;

Pemerintah Harus Transparan Soal Audit Smelter Morowali

Pemerintah Harus Transparan Soal Audit Smelter Morowali
Pemerintah diminta transparan untuk mengungkap hasil audit menyusul insiden ledakan tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah, yang banyak menelan korban jiwa. Tujuannya, agar tidak terulang kembali kejadian serupa. Menyusul insiden smelter Morowali, Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menaikkan status kasus dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Hal ini berdasarkan gelar perkara hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) maupun keterangan ahli dan keterangan para saksi. Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang untuk memeriksa secara komprehensif dan mendalam terkait dengan kejadian ledakan pada tungku smelter ITSS. Pemeriksaan itu bukan hanya terhadap aspek pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tetapi juga dokumen SOP dan prosedur K3.  Mulyanto juga mendesak, pemerintah mengumumkan dan membuat laporan resmi  terkait kelayakan operasional smelter ITSS. Bila ternyata tidak memenuhi standar, maka pemerintah harus berani mencabut izin operasional perusahaan asal Tiongkok tersebut. Sementara itu Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol. Djoko Wienartono menyebutkan, saksi yang telah diperiksa sebanyak 27 orang. Adapun korban jiwa sebanyak 21 orang dan 38 orang masih dalam perawatan, baik luka sedang maupun luka berat. Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya menilai, kasus ITSS adalah salah satu bukti belum optimalnya hilirisasi. Sebab, kurangnya pengawasan atas kualitas keamanan mesin yang digunakan.
Download Aplikasi Labirin :