rp7 juta sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Permenperin No. 6 Tahun 2023, tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua. Pada Permenperin 21/2023 disebutkan bahwa program bantuan diberikan untuk satu kali pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda dua dengan satu nomor induk kependudukan (NIK) yang sama. Bandingkan dengan aturan sebelumnya yang memberi syarat tertentu untuk para penerima insentif yaitu subsidi sepeda motor listrik diprioritaskan untuk masyarakat produktif, di antaranya penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Subsidi Upah (BSU), termasuk keluarga penerima subsidi listrik (450VA dan 900VA). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam hal ini Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menyebutkan, penerima Bantuan Pemerintah melalui program tersebut pada 2023 diharapkan mampu mencapai 50.000 unit dan meningkat menjadi 150.000 pada 2024. Berdasarkan catatan Bisnis, sejak bergulir pada Maret 2023, program subsidi itu baru tersalurkan sebanyak 11.532 unit, masih jauh di bawah target yang ditetapkan baik oleh asosiasi maupun pemerintah. Banyak faktor menjadi penyebab. Aismoli menyebutkan sosialisasi kemudahan pemberian insentif masih minim, sementara Kementerian Perindustrian menilai perbedaan standar baterai yang digunakan oleh masing-masing merek kendaraan bermotor listrik roda dua yang menjadi penghambat. Terlepas dari beragam alasan yang disampaikan, langkah pemerintah mempercepat penetrasi kepemilikan kendaraan listrik harus dicarikan solusinya. Bila memang sosialisasi dinilai kurang, maka pemerintah bersama para pelaku usaha harus bersama-sama menyebarluaskan perihal kebijakan tersebut.
EKSPLORASI MINERAL : PESONA TEMBAGA PAPARAN SUNDA
Paparan Sunda yang mencakup Sumatra, Jawa, dan Kalimantan masih menyimpan potensi emas dan tembaga yang cukup signifi kan. Sejumlah eksplorasi dari perusahaan multinasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup apik. Cebakan Trenggalek dan Wonogiri kini menjadi primadona baru.
Sebagai komoditas prime mineral, sumber daya dan cadangan tembaga seringkali diikuti dengan penemuan produk-produk mineral ikutan lainnya seperti emas dan perak. Acapkali, pada aktivitas eksplorasi mineral emas juga ditemukan tembaga.Tak ayal, Suwarnadwipa atau Pulau Sumatra yang berarti Pulau Emas pun menyimpan potensi mineral tembaga, di samping mineral emas yang menjadi prioritas perburuan para penambang.Hal ini didukung oleh laporan aktivitas eksplorasi para penambang multinasional yang melakukan perburuan mineral di sekitar Sumatra Utara dan Aceh.Setidaknya ada tiga perusahaan yang melakukan eksplorasi emas dan tembaga di Pulau Sumatra, Sihayo Gold Limited, Baru Gold Corporation, dan Far East Gold Ltd.
Dalam laporan aktivitas eksplorasi kuartal III/2023, manajemen Sihayo Gold Limited berencana melakukan eksplorasi lanjutan pada area prospek ini setelah mengantongi izin akses kegiatan eksplorasi di lahan kehutanan yang diperkirakan dapat diraih pada paruh pertama 2024.Laporan itu juga menunjukkan bahwa hasil emas dan tembaga yang sangat menggembirakan itu mendukung prospektivitas kawasan. Bahkan, deposit untuk tembaga emas bermutu tinggi. Oleh karena itu, kegiatan pengeboran lanjutan akan dilakukan pada tahun depan.Executive Chairman Sihayo Gold Limited Colin Moorhead mengungkapkan bahwa kru lapangan selama kuartal III/2023 secara sistematis memetakan dan mengambil sampel dua wilayah target prioritas tertinggi perusahaan di luar area prospek Sihayo.
Sementara itu, Asiamet Resources Limited juga melakukan perburuan mineral di Pulau Sumatra lewat aset kaya tembaga mereka di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.Ada tiga area prospektif pada tambang Beutong yakni Beutong East Porphyry (BEP), Beutong West Porphyry (BWP), dan Beutong Skarn (BSK).
Chief Executive Officer ARS Darryn McClelland mengungkapkan bahwa proyek Beutong akan dikembangkan dalam tiga tahapan.Pertama, meningkatkan sumber daya baik measured resources dan indicated resourcessebanyak 90 juta ton dengan kadar tembaga 0,61%, kadar emas 0,12 gram per ton (gr/t), dan kadar perak 1,92 gr/t, menjadi cadangan sebanyak 65 juta ton dengan kadar tembaga 0,68%.Kedua, memperluas sumber daya di kedalaman 500 meter di bawah permukaan tanah sehingga memungkinkan dilakukannya tambang terbuka.Ketiga, pengeboran pada area prospek bawah tanah untuk memastikan potensi bijih berkualitas tinggi, dan melakukan perencanaan pengembangan jangka panjang.
Chairman Far East Gold Ltd. Paul Walker mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini menggenggam kepemilikan sebesar 51% pada aset Woyla.
Di sisi lain, Far East Gold Ltd. juga terus melakukan perburuan emas dan tembaga di Pulau Jawa yang masih tergabung dalam Sunda Arc yang kaya akan mineral.
Dalam laporan aktivitas eksplorasi yang dipublikasikan pada awal Desember, Far East Gold Ltd. menemukan potensi tembaga pada proyek Trenggalek.
Kemacetan di Tol pada Akhir Tahun Diantisipasi
Pergerakan angkutan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru berlipat ganda dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah mengantisipasi dengan berbagai upaya. Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, pergerakan Natal dan Tahun Baru kali ini didominasi warga dengan tujuan wisata. Dari hasil identifikasi dan survei, ia melihat jalan tol hingga pelabuhan rawan kemacetan. Berdasarkan survei daring potensi pergerakan masyarakat pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 yang dilaksanakan Badan Kebijakan Transportasi (BKT), pergerakan masyarakat mencapai 107,63 juta orang atau meningkat 43 % dari tahun lalu. Rinciannya, mobil pribadi yang menjadi moda transportasi favorit 35,6 %, diikuti sepeda motor 17,9 %. Transportasi umum mengikuti, dengan kereta api 13,2 %, pesawat 11,9 %, bus 10,9 %, kapal penyeberangan 6 %, dan kapal laut 3,4 %.
”Pergerakan libur Natal dan Tahun Baru adalah fenomena sosial budaya dan keagamaan. Jadi, ini ujian semester kedua. Semester pertamanya adalah mudik Lebaran. Kita harus sama siaganya dengan saat Lebaran. Kita sudah mengantisipasi lonjakan-lonjakan dan kita juga mengevaluasi angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023,” kata Budi di sela pembukaan Posko Terpadu Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, di Kemenhub, Jakarta, Selasa (19/12). Posko terpadu, lanjut Budi, memiliki fasilitas command center untuk koordinasi secara daring dengan petugas di lapangan dari daerah-daerah. Posko mampu memantau pergerakan arus penumpang di simpul-simpul transportasi, meliputi 48 terminal, 16 pelabuhan penyeberangan, 50 bandara, 51 pelabuhan, 9 daerah operasi (daops) kereta api, 4 divisi regional (divre) kereta api, dan pergerakan kendaraan di sejumlah jalan nasional (tol dan nontol).
Ketua Gugus Tugas Natal dan Tahun Baru Astra Infra Group Renaldi mengatakan, lokasi-lokasi yang rawan kemacetan ialah Serang Timur dan Merak. Potensi arus kendaraan yang tinggi diantisipasi dengan pelebaran lajur ketiga, mulai dari Cikande sampai Serang Timur. ”Sudah diselesaikan tahun ini. Teknisi dan satgas juga bersiaga di gerbang-gerbang untuk mengurangi kepadatan,” ujarnya. Dari pantauan Kompas pada Jumat-Minggu (15-17) jalan tol yang menghubungkan Jakarta hingga Cirebon, Jabar, relatif masih lengang. Namun, pengelola jalan mulai berbenah dan meningkatkan sejumlah fasilitas. (Yoga)
Pembiayaan Kuliah Sesuai Kemampuan Penting untuk Menyokong Subsidi Silang
Pembiayaan kuliah di perguruan tinggi negeri yang
berkeadilan membuka ruang mahasiswa untuk membayar uang kuliah sesuai dengan
kemampuan. Dengan demikian, mereka yang berlebih secara ekonomi bisa bergotong
royong menyubsidi silang mahasiswa yang tidak mampu. Plt Dirjen Pendidikan
Tinggi Kemendikbudristek Nizam, di Jakarta, Senin (18/12) mengatakan,
penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak murah. Subsidi pemerintah baru memenuhi
28 % dari pemenuhan standar minimum. Meski demikian, biaya pendidikan tinggi di
Indonesia masih relatif murah dibandingkan negara lain. ”Jadi, gotong royong
pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan. Prinsipnya yang mampu membayar
sesuai kemampuan supaya bisa ada subsidi silang untuk membantu mahasiswa yang terbatas
kemampuan finansial- nya,” kata Nizam.
Oleh karena itu, selain seleksi nasional penerimaan mahasiswa
baru (SNPMB), jalur mandiri di perguruan tinggi tetap dibuka sesuai aturan yang
ditetapkan. Menurut Nizam, selama ini, terutama di media massa, laporan terkait
biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) kurang terekspose. ”Yang
diungkapkan hanya UKT (uang kuliah tunggal) tertinggi, padahal kenyataannya yang
membayar dengan biaya tersebut hanya 2-5 % mahasiswa, sisanya membayar jauh di
bawah UKT tertinggi,” ujar Nizam. Pembayaran biaya kuliah di tiap jalur masuk
seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru ditetapkan berdasarkan kelompok UKT
dari yang terendah sampai tertinggi. Di jalur mandiri, selain UKT yang dibayar
setiap semester, ada juga iuran pengembangan institusi (IPI) atau uang kuliah
awal. Biaya ini sering dikenal dengan istilah uang pangkal yang dibayar saat
mahasiswa diterima. Adapun di jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi
(SNBP) dan seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT), mahasiswa baru hanya
dikenai UKT sesuai dengan kemampuan ekonomi. (Yoga)
Wirausaha Penyandang Disabilitas, dari Katering hingga Rias Wajah
Penyandang disabilitas dengan segala keterbatasannya jatuh
bangun berwirausaha mandiri. Mereka berdaya dan bermanfaat bagi keluarga dan sesama
disabilitas. Paini (52), perempuan disabilitas asal Wonogiri, Jateng, memiliki
jari-jari tangan dan kaki yang pendek sejak lahir. Berbekal ijazah SMA, pada
1992 dia memutuskan merantau ke Bekasi, Jabar, untuk mencari lapangan kerja
yang lebih baik. Kenyataannya berbeda. Dari enam perusahaan yang ia kirimi
surat lamaran kerja, tak satu pun yang memanggil. ”Saya perempuan, bertubuh
pendek, disabilitas, dan memakai hijab. Diskriminasi tersebut dialamatkan ke
saya sehingga saya susah diterima kerja. Saya kelelahan, hampir menyerah,
hingga di pabrik boneka milik Korea Selatan, saya nekat menyodorkan diri meski
tiga hari pertama tidak dibayar dulu,” ujarnya, Minggu (17/12) di Jakarta. Dalam
tiga hari itu, Paini belajar menjahit dengan mesin jahit modern yang belum pernah
ia lihat sebelumnya. Salah seorang supervisor yang, menurut dia, baik hati mau
mengajari, sampai dia akhirnya bisa menjahit semua bagian boneka. Perusahaan
akhirnya mau mempekerjakan dan menggajinya. Ia bekerja selama dua tahun di situ
hingga menikah.
Upah sebagai buruh pabrik pas-pasan meskipun ia mengambil
lembur sampai pulang malam. Suaminya yang bekerja sebagai kernet metromini juga
mendapat upah pas-pasan. ”Saya juga mulai mengalami masalah penglihatan. Tahun
2000-an, akhirnya saya memutuskan tidak bekerja di pabrik. Uang pesangon digunakan
sebagai modal membuat usaha onde-onde ketawa,” kata Paini. Awalnya Paini
menitipkan onde-onde ketawa ke satu warung hingga berkembang jadi 200 warung.
Dari hanya onde-onde ketawa, usahanya berkembang jadi aneka camilan kering. Semua
pendapatan dari usaha itu dipakai untuk mendirikan dan mengoperasikan Rumah
Singgah Disabilitas Mandiri Bekasi, untuk menampung dan membina kelompok
disabilitas yang mengalami diskriminasi di masyarakat agar berdaya. Di situ,
Paini mengajari penyandang disabilitas lain memasak dan menjahit. Sejumlah lembaga,
seperti Badan Amil Zakat Nasional, pernah membantu memberi pelatihan
wirausaha. Saat ini sudah ada ratusan penyandang disabilitas yang keluar dari
rumah singgah yang sederhana itu dan berwirausaha sendiri. (Yoga)
Redupnya Bisnis Konsumer Bank Asing akibat Kalah Bersaing
Sederet kantor cabang bank luar negeri melakukan aksi
korporasi berupa pengalihan portofolio bisnis konsumer karena dinilai tidak
lagi mampu bersaing dengan bank nasional di Tanah Air. Meredupnya bisnis konsumer
bank asing tersebut salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan lini bisnis
konsumen bank asing yang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir terus
terkontraksi. Aksi korporasi beberapa kantor cabang bank luar negeri (KCBLN)
tersebut dilakukan oleh Citibank Indonesia (Citi) dan Standard Chartered Bank
Indonesia (SCBI) terkait pengalihan portofolio bisnis consumer banking,
masing-masing kepada Bank PT UOB Indonesia (UOBI) dan PT Bank Danamon Tbk.
Selain itu, ada pula penjualan kepemilikan Commonwealth Bank of Australia (CBA)
di Indonesia atau PT Bank Commonwealth (PTBC) kepada PT Bank OCBC NISP Tbk
(OCBC).
Pengamat perbankan dan dosen Binus University, Doddy Aroefianto,
mengatakan, terdapat dua penyebab yang mendorong aksi korporasi KCBLN tersebut,
yakni perubahan strategi global bank terkait dan akibat persaingan yang semakin
ketat dengan bank lainnya. Kedua alasan tersebut tidak lepas dari berkembangnya
produk perbankan yang ditawarkan, baik oleh bank umum nasional maupun bank
asing lainnya. ”Ada indikasi bank-bank asing itu kalah bersaing. Mereka sudah
berada di Indonesia selama puluhan tahun sehingga strategi yang diambil hanya
untuk kantor cabangnya saja, sepertiCiti yang berpusat di AS dan Standard
Chartered di Inggris. Mereka memilih untuk mengurangi produk retail banking dan
lebih berfokus pada institusional atau commercial banking,” katanya, Senin
(18/12). Bank-bank asing yang membuka kantor cabang di Indonesia, pernah
mengalami masa kejayaan pada produk consumer banking hingga tahun 2010. Setelah
itu, pertumbuhan bank-bank asing tersebut tampak meredup seiring bertumbuhnya
bank-bank umum nasional. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









