;

Wapres Tak Sepakat Jorjoran Bansos

Wapres Tak Sepakat
Jorjoran Bansos

Wapres Ma’ruf Amin menyatakan, penyaluran bantuan sosial alias bansos bisa membantu masyarakat miskin. Namun, bansos bukan solusi jangka panjang. Untuk itu, perlu ada pemberdayaan supaya masyarakat bisa menjadi pengusaha dan semakin mandiri. Wapres Amin tidak berharap anggaran bansos terus-menerus ditambah. ”Kalau bansos ditambah dan diberikan terus, kan namanya melestarikan kemiskinan. Jadi, bagaimana supaya lama-lama bansos ini semakin sedikit, semakin sedikit, semakin sedikit,” tuturnya seusai menunaikan ibadah shalat Jumat dan makan siang bersama staf, perangkat, dan wartawan peliput di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (5/1/2024). Ke depan, anggaran pemberdayaan masyarakatlah yang perlu lebih diperkuat. Dengan demikian, masyarakat bisa semakin mandiri dan menjadi pengusaha, mulai dari UMKM sampai menjadi pengusaha besar.

Guna mengatasi kemiskinan, Wapres Amin berpendapat, pelaku UMKM harus naik kelas jadi pengusaha menengah dan kemudian menjadi pengusaha besar. Selama ini, ada yang stagnan, tetapi tak sedikit yang bisa terus berkembang menjadi pengusaha menengah dan pengusaha besar. ”Tergantung daripada upaya-upaya kita, dalam rangka pemberdayaannya. Itu nanti kita dorong supaya mempercepat pemberdayaan UMKM,” ujarnya. Setiap tahun politik, anggaran bansos selalu menggelembung. Alokasi anggaran perlindungan sosial pada 2023, sebesar Rp 433 triliun. Pada 2024, sebagaimana disampaikan Menkeu Sri Mulyani pada penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran dan dana transfer ke daerah di Istana Negara, Jakarta, 29 November 2023, alokasinya mencapai Rp 496,8 triliun. Artinya, anggaran perlindungan sosial melonjak lebih dari Rp 63 triliun atau naik 14,7 % ketimbang 2023. Alokasi ini juga lebih tinggi ketimbang anggaran perlindungan sosial di masa pandemi Covid-19 pada 2021 dan 2022. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :