Polemik di Kampung Susun Bayam
Sebagian keluarga yang digusur dari Kampung Bayam memilih
bertahan di Kampung Susun Bayam, Jakarta International Stadium (JIS), Jakut. Mereka
kukuh menghuni kampung susun sebagaimana janji ketika penggusuran. Hingga kini
belum ada titik temu antara sebagian warga dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda)
sebagai pengelola. Situasi ini berpotensi jadi masalah hukum. Spanduk berisi
protes warga terpampang di salah satu sisi Kampung Susun Bayam, Selasa (19/12)
siang. Mereka mempertanyakan mengapa tidak kunjung menjadi penghuni kampung
susun yang sah. Mereka juga meminta intimidasi dihentikan. Siang itu, Junaidi
(48), salah satu warga, memperlihatkan kamar berukuran 8 x 7 meter yang dia
tempati di Kampung Susun Bayam, terdiri dari ruang tamu, dua kamar, dapur, dan kamar
mandi. Dia menempati kamar itu sejak 29 November 2023 kendati belum mendapat
kunci. ”Sebenarnya, kami dijanjikan untuk bisa menempati rumah susun ini pada 1
Januari 2023. Namun, sampai sekarang, kami tidak boleh menempatinya tanpa
alasan yang jelas,” kata Junaidi.
Junaidi tidak sendiri, ada 44 keluarga dengan jumlah 100
orang yang tinggal di lantai dua Kampung Susun Bayam di Tanjung Priok, Jakut.
Sebanyak 60 keluarga lain masih tinggal di hunian sementara dan 35 keluarga sudah
direlokasi ke Rusun Nagrak di Cilincing, Jakut. Keluarga yang bertahan di lantai
dua Kampung Susun Bayam itu tinggal dengan fasilitas seadanya. Tidak ada listrik
ataupun air yang memadai. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, warga menggunakan
genset, dengan solar Rp 80.000 per hari sebagai bahan bakar, dari uang
patungan. Untuk air, warga memanfaatkan keran yang masih berfungsi. Warga memanfaatkan
lahan di sekitar Kampung Susun Bayam untuk ditanami kacang, bayam, kangkung,
dan timun suri. ”Kami tanami itu untuk persiapan puasa (Ramadhan mendatang),”
kata Cecep, warga lain yang bertahan di Kampung Susun Bayam. Bertani sudah jadi
aktivitas Cecep dan warga sebelum penggusuran. Mereka menggantungkan hidup dari
sayur-mayur dan budidaya ikan dengan pendapatan Rp 3 juta-Rp 5 juta per bulan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023