Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Menggenggam Pasir, Menaklukkan Dunia
Hidup manusia modern kian bergantung pada cip. Berkat cip,
ponsel di tangan kita dapat memperlihatkan rute mencapai alamat tujuan dengan
presisi tinggi melalui aplikasi penunjuk arah. Berkat cip pula, ilmuwan dapat
memetakan gen secara cepat, tak perlu memakan waktu bertahun-tahun seperti
beberapa dekade lalu. The Economist (23 Januari 2021) menyebutkan, tiap tahun
dunia menghasilkan 1 triliun cip. Setiap orang kini dikelilingi oleh banyak
cip. Ponsel memiliki cip, televise cerdas (smart television) memiliki cip,
laptop mengandung cip, mobil memiliki cip, dan sebagainya. Mobil listrik mengandung
3.000 cip.
Materi utama cip ialah silikon (Si), unsur yang ditemukan di
pasir. Wujud pasir silikon di alam selalu terpadu dengan oksigen, berupa
silikon dioksida (SiO2). Cip merupakan bagian dari perkembangan teknologi transistor,
komponen elektronik yang berperan seperti sakelar: bersifat mengantarkan
listrik atau tidak berdasarkan sinyal listrik yang diberikan padanya. Cip
memungkinkan teknologi kecerdasan buatan berkembang luas. Industri komputasi
awan (cloud computing) global yang bernilai ratusan miliar USD per tahun
bergantung pada cip. Berkat komputasi awan, berbagai perusahaan tak perlu
membangun server pengolah data dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan sendiri,
tetapi cukup menyewa dari penyedia komputasi awan.
Hadirnya kecerdasan buatan generatif (AI generative) membuat kebutuhan cip meningkat karena pemakaian teknologi AI meluas. Dalam riset penggunaan kecerdasan buatan generatif di puluhan fungsi pekerjaan di berbagai bidang (perbankan hingga farmasi), AI generatif memberikan tambahan nilai ekonomi 2,6 triliun USD-4,4 triliun USD per tahun. Berkat kecerdasan buatan generatif, dampak teknologi kecerdasan meningkat 15-40 % (McKinsey & Company, Juni 2023). Cip yang unsur utamanya adalah pasir silika telah mejadi senjata penting dalam persaingan geopolitik. Kuasailah pasir, dan dunia pun akan takluk. (Yoga)
Menuju Suku Bunga Rendah
Sinyal berakhirnya suku bunga tinggi membersitkan harapan di tengah proyeksi perlambatan pertumbuhan
ekonomi global pada 2024. Bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), telah
menahan suku bunga di level 5,25-5,50 % sejak September 2023. Menurut rencana,
otoritas moneter AS tersebut akan menurunkan suku bunga acuan secara bertahap
mulai Maret 2024. BI juga menahan suku bunga acuan di posisi 6 % sejak Oktober 2023.
Sejalan dengan rencana kebijakan The Fed, BI diperkirakan akan menyesuaikan.
Ini akan menjadi momentum yang sangat ditunggu setelah serial kenaikan suku
bunga paling agresif dalam 15 bulan sejak 2022, tahun ketika dampak pandemi
Covid-19 mengakibatkan kenaikan inflasi yang progresif.
”Bunga yang lebih rendah adalah kabar baik bagi semua investor,”
kata Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada Kompas, Kamis (4/1/2024).
Investor dari kalangan korporasi akan lebih giat berekspansi, di antaranya
dengan menambah modal dari pinjaman berbunga rendah. Masyarakat juga bisa
memiliki lebih banyak uang lebih dan yakin untuk berinvestasi dengan harapan
mendapat keuntungan seiring peningkatan kepastian perbaikan ekonomi. Potensi
perbaikan ekonomi diperkirakan akan membuat investasi berisiko rendah lewat produk
surat utang tetap diminati di 2024. Produk pasar surat utang pemerintah lewat surat
berharga negara (SBN) ritel, misalnya, disebut akan semarak, menyusul capaian
pada 2023. (Yoga)
Petani NTT Butuh Didampingi Hadapi El Nino
Kinerja Solid APBN 2023
Sepanjang 2023 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian global. Ketidakpastian perekonomian global terutama dipicu oleh konflik geopolitik, yaitu perang Rusia dan Ukraina serta konflik di Timur Tengah.Pada sisi lain, dampak El Nino yang berkepanjangan juga menambah terganggunya sisi suplai dan produktivitas komoditas pangan, sehingga menimbulkan tekanan terhadap inflasi. Kondisi tersebut mendorong bank sentral di banyak negara mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga berdampak pada terbatasnya likuiditas global, sehingga menimbulkan tekanan terhadap suku bunga dan nilai tukar khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia.Tingginya suku bunga global membatasi ruang kebijakan pemulihan ekonomi di banyak negara. Pertumbuhan global tahun ini diperkirakan melambat signifikan ke 3,0% YoY dari 3,5% pada tahun lalu. Indikator PMI Manufaktur global pada November 2023 masih berada di zona kontraksi di level 49,3. Mayoritas negara-negara dunia mengalami kontraksi termasuk di antaranya AS, negara-negara di Eropa, dan Jepang. Pada sisi lain, AS juga tengah menghadapi permasalahan internal bersamaan dengan ekonomi Eropa yang terus melemah. Fiskal AS mengalami tekanan akibat level utang tinggi di tengah penerimaan negara yang belum pulih.Namun, di tengah ketidakpastian dan pelemahan ekonomi global, perekonomian Indonesia masih cukup resilien. Pertumbuhan ekonomi di triwulan III/2023 tercatat sebesar 4,94 % (YoY), atau sampai dengan triwulan III/2023 sebesar 5,05% (ctc). Capaian tersebut ditopang permintaan domestik yang masih kuat sejalan dengan inflasi yang terkendali serta dukungan kebijakan fiskal. Dari sisi produksi, sektor-sektor utama tumbuh positif seiring penguatan permintaan domestik dan pulihnya aktivitas masyarakat. Sektor manufaktur tumbuh 5,2% YoY pada triwulan III/2023 didukung kuatnya permintaan domestik.
Kuatnya permintaan domestik dan aktivitas masyarakat juga mendorong mendorong pertumbuhan double digit pada sektor Akomodasi dan Transportasi (10,9%). Kinerja neraca perdagangan juga masih positif di tengah lemahnya permintaan global. Indonesia masih mencatat surplus US$33,63 miliar (Jan—Nov).
Menguatnya aktivitas ekonomi nasional juga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Tingkat pengangguran mengalami penurunan signifkan menjadi 5,32% pada Agustus 2023 dari sebelumnya 5,86% pada Agustus tahun lalu. Penciptaan lapangan kerja yang lebih baik, relatif terkendalinya inflasi, serta kebijakan penebalan bansos yang dikeluarkan oleh pemerintah mampu menurunkan tingkat kemiskinan dari 9,54% di tahun 2022 menjadi 9,36% tahun 2023.Di tengah perkembangan perekonomian global yang bergerak sangat dinamis, realisasi APBN di tahun 2023 menunjukan kinerja yang solid dan kredibel.
Pelaksanaan APBN 2023 mencatatkan kinerja positif. Pertama, pendapatan negara mampu mencapai Rp2.774,3 triliun melebihi target (112,6% dari APBN atau 105,2% dari Perpres 75), di tengah gejolak perekonomian global dan termoderasinya harga komoditas. Kedua, perpajakan mencapai Rp2.155,4 triliun melebihi target atau tumbuh positif 5,9% YoY.
Ketiga, kinerja PNBP meningkat signifikan mencapai Rp605,9 triliun, terutama ditopang volatilitas harga komoditas, kinerja BUMN dan inovasi layanan. Keempat, belanja negara terserap optimal mencapai Rp3.121,9 triliun atau 102% dari pagu APBN.
Kelima, realisasi Transfer ke Daerah mencapai Rp881,3 trilun terutama untuk mendukung penguatan perekonomian daerah. Keenam, primary balance mulai positif Rp92,2 triliun sejak 2012. Ketujuh, defisit jauh lebih terkendali yaitu sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65% PDB jauh lebih rendah dari target APBN: Rp598,2 triliun (2,84% PDB) atau target Perpres 75 : Rp479,9 triliun (2,27% PDB).Kedelapan, pembiayaan investasi mencapai Rp90,1 triliun, utamanya untuk mendukung percepatan pembangunan infrastrukur, peningkatan akses pembiayaan perumahan bagi MBR, dukungan untuk PSN dan penguatan kualitas SDM.Kesembilan, kinerja APBN 2023 yang positif, juga mampu menyiapkan buffer yang memadai, untuk menopang pelaksanaan APBN di tahun 2024.
Harapan Pekerja Muda di 2024
BPS pada 2022 melaporkan, jumlah pekerja usia 25-29 tahun mencapai 17,18 juta, jumlah tertinggi kelompok usia angkatan kerja, diikuti usia 30-34 tahun sebanyak 16,9 juta. Di awal tahun 2024, para pekerja muda mendasarkan harapan agar perekonomian tetap bertumbuh di tengah tahun politik dan ketidak pastian global. Mereka juga menebar optimisme dengan mengambil langkah pribadi yang kreatif seperti memasarkan produksi sendiri hingga menggunakan barang dengan lebih bijak demi menjaga bumi lebih baik. Perekonomian Indonesia tahun ini akan menghadapi tantangan dengan adanya pemilu di Tanah Air dan di AS. Keduanya berpotensi menimbulkan ketidak stabilan. Hasil pemilu dinanti karena memengaruhi bagaimana kebijakan ekonomi ke depan. Harapannya di tahun ini, pemilu berjalan aman damai sehingga tidak ada konflik horizontal. Stabilitas politik akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Beberapa harapan dan antisipasi para pekerja muda diantaranya : Gloria Fransisca (31) Karyawan Swasta di Jakarta, berharap ada tindakan membasmi kejahatan keuangan perbankan dan pinjaman daring ilegal. Marshall Sautlan (30) Karyawan BUMN di Jakarta, melihat ekonomi 2024 dengan optimistis tetapi realistis. Tantangan ekonomi ditambah tahun politik tidak bisa diabaikan. Dengan adanya inflasi dan ketidakstabilan pasar global, kita harus lebih hati-hati dalam mengelola keuangan keluarga. Namun, perlu memanfaatkan peluang investasi dan teknologi untuk mencari cuan dan tabungan tambahan. Ia berencana mencari peluang dari jual beli pasar saham, juga memanfaatkan aplikasi jual beli e-dagang untuk jualan tas buatan sendiri. (Yoga)
ORIENTASI BANTUAN SOSIAL, Memenangi Pemilu atau Mengalahkan Kemiskinan
Bantuan sosial alias bansos selalu bikin heboh setiap tahun
politik. Faktanya, bansos adalah bagian dari politik anggaran pemerintah.
Pertanyaannya, politik anggaran semacam apa yang mendasarinya, instrumen
teknokratis mengalahkan kemiskinan atau sarana memenangi pemilihan umum? Siifat
bansos yang populis akan memengaruhi pilihan politik masyarakat penerima.
Alokasi anggarannya yang selalu menggelembung setiap tahun politik sudah barang
tentu menguntungkan petahana, atau dalam kontestasi Pemilu 2024, kemanfaatannya
akan jatuh pada kandidat yang terafiliasi dengan petahana. Maka, selalu, kubu
yang mendapatkan manfaat elektoral akan mendukung bansos dengan narasinya.
Sebaliknya, kubu yang posisinya berhadapan akan mengkritik dengan alasan bahwa
bansos telah diselewengkan sebagai komoditas politik.
Pada konteks Pemilu 2024, heboh soal bansos, diawali saat
Mendag Zulkifli Hasan berkampanye di Kendal, Jateng, akhir Desember 2023. Ia
mengklaim bansos dan bantuan langsung tunai (BLT) diberikan oleh Presiden Jokowi
sehingga rakyat mesti mendukung putra Jokowi, Gibran, yang maju sebagai calon
wakil presiden dari Prabowo Subianto. Ucapan Zulkifli langsung diprotes kedua
kandidat lain. Capres no urut 3, Ganjar Pranowo, mengatakan, bansos sekarang
sudah dijadikan komoditas politik. Capres no urut 1, Anies Baswedan, meminta
agar bansos jangan diklaim sebagai bantuan pribadi calon tertentu karena
asalnya dari uang rakyat melalui pajak. Jokowi, yang awalnya sering mengkritik kebijakan
bansos SBY semasa masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, akhirnya ikut mengucurkan
bansos.
Terjadi peningkatan anggaran bansos yang signifikan di era
Jokowi, khususnya ketika dan sesudah pandemi Covid-19, serta terutama pada
tahun politik. Dekan Fakultas Ekonomi
dan Bisnis UI (FEB UI) Teguh Dartanto, Sabtu (6/1/2024) berpendapat, bansos
sangat dibutuhkan masyarakat sehingga perlu diteruskan. Namun, pada praktiknya,
masih ada banyak kekurangan yang butuh dibenahi. Bukan hanya problem klasik
berupa penargetan bantuan yang kerap meleset karena pendataan dan penyaluran
yang tak tepat sasaran, konsep bansos yang diterapkan pemerintah pun dinilai
tertinggal dari perkembangan kebutuhan masyarakat dan realitas sosial saat ini.
”Bansos sudah ada puluhan tahun, tetapi begini-begini saja. Belum ada ide baru
yang luar biasa. Kita butuh pengembangan program bansos baru dengan sistem yang
lebih adaptif dan inklusif. Saat ini bisa dibilang konsep bansos kita belum
cukup adil untuk kelompok tertentu,” kata Teguh. (Yoga)
Efek Pemilu, Simpanan Kelas Kakap Surut
Memetik Manfaat Lebih Magang
Magang memberi manfaat lebih kepada mahasiswa sebelum
betul-betul terjun ke dunia karier. Dari sudut pandang perusahaan, program ini
juga memberi wawasan baru tentang pekerja masa kini. Temuan ini bisa membantu
calon pekerja muda menjadi lebih baik, termasuk soal etika kerja. Menurut HR
and Learning Development Manager Harian Kompas (Kompas.id) Dinda Richfiela,
program magang menjadi saluran bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang
sudah mereka pelajari ataupun hal yang mereka sukai. Selama proses magang berlangsung,
mereka juga dapat merasakan seperti apa dinamika dunia kerja, khususnya
industri media. ”Mahasiswa juga akan memperoleh koneksi profesional yang belum
tentu mereka dapatkan di kampus,” kata Dinda di Jakarta, Rabu (3/1/2024).
Dalam program magang di Kompas, mahasiswa juga mendapat
mentor selama magang dan pembekalan soal karier seusai magang, berupa seminar
tentang karier dan pemberian tips membuat CV serta memperbaiki aset digital. Bahkan,
mahasiswa dengan kinerja baik juga tak jarang mendapatkan tawaran untuk bekerja
setelah lulus. Program magang di Kompas yang berbasis di Jakarta telah berlangsung
lama, tetapi semakin rutin sejak 2020. Pembukaan program magang berlangsung
tiga kali setahun dengan durasi empat bulan. Satu batch (angkatan) bisa
menerima 40-50 mahasiswa semester enam ke atas dari kampus di berbagai daerah,
seperti Jabodetabek, Yogyakarta, Jatim, dan Bali. Dinda menjelaskan, program magang
memberikan manfaat dua arah, baik untuk mahasiswa maupun perusahaan. Mahasiswa bisa
berkontribusi dalam operasional perusahaan. Di divisi redaksi, sebagai contoh,
hasil liputan mahasiswa yang magang sebagai jurnalis bisa dipakai sebagai
konten pemberitaan. (Yoga)
STRES PASCALIBURAN Liburku Sayang, Inginnya Lebih Panjang…
Euforia libur Natal dan Tahun Baru 2023 sudah usai. Waktunya kembali bangun pagi dan berkutat dengan setumpuk tugas dan pekerjaan. Tak semua orang siap menghadapinya, lalu mengalami post-holiday blues, sedih setelah liburan. Rasanya masih ingin libur terus. Saat libur, orang-orang cenderung senang,tenang, dan santai. Namun, saat liburan usai, hati jadi cemas, sedih, dan kalut. Tidak siap rasanya harus kembali ke rutinitas harian, bertemu dengan bos yang menyebalkan, klien yang rewel, atau dosen yang pelit nilai. Belum lagi ada proyek ini-itu yang mesti jalan tahun ini. Bahkan, ada orang-orang yang saat liburan pun sudah stres lantaran masih harus bekerja atau mengerjakan tugas. Orang menyebutnya holiday blues, kesedihan saat liburan.
Perancang busana Didiet Maulana contohnya. Saat liburan selama 12 hari di akhir tahun 2023, benak Didiet tak lepas dari pekerjaan. Ada saja yang mesti dikerjakan, baik untuk bertemu klien maupun berkoordinasi dengan rekan kerjanya. Alhasil, ia tidak bisa sepenuhnya menikmati liburan tanpa pekerjaan. Padahal, ia merasa amat butuh istirahat untuk melepas lelah fisik dan psikis. Ketika sadar, musim liburan telah berlalu. Untuk mengungkapkan isi hatinya, Didiet mengunggah foto di media sosial yang memperlihatkan wajahnya yang kucel, tanda tak berbahagia saat berlibur. Foto itu tampak lucu, tetapi juga ironis.
”Dulu, aku mengidap post-holiday blues tahap sedang. Aku ini kan introver. Liburan menjadi waktu yang sangat aku rindukan karena aku bisa menikmati kesendirian yang aku butuhkan setelah hampir setiap hari bertemu banyak orang,” ujar Didiet di Jakarta, Jumat (5/1/2024). Ia sadar yang dirasakan ini akan merugikan dirinya sendiri. Ia menguatkan diri dengan memupuk rasa tanggung jawab kepada klien. Desainer yang sudah berkarya selama 15 tahun ini membuat hal yang bisa menarik dirinya untuk kembali bekerja, misalnya membuat suasana tim kerja yang menyenangkan. Ia menyiapkan tiga hari untuk sedikit bermalas-malasan dan menata hati sebelum kembali tancap gas. Cara itu efektif baginya. (Yoga)
Pemerintah Harus Transparan Soal Audit Smelter Morowali
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









