Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Kekuatan Serikat Pekerja
Sejarah panjang telah membuktikan, buruh menjadi elemen
penting dalam memperjuangkan kemerdekaan. Bahkan, sebelum kemerdekaan, di
kalangan serikat buruh sudah muncul keyakinan kuat bahwa Indonesia harus
meninggalkan perekonomian ekstraktif dengan upah buruh murah plus rendah
keterampilan menuju masyarakat industri dengan peningkatan kualitas SDM. Dalam
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Indonesia
ditargetkan memiliki pendapatan per kapita setara negara maju, sekitar 30.300 USD
pada 2045. Untuk masuk ke dalam golongan negara berpendapatan tinggi, Bank
Dunia mematok gross national income (GNI) per kapita Indonesia harus di atas
13.205 USD, atau PDB per kapita 14.000 dollar AS. Gaji minimal pekerja di Tanah
Air harus setara Rp 10 juta per bulan. Padahal, rata-rata UMP buruh tahun 2023
baru Rp 2,96 juta per bulan.
Dengan formulasi penghitungan kenaikan UMP tahun 2023 dan
tren kenaikan upah sejak 1997, simulasi yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan
pada 2045 rata-rata UMP buruh baru mencapai Rp 6 jutaan. Untuk itulah, peran
serikat pekerja menjadi penting dalam hubungan industrial. Liputan Kompas
terkait kesejahteraan buruh pekan lalu menemukan banyak serikat pekerja
perusahaan yang memiliki kekuatan dan menjadi pilar yang sangat penting pada
hidup perusahaan. Mereka terus melakukan penguatan dan pendampingan kepada
anggotanya, meningkatkan produktivitas anggotanya, memberikan solusi masalah
anggotanya, bahkan mengurus kebutuhan keseharian anggotanya, mulai dari problem
keluarga hingga urusan kematian. Serikat juga menjadi penjaga utama budaya
perusahaan berbasis pada nilai-nilai yang dianut para pendirinya.
”Direktur bisa datang dan pergi, kamilah yang bekerja dan mengawal
perusahaan terus-menerus. Maka, kalau ada manajemen yang langkahnya tidak
sesuai dengan kultur perusahaan, kami bisa memecatnya,” ujar Presiden Federasi
Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) Djoko Wahyudi, yang berkali-kali
memecat direktur SDM perusahaan. Karena mampu membangun kapasitas anggotanya, serikat
pekerja sangat dipandang dan dihargai oleh manajemen. Serikat menjadi mitra setara
dalam bahu-membahu membangun perusahaan. Pendanaan mereka setiap bulan diambil
dari potongan 1 % gaji anggotanya. Salah satu yang berhasil mereka lakukan
adalah tetap berproduksi di masa pandemi Covid-19, dengan menetapkan standar
yang sangat ketat pada proses produksi di saat perusahaan yang lain tutup. (Yoga)
Krisis Pembiayaan Pendidikan
Biaya pendidikan yang kian mahal menjadi keprihatinan
masyarakat, selain harga barang kebutuhan pokok. Warga mencemaskan masa depan
anak mereka. Di level pendidikan tinggi, keluhan kian tak terjangkaunya uang
kuliah terus disuarakan mahasiswa dan orangtua setiap tahun. Dukungan pemerintah
yang mengecil karena keterbatasan kemampuan APBN membuat perguruan tinggi dituntut
mandiri. Hal ini menuntun pada komersialisasi yang membuat biaya pendidikan
kian melambung dan sulit dijangkau kelompok menengah ke bawah. Kondisi ini
memperlebar ketimpangan, membatasi mobilitas vertikal sosial-ekonomi masyarakat
bawah. Dengan rasio penduduk berpendidikan S-2 dan S-3 terhadap populasi produktif
0,45 %, sulit bagi kita bicara transformasi menuju Indonesia Emas.
Upaya mengatasi ketertinggalan terus dilakukan, termasuk
memperbanyak program beasiswa dan hibah serta pengiriman mahasiswa belajar di
dalam dan luar negeri. Namun, jumlahnya masih jauh dari mencukupi. Tahun 2018,
Presiden Jokowi mendorong perbankan lebih banyak lagi menyalurkan kredit
pendidikan, termasuk menjajaki skema student loan, seperti diterapkan di AS, namun
tak jelas perkembangannya. Yang muncul justru solusi pragmatis kerja sama
perguruan tinggi dengan lembaga pinjaman daring, yang kemudian memicu polemik
dan aksi protes mahasiswa karena memberatkan dan tak etis atau berpotensi
memunculkan problem baru.
Penyaluran pinjaman pendidikan sebenarnya sudah dilakukan
segelintir bank besar, tetapi masih terbatas. Selain karena belumada
payunghukum, keengganan terhadap skema student loan juga karena ada
kekhawatiran apa yang berlangsung di AS akan terjadi di Indonesia, yaitu tingginya
gagal bayar atau kredit macet yang bisa mengancam perekonomian. Pemerintah pun
dipaksa melakukan penghapusan, penangguhan, atau keringanan utang pendidikan bermasalah
ratusan miliar dollar AS. Pinjaman pendidikan bisa dikatakan tak memberatkan
jika skemanya sederhana, syaratnya mudah, bunga rendah, dan tenor panjang.
Swedia, Jerman, Finlandia, Norwegia, Denmark, dan Perancis adalah contoh negara
yang mengenakan bunga rendah, bahkan 0 %, untuk utang pendidikan. (Yoga)
Mengejar Mimpi dalam Debu Hilirisasi di Bahodopi
Riuh suara siswa yang bermain dan belajar di Bahodopi,
Morowali, Sulteng, tenggelam dalam deru industri. Di lingkungan yang sesak dan
berpolusi, serta gemerlap hilirisasi bernilai triliunan rupiah, mereka bergelut
dengan keterbatasan. Selasa (6/2/2024), ruang kelas I di Madrasah Tsanawiyah Al
Jariyaah, Desa Labota, Bahodopi, begitu riuh. ”Tadi belajar satu pelajaran
sampai pukul 09.00. Dua pelajaran lain tidak ada gurunya,” kata Dewi (13),
salah satu siswi dari 170 siswa sekolah ini. Mereka berbagi satu ruangan untuk
dua kelas setelah sejumlah ruangan dilalap api pada 2021. Sekolah ini berjarak
hanya 50 m dari PLTU di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang
merupakan sentra hilirisasi nikel. “Di sini sering sakit, batuk-batuk,” ujarnya.
Asmarani (13), siswi lain, mengeluhkan hal yang sama. Meski baru dua tahun di
wilayah ini, ia telah berulang sakit. Terakhir ia dibawa ke puskesmas karena
dadanya sesak. Batuk menjadi penyakit langganan.”
Debu dan polusi di kawasan ini memenuhi udara setiap waktu.
Di jalanan, kendaraan yang melintas dan angin yang bertiup menerbangkan debu tanpa
jeda. Sementara asap pembakaran industri menguar sepanjang hari. Menurut Eka
Widiasai (29), guru di sekolah itu, beberapa pengajar sakit dan tak masuk sekolah,
begitu juga siswa, selalu ada yang tidak hadir setiap hari. Saat kemarau, debu
tebal memenuhi ruangan. Ia khawatir kondisi ini menimbulkan dampak kesehatan ke
anak dan guru. Kondisi SD Negeri 1 Labota tak jauh berbeda. Cerobong besar
berdiri di belakang sekolah dengan 487 siswa itu. Hermonis (40), wali kelas I, menuturkan,
kasus anak sakit serupa hal yang wajib. Setiap hari selalu saja ada orangtua
siswa yang meminta izin karena anaknya sakit. Dampaknya, pembelajaran jadi
terhambat. Kondisi ini terjadi sekitar tiga tahun terakhir.
Kadis Pendidikan Morowali Amir Aminuddin menuturkan, untuk
Bahodopi yang merupakan kawasan industri masih terjadi kekurangan, baik ruang
kelas, guru, maupun perlengkapan lain. Salah satu faktornya adalah fluktuasi
penduduk karena banyaknya pekerja yang datang. Terkait masifnya debu yang
mengganggu pembelajaran, Amir tak menampiknya. Kondisi ini telah disampaikan ke
instansi terkait. Ia berharap ada perhatian serius untuk penanganan. ”Karena
debu itu tidak seperti luka yang seminggu bisa sembuh, ini bisa panjang
nantinya,” ujarnya. Ahmad Ashof Birry, Direktur Program Trend Asia, mengungkapkan,
pendidikan dan kesehatan di Bahodopi terdampak hilirisasi yang tidak inklusif.
Saat ini hanya terbangun pabrik, tetapi tidak dengan lingkungan dan manusia. (Yoga)
PERTARUHAN TRANSISI PEMERINTAHAN
Pesta demokrasi lima tahunan akan berlangsung pada Rabu, 14 Februari 2024. Momentum politik yang akan menandai babak baru pemerintahan Indonesia dalam kurun 5 tahun mendatang. Selama periode 10 tahun pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, banyak agenda pembangunan yang tercapai. Namun, banyak pula program yang telah disusun dan dijanjikan, meleset dari target. Dengan sisa masa bakti sekitar 8 bulan lagi, Presiden Jokowi dan kabinetnya harus tetap fokus mengawal program-program pembangunan.
Tak Kendur Menjaga Ekonomi
Ingar-bingar kampanye menjelang pemilihan umum (pemilu), tak boleh membuat para pejabat negara kendur dalam menjalankan tanggung jawab di pemerintahan. Apalagi, mereka yang aktif di partai politik. Faktanya, sudah menjadi rahasia umum bahwa sejumlah menteri di kabinet Presiden Joko Widodo sedang getol melakukan kerja politik. Sah saja jika mereka cuti sementara. Namun, tetap saja tanggung jawab tak bisa dilepas begitu saja. Ekonomi dunia sedang pasang surut. Semua negara sedang berjibaku untuk menopang ekonomi masing-masing. Jika tak tanggap, ekonomi Indonesia berisiko makin tertekan. Risiko itu nyata lantaran tahun politik kerap membuat pertumbuhan ekonomi tersendat. Buktinya, dalam tiga kali pemilu terakhir, laju produk domestik bruto (PDB) tercatat melorot. Kita juga tak bisa menutup mata bahwa saat ini tantangan eksternal begitu kuat. Ketidakpastian global telah mereduksi kinerja ekspor nasional. Hal itu bisa makin buruk jika produktivitas produsen stagnan lantaran pebisnis memilih menunda ekspansi sembari menanti stabilitas politik. Konsumsi masyarakat pun belum sepenuhnya membaik akibat digoyang inflasi yang menekan daya beli dalam 2 tahun terakhir. Menurut laporan termutakhir Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga memiliki porsi 53,18% ke PDB tahun lalu. Jika sektor ini terseok-seok, kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi pun bakal seret. Situasi yang dihadapi Indonesia menjadi lebih menantang karena pemerintahan akan berganti dalam beberapa bulan lagi. Masa transisi menjadi kunci karena presiden dan kabinet yang baru tentu akan memiliki agenda dan kebijakan sendiri. Demikian pula kemungkinan komposisi anyar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Kendati demikian, sisa kurang lebih 8 bulan harus dioptimalkan oleh pemerintah dan legislatif aktif saat ini, untuk menyelesaikan tanggung jawab yang belum tuntas sebagaimana sasaran yang ditetapkan. Konsolidasi fokus tim ekonomi menjadi salah satu hal urgen yang perlu dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam 8 bulan terakhir pemerintahannya. Kerja politik adalah hal yang lumrah di tahun politik. Namun, mereka juga wajib memahami bahwa sebagai pejabat aktif, mereka masih memiliki tanggung jawab yang besar kepada negara. Puncak hajatan akbar politik lima tahunan, pemilihan umum (pemilu), tinggal menunggu hari. Pada 14 Februari nanti, masyarakat yang telah memiliki hak pilih dapat turut berpartisipasi menentukan arah pemerintahan Indonesia ke depan.
Industri Amonia & Transisi Energi
Amonia (NH3) merupakan salah satu dari tiga ratusan jenis komoditas yang paling banyak diperdagangkan di pasar global. Produk petrokimia ini berperan vital dalam pertanian dan rantai pasok pangan global. Sejalan dengan transisi energi/ekonomi hijau dan target-target SDGs menjelang 2030, industri amonia bertransisi (bahkan bertransformasi ) dari amonia tinggi emisi atau ‘grey ammonia’ ke amonia rendah emisi, baik ‘blue ammonia’ maupun ‘green ammonia’. ‘Blue ammonia’ dihasilkan dari proses konvensional, akan tetapi menggunakan carbon capture and storage (CCS). Sementara untuk pembuatan green ammonia, unsur H diambil dari air (melalui elektrolisis) dan unsur N dipisahkan dari udara. Proses produksinya menggunakan listrik berbasis energi baru/terbarukan (EBT), yakni tenaga air, tenaga surya, dan tenaga bayu. Struktur industri pupuk (berbasis) amonia cenderung monopolistic atau oligopolistic karena tingginya ‘barrier to entry’ bagi pemain atau produsen baru. Investasinya membutuhkan ‘capital expenditure’ (capex) besar, yakni untuk membangun pabrik dengan kapasitas relatif besar beserta depot penyimpanan dalam kawasan yang cukup luas, dan bahkan infrastruktur seperti jalan akses, dermaga beserta armada kapal logistik untuk pengiriman ke destinasi ekspor atau jejaring distribusi. Total kapasitas amonia terpasang di Indonesia saat ini sekitar 8 juta metrik ton. Sekitar 90% pasokan didominasi oleh produsen pupuk pelat merah, yakni Pupuk Indonesia, sedangkan selebihnya oleh pemain swasta nasional seperti PT Kaltim Parna Industri (PT KPI) yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur. Pendapatan para produsen amonia nasional terutama berasal dari ekspor. Tahun 2022, Indonesia menjadi top exporter amonia ketiga setelah Trinidad dan Saudi Arabia.
Volume ekspor amonia Trinidad sebesar 3,58 juta ton, Saudi Arabia 2,73 ton, dan Indonesia 1,87 juta ton. Khusus untuk nilai ekspor anhydrous ammonia, tahun 2022, Indonesia bahkan di posisi kedua dengan nilai ekspor US$1,71 miliar di bawah Trinidad sebesar US$3,68 miliar. Beberapa tahun terakhir pasar pupuk dan pangan global diwarnai oleh berbagai dinamika yang mendisrupsi rantai pasok, sejak pandemi Covid-19, invasi Rusia ke Ukraina, hingga perang Israel -Hamas. Seirama dengan gejolak harga gas pada 2022, harga urea dan ammonia juga melejit tinggi pasca-invasi Rusia. Menjelang akhir Januari 2024, harga amonia US$0,59/kilogram (global), US$0,73/kilogram (‘North America’), dan US$0,53/kilogram (Asia). Menurut ‘Business Analytiq’ , secara umum ‘outlook’ harga amonia internasional hingga akhir 2024 akan berada sedikit di bawah level Januari 2024. Namun, terdapat satu dinamika yang perlu dicermati tahun 2025, yakni rencana India untuk ‘self sufficiency’ pupuk. India bakal menghentikan impor pupuk secara total pada 2025, setelah beroperasinya 5 unit pabrik urea baru dua tahun terakhir ini dengan total kapasitas 6,35 juta metrik ton per tahun. Merespons transisi energi dan ‘mainstreaming’ ekonomi hijau, dan pemain swasta nasional seperti PT KPI telah menyiapkan strategi, langkah antisipatif, dan rencana bisnis dengan membangun ekosistem industri amonia hijau. Dengan konsep ekosistem, maka setiap anggota komunitas wajib menjaga keberlangsungan ekosistem tersebut, karena masing-masing hidup dari sumber daya yang sama. Strategi yang ditempuh adalah dengan menyinkronkan perencanaan ekspansi investasi pembangunan pabrik amonia hijau dengan konstruksi PLTA sungai Kayan yang direncanakan mulai beroperasi 2027 dengan kapasitas 9.000 MW. Ekosistem ‘green ammonia’ yang melibatkan green hydrogen dan listrik EBT merupakan bagian dari ekosistem industri hijau tersebut. Hal ini dapat menjadi satu case study dan referensi yang baik bagaimana merespons transisi energi dan transisi ke industri hijau secara ‘cost effective’.
PESTA DEMOKRASI 2024 : JAGA KEPERCAYAAN HINGGA AKHIR JABATAN
Lusa, 14 Februari 2024, tak kurang dari 204 juta masyarakat Indonesia akan menggunakan hak pilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Pesta demokrasi yang menandai proses transisi menuju pemerintahan baru. Intensitas kerja Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi masih sama. Pada Selasa (6/2), Menlu Retno mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohammad Hasan. Selepas mendampingi Presiden Jokowi, Menlu Retno memberikan keterangan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi. Dalam pertemuan itu, kata Menlu, Pemerintah Indonesia turut mendorong investor Malaysia untuk segera mengimplementasikan komitmen investasi pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Indonesia disebut telah menerima 11 Letter of Intent (LoI) atau surat ketertarikan investasi dari 10 investor Malaysia untuk berpartisipasi dalam proyek IKN. Dengan ritme kerja yang masih tinggi dan berbagai pertemuan yang dijalin oleh Kepala Negara, Retno menepis isu yang beredar terkait dengan keretakan di tubuh Kabinet Indonesia Maju dan rencana mundur sejumlah menteri, termasuk dirinya. Sejauh ini, kata Retno, Kabinet Indonesia Maju berjalan dengan baik dan solid. Setiap menteri tetap bekerja dengan baik sepanjang sisa periode pemerintahan yang akan berakhir pada Oktober 2024. Pemilu 2024 menandai akhir dari periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi pada 20 Oktober mendatang. Dengan sisa waktu pemerintahan sekitar 8 bulan lagi, masih banyak pekerjaan yang mesti dibereskan untuk mengejar target yang telah dicanangkan. Waktu yang tergolong singkat mengingat fokus tim kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi saat ini terbelah karena sebagian besar anggota kabinet saat ini terlibat langsung sebagai tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang bersaing di Pemilu 2024, bahkan ada pula menteri yang mencalonkan diri menjadi anggota DPR periode 2024—2029.
Saat ini, terdapat 35 menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Indonesia Maju. Satu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang diisi oleh Mahfud Md, lowong setelah yang bersangkutan mengundurkan diri dengan pertimbangan maju sebagai calon wakil presiden. Dari 35 menteri yang ada saat ini, sebanyak 14 menteri berasal dari partai politik (parpol). Menurut doktor ekonomi politik internasional Universitas Birmingham yang juga peneliti Indef, Asmiati Malik, Presiden Jokowi memiliki tantangan mengelola kabinet yang dipimpinnya hingga akhir masa jabatan. Gonjang-ganjing terkait dengan dukungan Presiden, termasuk menteri-menteri terhadap capres-cawapres, dapat mengirim sinyal buruk kepada investor. Jika mengutip data Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia pada 18 Januari 2024, satu-satunya faktor yang mulai naik dan dikhawatirkan investor dapat mengganggu kegiatan penanaman modal bersumber dari faktor keamanan. Sebanyak 8,63% responden yang disurvei oleh BI mempertimbangkan faktor keamanan sebagai penghambat utama investasi pada semester II/2023. Angka itu naik dibandingkan dengan semester I/2023 yang tercatat 5,8%. Asmiati mengatakan ada dua hal yang perlu dicatat untuk memastikan kegiatan penanaman modal dalam negeri terus berjalan. Pertama, pemerintah mesti memahami signifikansi dari profitabilitas dan trust yang merupakan faktor penting bagi investor ketika menanamkan modal. Kedua, pemerintah perlu memberi perhatian terhadap besarnya jumlah pemilih di Indonesia yang tidak menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi. Hasil kompilasi DataIndonesia menggambarkan bahwa ada keyakinan terhadap laju perekonomian di dalam negeri yang meningkat setiap pemilu berakhir dan adanya kepastian pemerintahan. Hal itu tecermin dari dari setiap periode pemilu langsung yang dimulai sejak 2004 yang menggambarkan pertumbuhan ekonomi. Satu-satu periode ekonomi yang melorot pascapemilu usai yakni pada Pemilu 2019. Saat itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2019 hanya tumbuh 4,96% atau melambat dibandingkan dengan kuartal III/2019 yang tumbuh 5,01%.
INOVASI BISNIS, Bahagia Itu Mahal
Singapura mengadakan konser Coldplay selama enam hari. Mereka
juga mengundang Taylor Swift untuk berkonser dengan jumlah hari yang sama.
Bruno Mars bakal tampil tiga hari di negara itu. Ekonomi konser dan acara lain
tumbuh luar biasa pascapandemi. Bisnis konser, olahraga, nonton film, dan lain-lain
menggerakkan ekonomi baru ini. Kini, ekonomi tak lagi digerakkan dengan
kepemilikan barang. Di satu sisi, semakin banyak orang yang tertarik mengeluarkan
uang untuk mendapatkan pengalaman langsung ketimbang kepemilikan barang-barang
mewah. Penjualan beberapa produk
tak lagi melonjak karena rasa memiliki barang sudah mulai berkurang di kalangan
konsumen usia muda. Akan tetapi, kita akan menemukan banyak orang mendatangi
tempat konser dan juga acara-acara olahraga. Mereka mulai menggeser pengeluaran
ke acara yang bisa dinikmati sebagai pengalaman langsung.
Anak-anak muda memilih menabung, menunda membeli barang
kebutuhan, dan tak sedikit meminjam uang untuk menonton berbagai pertunjukan. Mereka
tak hanya dari keluarga kaya, tetapi juga dari keluarga kebanyakan yang ketika
mengetahui ada acara yang diincar, berusaha mendapatkan uang
dengan berbagai cara agar bisa mendatangi acara itu. Kalangan ekonom
menyebutnya sebagai funflation. Kenaikan harga akibat permintaan aktivitas
untuk bersenang-senang yang meningkat. Istilah ekonomi terbaru yang beredar ini
mengacu pada tren konsumen lebih cenderung mengeluarkan uang untuk pengalaman
yang menyenangkan dibandingkan dengan produk yang biasanya dibeli untuk digunakan
di rumah, seperti televisi dan komputer. Kita juga bisa melihat fenomena ini di
Indonesia. Acara lari maraton laris manis. Penjualan tiket bisa ludes hanya dalam
waktu kurang dari satu jam. Berbagai perusahaan telah merasakan dampak ekonomi
dari acara-acara yang diadakan. Mereka juga melakukan riset untuk memastikan
besaran dampak ekonomi dari berbagai acara itu.
Laporan Business Insider menyebutkan, Bank of America
baru-baru ini merilis laporan penelitian yang menunjukkan bahwa Eras Tour milik
Taylor Swift memiliki dampak ekonomi yang serupa dengan kompetisi sepak bola AS,
Super Bowl, di kota-kota yang dikunjungi, seperti Pittsburgh, di mana rata-rata
pengeluaran rumah tangga untuk makan di restoran meningkat 77 USD selama bulan
konser Taylor Swift. Di Philadelphia, pendapatan hotel disana mencapai angka
tertinggi sejak pandemi pada Mei 2023 ketika dia tampil dalam tiga pertunjukan.
Mastercard juga merilis laporan serupa, dengan menggunakan frasa ”The Swift
Lift” yang menggambarkan peningkatan penjualan ke bisnis local yang dibawakan
Taylor Swift dengan penampilan tour miliknya. Studi tersebut menunjukkan bahwa dalam
radius 2,5 mil (4 km) dari stadion di kota-kota yang dikunjungi Taylor Swift,
pertumbuhan belanja di restoran meningkat 68 % per hari dan pertumbuhan belanja
di akomodasi meningkat 47 %. (Yoga)
JAMINAN KESEHATAN, Capaian 10 Tahun Dibayangi Masalah Klasik
Tahun ini program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berusia 10
tahun atau satu dekade. Masyarakat telah merasakan manfaat dari program ini.
Akses kesehatan menjadi lebih mudah, baik dari segi pelayanan maupun pembiayaan.
Namun, masih ada sejumlah perbaikan yang harus dilakukan. Berdasarkan data BPJS
Kesehatan, jumlah peserta pada 2014 sebanyak 133,4 juta orang dan meningkat
menjadi 267,3 juta pada 2023 atau 96 % dari total penduduk Indonesia. Selain
itu, total pemanfaatan program JKN juga naik signifikan. Pada 2014, total
pemanfaatan layanan per hari rata-rata 252.000 pemanfaatan, sedangkan pada 2023
tercatat 1,6 juta per hari. Dampaknya, biaya untuk jaminan kesehatan juga
meningkat dari Rp 42,6 triliun pada 2014 menjadi Rp 158,8 triliun pada 2023.
Dalam 10 tahun program JKN berjalan, total beban jaminan
kesehatan Rp 912,4 triliun. Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Agus Suprapto,
Sabtu (10/2) di Jakarta, mengatakan, besarnya manfaat yang didapatkan
masyarakat dari program JKN kian memperkuat keyakinan bahwa keberlanjutan
program ini menjadi keniscayaan. Keberlanjutan JKN sekaligus menjadi wujud
pelaksanaan UUD 1945 yang mengamanatkan warga negara memperoleh pelayanan kesehatan
dan negara wajib menyediakannya dalam cakupan kesehatan semesta (UHC). Salah
satu target capaian UHC ialah cakupan kepesertaan yang mencapai 98 % dan ditargetkan
tercapai tahun ini. Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, berbagai
inovasi telah memudahkan peserta JKN mengakses layanan. Antrean layanan yang di
awal program bisa lebih dari enam jam saat ini rata-rata 2,5 jam.
Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyampaikan,
meski berjalan baik, implementasi program JKN masih menyisakan persoalan klasik
yang harus diperbaiki, khususnya pada aspek kepesertaan, manfaat dan pelayanan,
serta pembiayaan. Pada aspek kepesertaan, masih ada penduduk miskin yang belum
tercakup JKN. Menurut aturan, penduduk miskin yang dijamin pemerintah sebagai
peserta penerima bantuan iuran sebanyak 113 juta orang, tetapi kini baru 96,8
juta orang. Selain itu, pekerja yang seharusnya menjadi peserta penerima upah
juga masih banyak yang belum didaftarkan oleh pemberi kerja. ”Kepesertaan perlu
dilihat secara keseluruhan, dari 260 juta peserta, ada 50 juta peserta tak
aktif. Sama saja tidak mendapatkan perlindungan karena tidak bisa mengakses layanan
kesehatan lewat program JKN,” kata Timboel. Pada aspek pembiayaan, kondisi
keuangan dana jaminan sosial yang sudah membaik harus terus dipertahankan. Risiko
defisit masih bisa terjadi jika pembiayaan program JKN tidak dijaga dengan
baik. (Yoga)
JAMINAN KESEHATAN, Berakhirnya Era Orang Miskin Dilarang Sakit
Awalnya Adi Susanto (53) tidak mau ke rumah sakit (RS) takut biaya
perawatannya mahal, padahal, sakit perut hebat serta mual dan muntah terus ia
rasakan. Sebagai pengemudi ojek daring, penghasilannya terbilang pas-pasan, Rp
100.000-Rp 150.000 per hari. Tabungan yang juga sekadarnya membuat ia semakin
berpikir panjang untuk ke rumah sakit. Ia takut kalau harus menjual aset atau barang-barang
miliknya untuk biaya rumah sakit. Setelah sembilan hari kondisinya semakin memburuk,
ia akhirnya ke rumah sakit. Mami (50), istrinya, dengan kesal berkata ”Padahal,
sudah saya bilang kalau periksa ke rumah sakit tidak perlu takut biaya. Uang
juga bisa dicari. Apalagi, dia (suaminya) punya BPJS dari pemerintah. Ternyata
benar, seribu (rupiah) pun tidak dipungut biaya,” kata Mami, di ruang tunggu RS
Cinta Kasih, Ciputat, Tangsel, Kamis (8/2). Pengalaman Mami sebelumnya membuat
ia tidak ragu membawa suaminya ke rumah sakit. Tiga bulan lalu, ia menjalani
pemeriksaan batu empedu, juga penyumbatan pembuluh darah di otak. Dengan modal
kartu BPJS Kesehatan yang dimilikinya, ia bisa mendapatkan perawatan dan
pengobatan dengan mudah.
“Meski dulu saya dirawat masih harus mengeluarkan sekitar Rp
200.000 untuk obat, tetapi pemeriksaan termasuk lancar. Karena pemeriksaannya
banyak, saya diminta beberapa kali pindah RS karena alatnya tidak ada di RS
tempat saya dirawat,” katanya. Adi dan Mami sudah terdaftar sebagai peserta
program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mereka terdaftar sebagai peserta
penerima bantuan iuran yang setiap bulan iurannya ditanggung pemerintah. ”Asal
ada kartu BPJS dan KTP, kalau memang sakit pasti diterima di RS,” ucap Mami. Pengalaman
serupa disampaikan Yudi (36), warga Jember, Jatim, yang bekerja sebagai pegawai
swasta di Kota Denpasar, Bali. Yudi mengatakan, kemudahan mengakses pelayanan
kesehatan paling dirasakan ketika ia memeriksakan anaknya, Aldi (11), ke
puskesmas. Mulai dari pemeriksaan di puskesmas hingga dirujuk ke RSUD Wangaya
Denpasar. ”Prosesnya cepat dan tidak ada membayar apa-apa lagi,” ucapnya. Yudi
merupakan peserta mandiri. Ia membayar iuran program JKN Rp 60.000 per bulan
untuk seluruh anggota keluarganya.
Muyasaroh (59) warga Semarang tersebut tidak menyangka bahwa
sebagian besar pengobatan kanker payudara yang dideritanya dijamin program JKN.
Sebagai pegawai swasta dengan penghasilan Rp 1,7 juta per bulan, ia tidak sanggup
membiayai seluruh pengobatan kankernya. Namun, setelah satu tahun menjalani
terapi, sebagian besar biaya perawatannya ternyata ditanggung program JKN. Ia
terdaftar sebagai peserta penerima upah yang biaya iurannya ditanggung
perusahaan tempat ia bekerja. Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan,
dampak dari program JKN yang paling nyata ialah semakin jarang masyarakat
miskin yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan. Masyarakat yang tidak mampu
tidak lagi takut untuk datang ke fasilitas kesehatan untuk berobat asalkan ia
menjadi peserta JKN. ”Dulu itu sampai ada istilah, orang miskin dilarang sakit,
karena kalau sakit, tidak ada yang dijual. Dulu, tidak jarang orang sampai
harus menjual tanah atau sapi atau apa pun untuk biaya pengobatan. Namun, sekarang,
itu sudah sangat jarang terdengar,” katanya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









