;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Permintaan Pekerja Teknologi Masih Tinggi

22 Jan 2024
Co-Founder dan Group General Manager Glints, Steve Sutanto, pada hari Sabtu (20/1/2024), di Jakarta, mengatakan bahwa , pihaknya tetap mengantisipasi koreksi bagi perusahaan teknologi pada paruh pertama tahun 2024. Kendati demikian, perusahaan teknologi diperkirakan akan terus merekrut karyawan untuk peran yang menghasilkan pendapatan, seperti pengembangan bisnis dan penjualan. (Yoga)

KONFLIK LAHAN DI MAIWA RAMPAS KEHIDUPAN WARGA

22 Jan 2024

Konflik lahan di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulsel, telah berlangsung dua dekade. Warga berusaha mempertahankan ruang hidup dan penghidupannya, sementara di sisi lain ada klaim pengelolaan dari BUMN. Kelindan persoalan menjadi runyam karena perubahan sikap pemda setempat. Ketidakpastian akan ruang hidup dan penghidupan itu dialami Ruding (80) warga Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, yang separuh hidupnya selalu berhadapan dengan konflik dan ancaman bencana. ”Saya kembali ke Enrekang tahun 1999, karena program Bupati Enrekang untuk warga tak mampu menggarap lahan yang ditelantarkan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) di Maiwa dan saya ikut. Ternyata di sini pun berkonflik,” katanya saat ditemui di Desa Batu Mila, Selasa (9/1). Dia tak bisa melupakan peristiwa tahun 2022 ketika buldoser PTPN XIV dibantu pasukan Brimob meratakan kebunnya. Seluruh kebun yang ditanami durian, rambutan, merica, pala, hingga kakao rata dengan tanah. Tahir (50) ingat betul ketika buldoser datang. Ia sedang memanen lada di kebun. Hari yang seharusnya menjadi saat gembira, berubah menjadi duka.

”Sekarang saya tanam jagung. Itu pun di sekitar kampung saja dan tak banyak. Ada juga padi ladang. Untuk keperluan makan saja. Selebihnya saya jadi buruh tani,” kata bapak empat anak ini. Sebagai buruh tani, Tahir kerap bekerja menanam jagung dengan upah Rp 50.000 untuk setiap kg benih yang ditanam. Sekali musim tanam, hanya 3 kg yang ditanam karena banyak warga lain yang jadi buruh. Panggilan kerja menanam jagungpun hanya sekali dalam empat bulan. Ibrahim (50) dan banyak peternak lain di desa itu harus menyaksikan ternak sapi mereka mati. ”Setelah kebun diratakan, rumput-rumput disiram racun. Sapi saya banyak yang mati dengan mulut berbusa. Ada yang kakinya ditebas dan tubuhnya dilukai. Entah oleh siapa,” katanya. Ruding, Tahir, dan Ibrahim hanya tiga dari ratusan keluarga yang menghadapi konflik lahan dengan PTPN XIV. Hidup mereka kini diliputi rasa khawatir. Setiap saat waswas jika buldoser akan datang.

”Kebun sudah habis, tinggal rumah yang belum diratakan. Kalau harus keluar, kami mau ke mana dan bekerja apa?” kata Efendi (60), penyadap nira dan pembuat gula aren di wilayah itu. Konflik antara warga dan PTPN XIV sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun, menjadi ramai sejak dua tahun lalu. Konflik bermula saat lahan seluas 5.230 hektar masuk dalam kawasan HGU Bina Multi Ternak (BMT). Lahan itu terhampar di tiga kabupaten di Sulsel, yakni Enrekang, Pinrang, dan Sidrap. Namun, sebagian besar lahan berada di Enrekang yang meliputi dua kecamatan, yaitu Maiwa dan Cendana. Saat ini, lahan bekas HGU PT BMT itu tinggal 3.265 hektar setelah sebagian di antaranya dijadikan kebun raya dan bumi perkemahan. Pada tahun 1996, kepemilikan lahan berganti dan HGU atas lahan itu berpindah ke PTPN XIV.

Setelah satu dekade vakum, pada 2016, PTPN kembali masuk dan memulai aktivitas penanaman sawit. Zulfikar menambahkan, bupati saat itu, Muslimin Bando, pernah mengeluarkan larangan karena HGU PTPN sudah habis dan belum diperpanjang. ”Awalnya tak ada tindakan penggusuran. Namun, pascapandemi Covid-19, pihak PTPN mulai mengusir warga. Puncaknya saat mereka meratakan kebun warga,” kata Zul- fikar. Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga berakhir dengan sejumlah petani luka tertembak. Beberapa di antaranya ditangkap. Penggusuran oleh PTPN dengan dalih land cleaning dilakukan setelah bupati yang semula menolak berubah sikap dan mengeluarkan surat rekomendasi untuk mengurus perpanjangan HGU pada 2020. ”Rekomendasi ini menjadi dasar PTPN menggusur warga. Padahal, sebenarnya kegiatan mereka pun ilegal karena melakukan aktivitas penanaman di lahan yang HGU-nya sudah habis sejak 2003. (Yoga)

Ahmad Junaidy, Mental Besi Pengolah Ulin

22 Jan 2024

Ahmad Junaidy (43) berkreasi dengan limbah kayu ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri), menghasilkan aneka perabot dapur yang disukai konsumen di Indonesia hingga mancanegara. Perabot yang terbuat dari limbah kayu ulin yang baru selesai dibuat di rumah produksi Osan Indonesia di Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel, Sabtu (13/1) ditumpuk di sebuah meja. ”Semua terbuat dari kayu ulin. Bisa dikatakan dibuat dari limbah kayu ulin karena menggunakan potongan-potongan kayu ulin yang panjangnya kurang dari 1 meter,” kata Ahmad Junaidy alias Odi, pemilik UMKM Osan Indonesia. Odi mulai mengolah limbah kayu ulin menjadi barang kerajinan pada 2017. Saat itu, di depan tempat kerjanya ada usaha mebel yang memproduksi kusen pintu dan jendela dari bahan kayu ulin. Sisa potongan kayu ulin ukuran 30-35 cm kerap dibuang meski masih bagus.

Odi langsung berpikir untuk membuat barang kerajinan dari limbah kayu ulin. Odi kemudian mencari inspirasi di aplikasi Pinterest. Ia menemukan contoh talenan yang bagus dan sangat ergonomis. ”Dari situ, saya langsung berpikir untuk bikin talenan dari limbah kayu ulin,” katanya. Begitu satu talenan selesai dibuat, ia mengunggah fotonya di Facebook. Teman-temannya di media sosial memberikan tanggapan positif. Hampir semua bilang,talenan yang kini diberi nama Susan Series itu bagus. Talenan Susan Series ditawarkan Rp 35.000 per buah, yang langsung protes perajin lain karena harganya terlalu murah. Akhirnya, harga jual secara bertahap dinaikkan hingga sekarang menjadi Rp 85.000 per buah.

”Setelah promosi di media sosial dan ikut pameran UMKM di Banjarbaru pada Oktober 2017, orderan terus masuk dan bertambah. Dalam sehari saya pernah bikin 30 talenan,” ungkapnya. Pada 2019, ia mulai membangun gudang atau tempat produksi di Gambut, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Kilometer 11,8. Odi juga merekrut tenaga kerja. Dua pekerja tetap dan satu pekerja lepas. Sejak 2019, produksi talenan kayu ulin dilakukan setiap hari. Model talenannya pun semakin beragam hingga 22 model. ”Kami memproduksi 500 talenan sebulan. Untuk spatula dan sumpit, bisa sampai 1.000 buah per bulan, dengan omzet rata-rata Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan, dengan keuntungan 30-40 %,” katanya. Sejak 2021, Osan Indonesia digandeng BI sebagai UMKM mitra dan binaan Kantor Perwakilan BI Kalsel. Sejak saat itu, Osan men- dapat dukungan dan binaan dari BI sehingga bisa memasarkan produknya ke luar negeri, yaitu ke Jepang. (Yoga)

Kerbau Rawa Pampangan, Pemantik Pelestarian Lingkungan

22 Jan 2024

Tradisi beternak kerbau rawa (B bubalis carabauesis) di Sumsel bertahan sejak era kerajaan hingga kini di sejumlah desa di Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir. Kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan pun terbangun demi menjaga habitat rumpun kerbau lokal asli Indonesia tersebut. Kamis (7/12/2023) Paisol (44) beranjak dari rumahnya di Desa Bangsal, Pampangan, menuju kompleks kandang di Pulau Tapus denan perahu ketek menyusuri Sungai Lubuk Sekayan. Ia memiliki 50 ekor kerbau rawa ternak di kandang. Paisol membersihkan kotoran di kandang dengan menumpuknya di pundak sejumlah kerbau. ”Nanti, kotoran itu jatuh di sungai dan padangan (hamparan rumput liar) yang menjadi pupuk alami untuk menyuburkan rerumputan,” ujar Paisol. Setelah itu, barulah Paisol membuka pintu kandang. Kerbau-kerbau itu pun lekas menuju padangan yang menjadi sumber pakan mereka sehari-hari.

”Kerbau rawa Pampangan suka sekali berenang. Kalau musim banjir (semua padangan tergenang air biasanya selama Januari-Maret), mereka bisa berenang berjam-jam dan menyelam untuk memakan rerumputan di dasar air,” ujar M Ali Hanapiah, Sekretaris Desa Bangsal, yang mendampingi Kompas dan Pantau Gambut, organisasi nonpemerintah yang berfokus pada riset dan advokasi keberlanjutan lahan gambut di Indonesia. Kerbau rawa mudah diternakkan, cukup dilepaskan pada pukul 06.00-07.00 dan mereka akan keluar untuk mencari pakan di lingkungan sekitar. Menjelang petang, kerbau itu kembali ke kandang. Kerbau rawa identik dengan Pampangan karena mereka bagian tak terpisahkan dari rantai kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Susu kerbau menjadi sumber pendapatan harian peternak. Peternak bisa mendapatkan sekitar 1 liter susu per ekor per hari.

Susu dihargai Rp 20.000 per liter. Susu itu laku dijual karena ada perajin atau pembuat gulo puan yang membutuhkannya. Gulo puan adalah produk turunan susu kerbau yang menjadi komoditas unggulan Desa Kuro dan Desa Bangsal, dua desa paling tua di Pampangan, yang konon ada sejak era Kesultanan Palembang Darussalam abad XVII- XIX. Gulo puan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2021. Dari pelatihan yang diberikan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove serta Universitas Sriwijaya pada 2020, kelompok peternak mampu mengolah kotoran kerbau menjadi pupuk organik yang teruji bisa membantu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman hortikultura. Karena belum memiliki izin jual, pupuk itu diberikan gratis kepada warga. Keunikan kerbau rawa dan keindahan alam di Pampangan juga menarik minat wisatawan dalam beberapa tahun terakhir. ”Kami melihat pariwisata bisa menjadi sumber pendapatan masa depan di sini,” kata Kades Bangsal Angkut, Join. (Yoga)

Indikator: Prabowo Gibran Unggul Head to Head Lawan Dua Paslon

22 Jan 2024
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyatakan calon  presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dalam stimulasi head to head jika pilpres 2024 berlangsung dua putaran. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin  Muhtadi menjelaskan, Prabowo-Gobran unggul jika dihadapkan dengan pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Prabowo-Gibran mendapat 58,3% suara, sedangkan Anies-Muhaimin 27,9%. "Head to head ini Anies lawan pak Prabowo dengan asumsi Mas Ganjar  tidak lolos putaran pertama, Pak Prabowo masih unggul jauh. Begitupula jika head to head  Ganjar versus Pak Prabowo. Kalau di simulasi ini  Pak Prabowo trennya  meningkat sedikit turun," kata Burhanudin. Survei  nasional Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada 10-16 Januari 2024. Populasi pada survei ini adalah seluruh WNI yang memiliki hak pilih (Yetede)

Penangkapan Palti dan Bahaya UU ITE

22 Jan 2024
UNDANG-UNDANG Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) seperti gurita jahat yang terus memakan korban. Pasal-pasalnya yang lentur seperti tentakel yang selalu mengancam sana-sini, terutama pihak-pihak yang berseberangan dengan penguasa. Lihat saja yang kini sedang terjadi pada Palti Hutabarat, pegiat media sosial asal Jakarta. Ia mantan pendukung Presiden Joko Widodo dari basis relawan Pro-Jokowi atau Projo yang kini beralih haluan mendukung calon presiden-wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Palti ditangkap polisi di bilangan Jakarta Selatan, Jumat dinihari, 19 Januari lalu. Ia dijerat dengan UU ITE karena dianggap telah menyebarkan hoaks berupa unggahan rekaman suara percakapan sejumlah pejabat lokal di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, yang diklaim tengah menyusun strategi untuk memenangkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan presiden 2024.

Banyak kejanggalan dalam penanganan kasus ini, yang memantik pertanyaan ihwal netralitas kepolisian. Posisi dua pelapor kasus ini masih kurang terang, apakah sudah memenuhi unsur sebagai pihak yang dirugikan atau pihak yang disebut dalam video tersebut. Polisi hanya menyebut nama tanpa menjelaskan embel-embel para pelapor ini, yakni laporan Amruriandi Siregar ke Polda Sumatera Utara dan Muhammad Wildan ke Bareskrim Polri. (Yetede)

BENCANA BANJIR Kondisi Warga Memprihatinkan

21 Jan 2024

Kondisi korban banjir di bantaran Sungai/Batang Merao, Kota Sungai Penuh, Jambi, memprihatinkan. Sementara, pemkot sudah mengakhiri masa tanggap darurat meski beberapa titik permukiman dan jalan masih tergenang banjir. Di dua desa Kecamatan Hamparan Rawang, yaitu Tanjung Muda dan Tanjung, Sabtu (20/1) ratusan rumah di bantaran Batang Merao masih digenangi air atau tertutup lumpur. Meski menyusut, ketinggian air ada yang lebih dari 1 meter. ”Sekarang, kedalaman air di halaman 1,5 meter, di dalam rumah 80 cm,” kata Ritawati (63), warga Desa Tanjung Muda. Sebelumnya, ketinggian maksimal banjir di halaman rumah Ritawati mencapai 2,5 meter. Ritawati bersama suami, anak, dan dua cucunya mengungsi di SD 033/XI Tanjung Muda sejak banjir pada 31 Desember 2023. Selain mereka, ada 24 keluarga lainnya yang mengungsi.

Di beberapa titik Desa Tanjung Muda dan Desa Tanjung, air Batang Merao yang keruh mengandung lumpur meluap ke jalan inspeksi dan mengalir menggenangi rumah-rumah di bawahnya. Muka air sungai lebih tinggi 2-3 meter dibandingkan rumah warga. Selain air, lumpur menutupi beberapa titik jalan sehingga tidak bisa dilewati kendaraan. Ada pula warga yang mendirikan tenda terpal atau pondok pengungsian di jalan inspeksi depan rumah mereka. Beberapa tenda berdekatan dengan kandang-kadang sapi darurat. ”Kalau dipikirkan, tidak bisa tidur kami karena bau tahi dan kencing sapi. Tetapi bagaimana lagi,terpaksa kami ’tidur’ sama sapi,” kata Haliman (70), warga Desa Tanjung.

Warga terdampak banjir mendapat bantuan sembako, layanan kesehatan, dan obat meski dalam jumlah terbatas. Namun, warga kesulitan mengakses air bersih dan listrik. Meski sejumlah titik permukiman dan jalan masih tergenang air, Pemerintah Kota Sungai Penuh mengakhiri masa tanggap darurat bencana sejak 14 Januari lalu. Selama 15 Januari-15 April, penanganan bencana banjir dan longsor memasuki masa transisi atau pemulihan. Kadis Kominfo Kota Sungai Penuh Josrizal Helman mengatakan, situasi banjir di kota ini sudah jauh lebih baik. ”Secara umum, aktivitas hampir normal, kecuali beberapa desa yang masih sama kondisinya karena cekungan, rendah, masih ada yang rumahnya terendam setinggi 1 meter. Sungai Penuh beberapa hari ini tidak ada hujan tetapi kawasan itu masih tergenang,” kata Josrizal. (Yoga)

Blusuk-blusuk Memburu Uduk

21 Jan 2024

Meski bertempat di jalan sempit yang hanya bisa dilalui sepeda motor, Nasi Uduk Bu Amah yang buka mulai pukul 15.30 di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakbar, Jalan Pengukiran II, mampu melintas zaman hingga nyaris enam dekade. Pelanggan tidak hanya berblusuk-blusuk untuk memboyong sajian utama yang tandas dalam puluhan menit, tetapi juga terpikat bawang goreng hingga sambal kacangnya. Wiwin (47) sibuk melayani pengunjung sembari mencatat pesanan yang sudah diambil, didampingi Yeny Lestari (43) yang membungkus nasi dan lauk-pauk. Di gang sebelah warung itu, Murdjaiti (67) alias Ijah menggoreng ayam dengan minyak menggelegak dan lidah api menari-nari menjilati wajan.

Baru pukul 16.10, ia berseru memberi tahu Wiwin dan Yeny lauk mulai habis, 20 menit berselang, 150 porsi sudah ludes. Hingga pukul 17.00, pelanggan masih saja berdatangan yang terpaksa gigit jari. Kalaupun masih tersedia, nasi uduk dan lauk-pauknya hanya bisa dibungkus. Tak terlihat pengunjung yang mengeluhkan ketiadaan meja dan kursi untuk bersantap. Pembelipun mafhum, mengingat mereka tak segan berburu Nasi Uduk Bu Amah sampai blusukan, memang menggamblangkan kelezatannya yang bikin lidah bergoyang. Bulir-bulir nasi sungguh kaya santan dengan aromanya yang sudah merebak sebelum dikunyah. Ayam goreng pun terkunyah gurih dilumuri aneka bumbu yang amat meresap. Tahu, hati, ampela,tempe, sampai-sampai sambal kacang dan bawang goreng yang begitu krispi pun tak kalah sedap.

Bukan hari itu saja Nasi Uduk Bu Amah tandas kurang dari satu jam. Paling lambat, Ijah sudah menutup warungnya pada pukul 18.00. ”Sudah biasa konsumen tanya atau pesan lewat telepon. Hari ini, order yang paling banyak 70 porsi,” ujar Ijah. Jika pesanan sudah sangat banyak, ia malah tak menerimanya lagi sejak pukul 13.00. Mereka yang langsung datang pada sore hari tak kebagian. Ijah menyebut beberapa pesohor yang kerap mengecap masakannya. Seporsi nasi uduk dibanderol Rp 10.000, ayam Rp 30.000, tahu Rp 5.000, hati atau ampela Rp 2.500, dan tempeRp 2.500. Jika dihendaki, pesanan bisa saja diambil pada pagi atau siang hari. Nasi Uduk Bu Amah tutup setiap hari Minggu. (Yoga)

Potensi Gesekan Semakin Besar

21 Jan 2024

Bawaslu memperkirakan potensi pelanggaran membesar setelah kampanye terbuka dimulai. Kampanye negatif, kampanye hitam, dan hoaks harus pula diwaspadai. Potensi gesekan antarmasyarakat, khususnya para pendukung kandidat dan partai politik peserta Pemilu 2024, semakin besar setelah kampanye terbuka dimulai pada Minggu (21/1). Masyarakat diharap menahan diri, tak saling menghujat atau menghina hanya karena perbedaan pilihan politik. Situasi kondusif perlu dijaga agar pesta demokrasi lima tahunan berjalan damai dan berkualitas. Berdasarkan jadwal dan tahapan yang disusun KPU, kampanye rapat umum akan digelar 21 hari, pada 21 Januari-7 Februari 2024. KPU mengatur jadwal kampanye terbuka dalam tiga zonasi untuk mencegah persinggungan antar kandidat.

Paslon capres-cawapres no urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, serta partai parpol pendukung dijadwalkan memulai kampanye terbuka di zona A yang terdiri atas 13 provinsi. Capres-cawapres no urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan parpol pendukung berkampanye di zona B (13 provinsi). Pasangan capres-cawapres no urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, beserta parpol pendukung mengawali kampanye terbuka di zona C (12 provinsi). Anggota Bawaslu, Lolly Suhenti, Sabtu (20/1), mengungkapkan, potensi gangguan keamanan dan ketertiban membesar setelah kampanye terbuka dimulai.

Kampanye yang digelar melebihi waktu yang telah ditetapkan oleh KPU, yakni pukul 09.00-18.00, bisa menjadi salah satu penyebab munculnya gangguan keamanan dan ketertiban. Potensi pelanggaran yang juga diperkirakan akan masif terjadi mendekati pemungutan suara adalah praktik politik uang. Ada pula potensi pelanggaran berupa pejabat negara yang berkampanye tanpa cuti di luar tanggungan. Bawaslu, ujar Lolly, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan peserta pemilu, pemda, dan kepolisian untuk bersama-sama mengawasi kampanye terbuka. Khusus kepada peserta pemilu, Bawaslu mengingatkan larangan-larangan dalam penyelenggaraan rapat umum. Semua peserta pemilu diharapkan menaatinya karena setiap pelanggaran memiliki konsekuensi hukum. (Yoga)

Little Bangkok, yang Baru di Tanah Abang

20 Jan 2024

Keluhan sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang di Jakpus karena sepinya pengunjung dan minimnya pembeli membuat pengelola berinovasi untuk mendongkrak keramaian di pusat grosir tekstil tersebut. Sejumlah usaha dilakukan, salah satunya dengan membuka Little Bangkok. Pusat perbelanjaan fashion modern yang berlokasi di Jembatan Metro Tanah Abang (JMTA) Lantai 1 diresmikan pada Senin (15/1). Kawasan ini penghubung antara Metro Tanah Abang dan Pasar Tanah Abang Blok B. Saat memasuki area Little Bangkok, pengunjung disambut hiasan bertuliskan ”Welcome, Little Bangkok”. Seluruh toko di sana bertemakan open store. Pembeli bisa memegang langsung barang dagangan. Setiap toko memiliki ciri khas produk yang dijual, mulai dari pakaian kasual seperti kemeja dan kaus, hingga gaun pesta. Dengan luas 10.000 meter persegi, tempat yang buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga pukul 16.00 ini memiliki desain interior yang modern.

Banyaknya lampu di sepanjang koridor dan di dalam toko membuat area ini terlihat sangat cerah dan nyaman untuk dikunjungi. Salah satu pasar yang menjadi kiblat Little Bangkok ialah Pasar Pratunam di Bangkok, Thailand, yang dikenal dengan beragam toko yang menjual pakaian terkini dengan harga terjangkau. Pembeli juga bisa menawar sehingga harga yang didapat menjadi lebih murah. Warga Jakarta Utara, Debora Alitha (22), tertarik berbelanja dengan konsep baru di Little Bangkok. Sebelumnya, ia juga pernah mengunjungi Pasar Pratunam tahun lalu sehingga ia tahu konsep dan atmosfer belanja di sana. ”Saya juga sudah tahu beberapa store di sini yang sebelumnya hanya ada di Shopee dan Tiktok Shop. Makanya saya sangat antusias untuk datang. Harganya juga tidak terlalu mahal, makanya saya sampai kalap membeli tujuh baju,” kata Debora. Leila (33), bahkan mengunggah tayangan langsung (live) untuk mengenalkan Little Bangkok di media sosialnya.

Saat melakukan live, pengunjung yang datang di area Little Bangkok sangat ramai. Alhasil, ia kesulitan berpindah dari satu toko ke toko lainnya. ”Konsepnya open store. Jadi, pengunjung bisa masuk dan pegang langsung barangnya. Bisa ambil foto atau video juga, bahkan bisa melakukan live di Tik-tok, Instagram, dan Shopee,” kata Leila. Leila mengatakan, hadirnya Little Bangkok sangat membantu para jasa titip dan reseller untuk berjualan tanpa modal. Seorang pedagang di Little Bangkok, Maria, merasa senang dengan adanya tempat belanja dengan gaya baru ini di Pasar Tanah Abang. Ia pun tak mau ketinggalan dengan membuka satu gerai di sana. ”Produk yang saya jual buatan lokal yang semua modelnya terinspirasi dari Bangkok. Di sini saya menjual celana jins, rok jins, hot pants, lalu ada juga celana pendek,” ujarnya.  Maria menjual produknyadengan harga mulai dari Rp 87.000 untuk satu rok jins dan Rp 97.000 untuk satu celana jeans. Dalam sehari, omzetnya Rp 5 juta hingga Rp 20 juta. Di sana, pembeli juga bisa melakukan transaksi tunai maupun non-tunai. (Yoga)