Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Memetik Manfaat Lebih Magang
Magang memberi manfaat lebih kepada mahasiswa sebelum
betul-betul terjun ke dunia karier. Dari sudut pandang perusahaan, program ini
juga memberi wawasan baru tentang pekerja masa kini. Temuan ini bisa membantu
calon pekerja muda menjadi lebih baik, termasuk soal etika kerja. Menurut HR
and Learning Development Manager Harian Kompas (Kompas.id) Dinda Richfiela,
program magang menjadi saluran bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang
sudah mereka pelajari ataupun hal yang mereka sukai. Selama proses magang berlangsung,
mereka juga dapat merasakan seperti apa dinamika dunia kerja, khususnya
industri media. ”Mahasiswa juga akan memperoleh koneksi profesional yang belum
tentu mereka dapatkan di kampus,” kata Dinda di Jakarta, Rabu (3/1/2024).
Dalam program magang di Kompas, mahasiswa juga mendapat
mentor selama magang dan pembekalan soal karier seusai magang, berupa seminar
tentang karier dan pemberian tips membuat CV serta memperbaiki aset digital. Bahkan,
mahasiswa dengan kinerja baik juga tak jarang mendapatkan tawaran untuk bekerja
setelah lulus. Program magang di Kompas yang berbasis di Jakarta telah berlangsung
lama, tetapi semakin rutin sejak 2020. Pembukaan program magang berlangsung
tiga kali setahun dengan durasi empat bulan. Satu batch (angkatan) bisa
menerima 40-50 mahasiswa semester enam ke atas dari kampus di berbagai daerah,
seperti Jabodetabek, Yogyakarta, Jatim, dan Bali. Dinda menjelaskan, program magang
memberikan manfaat dua arah, baik untuk mahasiswa maupun perusahaan. Mahasiswa bisa
berkontribusi dalam operasional perusahaan. Di divisi redaksi, sebagai contoh,
hasil liputan mahasiswa yang magang sebagai jurnalis bisa dipakai sebagai
konten pemberitaan. (Yoga)
STRES PASCALIBURAN Liburku Sayang, Inginnya Lebih Panjang…
Euforia libur Natal dan Tahun Baru 2023 sudah usai. Waktunya kembali bangun pagi dan berkutat dengan setumpuk tugas dan pekerjaan. Tak semua orang siap menghadapinya, lalu mengalami post-holiday blues, sedih setelah liburan. Rasanya masih ingin libur terus. Saat libur, orang-orang cenderung senang,tenang, dan santai. Namun, saat liburan usai, hati jadi cemas, sedih, dan kalut. Tidak siap rasanya harus kembali ke rutinitas harian, bertemu dengan bos yang menyebalkan, klien yang rewel, atau dosen yang pelit nilai. Belum lagi ada proyek ini-itu yang mesti jalan tahun ini. Bahkan, ada orang-orang yang saat liburan pun sudah stres lantaran masih harus bekerja atau mengerjakan tugas. Orang menyebutnya holiday blues, kesedihan saat liburan.
Perancang busana Didiet Maulana contohnya. Saat liburan selama 12 hari di akhir tahun 2023, benak Didiet tak lepas dari pekerjaan. Ada saja yang mesti dikerjakan, baik untuk bertemu klien maupun berkoordinasi dengan rekan kerjanya. Alhasil, ia tidak bisa sepenuhnya menikmati liburan tanpa pekerjaan. Padahal, ia merasa amat butuh istirahat untuk melepas lelah fisik dan psikis. Ketika sadar, musim liburan telah berlalu. Untuk mengungkapkan isi hatinya, Didiet mengunggah foto di media sosial yang memperlihatkan wajahnya yang kucel, tanda tak berbahagia saat berlibur. Foto itu tampak lucu, tetapi juga ironis.
”Dulu, aku mengidap post-holiday blues tahap sedang. Aku ini kan introver. Liburan menjadi waktu yang sangat aku rindukan karena aku bisa menikmati kesendirian yang aku butuhkan setelah hampir setiap hari bertemu banyak orang,” ujar Didiet di Jakarta, Jumat (5/1/2024). Ia sadar yang dirasakan ini akan merugikan dirinya sendiri. Ia menguatkan diri dengan memupuk rasa tanggung jawab kepada klien. Desainer yang sudah berkarya selama 15 tahun ini membuat hal yang bisa menarik dirinya untuk kembali bekerja, misalnya membuat suasana tim kerja yang menyenangkan. Ia menyiapkan tiga hari untuk sedikit bermalas-malasan dan menata hati sebelum kembali tancap gas. Cara itu efektif baginya. (Yoga)
Pemerintah Harus Transparan Soal Audit Smelter Morowali
Inisiatif Masyarakat Sipil Bermunculan untuk Kawal Pemilu
Sejumlah inisiatif masyarakat sipil bermunculan untuk bersama-sama warga menjaga Pemilihan Umum 2024 agar berjalan secara jujur dan adil. Keterlibatan masyarakat secara langsung diyakini dapat menekan potensi kecurangan sehingga integritas pemilu terjaga. Gerakan ini muncul ditengah dugaan pelanggaran pemilu, termasuk terkait netralitas ASN. Pada Jumat (5/1/2024), di Jakarta, sukarelawan pemantau pemilu meluncurkan https://jagapemilu.com. Situs ini didesain sebagai wadah pelaporan warga terkait pelanggaran yang mungkin terjadi selama pemilu ataupun tangkapan visual formulir C-Hasil, yaitu hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
Inisiatif yang relatif mirip juga dikembangkan Netgrit bersama Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, Indonesia Corruption Watch, Koalisi Perempuan Indonesia, Pusat Kajian Politik UI, Kalyanamitra, Transparency International Indonesia, Jaringan Demokrasi Indonesia, serta Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas, Padang. Mereka sedang menguji aplikasi Jaga Suara 2024 yang sudah bisa diunduh di Google Playstore. ”Kami mengajak masyarakat menjaga hasil penghitungan suara Pemilu 2024 dari setiap TPS. Suara pilihan kita yang diberikan di TPS nanti perlu tetap terjaga kemurniannya. Artinya, tidak boleh ada manipulasi atau yang curang mengubahnya,” kata Hadar Nafis Gumay, pendiri Netgrit.
Inisiator jagapemilu.com, Luky Djani, mengatakan, ”Melalui jagapemilu.com, rangkaian pemilu dari masa kampanye sampai proses penghitungan suara dapat diawasi bersama sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.” Pakar hukum tata negara serta pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Bivitri Susanti menilai, Pemilu 2024 perlu diwaspadai. Dia menyebut ada indikasi upaya terselubung pemimpin negara petahana mempertahankan jabatan. Dia mencontohkan, beberapa peristiwa sudah menunjukkan indikasi kecurangan dalam pemilu. Misalnya, terkait sikap tidak netral ASN, video pernyataan dukungan anggota Satpol PP Kabupaten Garut terhadap cawapres Gibran, perusakan dan pembakaran baliho serta alat peraga kampanye. (Yoga)
419.146 Formasi Guru PPPK Dibuka Tahun Ini
Pengangkatan guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) menjadi
guru ASN berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)
diproyeksikan selesai pada 2024. Dengan begitu, pengangkatan 1 juta guru ASN PPPK
akan tuntas. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek Nunuk
Suryani mengatakan, tahun ini formasi guru PPPK yang dibuka sebanyak 419.146.
Sementara sisa guru non-ASN di sekolah negeri sekitar 200.000 guru. Untuk
tenaga kependidikan di sekolah, seperti pustakawan, laboran, atau tenaga
administrasi, masuk dalam rekrutmen tenaga teknis.
Kemendikbudristek mengajukan formasi 87.000 tenaga kependidikan
berstatus ASN PPPK dari formasi 457.000 orang yang dibuka Kementerian PAN dan RB
tahun ini. ”Ini tahun terakhir, tidak boleh ada guru honorer di satuan pendidikan
negeri. Seharusnya, November tahun 2023, tetapi diperpanjang. Beban untuk
menjadikan guru non-ASN sebagai PPPK kami harap lunas tahun ini. Jadi, kami terus
berupaya melakukan seleksi secara maksimal sesuai formasi,” kata Nunuk, lewat
kanal Live IG bertajuk ”Ngopi Bareng Bu Nunuk tentang ASN PPPK Guru”, Jumat
(5/1/2024).
Nunuk optimistis formasi tahun 2024 bisa dipenuhi, terutama
untuk daerah yang memang masih membutuhkan banyak guru PPPK. Menurut Nunuk,
pemerintah berkomitmen menyelesaikan pengangkatan guru PPPK untuk meningkatkan
kualitas pendidikan serta membuat profesi guru bermartabat dan membanggakan.
”Jadi, tidak ada lagi guru non-ASN, mereka mendapatkan gaji layak. Kalau sudah
menjadi ASN PPPK, ada akselerasi bagi pendidikan profesi guru dalam jabatan
sehingga guru mendapat gaji dan tunjangan sertifikasi guru. Peningkatan
kesejahteraan dan kejelasan jenjang karier ini agar guru semakin fokus pada kualitas
pembelajaran,” ujar Nunuk. (Yoga)
Ketahui Hak dan Kewajiban sebagai Bentuk Perlindungan Konsumen
Media massa ramai memberitakan tentang permasalahan antara pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) dan konsumen beberapa waktu terakhir, yang disebabkan adanya ketidak sepahaman antara PUJK dan konsumen atas perjanjian yang telah disepakati. Asuransi unitlink merupakan produk asuransi yang memiliki manfaat investasi, tetapi sering kali dipahami secara berbeda oleh masyarakat dan pemegang polis. Perlu diingat, asuransi unitlink adalah produk asuransi, bukan produk investasi. Oleh karena itu, manfaat, risiko, biaya, dan ketentuan lainnya lebih ditekankan pada ketentuan asuransi. Manfaat investasi di asuransi unitlink adalah manfaat tambahan. Dengan memahami konsep ini, masyarakat dan pemegang polis dapat menyesuaikan penggunaan produk dengan tujuan keuangan dan profil risiko yang dimiliki. PUJK berkewajiban untuk menjelaskan secara detail kepada masyarakat dan pemegang polis tentang hal ini.
Permasalahan antara PUJK dan konsumen terekam dari jumlah pengaduan yang diterima OJK. Sejak awal Januari hingga 24 November 2023, OJK telah menerima 284.469 permintaan layanan, termasuk 20.622 pengaduan, 103 pengaduan berindikasi pelanggaran, dan 3.271 sengketa yang masuk ke dalam Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK). Sebanyak 18.120 pengaduan (87,87 %) terselesaikan penanganannya melalui proses Internal Dispute Resolution oleh PUJK. Sebanyak 2.502 pengaduan (12,13 %) sedang dalam proses penyelesaian. Guna mewujudkan perlindungan konsumen dengan tetap memperhatikan ruang tumbuh bagi lembaga jasa keuangan (LJK), dibutuhkan penguatan berbagai aspek. Pertama, peningkatan literasi masyarakat sebagai konsumen tentang produk dan layanan jasa keuangan, di antaranya berkaitan dengan manfaat, risiko, dan biaya. Kedua, menyediakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan profil risiko konsumen.
Ketiga, peningkatan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajibannya sebagai konsumen di sektor jasa keuangan. Dengan mengetahui hak dan kewajibannya, konsumen akan dapat memaksimalkan manfaat dari produk dan jasa keuangan yang dimiliki dan jika terjadi permasalahan di masa depan, konsumen mengetahui langkah yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Bagi PUJK, hal ini membantu mengurangi permasalahan yang timbul di kemudian hari dan mendorong kinerja PUJK. Dengan mengetahui hak dan kewajiban yang dimiliki, akan mendukung konsumen untuk cerdas berinvestasi dan meminimalkan kemungkinan terjadinya permasalahan di masa yang akan datang. Konsumen diimbau untuk memahami klausul dari perjanjian sebelum menandatanganinya. Jika ada hal yang masih belum dipahami, konsumen dapat bertanya kepada petugas pemasaran lembaga jasa keuangan. (Yoga)
Wapres Tak Sepakat Jorjoran Bansos
Wapres Ma’ruf Amin menyatakan, penyaluran bantuan sosial
alias bansos bisa membantu masyarakat miskin. Namun, bansos bukan solusi jangka
panjang. Untuk itu, perlu ada pemberdayaan supaya masyarakat bisa menjadi
pengusaha dan semakin mandiri. Wapres Amin tidak berharap anggaran bansos
terus-menerus ditambah. ”Kalau bansos ditambah dan diberikan terus, kan namanya
melestarikan kemiskinan. Jadi, bagaimana supaya lama-lama bansos ini semakin
sedikit, semakin sedikit, semakin sedikit,” tuturnya seusai menunaikan ibadah
shalat Jumat dan makan siang bersama staf, perangkat, dan wartawan peliput di
Istana Wapres, Jakarta, Jumat (5/1/2024). Ke depan, anggaran pemberdayaan masyarakatlah
yang perlu lebih diperkuat. Dengan demikian, masyarakat bisa semakin mandiri
dan menjadi pengusaha, mulai dari UMKM sampai menjadi pengusaha besar.
Guna mengatasi kemiskinan, Wapres Amin berpendapat, pelaku
UMKM harus naik kelas jadi pengusaha menengah dan kemudian menjadi pengusaha
besar. Selama ini, ada yang stagnan, tetapi tak sedikit yang bisa terus
berkembang menjadi pengusaha menengah dan pengusaha besar. ”Tergantung daripada
upaya-upaya kita, dalam rangka pemberdayaannya. Itu nanti kita dorong supaya
mempercepat pemberdayaan UMKM,” ujarnya. Setiap tahun politik, anggaran bansos selalu
menggelembung. Alokasi anggaran perlindungan sosial pada 2023, sebesar Rp 433
triliun. Pada 2024, sebagaimana disampaikan Menkeu Sri Mulyani pada penyerahan
daftar isian pelaksanaan anggaran dan dana transfer ke daerah di Istana Negara,
Jakarta, 29 November 2023, alokasinya mencapai Rp 496,8 triliun. Artinya,
anggaran perlindungan sosial melonjak lebih dari Rp 63 triliun atau naik 14,7 %
ketimbang 2023. Alokasi ini juga lebih tinggi ketimbang anggaran perlindungan sosial
di masa pandemi Covid-19 pada 2021 dan 2022. (Yoga)
Satu Putaran Lebih Baik dari Segi Fiskal Tetap Memperhatikan Laju Industri
Gandeng Tangan Salurkan Pembiayaan Rp 174 Miliar
Rezeki Mengalir dari Rumah Tua di Tepian Sungai Musi
Rumah ataupun bangunan tua di tepian Sungai Musi, Palembang,
bukan sekadar benda usang. Kalau dikelola dengan serius, jejak perdagangan masa
lampau itu bisa menjadi tempat wisata yang mengalirkan rezeki. Keberkahan
tersebut dirasakan pasangan Budiman (56) dan Ani Srimayanti (50) serta tiga
anak mereka yang menghuni Rumah Baba Ong Boen Tjit, rumah peninggalan saudagar
rempah asal China, Ong Eng Twan, di tepian Sungai Musi di Kelurahan 3-4 Ulu,
Palembang, Sumsel. Budiman adalah generasi keenam dari Ong Eng Twan. ”Rumah ini
didirikan Ong Eng Twan lebih kurang 300 tahun lalu. Namun, kami memilih
menamakan rumah ini dengan Ong Boen Tjit, salah satu dari tiga anak Ong Eng Twan
yang sukses meneruskan usaha tersebut,” ujar Ani saat dijumpai, Rabu (20/12/2023).
Rumah Baba Ong Boen Tjit tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi keluarga
Budiman. Rumah itu terus berdiri kokoh dan bentuknya tidak pernah berubah
karena terbuat dari kayu unglen atau kayu besi berkualitas tinggi.
Rumah yang memadukan arsitektur Palembang dan China itu turut
memberikan manfaat lebih untuk kebutuhan hidup keluarga Budiman. Enam tahun
terakhir, mereka mendapat tambahan rezeki setelah rumah itu sukses menyedot
turis sebagai salah satu destinasi wisata Palembang. ”Mungkin ini berkat
harapan leluhur yang tertulis di rumah ini. Tulisan beraksara China di pintu
depan artinya masa berjaya dan sepanjang tahun, sedangkan tulisan beraksara
China di pintu tengah artinya paviliun panjang usia dan hutan rezeki,” kata Ani,
perempuan asal Pacitan, Jatim, yang ikut bermukim di rumah tersebut sejak 1999.
Ani mengisahkan pada November 2017, Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sumsel
mengajak berkolaborasi untuk membentuk Pasar Baba Boen Tjit sebagai ruang diskusi
komunitas dan berjualan penganan khas Palembang yang memberdayakan masyarakat
sekitar. Setelah sembilan bulan atau pada Agustus 2018,
Genpi Sumsel menganggap Budiman dan Ani mampu berdikari dalam
mengelola potensi wisata. Dengan beragam inovasi, Budiman dan Ani mengembangkan
usaha wisatanya dari sekadar menjual rumah sebagai tempat berfoto hingga menjadi
wisma tamu (guest house). Seusai itu, Budiman dan Ani mencoba usaha kuliner. Mereka
menerima pesanan makanan khas Palembang dan bisa makan di tempat dengan minimal
pesanan 20 porsi per kelompok. Pelan tetapi pasti, konsep yang melibatkan para tetangga
itu diterima wisatawan dalam dan luar Sumsel. Kini, dalam sebulan, mereka bisa
menerima 12 kelompok. Harga kuliner itu beragam, seperti ragit Rp 15.000 per porsi,
pindang Rp 35.000-Rp 80.000, serta nasi hainan dan fuyunghai Rp 35.000-Rp
40.000. Ada pula paket ngidang atau tradisi makan bersama khas Palembang dengan
menu nasi ayam kecap seharga Rp 250.000 untuk empat orang. Usaha itu menambah
pemasukan yang telah stabil dari kunjungan wisatawan dengan rata-rata 25 orang
per hari. Adapun tarif karcis kunjungan Rp 10.000 per orang. ”Sejak ada
tambahan penghasilan dari pariwisata, gaji suami sebagai wiraswasta bisa
disisihkan untuk ditabung,” ujar Ani. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









