;

Perlu Habiskan Rp 500 Triliun Lagi untuk Capai Target

Perlu Habiskan Rp 500 Triliun Lagi untuk Capai Target
Realisasi belanja negara per 12 Desember 2023 baru sebesar Rp 2.588,2 triliun atau 84,5% dari target dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2023 mencapai Rp 3.117,2 triliun. Dengan demikian, masih ada sisa anggaran sebesar Rp 529 triliun yang belum pemerintah belanjakan sampai akhir tahun. Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Isa Rachmatarwata menyampaikan, salah satu belanja yang akan pemerintah kucurkan adalah berbagai subsidi dan kompensasi termasuk bahan bakar minyak (BBM), dengan alokasi lebih dari Rp 85 triliun. "Di paruh kedua bulan Desember ini, ada belanja sekitar Rp 500 triliun lebih, antara lain untuk pembayaran subsidi dan kompensasi yang mencapai lebih dari Rp 85 triliun. Itu menjadi bagian dari belanja besar di akhir tahun," ungkap Isa, Jumat (15/12). Dirjen Perbendaharaan Kemkeu Astera Primanto Bhakti menambahkan, pihaknya akan menggenjot belanja di sisa akhir tahun ini. Pertama, dengan meyakinkan kontrak-kontrak tersebut bisa sampai dicairkan. Kedua, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) akan selalu melakukan monitoring terhadap kementerian dan lembaga pemerintah (K/L) dan mendeteksi apabila ada kendala-kendala yang bersifat teknis. Ketiga, melakukan koordinasi dengan K/L untuk mendorong percepatan penyerapan belanja-belanja. Keempat, menginstruksikan seluruh KPPN di Indonesia untuk menambah jam kerja. Di sisi lain, realisasi pendapatan negara tercatat Rp 2.553,2 triliun, dengan realisasi penerimaan pajak Rp 1.818,2 triliun atau 94,2% dari target dalam Pepres No. 75/2023. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mewanti-wanti kualitas belanja negara 2024. Jika belanja tahun depan kembali turun, maka laju pertumbuhan ekonomi pada 2024 bisa menjadi terbatas.
Download Aplikasi Labirin :