;

INOVASI BISNIS, Bahagia Itu Mahal

INOVASI BISNIS, Bahagia Itu Mahal

Singapura mengadakan konser Coldplay selama enam hari. Mereka juga mengundang Taylor Swift untuk berkonser dengan jumlah hari yang sama. Bruno Mars bakal tampil tiga hari di negara itu. Ekonomi konser dan acara lain tumbuh luar biasa pascapandemi. Bisnis konser, olahraga, nonton film, dan lain-lain menggerakkan ekonomi baru ini. Kini, ekonomi tak lagi digerakkan dengan kepemilikan barang. Di satu sisi, semakin banyak orang yang tertarik mengeluarkan uang untuk mendapatkan pengalaman langsung ketimbang kepemilikan barang-barang mewah. Penjualan beberapa produk tak lagi melonjak karena rasa memiliki barang sudah mulai berkurang di kalangan konsumen usia muda. Akan tetapi, kita akan menemukan banyak orang mendatangi tempat konser dan juga acara-acara olahraga. Mereka mulai menggeser pengeluaran ke acara yang bisa dinikmati sebagai pengalaman langsung.

Anak-anak muda memilih menabung, menunda membeli barang kebutuhan, dan tak sedikit meminjam uang untuk menonton berbagai pertunjukan. Mereka tak hanya dari keluarga kaya, tetapi juga dari keluarga kebanyakan yang ketika mengetahui ada acara yang diincar, berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara agar bisa mendatangi acara itu. Kalangan ekonom menyebutnya sebagai funflation. Kenaikan harga akibat permintaan aktivitas untuk bersenang-senang yang meningkat. Istilah ekonomi terbaru yang beredar ini mengacu pada tren konsumen lebih cenderung mengeluarkan uang untuk pengalaman yang menyenangkan dibandingkan dengan produk yang biasanya dibeli untuk digunakan di rumah, seperti televisi dan komputer. Kita juga bisa melihat fenomena ini di Indonesia. Acara lari maraton laris manis. Penjualan tiket bisa ludes hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Berbagai perusahaan telah merasakan dampak ekonomi dari acara-acara yang diadakan. Mereka juga melakukan riset untuk memastikan besaran dampak ekonomi dari berbagai acara itu.

Laporan Business Insider menyebutkan, Bank of America baru-baru ini merilis laporan penelitian yang menunjukkan bahwa Eras Tour milik Taylor Swift memiliki dampak ekonomi yang serupa dengan kompetisi sepak bola AS, Super Bowl, di kota-kota yang dikunjungi, seperti Pittsburgh, di mana rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk makan di restoran meningkat 77 USD selama bulan konser Taylor Swift. Di Philadelphia, pendapatan hotel disana mencapai angka tertinggi sejak pandemi pada Mei 2023 ketika dia tampil dalam tiga pertunjukan. Mastercard juga merilis laporan serupa, dengan menggunakan frasa ”The Swift Lift” yang menggambarkan peningkatan penjualan ke bisnis local yang dibawakan Taylor Swift dengan penampilan tour miliknya. Studi tersebut menunjukkan bahwa dalam radius 2,5 mil (4 km) dari stadion di kota-kota yang dikunjungi Taylor Swift, pertumbuhan belanja di restoran meningkat 68 % per hari dan pertumbuhan belanja di akomodasi meningkat 47 %. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :