Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )PEREMPUAN JATAYU TOLAK PLTU, BERSUARA HINGGA KE JEPANG
Perempuan tani di Indramayu berjuang mempertahankan lahan
dari gempuran pembangunan PLTU yang akan mengancam kehidupan. Tanah adalah
sumber kehidupan dan penghasilan bagi mereka. Sekitar 75 kg bawang merah
menggantung di atap rumah Surmi (51) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Indramayu,
Kamis (12/10) siang, yang merupakan hasil panen Surmi bulan lalu. Saat itu,
Surmi menanam 10 kg bibit bawang. Biayanya Rp 250.000. Ketika panen, ia meraup
Rp 600.000. Hasil panen 75 kg bawang merah dihargai Rp 8.000 per kg. Kali ini,
Surmi enggan menjualnya dan menunggu harga tinggi. Biasanya, bawang merah bisa
laku belasan ribu rupiah per kg. Di rumahnya juga tersimpan empat karung beras.
Masing-masing berisi 2,5 kuintal. Ketika harga beras melonjak, lebih dariRp
13.000 per kg, jauh dari HET Rp 10.900 per kg, Surmi tidak pusing. Dia punya
cadangan beras untuk sekadar makan, sisa panen dua bulan lalu, yang mencapai
1,5 ton gabah kering panen.
Surmi menjaga lahan dari gempuran PLTU. Lahan garapannya
seluas 1,4 hektar berada di kawasan PLTU Indramayu 2 berkapasitas 1.000
megawatt (MW). Luasnya infrastruktur itu sekitar 300 hektar. Bagi para
perempuan tani Desa Mekarsari, Indramayu, Jabar, tanah adalah ibu, yang
melahirkan kehidupan sekaligus sumber pangan. Tidak hanya Mekarsari, lahan Desa
Patrol Lor dan Patrol Baru, Kecamatan Patrol, juga terdampak. Lokasinya berdampingan
dengan PLTU Indramayu 1 berkapasitas 3 x 330 MW. Dari sawah yang Surmi garap, tampak
jelas cerobong PLTU 1 dengan asap kelabunya. Berdasarkan data Komite Percepatan
Penyediaan Infrastruktur Prioritas, PLTU Indramayu 2 termasuk proyek strategis
nasional. Nilai investasinya Rp 29,5 triliun. Menurut rencana, pembangunan
konstruksinya mulai tahun 2022, tetapi sampai sekarang belum dimulai. Operasional
PLTU ditargetkan tahun 2026. ”Kalau sampai PLTU jadi, saya mau cari makan di
mana? Makanya, saya berjuang,” katanya. Sebagai perempuan tani, Surmi tidak
hanya memasak nasi, tetapi juga ikut menanam padi. Ekonomi keluarganya tidak
cukup hanya mengandalkan suaminya, Warsan, penggembala kambing. Apalagi, sejak
2015, lahan penggembalaan mulai dibebaskan untuk PLTU 2.
Surmi pun bergabung dalam Jaringan Tanpa Asap Batubara Indramayu
(Jatayu). Gerakan warga ini untuk menolak PLTU Indramayu 1 dan 2. Jatayu menilai,
PLTU berdampak pada kesehatan dan hasil panen petani. Surmi, misalnya, mengeluhkan
matanya yang sakit ketika bertani di area tidak jauh dari PLTU 1. ”Saya sudah
lima kali operasi mata tiga tahun ini,” katanya sambil menyeka matanya yang
berair. Lewat bantuan lembaga pemerhati lingkungan di Jepang, Friends of the
Earth (FoF), Surmi bahkan mewakili warga untuk menyampaikan aspirasinya ke
negara yang mendanai PLTU Indramayu 2 itu tahun 2016. ”Saya bilang, kami sudah
menjerit dan berteriak karena PLTU. Jangan sampai (pembangunan PLTU) didanai,”
katanya. Hasilnya manis. Pertengahan tahun lalu, dilansir dari laporan Reuters,
Jepang menarik diri dalam pendanaan proyek PLTU Indramayu 2. Selain mendapat kritik
dari pegiat lingkungan, keputusan menghentikan pendanaan itu juga sebagai komitmen
Jepang dalam merespons perubahan iklim. (Yoga)
Spirit Bandung Care Tumbuhan Empati Sosial
China dan Amerika Lesu, Ekspor RI Terganggu
Perlu Habiskan Rp 500 Triliun Lagi untuk Capai Target
PEMANFAATAN HIDROGEN & AMONIA : Kolaborasi Tepco-Pertamina di Tanah Celebes
PT Pertamina Power Indonesia menjalin kolaborasi dengan Tokyo Electric Power Company Holdings, Incorporated (Tepco HD) guna memanfaatkan potensi hidrogen dan amonia di hijau pada aset minyak dan gas bumi (migas) di Sulawesi.Kedua pihak melakukan penandatanganan perjanjian pengembangan bersama di Tokyo, Jumat (15/12). CEO Pertamina Power Indonesia Dannif Danusaputro mengungkapkan bahwa pihaknya memandang hidrogen rendah karbon sebagai komponen penting dalam bisnis di masa depan.
Rencananya, Pertamina Power Indonesia, Tepco HD, dan Yamanishi Hydrogen Company Inc. bakal membangun fasilitas produksi hidrogen yang berdekatan dengan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Lahendong milik PT Pertamina Geo thermal Energy Tbk. yang berlokasi di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.Pertamina Power Indonesia dan tepco HD akan bekerja sama untuk memperluas dan mengkomersilkan lebih lanjut mengenai temuan-temuan dari kolaborasi bersama mereka sesuai dengan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang diumumkan pada 3 Maret 2023.
MINYAK BUMI Terdapat Cadangan Baru di Timur Bekasi
PT Pertamina Hulu Energi baru saja menemukan cadangan minyak
bumi baru di sebelah timur Kota Bekasi, Jabar. Temuan ini penting di tengah
produksi minyak Indonesia sebagai negara pengimpor minyak neto cenderung turun.
Kabar temuan cadangan minyak bumi baru ini disampaikan Direktur Eksplorasi PT
Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng dalam bincang-bincang bersama sejumlah
pemimpin redaksi media nasional di dalam salah satu gerbong Kereta Luar Biasa
dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Yogyakarta, Jumat (15/12).
”Pada 6 Desember 2023, kita baru saja melakukan discovery
minyak di Jabar. Tepatnya di sebelah timur Kota Bekasi, sekitar 22 km sebelah
timur Kota Bekasi. Nama sumurnya adalah East Pondok Aren,” kata Muharram.
Temuan itu, menurut Muharram, dihasilkan dari drill stem test (DST) 2. Hasil
tes menunjukkan cadangan minyak baru tersebut diperkirakan memiliki deposit minyak
92,79 juta barel setara minyak (MMBOE). ”Saat ini masih progres untuk DST 3.
DST 3 nanti, harapan saya, sama dengan DST 2 sehingga ini menjadi ruang kita
untuk memperpanjang usia industri kita, terutama di Jabar,” kata Muharram. (Yoga)
Arus Laut untuk Transisi Energi di Kepulauan
Subsidi dan KPJ untuk Atasi Biaya Hidup
Mencapai Tingkat Kesejahteraan Finansial Tertinggi
Sebuah penelitian mengungkap 3 keresahan finansial yang
dialami banyak karyawan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan masa depan, bagaimana
bertahan hidup dengan kondisi saat ini, dan bagaimana memenuhi kebutuhan pengeluaran
biaya kesehatan di masa nanti. Hal ini berdampak pada peningkatan level stres
keuangan seseorang. Menurut data dari PwC 2023 Employee Wellness Survey,
seorang karyawan yang mengalami kondisi stres dan keresahan finansial mengalami
gejala ; kesulitan tidur, gangguan kesehatan mental, gangguan rasa percaya
diri, kesehatan fisik menurun terutama masalah pencernaan, dan memburuknya hubungan
keluarga. Dengan menyadari pentingnya mencapai kesejahteraan finansial terutama
bagi karyawan, maka usaha untuk meningkatkan literasi keuangan perlu dilakukan.
Kesejahteraan finansial atau financial wellness adalah keadaan sejahtera di
mana seseorang memiliki pola pikir positif tentang kehidupan finansialnya. Hierarki
Kebutuhan Maslow digunakan sebagai perencana keuangan, yang menyatakan bahwa setiap
kebutuhan yang berada di bagian bawah piramida harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum
memenuhi kebutuhan apa pun yang berada di bagian atas piramida. Pada tingkat
paling dasar, seseorang menukar waktu, keterampilan, pengalaman, energi, dan
kreativitas dengan uang, kemudian menggunakan uang itu untuk memenuhi kebutuhan
berdasarkan kepentingan.
Ada empat tingkatan kesejahteraan finansial. Pertama,
financial survival, yaitu bagaimana seseorang memiliki cukup uang untuk
memenuhi kebutuhan minimum, misalnya biaya hidup dasar, makanan, tempat tinggal,
dan pakaian. Kondisi ini umum dialami pekerja dengan upah minimum ataupun pekerja
yang baru memasuki angkatan kerja. Kedua, financial security, yaitu kondisi
saat seorang karyawan tidak perlu lagi khawatir untuk menutup biaya hidup dasar
bulanan mau pun tahunan. Karyawan memiliki simpanan uang untuk keadaan darurat
dan mulai dapat menabung untuk membuat tujuan keuangan masa depan. Ketiga,
financial flexibility, yaitu kondisi yang memungkinkan seorang karyawan berbuat
lebih banyak dengan uang yang ia miliki. Mereka memiliki banyak opsi untuk pilihan
belanja, perjalanan, atau hiburan, dan memiliki uang ekstra untuk dinikmati bahkan
setelah menabung untuk masa depannya. Keempat, financial freedom, yaitu kondisi
saat seorang karyawan memiliki level kesejahteraan finansial tertinggi, dimana
karyawan memiliki cukup tabungan, investasi, dan uang tunai untuk menjalani kehidupan
lebih dari layak. Sumber daya keuangan juga cukup untuk melakukan apa yang
diinginkan dengan keluarga, karier, dan masa depan. Kesejahteraan finansial merupakan
sebuah perjalanan dan harus selalu dijaga. Masa produktif hanya sekali, oleh
sebab itu penting dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjadikan
hidup sejahtera dan bermanfaat serta
bahagia. (Yoga)
SIASAT HIDUP WARGA DI TENGAH PROYEK IKN
Sibukdin (60) mengendarai kendaraan berkelir hitam menuju sebuah pelabuhan. Di bagian tengah dan belakang mobilnya terisi penuh oleh kardus mi instan, galon, hingga kotak berisi aneka kue. Sibukdin bercerita, mobil dibeli dengan uang ganti rugi kebun miliknya. Beberapa hektar lahannya digunakan untuk proyek pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN), yakni Intake Sepaku, untuk menyuplai air bersih ke ibu kota baru. ”Ganti rugi lahan dapat Rp 500 juta. Saya belikan mobil ini dan sisanya untuk modal usaha,” kata Sibukdin, Selasa (5/12) siang itu. Rumah Sibukdin berada di Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim, berjarak 13 km dari Titik Nol IKN. Sibukdin membeli mobil karena ia butuh mobil untuk mobilitas keluarga. Tiga anaknya bekerja dan berkuliah di luar kampung, lantaran tak ada transportasi publik di Sepaku, ia biasanya menyewa mobil untuk mengunjungi anaknya, Rp 1,5 juta untuk sewa mobil, bensin, dan cuci mobil.
Sebagai Ketua Adat Suku Balik di Kelurahan Sepaku, ia kerap diundang rapat, sosialisasi, ataupun menghadiri pertemuan mengenai IKN, yang kadang dilaksanakan di Balikpapan, Samarinda, atau di Penajam Paser Utara. Uang transpor dari pengundang kerap habis untuk sewa mobil. Sibukdin dan ratusan warga Balik lainnya kini hidup seperti masyarakat lain, yang tak punya hutan adat yang diakui pemerintah. Untuk itu, Sibukdin bersiasat agar hidupnya terus berjalan, ia menggunakan mobilnya untuk berjualan di salah satu pelabuhan bongkar muat material IKN, di antara hutan mangrove yang jauh dari permukiman. Konsumennya sopir truk, operator ekskavator, atau anak buah kapal. Sebagai satu-satunya pedagang di sana, Sibukdin memenuhi hampir seluruh kebutuhan mereka, mulai dari rokok, makan siang, camilan, hingga minuman dingin.
Cara lain menghadapi proyek pembangunan IKN ditempuh Thomas Tasib, karib disapa Thomy. Lelaki 47 tahun warga asal NTT, sejak tahun 1990-an di Sepaku. Lahan dan rumahnya masuk dalam Kawasan Inti Pusat Pe-merintahan IKN. Luas kebun Thomy yang terdampak 2.600 meter persegi. Adapun lahan rumah yang terdampak 9.700 meter persegi. Ia bersikukuh ada yang salah dengan penilaian ganti rugi lahan dan rumahnya. Untuk itu, ia menempuh jalur hukum ke pengadilan. ”Tadinya tanah saya dinilai Rp 400.000 per meter. Setelah proses di pengadilan jadi Rp 600.000 per meter. Itu pun masih jauh dari harga pasaran sini,” tutur Thomy. Harga pasaran lahan di Sepaku memang melonjak tinggi setelah adanya IKN. Saat ini, rata-rata lahan di tepi jalan ditawarkan Rp 1 juta per meter. Melihat itu, tentu Thomy tak bisa membeli lahan baru yang luasnya sama dengan lahannya terdahulu. ”Saya sekarang urus sisa kebun sawit saja. Bayangan saya itu keluarga aman, damai, dan tempat tinggal kami berkembang. Bayangan kami ingin selamanya di sini (Sepaku),” ujarnya. Kisah Thomy dan Sibukdin adalah bagaimana dua contoh warga di sekitar proyek IKN menjalani hidup. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









