Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )PERPAJAKAN, Gol ”Hattrick” dan Rasio yang ”Tengkes”
Sudah tiga tahun berturut-turut, setoran pajak selalu
melampaui target alias mencetak hattrick. ”Penerimaan pajak ini istilahnya
hattrick. Tiga kali gol berturut-turut sejak 2021 sampai 2023, semuanya di atas
100 % (dari target). Ini akhir perjalanan sejak pandemi yang ditutup dengan
husnul khatimah (akhir yang baik),” kata Menkeu Sri Mulyani pada konferensi
pers APBN Kita, di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Pada 2020, setoran pajak jeblok
akibat pandemi. Saat itu, pajak tumbuh minus 19,6 % atau hanya 89,4 % target.
Rasio perpajakan (tax ratio) pun anjlok ke 8,33 % dari 9,77 % pada 2019, jauh
di bawah level ideal negara berkembang sebesar 15 %. Pada 2021, setoran pajak kembali
tumbuh positif 19,3 %, terbantu oleh efek basis pertumbuhan yang rendah di
tahun sebelumnya. Bahkan, pertama kalinya dalam 12 tahun, capaian pajak berhasil
melampaui target, yaitu 104 % di atas target APBN 2021. Pada 2022, penerimaan
pajak kembali tembus target untuk kedua kalinya, yakni 115,6 % berkat harga
komoditas dunia yang naik tinggi, hingga tumbuh dua digit sebesar 34,3 %.
Kinerja pajak juga terbantu oleh Program Pengungkapan
Sukarela (PPS) atau Program Pengampunan Pajak jilid II dan kenaikan tarif PPN
yang menambah setoran pajak. Pada 2023, penerimaan pajak kembali melampaui
target untuk ketiga kalinya. Setoran pajak mampu melampaui batas konservatif
dan tumbuh 8,9 % sebesar Rp 1.869,2 triliun, alias 102,8 % di atas target. Target
penerimaan berhasil dilampaui tanpa berkah momentum musiman, seperti ledakan harga
komoditas, pengampunan pajak, dan kenaikan tarif PPN, seperti tahun 2022. Tak
ada pula efek basis pertumbuhan rendah yang mendongkrak kinerja pajak seperti
pada 2021. Menurut Sri Mulyani, kinerja pajak 2023 didorong oleh peningkatan
pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap wajib pajak terdaftar.
Pemerintah juga mengoptimalkan perluasan basis pajak, terutama di sektor
ekonomi digital, serta membenahi pelayanan pajak bagi masyarakat. (Yoga)
Pemerintah Menjamin Stok Makanan Cukup
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT,
memasuki hari ke-13 pada Kamis (4/1/2024). Demi keselamatan warga, perkampungan
di dekat puncak gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu
diminta agar dikosongkan sementara. Jumlah pengungsi lebih dari 3.000 orang
tersebar di sejumlah titik. Pemerintah menjamin ketersediaan makanan bagi para
pengungsi. Bantuan dari berbagai pihak juga terus berdatangan. Ketua Pos
Pemantauan Gunung Lewotobi Laki-laki Herman Yosef mengatakan, asap masih
terlihat keluar dari kawah gunung. ”Asap condong ke barat dan barat daya,”
katanya, kemarin. Dibandingkan erupsi pertama pada 23 Desember 2023 dan 2
Januari 2024, sebaran abu semakin berkurang.
Namun, gempa vulkanik yang terus terjadi membuka peluang
erupsi masih akan berlanjut. Gempa vulkanik juga terjadi di Gunung Lewotobi
Perempuan yang disebut kembaran dari Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terpaut
jarak kurang dari satu kilometer.” Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi
mengatakan, “Jumlah pengungsi lebih dari 3.000 orang,” mereka berasal dari dua kecamatan,
yakni Wulanggitang dan Ile Bura. Mereka mengungsi ke sejumlah kantor pemerintah
dan gedung sekolah. Tim penanggulangan bencana, lanjut Doris, mendirikan dapur
umum untuk para pengungsi. Sebanyak 100 ton beras milik pemerintah tersedia untuk
kebutuhan makanan. ”Untuk bahan makanan, tidak perlu khawatir. Pemerintah akan
berupaya memenuhi kebutuhan pengungsi. Mari mengungsi ke tempat yang aman,”
ucapnya. (Yoga)
Biaya Remitansi Tinggi Gerus Upah Buruh Migran
Remitansi pekerja migran secara global sepanjang 2023 meningkat
3 % dibanding tahun sebelumnya, menjadi 860 miliar USD. Capaian ini merupakan
yang tertinggi selama tiga tahun berturut-turut. Dengan catatan, biaya transfer
masih tinggi. Demikian laporan Bank Dunia mengenai Migration and Development
Brief 39 per Desember 2023. Peningkatan keseluruhan remitansi amat dipengaruhi
oleh jumlah pengiriman menuju negara Asia bagian selatan, terutama India,
Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal. Pengiriman uang ke India, disebut
oleh Bank Dunia, adalah yang terbesar di Asia selatan, dengan total 125 miliar
USD dan berkontribusi 60 % terhadap total pengiriman di Asia selatan.
Kenaikan nilai remitansi ke India berkaitan dengan warga
negara India berketerampilan tinggi yang bekerja di AS, Inggris, dan Singapura.
Salah satu keterampilan tinggi yang dimaksud adalah pemrograman teknologi informasi.
Remitansi menuju negara-negara Asia timur dan Pasifik, kecuali China, naik 7 %
pada 2023 dibanding 2022. Pengiriman uang ke Filipina, khususnya, masih berada
di jalur pemulihan sejak 2021. Bank Dunia menyebut, mengurangi biaya transfer
masih menjadi isu bagi negara berkembang. Padahal, PBB dalam sasaran pembangunan
berkelanjutannya menargetkan pengurangan biaya transfer oleh pekerja migran
menjadi kurang dari 3 % pada 2030. Mengutip Nikkei Asia, Bank Dunia mengatakan,
biaya remitansi untuk nominal 200 USD mencapai 6,2 % pada triwulan II-2023.
Angka ini naik tipis dari periode yang sama pada 2022, yaitu 6 %. Pada triwulan
II-2023, biaya remitansi uang dari Jepang ke luar negeri 7,1 %. Ini menjadi
biaya transfer tertinggi di antara negara G7.
Negara-negara yang tergabung dalam G20 mempunyai target
menurunkan biaya remitansi menjadi 5 persen. Namun, hanya pengiriman uang dari
Korsel dan Arab Saudi yang sudah melampaui target itu. Biaya transfer dari Korsel
turun menjadi 3,6 % dan Arab Saudi menjadi 4,7 %. Direktur Eksekutif Migrant Care
Wahyu Susilo, Kamis (4/1/2023), di Jakarta, mengatakan, rata-rata biaya
remitansi secara internasional dalam satu dekade relatif belum turun. Kisarannya
mencapai 10-12 %. Kalangan aktivis dan pegiat hak pekerja migran sering mengatakan
bahwa salah satu pengisap upah pekerja adalah lembaga keuangan yang
memfasilitasi pengiriman uang internasional. ”Biaya remitansi ke Indonesia
mungkin masih tergolong moderat. Di wilayah lain, seperti pekerja migran asal
Etiopia yang bekerja di Arab Saudi, terbebani dengan tingginya biaya pengiriman
uang internasional yang mencapai 30 %,” ujarnya. (Yoga)
Prospek Suram Pencapaian Bauran EBT
Pemerintah Indonesia menargetkan net zero emissions pada 2060. Pilar utama untuk mencapai ini dalam jangka panjang adalah pemanfaatan energi terbarukan yang lebih tinggi dan penggunaan energi fosil yang lebih rendah. Menurut Kementerian ESDM, kapasitas terpasang pembangkit Listrik di Indonesia hingga semester I/ 2023 adalah 84,8 GW (gigawatt) dengan kontribusi energi terbarukan (EBT) 12,7 GW atau 15% dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai kontributor terbesar yaitu 6,7 GW. Bauran EBT ini ditargetkan mencapai 23% di 2025 dan 29% di 2030. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021—2030 juga dinyatakan, dalam periode 10 tahun (2021—2030) akan terdapat tambahan 20,9 GW kapasitas baru EBT. Dalam rangka pengembangan ini, sektor swasta diharapkan memberikan kontribusi sebesar 11,8 GW atau 56,3% dari kapasitas baru EBT. Tahun depan kita akan memasuki tahun 2025 dan tahun 2030 tinggal 6 tahun lagi. Dari berbagai jenis pembangkit EBT, yang dapat dibangun dan dioperasikan dalam waktu singkat adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun, kedua jenis pembangkit ini memiliki karakteristik intermittent yaitu hanya dapat beroperasi pada waktu tertentu, kecuali bila menggunakan baterai. Sedangkan PLTA dan Pembangkit Listrik Panas Bumi/geotermal (PLTP) membutuhkan waktu yang lebih panjang yaitu sekitar 5 tahun untuk predevelopment dan konstruksi sampai dapat beroperasi secara komersial. Dari target EBT 20,9 GW, sebesar 3,3 GW direncanakan berasal dari PLTP dan 9,3 GW dari PLTA. Hingga saat ini, banyak pihak tetap bersikeras sektor kelistrikan Indonesia masih menghadapi excess supply. Ini khususnya terjadi karena perlambatan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan pandemi Covid tahun 2020-2022. Karena itu pemerintah sempat menghentikan penerbitan Izin Usaha Pembangkit Tenaga Listrik (IUPTL). Nyatanya excess supply tenaga listrik itu hanya untuk energi fosil.
Sedangkan untuk tenaga Listrik EBT terjadi sebaliknya yaitu pasokan masih kurang alias shortage of supply. Mengacu pada target pengembangan dan pemanfaatan EBT yang telah ditetapkan, angka dan data yang diterbitkan pemerintah sendiri menunjukkan akan segera terjadi kegagalan pencapaian target EBT. Studi Asian Development Bank pernah mengupas mengapa Indonesia akan gagal memenuhi target pengembangan EBT tersebut. Dari berbagai temuan dan analisa yang dilakukan, faktor-faktor utama yang menghambat pengembangan EBT di Indonesia mencakup (i) penetapan harga tertinggi pembelian listrik yang lebih rendah dari biaya proyek EBT, (ii) ketidakmampuan untuk mengintegrasikan EBT dan tidak memadainya panduan perencanaan mengenai lokasi dengan jumlah EBT yang dibutuhkan, dan (iii) biaya dan risiko EBT yang lebih tinggi di Indonesia. Belum lagi pertimbangan posisi PLN yang monopoli sekaligus monopsoni (pembeli tunggal) dan pada saat yang sama juga produsen 70% listrik di Indonesia. Isu lain, sebagai BUMN, PLN wajib tunduk pada UU BUMN yang mengamanatkannya untuk mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai perseroan sekaligus ditugaskan untuk berperan sebagai penyelenggara public service obligation (PSO). Agar dapat untung, perusahaan perlu meningkatkan penerimaan dan menurunkan biaya, baik biaya operasi maupun biaya produksi (harga beli input). Untuk meningkatkan penerimaan, PLN dibatasi Tarif Dasar Listrik (TDL) yang ditetapkan pemerintah dan besaran subsidi listrik yang diberikan APBN. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik yang di dalamnya mengatur Harga Patokan Tertinggi (HPT) bagi setiap jenis pembangkit EBT menurut kapasitas tertentu.
Perpres itu juga menyebutkan HPT PLTA dari tahun 11—30 akan turun 37,5% dari HPT tahun 1—10, HPT PLTS akan turun 40%, PLTB juga turun 40%, PLTBm (Biomassa) diturunkan 20%, dan PLTP (geotermal) diturunkan 15%. Mungkin saja pemerintah beranggapan bahwa dalam 10 tahun pertama, IPP telah mendapatkan biaya pengembalian investasi sehingga mulai tahun ke-11 tarif bisa diturunkan. Padahal dengan pendanaan dari bank, IPP harus menanggung bunga bank sehingga baru dapat menikmati hasil investasi setelah pinjaman lunas. Sayangnya ketika itu tiba, tarif diturunkan secara signifikan. Sementara biaya operasi terus meningkat. Dengan asumsi inflasi 4% p.a., dalam 10 tahun biaya operasi akan naik 48% secara compounding dan menjadi 3 kali lipat lebih (324%) dalam 30 tahun. Namun, tarif per kwh yang diterima di tahun 30 oleh IPP PLTA dengan kapasitas 20 MW misalnya, hanya 5,68 sen dolar AS. Nilai sekarang dari 5,68 sen dolar AS dalam 30 tahun ini cuma 0,19 sen dolar AS. Ironi lainnya dari Perpres No. 112/2022 itu HPT tarif dari PLTA Ekspansi ditetapkan 30% lebih rendah daripada tarif untuk PLTA baru. Ini tentunya menjadi pertanyaan mengingat tenaga listrik yang dihasilkan PLTA Ekspansi tidak berbeda kualitasnya dengan tenaga listrik yang dihasilkan PLTA Baru. Global warming dan perubahan iklim adalah ancaman nyata yang dihadapi dunia. Peran EBT dalam menjaga sustainable development adalah mutlak dan tidak dapat dinafikan.
Kunjungan Turis China Mendominasi
Pada November 2023, ada 185.783 kunjungan
wisatawan asing di DKI Jakarta, meningkat 2,24 % dibanding Oktober 2023 dan
naik 61,31 % dibanding November 2022. Turis asing terbanyak di Jakarta, yaitu
wisatawan asal China. ”Secara umum, pola kedatangan wisatawan asing ke Jakarta
pada November selama tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif seiring pulihnya
pandemi Covid-19. Jumlah kunjungan pada November 2023 merupakan jumlah
kunjungan wisatawan asing tertinggi ke DKI Jakarta pada November dalam kurun periode
tiga tahun terakhir,” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik DKI Dwi Paramita
Dewi, Rabu (3/1/2024). Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke
Jakarta sepanjang Januari hingga November 2023 juga mengalami peningkatan dari tahun
sebelumnya. Total ada 1.784.359 kunjungan atau naik 119,41 % dibandingkan periode
sama tahun 2022, yaitu 813.255 kunjungan.
Kedatangan wisman asal China ke Jakarta mendominasi
dengan kontribusi 18,06 %, diikuti wisatawan asal Malaysia 13,68 %, Singapura
8,82 %, Arab Saudi 6,32 %. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di
Jakarta pada November 2023 mencapai 61,37 % atau naik 4,95 % dibandingkan bulan
sebelumnya. TPK hotel bintang empat 65,64 % tertinggi dibandingkan TPK hotel
berbintang lainnya. Banyaknya jumlah turis asing turut mendongkrak TPK. Pengamat
ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad
Heri Firdaus memproyeksi pendapatan sektor pariwisata Jakarta akan tetap kuat
meskipun tidak lagi menyandang status Ibu Kota. Menurut Heri, Jakarta memiliki
modal pariwisata unggulan, mulai dari wisata bahari, sejarah, hingga kuliner
yang didukung ekosistem pariwisata serta infrastruktur yang lengkap dan
memadai. Meskipun begitu, Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan perbaikan dalam
sektor pariwisata, termasuk mengembalikan keseimbangan lingkungan. (Yoga)
Pelanggaran Menggerus Kepercayaan pada Pemilu
Kasus dugaan pelanggaran
pemilu terus bermunculan dan memantik atensi publik. Jika hal ini terus
dibiarkan, pelanggaran bisa semakin masif ke depan, apalagi dengan persaingan
di pemilu yang diprediksi semakin sengit. Pembiaran pelanggaran ini dikhawatirkan
bakal menggerus kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu, di
antaranya video dugaan dukungan dari sejumlah personel Satpol PP Garut bagi
cawapres Gibran Rakabuming Raka sehingga terindikasi melanggar netralitas ASN.
Lalu foto sejumlah ASN Pemkot Bekasi yang memamerkan jersei bernomor punggung 2
sehingga dinilai bentuk dukungan kepada capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo
Subianto-Gibran. Dikutip dari Kompas.com, foto ini telah diadukan ke Bawaslu
Bekasi, meski Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad membantah jersei itu
merupakan bentuk dukungan.
Sebelumnya, ada pula
kasus dugaan bagi-bagi uang oleh pendukung Prabowo-Gibran, Gus Miftah, di Pamekasan,
Jatim. Kasusnya kini tengah diusut Bawaslu Pamekasan. Rentetan kasus ini menyeruak
ke publik saat kasus dugaan pelanggaran sebelumnya, seperti bagi-bagi susu oleh
Gibran di kawasan hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta belum tuntas diusut
Bawaslu meski hal itu terjadi sebulan lalu. Imbas dari kasus-kasus dugaan
pelanggaran itu, kata ”Bawaslu” sempat menjadi tren perbincangan di media sosial X, Rabu
(3/1/2024) sore. Tak sedikit warganet mendesak Bawaslu untuk tegas dan menindak
para pelaku pelanggaran aturan pemilu. Data terakhir Bawaslu menunjukkan, dari
28 November hingga 19 Desember 2023, Bawaslu melakukan 90.716 upaya pencegahan,
70 penanganan dugaan pelanggaran, 126 dugaan pelanggaran konten internet terkait
pemilu, dan 13 sengketa peserta pemilu.
Sekjen Komite Independen Pemantau
Pemilu (KIPP) Kaka Suminta menilai, fungsi pengawasan oleh Bawaslu masih jauh
dari harapan publik. Begitu pula fungsi penindakan.Tak hanya yang viral di
publik, KIPP pun menemukan sejumlah indikasi pelanggaran pemilu oleh sejumlah
peserta pemilu, seperti politik uang yang disebutnya sudah mulai sporadis. Imbas
dari pengawasan dan penindakan yang lemah, pelanggaran terus dilakukan peserta
pemilu. Dengan waktu yang kian dekat pada pemungutan suara di 14 Februari
mendatang dan persaingan yang sengit, KIPP memprediksi pelanggaran bakal kian marak.
Oleh karena itu, Bawaslu dituntut lebih aktif mengawasi dan lebih tegas dalam
menindak pelanggaran. Jika tidak, peserta pemilu akan semakin masif melakukan
kecurangan. Tak sebatas itu, ia khawatir akan berimbas pada hilangnya
kepercayaan publik kepada Bawaslu dan penyelenggaraan pemilu. (Yoga)
Manipulasi Dana Sawit Lanjut Diusut
Memasuki 2024 ini,
Kejaksaan Agung menyatakan akan melanjutkan penyidikan kasus korupsi dugaan
manipulasi dalam pengelolaan dana sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan
Kelapa Sawit atau BPDPKS tahun 2015-2022. Kasus ini diduga turut menyebabkan
mahalnya harga minyak goreng di masyarakat sementara industri diduga menikmati
keuntungan melalui ekspor minyak sawit mentah. Kepastian kelanjutan penyidikan
kasus itu disampaikan oleh Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak
Pidana Khusus, Kejaksaan Agung Kuntadi, ketika dikonfirmasi, Rabu (3/1/2024).
Ia menyatakan bahwa kasus tersebut statusnya masih tetap berjalan dan tidak
dihentikan oleh penyidik. ”Masih jalan,” ujarnya. Dalam penyidikan ini Kejagung
telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi. Namun, untuk pemanggilan
saksi, tercatat terakhir dilakukan pada November 2023. Hingga kini, Kejagung
juga belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.
Dugaan korupsi pada pengelolaan
dana sawit oleh BPDPKS tahun 2015-2022 naik ke tahap penyidikan pada 7
September 2023. Penyidikan dilakukan untuk mendalami pengembangan biodiesel dengan
menggunakan dana yang dihimpun dari penerimaan pungutan ekspor kelapa sawit. Koordinator
Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia Boyamin Saiman mengatakan, kasus ini harus
disidik lebih lanjut karena ada yang tak sesuai pada perencanaan dengan kenyataan
dalam penggunaan dana sawit. Akibatnya, diduga terjadi kerugian negara terkait pengembangan
biodiesel. Di sisi lain, dugaan manipulasi minyak sawit mentah tersebut
berakibat pada mahalnya harga minyak goreng di masyarakat. Sementara, industri
diduga menikmati keuntungan melalui ekspor minyak sawit mentah (CPO). ”Ini yang
harus diutamakan sehingga nanti iuran yang digunakan dalam memproduksi biodiesel
dapat tersalurkan dengan baik karena iuran dana sawit itu sudah menjadi uang
negara,” kata Boyamin. (Yoga)
Harapan Ekonomi 2024
Ditengah tahun politik
yang memunculkan kegamangan, sentimen pasar modal Indonesia justru sangat positif,
dengan prospek kinerja bursa di 2024 diprediksi terus membaik. Wapres Ma’ruf
Amin saat pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2024, Selasa (2/1/2024), mengungkapkan
optimismenya terhadap prospek pasar saham di Indonesia di 2024. Membaiknya
stabilitas perekonomian di tingkat global ikut memicu optimisme tersebut. Optimisme
di 2024 melanjutkan kinerja cemerlang di 2023. Pasar modal Indonesia mencatat
rekor dalam penghimpunan dana, kapitalisasi pasar, dan penawaran umum perdana. Menjadikannya
salah satu bursa dengan kinerja terbaik di dunia (Kompas, 3/1/2024). Apa yang
terjadi di bursa pada dasarnya cerminan kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Resiliensi bursa di tengah krisis ekonomi global tiga tahun terakhir juga
terjadi pada perekonomian.
Pemerintah dan BI
meyakini, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh di atas 5 % di 2024 kendati Bank
Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi
Indonesia melambat, sejalan dengan potensi perlambatan ekonomi global dan penurunan
harga komoditas dunia. Pemilu diyakini akan menggenjot perekonomian. Pencairan
subsidi sosial masif selama pemilu diharap membantu memulihkan daya beli
masyarakat bawah. Kita diingatkan untuk tetap waspada mengingat masih tingginya
ketidakpastian.
Krisis global belum sepenuhnya
berlalu. Walau tekanan inflasi global mulai terkendali dan era suku bunga tinggi
segera berakhir. Penyebab disrupsi rantai pasok global yang memicu krisis
energi dan pangan serta melambungkan inflasi dunia juga sudah mereda. Surplus
neraca perdagangan dua tahun terakhir terbukti menjadi penopang penting
ketahanan eksternal perekonomian kita. Namun, dengan melambatnya ekonomi dunia
yang berakibat pada penurunan harga komoditas dan pelemahan ekspor, ekonomi
kita juga tertekan. Semua itu harus diantisipasi guna meminimalkan potensi
dampak di dalam negeri. (Yoga)
Serapan Subsidi Motor Listrik Hanya 5 Persen
Serapan anggaran subsidi sepeda motor listrik pada 2023 hanya mencapai 5
%, jauh di bawah pagu yang ditetapkan. Persyaratan awal penerima subsidi yang terlalu
rumit tidak merangsang orang membeli sepeda motor listrik. Kendati persyaratan
sudah dilonggarkan, belum ada percepatan penyerapan anggaran subsidi. Menperin
Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, anggaran subsidi motor listrik pada 2023
adalah Rp 1,4 triliun untuk 200.000 sepeda motor listrik. Realisasinya, anggaran
subsidi itu hanya terserap Rp 78 miliar untuk 10.000 sepeda motor listrik. ”Jauh
sekali dari pagu anggaran yang disiapkan,” ujarnya saat ditemui di kantornya,
Jakarta, Rabu (3/1/2024).
Agus mengatakan, penyebab rendahnya serapan anggaran adalah
persyaratan awal penerima anggaran subsidi motor listrik terlalu banyak. Awal
program ini bergulir pada Maret 2023, syarat penerima subsidi diutamakan adalah
pelaku UMKM, khususnya penerima kredit usaha rakyat (KUR). Penerima juga harus
menjadi penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro dan pelanggan listrik
dengan daya 450 volt ampere (VA) sampai 900VA. Nilai subsidi Rp 7 juta per
unit. Artinya, setiap pembelian satu motor listrik akan mendapatkan potongan Rp
7 juta per unit.
Persyaratan awal yang rumit itu, tidak merangsang orang membeli
sepeda motor listrik. Mulai Oktober 2023, pemerintah melonggarkan syarat
penerima subsidi sepeda motor listrik. Kini syarat utamanya adalah warga
negara Indonesia (WNI) berusia minimal 17 tahun dan memiliki KTP
elektronik. Dalam proses pembelian motor listrik subsidi, pihak dealer perlu melakukan pemeriksaan kesesuaian
data pembeli berbasis nomor induk kependudukan (NIK). Perubahan itu, Agus
menambahkan, langsung meningkatkan serapan anggaran subsidi motor listrik.
Namun karena waktu sangat terbatas, realisasinya tetap tidak mampu mengejar
target pagu. Untuk 2024, jumlah sepeda motor listrik yang akan disubsidi turun
menjadi 50.000 unit saja, berubah dari sebelumnya 600.000 unit. (Yoga)
Alokasi Subsidi Energi Tahun Ini Rp 189,1 Triliun
Seirama degan melandainya harga minyak mentah global, pemerintah mencatat realisasi subsidi energi di sepanjang 2023 ikut menyusut. Kementerian Keuangan melaporkan, realisasi subsidi energi pada 2023 hanya mencapai Rp 164,3 triliun. Angka ini hanya terserap 72,25% dari pagu APBN 2023 yang sebesar Rp 209,9 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, realisasi belanja subsidi ini lebih rendah dari anggaran lantaran harga bahan bakar minyak (BBM) menurun. "Realisasi subsidi di 2023 mengalami penurunan karena harga BBM turun," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (2/1).
Perinciannya, subsidi BBM dan elpiji (LPG) 3 kilogram terealisasi Rp 95,6 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 115,6 triliun.
Sri Mulyani menyampaikan dari realisasi tersebut disalurkan sebanyak 16,5 juta kiloliter (kl) untuk BBM (solar dan minyak tanah) dan elpiji 3 kg dengan volume 7,7 juta metrik ton. "Untuk solar ada 16,5 juta kl dan elpiji 7,7 juta metrik ton. Ini persis sama dengan UU APBN 2023, jadi kita menyesuaikan yang sudah ditetapkan," ungkap dia.
Sri Mulyani menyampaikan, agar penggunaan dana subsidi energi lebih tepat sasaran, pemerintah menempuh berbagai upaya, di antaranya pendistribusian elpiji 3 kg melalui proses pendataan pengguna di sub penyalur/pangkalan berbasis teknologi, yang dimulai pada 1 Maret 2023. Kemudian, registrasi konsumen pengguna BBM melalui aplikasi MyPertamina serta pembatasan pembelian BBM bersubsidi.
Dengan berbagai dinamika global yang terjadi, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menegaskan, jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pada tahun ini. Hanya saja, pemerintah akan tetap terus memantau untuk memastikan keyakinan tersebut. "Saat ini kita nilai cukup," terang Isa kepada KONTAN, Rabu (3/1).
Pemerintah dan DPR sepakat terkait angka tersebut dalam Laporan Panitia Kerja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan bersama Badan Anggaran DPR. Alokasi subsidi ini meningkat 1,73%, dibandingkan usulan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 yang sebesar Rp 185,9 triliun.
Kala itu, Anggota Banggar DPR RI Nurul Arifin mengungkapkan, kenaikan nilai kesepakatan subsidi energi sejalan dengan kenaikan asumsi dasar harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









