;

Pembiayaan Kuliah Sesuai Kemampuan Penting untuk Menyokong Subsidi Silang

Pembiayaan Kuliah Sesuai Kemampuan Penting untuk Menyokong Subsidi Silang

Pembiayaan kuliah di perguruan tinggi negeri yang berkeadilan membuka ruang mahasiswa untuk membayar uang kuliah sesuai dengan kemampuan. Dengan demikian, mereka yang berlebih secara ekonomi bisa bergotong royong menyubsidi silang mahasiswa yang tidak mampu. Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam, di Jakarta, Senin (18/12) mengatakan, penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak murah. Subsidi pemerintah baru memenuhi 28 % dari pemenuhan standar minimum. Meski demikian, biaya pendidikan tinggi di Indonesia masih relatif murah dibandingkan negara lain. ”Jadi, gotong royong pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan. Prinsipnya yang mampu membayar sesuai kemampuan supaya bisa ada subsidi silang untuk membantu mahasiswa yang terbatas kemampuan finansial- nya,” kata Nizam.

Oleh karena itu, selain seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB), jalur mandiri di perguruan tinggi tetap dibuka sesuai aturan yang ditetapkan. Menurut Nizam, selama ini, terutama di media massa, laporan terkait biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) kurang terekspose. ”Yang diungkapkan hanya UKT (uang kuliah tunggal) tertinggi, padahal kenyataannya yang membayar dengan biaya tersebut hanya 2-5 % mahasiswa, sisanya membayar jauh di bawah UKT tertinggi,” ujar Nizam. Pembayaran biaya kuliah di tiap jalur masuk seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru ditetapkan berdasarkan kelompok UKT dari yang terendah sampai tertinggi. Di jalur mandiri, selain UKT yang dibayar setiap semester, ada juga iuran pengembangan institusi (IPI) atau uang kuliah awal. Biaya ini sering dikenal dengan istilah uang pangkal yang dibayar saat mahasiswa diterima. Adapun di jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) dan seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT), mahasiswa baru hanya dikenai UKT sesuai dengan kemampuan ekonomi. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :