Memetik Manfaat Lebih Magang
Magang memberi manfaat lebih kepada mahasiswa sebelum
betul-betul terjun ke dunia karier. Dari sudut pandang perusahaan, program ini
juga memberi wawasan baru tentang pekerja masa kini. Temuan ini bisa membantu
calon pekerja muda menjadi lebih baik, termasuk soal etika kerja. Menurut HR
and Learning Development Manager Harian Kompas (Kompas.id) Dinda Richfiela,
program magang menjadi saluran bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang
sudah mereka pelajari ataupun hal yang mereka sukai. Selama proses magang berlangsung,
mereka juga dapat merasakan seperti apa dinamika dunia kerja, khususnya
industri media. ”Mahasiswa juga akan memperoleh koneksi profesional yang belum
tentu mereka dapatkan di kampus,” kata Dinda di Jakarta, Rabu (3/1/2024).
Dalam program magang di Kompas, mahasiswa juga mendapat
mentor selama magang dan pembekalan soal karier seusai magang, berupa seminar
tentang karier dan pemberian tips membuat CV serta memperbaiki aset digital. Bahkan,
mahasiswa dengan kinerja baik juga tak jarang mendapatkan tawaran untuk bekerja
setelah lulus. Program magang di Kompas yang berbasis di Jakarta telah berlangsung
lama, tetapi semakin rutin sejak 2020. Pembukaan program magang berlangsung
tiga kali setahun dengan durasi empat bulan. Satu batch (angkatan) bisa
menerima 40-50 mahasiswa semester enam ke atas dari kampus di berbagai daerah,
seperti Jabodetabek, Yogyakarta, Jatim, dan Bali. Dinda menjelaskan, program magang
memberikan manfaat dua arah, baik untuk mahasiswa maupun perusahaan. Mahasiswa bisa
berkontribusi dalam operasional perusahaan. Di divisi redaksi, sebagai contoh,
hasil liputan mahasiswa yang magang sebagai jurnalis bisa dipakai sebagai
konten pemberitaan. (Yoga)
Postingan Terkait
60 Tahun, Kompas Merekam Sejarah
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023